Musa-Joshua-Hidzir
Posted by qarrobin pada Mei 27, 2010
I. Musa membunuh Joshua Tirani
018,071 : maka supaya berbolak-balik hingga bila rakibaa di dalam perahu (hidzir) melobagi nya, berkata (musa) : “mengapa kamu kharaq (lobagi) ia bagi tughriq (menenggelamkan) penghuni nya bagi benar-benar kamu mendatangkan sesuatu urusan”
018,079 : “ada pun safiinati (perahu), maka adalah bagi orang-orang yang tenang yang ber’amal di dalam laut, maka aku hendak agar a’iiba (cacat) ia, dan adalah di raa-a (hadapan) mereka seorang raja yang mengambil tiap perahu ghashban (suatu rampasan)”
028,014 : wa la mmaa balagha asyudda hu wa stawaa –aatay naa hu hukmaa wa kadzaalika na jzii lmuhsiniin
Dan bagi apa sampai dahsyat ia (musa) dan mengarahkan, kami berikan ia kebijaksanaan dan pengetahuan, dan demikian kami jasa orang-orang yang bagus.
028,015 : Dan memasuki kota atas hiini (hina) ghaflati (lengah) dari penghuni nya maka mewujud di dalam nya dua lelaki berkelahi, ini dari syii’ah nya, dan ini dari musuh nya, maka staghaatsa hu yang dari syii’ah nya atas yang dari musuh nya, maka wakaza (memukul) nya musa, maka qadhaa (roboh) atas nya, berkata ini dari ‘amal syaythaan, sungguh ia musuh yang menyesatkan yang terbukti.
II. Hidzir membunuh Joshua Tirani kecil
018,074 : maka supaya berbolak-balik hingga bila menjumpai ghulaaman (seorang anak) maka (hidzir) membunuh nya, berkata (musa) : “mengapa kamu bunuh suatu nafs yang berkembang dengan selain bernafas, bagi benar-benar kamu mendatangkan sesuatu keingkaran”
Adam (kromosom Xy), Hawa (kromosom Xx), Huur (kromosom Yy). Ghilman (kromosom Xy) adalah seorang anak lelaki dari Adam dan Huur. Wildan (kromosom Yy) adalah seorang anak perempuan dari Adam dan Huur. Keluarga ‘imran adalah salah satu contoh keturunan Adam dan Huur.
Hidzir menutup nafas ghilman dengan tangannya. Hidzir membunuh ghilman, agar Musa terbebas dari dosa karena telah membunuh Joshua. Sebab akibat dapat berjalan mundur, masa depan dapat mengubah masa lalu, di dalam kisah Dzulqarnayn, ketika ia berjalan mundur dalam waktu, masa depan tetap disebut sebagai suatu sebab. Manusia dari masa depan, ketika ia pergi ke masa lalu dimana ia belum dilahirkan, manusia dari masa lalu tidak dapat membunuhnya, seperti antara manusia (massa positive) dan malaikat (massa negative) akan saling menembus jika bertabrakan. Dengan terbunuhnya Joshua kecil, tidak mengubah taqdir kematiannya, karena Joshua telah meninggal di tangan Musa di masa depan. Namun buronan dari masa depan, dapat mendorong seseorang untuk membunuh. Sekarang Hidzir yang berdosa. Yang terjadi adalah pengubahan situasi, seperti pemblokiran antara benteng dan raja dalam permainan catur.
018,080 : “dan ada pun ghulaamu (anak), maka adalah abawaa (aba-ibu) nya dua yang berpendirian, maka kami khawatir akan mendorong mereka suatu yang melewati batas dan suatu ketertutupan”
III. Joshua yang tersembunyi (Hidden Variable)
018,081 : “maka kami menghendaki supaya mengganti bagi mereka rabb mereka yang lebih baik dari nya yang berkembang dan lebih dekat suatu pengaturan ketelitian”
Kemudian Allah mengganti Joshua Tirani dengan Joshua yang baik. Joshua terlahir dua kali, karena Joshua tetap tidak mati, maka Musa dan Hidzir terbebas dari dosa.
005,021 : ya qawmi dkhuluul ardha lmuqaddasata llatii kataba llahu la kum wa laa yaryadduu ‘alaa adbaari kum fa tanqalibuu khaasiriin
Hai kaumku masukilah benua antartika yang dituliskan allah bagi kamu dan tidak kamu mundur atas tumit kamu maka kamu bertukar (menjadi) orang-orang yang merugi.
055,022 : qaaluu yaa musa inna fii ha qawman jabbaariina wa innaa lan nadkhula haa hattaa yakhrujuu min haa fa in yakhrujuu min haa fa innaa daakhiluun
Berkata hai musa sungguh di dalam nya suatu kaum orang-orang yang memecahkan dan sungguh tidak akan kami memasuki nya hingga keluar dari nya maka jika keluar dari nya maka sungguh memasuki.
005,023 : qaala rajulaani mina lladziina yakhaafuuna an’ama llahu ‘alay himaa dkhuluu ‘alay himu lbaaba fa idzaa dakhal tumuu hu fa inna kum ghaalibuuna wa ‘alaa llahi fa tawakkaluu in kun tum mmu-miniina
Berkata dua lelaki (satu dari nya adalah Joshua nya Musa) dari orang-orang yang tersembunyi pemeliharaan allah atas keduanya : masuki atas mereka (melalui) pintu, maka bila masuk kalian (melalui) nya, maka sungguh kamu menang, dan atas allah maka kamu berwakil jika adalah kalian orang-orang yang berpendirian.
IV. Orang tua dari Joshua
018,077 : maka supaya berbolak-balik hingga bila diberikan penghuni suatu negeri, berkesanggupan penghuni nya, maka abaw (aba-ibu) supaya yudhayyifuu mereka, maka mewujud di dalam nya dinding yang hendak supaya yanqadhdha (dirobohkan), maka (hidzir) menegakkan nya, berkata (musa) : “sekiranya kamu menghendaki bagi kamu mengambil atas nya suatu upah”.
Orang tua dari Joshua adalah orang yang berkecukupan, bapak mereka memendam tahta nya dengan tembok yang hendak roboh hingga mereka asyudda, karena mereka akan menjadi anak kecil yang yatim.
018,082 : “dan adapun dinding maka adalah bagi dua ghulaama (anak) dua yatim di dalam kota dan adalah tahta nya kanuzu bagi mereka dan adalah abuu mereka seorang yang baik maka menghendaki rabb engkau supaya sampai dahsyat mereka dan mengeluarkan kanza mereka suatu pengaturan dari rabb engkau dan apa diperbuat ia dari urusan ku, itu ta-wiil apa yang belum kamu sanggup atas nya suatu kesabaran”
V. Makna Joshua
Joshua berasal dari bahasa Ibrani
Ye = Sab’a = Seven = Tujuh
Esu = ‘Ashr = Ten = Sepuluh
Joshua = Fataya = Teen = Tujuh belas
VI. Perjalanan Musa dan Joshua nya mencari Hayydahr
A. Koordinat ruang Riemann dan Koordinat waktu Dahr CPT-4
018,060: wa idz qaala muusaa li fataa hu laa abrahu hattaa ablugha majma’a lbahrayni aw amdhiya huquban
Dan bila berkata musa bagi Joshua nya : “tidak berhenti hingga sampai di perkumpulan dua lautan atau berpindah bertahun-tahun”.
Musa diberitahu untuk menemukan suatu koordinat dimana laut akan terbelah untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir menuju GraceLand di Palestina. Musa dan Joshua berasal dari suku Lewi yang memiliki lisensi untuk menyentuh Tabut Perjanjian. Pada masa setelah eksodus, ketika bani Israel dipengaruhi Samiri, maka Musa marah dan melemparkan Tabut Perjanjian. Beberapa orang dari suku lain mencoba untuk memegangnya dan mereka menjadi kristalisasi seperti tiang garam.
Targetnya jelas: Dari Suez di mana Mediterania dan Laut Merah bersatu, mereka akan melalui ke Semenanjung Sina. Dua lautan yang berkumpul itu berada di Segitiga Sina dengan Teluk Akabe dan Suez, mereka mencari koordinatnya. Musa juga diberitahu bahwa ia akan melakukan perpindahan waktu bertahun-tahun bersama hidzir. Hidzir diberikan pengaturan waktu, tipe waktu ini disebut dahr. Perumpamaan dahr itu seperti pada orbit electron, yang mana electron dapat naik dan turun pada setiap titik orbit dan dahr adalah waktu yang bersinggungan dengan ruang yang terkungkung. Hidzir dapat memasuki ruang pada setiap titik waktu, sebagaimana Hidzir memindahkan singgasana ratu Balqis. Israa Muhammad saw juga memakai dahr, Muhammad saw tidak pergi ke Masjidil Aqsha. Masjidil Aqsha yang berjalan ke dia.
Untuk menemukan koordinat yang sama pada dimensi ruang, maka Musa menyertakan dimensi waktu, berpindah mengelilingi dimensi ruang bertahun-tahun. Dimensi Ruang adalah berbentuk pelana (packsaddlic) tapi di sini secara pengecualian tipe Riemann, tabung ruang menggelembung (protuberant) yang diberikan. Jadi waktu yang menyertai ruang semacam ini seharusnya juga sangat sangat sangat istimewa. Inilah koordinat waktu Dahr.
B. Direct Current mundur CPT-1
018,061: fa la mmaa balaghaa majma’a bayni himaa nasiyaa huuta humaa fa ttakhadza sabiila hu fii lbahri saraban
Maka bagi apa sampai di perkumpulan antara mereka (dua lautan), lupa (terhadap) ikan mereka, maka mengambil jalan ia, di dalam laut yang bercabang.
Pada pertengahan pagi, Musa dan Joshua menangkap ikan di laut. Pada siang hari nya, Musa kelelahan dan berlindung di karang, kemudian waktu mulai berjalan mundur. Seharusnya diceritakan dahulu darimana ikan tersebut berasal, karena secara tiba-tiba ikan masuk dalam cerita, padahal penangkapan ikan tidak diceritakan.
Allah telah membalik sebab-akibat yang selama ini kita anggap berjalan dari masa lalu ke masa depan. Sebab-akibat adalah suatu prinsip, ia bukan suatu hukum. Kita menerima nya di awal sebagai bergeser dari masa lalu ke masa depan. Hukum lah yang harus dilindungi, bukan prinsip. Hal ini seperti kita merekam kejadian penangkapan ikan, dan memutar film secara mundur. Kita melihat ikan hidup kembali di film itu, tapi bukankah tadinya ia mati? Allah menceritakan akibat terlebih dahulu dan kemudian menceritakan sebab. Ketika Dzulqarnayn mundur ke masa lalu, disebutkan bahwa ia mengikuti suatu sebab yang bergeser dari masa depan ke masa lalu.
Karang itu adalah tempat pertemuan dua lautan dan karang itu membelah pertemuan dua laut, sehingga dua laut itu menjadi bercabang. Karang itu berada di antara pertemuan dua laut. Daerah yang berada di pertemuan dua lautan disebut Osmosis. Di karang ini waktu berjalan bolak-balik.
020,077 : fa dhrib la hum thariiqan fii lbahri
Maka tampilkan bagi mereka suatu pantulan di dalam laut.
026,063 : ani dhrib bi ‘ashaaka lbahra fa an falaqa
Supaya menampilkan dengan tongkat, laut. maka supaya falaqa (bergeser).
Dimasa depan ketika Musa memukulkan tongkat nya pada pertemuan dua laut, waktu pada kedua laut berjalan mundur, air yang tadinya mengalir ke pertemuan, berbalik mundur, maka kedua laut bergeser.
006,095 : inna llaha faaliqu lhabbi wa nnawaya yukhriju lhayya mina lmayyiti wa mukhriju lmayyiti mina lhayyi
Sungguh Allah faaliqu (menggeser) yang habbi dan yang nawaya, mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup
Ketika waktu bergeser mundur, ikan Musa kembali hidup setelah mati. Allah berjanji akan mengawetkan jasad Fir’aun sebagai bukti bahwa ketika ia mati dan tenggelam di pertemuan dua laut, maka ketika jasad nya mengeluarkan mar’a (radiocarbon) dan membusuk, waktu memantul mundur. Waktu yang berbalik maju mengembalikan mar’a yang keluar dari jasad nya. Ketika manusia menemukan jasad nya, dan mengeluarkan nya dari pertemuan dua laut, jasad Fir’aun secara tiba-tiba cepat membusuk, karena ia kembali kepada ‘udzur nya.
113,001 : katakan aku berlindung dengan rabb al falaqi (pergeseran)
006,096 : faaliqu l ishbaahi wa ja’ala llayla sakanaa wa sysyamsa wa lqamara husbaanaa dzaalika taqdiiru l’aziizi l’aliim
Faaliqu (menggeser) hamburan dan menjadikan malam suatu ketenangan dan matahari dan bulan suatu perhitungan, itu kekuasaan Penakluk Yang Mengetahui.
Siang hari adalah karena hamburan cahaya matahari yang memantul di atmosfir bumi. Kemana pun hamburan ini bergeser, malam tetap tidak dapat mendahului siang. Kemana pun matahari dan bulan bergeser, matahari tetap tidak mendapatkan bulan.
100,001 : wa l’aadiyaati dhabhan
Dan yang berlawanan melesat cepat.
Allah menciptakan ‘aadiyaat, partikel yang berlawanan. Kita ambil contoh partikel neutrino dan anti neutrino. Partikel neutrino berjalan mundur dalam waktu. Partikel anti neutrino berjalan maju dalam waktu.
Ketika mereka berlindung di karang, mereka berada pada arah waktu yang berjalan mundur, seperti spin waktu pada partikel neutrino yang tak bermuatan. Karena waktu berjalan mundur, ikan kembali hidup dan melompat ke lubang di antara laut yang bercabang. Karena waktu berjalan mundur, mereka lupa terhadap ikan yang kembali hidup.
C. Direct Current maju CPT-1
018,062: fa la mmaa jaawazaa qaala li fataa hu –aati naa ghadaa-a naa la qad laqii naa min safari naa haadzaa nashaban
Maka bagi apa menua berkata bagi Joshua nya : “Berikan kita makanan-pertengahan-pagi kita, bagi benar-benar bertemu kita dari perjalanan kita ini suatu kelelahan”.
Kemudian waktu kembali berjalan maju, seperti spin waktu pada partikel anti-neutrino. Karena waktu berjalan maju, ikan yang tadi siang hidup kembali, yang mereka lupa telah melihatnya, ingin mereka makan. Mereka tadinya melihat ikan melompat ke lubang di pertemuan dua laut, karena sebelumnya waktu berjalan mundur, maka mereka lupa. Mereka ingin makan ikan yang disediakan untuk makan siang, namun berada pada pertengahan pagi.
D. Alternative Current berosilasi CPT-2
018,063: qaala ara-ay ta idz away naa ilaa shshakhrati fa innii nasiitu lhuuta wa maa ansaanii hu illaa sysyaythaanu an adzkura hu wa ttakhadza sabiila hu fii lbahri ‘ajaban
Berkata (Joshua) : “melihatkah kamu bila berlindung kita kepada karang, maka sungguh aku lupa (tentang) ikan dan apa yang melupakan aku (tentang) nya kecuali syaythaan (dari) akan mengingat nya, dan mengambil jalan ia di dalam laut (secara) ajaib”
Disini Joshua menjelaskan bahwa, apa yang khabar ini mereka belum meliputi nya, sama sebagaimana cara kerja syaythaan membuat lupa suatu ingatan.
036,068 : dan siapa yang kami ‘umurkan ia, kami kembalikan ia di dalam penciptaan, maka tidakkah memikirkan?
Syaythaan ketika ia menjadi tua, ia kembali mundur dalam waktu seperti neutrino, partikel tak bermuatan yang berjalan mundur dalam waktu, maka ia kembali muda dan berbalik berjalan maju dalam waktu seperti anti-neutrino.
018,064 : qaala dzaalika maa kunnaa nabghi fa rtaddaa ‘alaa –aatsaari himaa qashashan
Berkata (musa) : “itu, apa adalah (yang) kita tuju”, maka berbalik atas jejak mereka suatu penceritaan
Ketika Musa dan Joshua menuju tempat dimana ikan melompat ke lubang di antara laut yang bercabang, maka waktu berbalik mundur 17 tahun, Joshua dikembalikan ia di dalam penciptaan. Karena waktu berjalan mundur, musa lupa akan Joshua. Maka Joshua menjadi cerita yang bahkan Musa lupa tentang nya. Waktu berbalik mundur ke masa dimana Musa belum mengenal Joshua.
018,065 : fa wajadaa ‘abdan mmin ‘ibaadi naa –aatay naa hu rahmatan mmin ‘indi naa wa ‘allam naa hu min lladunnaa ‘ilman
Maka mewujud seorang hamba dari hamba-hamba kami yang kami berikan ia pengaturan dari sisi kami dan kami beritahu ia dari yang ada bagi kami sebuah pengetahuan
018,066 : berkata bagi nya (hidzir) musa : “hal aku mengikuti engkau atas supaya kamu beritahu aku dari apa yang kamu diberitahu suatu yang rusyd”
018,067 : berkata (hidzir) : “sungguh engkau tidak akan sanggup bersamaku suatu kesabaran”
018,068 : “dan bagaimana kamu sabar atas apa yang belum kamu liputi dengan nya suatu khabar”
Musa berada pada dimensi dimana ia berjalan di dalam ruang kosmos (kunnas), awal dan akhir terasa memiliki waktu yang panjang, inilah makna shabar. Sedangkan Hidzir berada pada dimensi HyperSpace (khunnas) dimana ruang yang berjalan menuju nya, dimana awal dan akhir waktu menjadi satu, semuanya adalah awal. Al awwala = Al Aw Wa La = 1 Atau Dan 0 = 1 or/and 0.
018,069 : berkata (musa) : “akan mendapati aku jika dikehendaki allah suatu kesabaran dan tidak a’dhii bagi engkau suatu urusan”
In syaa- Allah, Musa menyerahkan masa depan untuk dibangun oleh Allah. Bagi Musa, masa depan seperti Schrodinger’s cat. Ia adalah orang yang tidak sabaran, namun ia berjanji akan sabar. Karena Musa mengatakan In syaa- Allah, maka Hidzir menerima Musa.
018,070 : berkata (hidzir) : “maka jika kamu mengikutiku maka tidak kamu menanyakanku dari sesuatu hingga aku rangkaikan bagi engkau dari nya suatu ingatan”
Musa dan Hidzir berada pada dimensi yang berbeda. Musa belum meliputi pengetahuan ini sebagai suatu khabar, maka hidzir melarang Musa untuk bertanya hingga ia rangkaikan perjalanan mundur dan maju di dalam waktu. Karena ketika bergeser mundur dalam waktu Musa akan menjadi lupa, maka rangkaian ini akan menjadi suatu ingatan bagi Musa.
E. Berthalaq dalam waktu, bolak-balik CPT-3
017,051 : …“yang menyusun kamu awwal yang simetris”…
002,229 : thalaaq dua marrata (yang bolak-balik)
Marrata adalah sesuatu yang rata, yang sama atau suatu bentuk yang simetris. Jadi Thalaaq adalah artada (berbalik mundur) dan kembali maju. Bolak-balik.
018,071 : maka supaya berbolak-balik hingga bila rakibaa di dalam perahu (hidzir) melobagi nya, berkata (musa) : “mengapa kamu lobagi ia bagi menenggelamkan penghuni nya bagi benar-benar kamu mendatangkan sesuatu urusan”
Maka Hidzir mengajak Musa kembali ke masa depan, Hidzir ingin menunjukkan bahwa Joshua adalah Raja Tirani, maka Hidzir mencegah perkelahian antara syi’ah Musa dan Joshua sehingga Musa terhindar dari membunuh Joshua.
018,072 : berkata (hidzir) : “bukankah aku katakan sungguh engkau tidak akan sanggup bersamaku suatu kesabaran”
018,073 : berkata (musa) : “jangan kamu menghukum aku dengan apa yang terlupa dan jangan kamu mendorong aku dari urusan suatu kesulitan”
Musa masih melupakan bahwa ia akan membunuh Joshua Tirani. Hidzir sebenarnya mengajarkan Musa bagaimana cara Allah membangun masa depan dimana Musa akan terhindar dari membunuh Joshua. Namun perubahan taqdir, dapat membangun taqdir nya sendiri. Ada kemungkinan Joshua akan membunuh Musa, dan kemungkinan Joshua akan mendorong kedua orang tua nya suatu yang melewati batas dan suatu ketertutupan.
018,074 : maka supaya berbolak-balik hingga bila menjumpai ghulaaman (seorang anak) maka (hidzir) membunuh nya, berkata (musa) : “mengapa kamu bunuh suatu nafs yang berkembang dengan selain bernafas, bagi benar-benar kamu mendatangkan sesuatu keingkaran”
Hidzir mengajak Musa berbalik ke masa lalu, lalu Hidzir membunuh Joshua Tirani kecil, agar Musa benar-benar terhindar dari membunuh Joshua dan/atau terbunuh oleh Joshua. Hidzir menunjukkan bagaimana cara Allah menghapus dosa nabi Nya karena membunuh seseorang dan/atau menyelamatkan nabi Nya dari terbunuh. Pengubahan taqdir ini akan menjadikan Joshua sebagai Hidden Variable.
018,075 : berkata (hidzir) : “bukankah aku katakan bagi engkau sungguh engkau tidak akan sanggup bersamaku suatu kesabaran”
Hidzir kembali mengingatkan Musa, karena ia baru saja berbalik mundur ke masa lalu.
018,076 : berkata (musa) : “jika menanyai engkau dari sesuatu setelah nya maka jangan kamu sahabati aku, benar-benar sampai kamu dari yang ada bagiku suatu ‘udzr”
Musa berjanji akan bersabar setelah perjalanan kembali ke masa depan dimana ia akan berada pada masa nya, akhir dari dua yang bolak-balik. Namun Hidzir telah menjadi pembunuh Joshua menurut Musa, padahal Allah lah yang memerintahkan hal ini demikian, sebagaimana Azraeel membunuh bayi, maka Hidzir dan Azraeel tidak berdosa. Kemudian kedua orang tua Joshua berdo’a agar diberikan pengganti Joshua. Allah mengqabulkan permintaan kedua orang tua Joshua, Allah melahirkan Joshua kembali, namun dengan sifat yang berbeda. Karena Joshua terlahir kembali, ia tidak mati dan tidak terbunuh baik oleh Musa maupun oleh Hidzir, ia juga tidak akan membunuh Musa. Ini adalah cara Allah menghapus dosa Musa.
018,077 : maka supaya berbolak-balik hingga bila diberikan penghuni suatu negeri, berkesanggupan penghuni nya, maka abaw (aba-ibu) supaya yudhayyifuu mereka, maka mewujud di dalam nya dinding yang hendak supaya roboh, maka (hidzir) menegakkan nya, berkata (musa) : “sekiranya kamu menghendaki bagi kamu mengambil atas nya suatu upah”
Hidzir mengembalikan Musa pada masa nya, dan membawa nya ke rumah Joshua. Joshua telah menjadi yatim, namun bapak nya telah memendam tahta nya bagi Joshua dengan tembok yang hendak roboh hingga Joshua asyudda. Hidzir bermaksud mempertemukan Musa dengan Joshua nya pada masa nya, agar Musa kembali ingat dengan masa depan nya.
018,078 : berkata (hidzir) : “ini pembeda antara aku dan antara engkau, akan aku beritakan engkau dengan ta-wiil apa yang belum kamu sanggup atas nya kesabaran”
Hidzir memberikan Joshua sebagai sahabat Musa, pengganti persahabatan antara Musa dan Hidzir. Musa dan Joshua kembali pada ruang-waktu mereka yang berbeda dengan ruang-waktu dimana Hidzir ditempatkan. Setelah itu Hidzir akan menceritakan ta-wil dari pengetahuan yang Musa belum meliputi nya sebagai suatu khabar.
018,079 : “ada pun perahu, maka adalah bagi orang-orang miskin yang ber’amal di dalam laut, maka aku hendak agar cacat ia, dan adalah di hadapan mereka seorang raja yang mengambil tiap perahu ghashban (suatu rampasan)”
018,080 : “dan ada pun ghulaamu (anak), maka adalah abawaa (aba-ibu) nya dua yang berpendirian, maka kami khawatir akan mendorong mereka suatu yang melewati batas dan suatu ketertutupan”
018,081 : “maka kami menghendaki supaya mengganti bagi mereka rabb mereka yang lebih baik dari nya yang berkembang dan lebih dekat suatu pengaturan ketelitian”
018,082 : “dan adapun dinding maka adalah bagi dua ghulaama (anak) dua yatim di dalam kota dan adalah tahta nya kanuzu bagi mereka dan adalah abuu mereka seorang yang baik maka menghendaki rabb engkau supaya sampai dahsyat mereka dan mengeluarkan kanza mereka suatu pengaturan dari rabb engkau dan apa diperbuat ia dari urusan ku, itu ta-wiil apa yang belum kamu sanggup atas nya suatu kesabaran”
Pada perjalanan ini, Hidzir memperkenalkan sebuah chord (sadda = bendungan) yang memotong lingkaran “dua-waktu”. Maksudku dua waktu dalam rangkaian = QARNAYN. Dalam CPT-3. Bukan dari setiap titik seperti Hıdzır. Bukan bersinggungan pada ruang Riemann. Hanya DUA POINTS = Dia masuk dari CHORD. Zulkarneyn barrier (sadda 018,094). Dua corong waktu.
Abu Razziq (BangZero) berkata
subhanallah….cukup menjelaskan dan membuka hijab kegelapan…
syukran…
Much Tohar berkata
ulasan yang sangat menarik.
Time Quake (Al ZilZal 099,006) « Arch Carrying Angels berkata
[...] Pada kisah Musa terjadi penggandaan Joshua, yang satu Tirani dan yang kedua menjadi sahabat Musa. [...]
kaisnet berkata
Assalamu’alaikum..
Okeeee….
Mohon ijin kopy dulu, untuk saya dalami.
SALAM
neli berkata
gila nih yang nulis.. mohon terjemahan al quran jgn diganti ganti, dan siapa pula huur itu? kok dibilang nikah sama Nabi Adam?
qarrobin berkata
@Neli, nanti saya tulis artikel tentang huur, belum sempat
kalo neli bilang ada yang salah dengan terjemahan di artikel ini, langsung aja dikritisi mana terjemahan yang salah, nanti bisa kita diskusikan
qarrobin berkata
@Neli, berikut udah saya buatkan artikel tentang huwr
http://qarrobin.wordpress.com/2011/06/09/the-fifth-element/
doni berkata
“Hidzir mengembalikan Musa pada masa nya, dan membawa nya ke rumah Joshua. Joshua telah menjadi yatim, namun bapak nya telah memendam tahta nya bagi Joshua dengan tembok yang hendak roboh hingga Joshua asyudda.” yang di maksud rumah yang hampir roboh itu apakah rumah yg diperbaiki dlm 018,082..
sedangkan disitu kn disebutkan ghulamaini yatimaini..arti’y dua anak yg yatim.apaakah joshua mempunyai saudara?
dtunggu jwabannya..thanks
qarrobin berkata
joshua (teman perjalanan musa) memiliki hidden variable yakni joshua (raja yang jahat) yang dibunuh oleh Musa
Ketika kembali ke masa lalu, joshua yang baik menjadi belum terlahirkan, sedangkan joshua yang jahat menjadi bayi yang dibunuh khidhir dengan menutup nafas (mulut dan hidung) nya untuk menghapus dosa musa yang membunuh nya di masa depan
kemudian Allahh mengganti joshua yang jahat dengan melahirkan hidden variable yang baik (teman perjalanan musa di masa depan)
doni berkata
namun dalam alquran disebutkan dua anak yatim piatu, jika begitu adanya maka 2 anak tersebut tidak dilahirkan dalam keadaan yang berbeda? bagaimana anda menjelaskan hal tersebut??
qarrobin berkata
sebelum Musa mencari khidhir, Joshua yang baik dan Joshua yang jahat hidup bersama sebagai dua bersaudara
karena Allahh ingin menghapus dosa Musa, Allahh mengutus khidhir, dan menyuruh Musa untuk mencari khidhir
peneriak keadilan berkata
maaf, klo boleh tahu bapak ambil dasar dan sumbernya dr mana saja, krn ini sangat istimewa izinkan sy belajar lbh lanjut.
adlerallende berkata
Dari Hans von Aiberg
sekarang saya ada disini http://www.facebook.com/groups/327176933981790/