Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Mahdi : Suatu yang terbuai

Posted by qarrobin pada Mei 16, 2010

II. Mahdi : Suatu yang terbuai

Pada data 021,044 : “maka tidakkah diperhatikan sungguh kami berikan bumi, kami kurangi ia dari tharaf nya”. Dari 21 Maret pada pintas semi ke 22 Juni pada titik balik panas, bumi terbuai ke utara sebesar 47° sehingga matahari terbit bergeser 23,5° ke kiri. Jika kita meletakkan sebuah tiang (post), maka teduh (zhilal) nya akan bergeser ke kanan bumi, bergeser ke selatan pada pagi hari. Pada siang hari, zhilal akan tetap berada di tengah (wustha) post, sebagai pemisah antara dua tharaf siang (nahr).

Gambaran matahari yang terbuai, mirip seperti gambaran electron yang terbuai. Matahari tidak hanya bergerak mengitari bumi bersama-sama dengan bintang-bintang pada ufuq bola langit setiap hari sekali, atau yang disebut sebagai gerakan harian, tetapi matahari juga bergerak jauh lebih lambat sepanjang jalur di antara bintang-bintang pada bola langit, atau yang disebut sebagai tapak surya (ekliptika).

Satu kitarannya menghabiskan waktu setahun, dan kembali pada kedudukan awalnya di antara bintang-bintang latar belakang tempat awal keberangkatannya. Kemiringan sudut 23,5o itu disebut titik balik. Dalam waktu setahun, kita dapat melihat 12 buah konstelasi zodiak yang bergerak ke barat. Untuk membuktikan bahwa bumi lah yang mengelilingi matahari, kita dapat melihat jalur-jejak matahari yang bergerak ke timur pada rasi latar belakang itu, dan disebut tapak surya (ekliptik).

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.