Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Arsip untuk Mei 13th, 2011

Re : Shalat Minimalis

Posted by qarrobin pada Mei 13, 2011

Kang Samaranji mencoba untuk memberikan penjelasan tentang shalat 5 waktu, namun Kang Samaranji tidak memberikan ayat yang menjelaskan shalat 5 waktu. Shalat 3 waktu telah saya tuliskan pada beberapa artikel di blog ini, sebelum me reply artikel dari Kang Samaranji, saya akan memberikan ayat yang menjelaskan shalat 3 waktu yang pernah dipinta Kang Ifa

011,114 : wa –aqimi shshalawaata tharafayi nnahhaari wa zulafan mmina llayli –inna lhasanaati yudzhhibna ssayyi-aati dzaalika dzikraa li dzdzaakiriyna

dan dirikan shalat – shalat (pada) dua taraf siang dan (pada) bahagian permulaan dari malam, bahwa kebagusan akan menghapus keburukan, demikian ingatan bagi orang-orang yang ingat

di ayat ini menggunakan –aqimi, perintah untuk mendirikan shalat dalam 1 hari yakni dua taraf siang dan satu taraf malam

nahhar artinya sungai, maksudnya siang merupakan aliran sungai dari cahaya matahari yang berhamburan di atmosfer bumi

siang dibagi menjadi dua taraf, pembagian ini dapat kita buktikan dengan melihat panjang bayangan pada suatu tiang

taraf pertama siang yakni dari shubuh ketika bayangan memiliki ukuran terpanjang hingga pertengahan siang ketika bayangan memiliki ukuran terpendek, jatuh tepat dibawah tiang

taraf ke-dua siang yakni dari pertengahan siang sampai matahari terbenam

taraf ke-tiga yakni malam ketika benang putih dan benang hitam tidak dapat dibedakan dimulai dari matahari terbenam sampai fajar

017,078 : -aqimi shshalawaata li duluwki sysyamsi –ilaa ghasaqi llayli wa qur-aana lfajri inna qur-aana lfajri kaana masyhhuwdan

dirikan shalat – shalat bagi tergelincir matahari, kepada senja malam dan (kepada) bacaan fajar, bahwa bacaan fajar adalah yang disaksikan

jika yang kang ifa maksud tergelincir matahari dimulai dari pertengahan siang, ini merupakan taraf ke-dua dari tharafayi nnahhaari

ghasaqi (evening) adalah senja ketika matahari terbenam (twilight), ini adalah bahagian permulaan (zulaf) dari malam

malam merupakan satu taraf diakhiri dengan terbit matahari, cahaya awal matahari kita sebut fajar, dari fajar sampai pertengahan siang merupakan taraf pertama dari tharafayi nnahhaari

shubuh berarti hamburan, mishbah (024,035) berarti yang memancarkan hamburan sehingga matahari juga dapat disebut sebagai pelita, mashaabiyha (067,005) berarti tempat-tempat hamburan yakni bintang – bintang, dan matahari adalah bintang terdekat dengan bumi

di ayat ini juga menggunakan –aqimi, jika ayat 011,114 menjelaskan tentang rentang dari matahari terbit sampai pertengahan siang sebagai satu taraf, dari pertengahan siang sampai matahari terbenam sebagai satu taraf, dari matahari terbenam sampai matahari terbit sebagai satu taraf

maka ayat 017,078 menjelaskan tentang titik yang memisahkan taraf, titik pertengahan siang ketika matahari tergelincir, titik senja ketika matahari terbenam, titik fajar ketika matahari terbit

002,238 : haafizhuw ‘alaa shshalawaati wa shshalawaati lwusthaa wa quwmuw li llahhi qaanitiyna

Peliharalah atas (waktu) shalat – shalat dan (perhatikan) shalat – shalat (yang dipisahkan) pertengahan dan berdirilah bagi allah qaanitiyna

Di ayat ini tidak menggunakan –aqimi, tapi menggunakan hafizh yakni memperhatikan titik yang memisahkan taraf shalat

dua taraf siang dipisahkan oleh pertengahan siang ketika bayangan jatuh dibawah tiang dengan ukuran bayangan terpendek, terbenam matahari sebagai pertengahan yang memisahkan taraf ke-dua siang dan taraf malam, terbit matahari memisahkan taraf malam dan taraf pertama siang

jadi shalat adalah 3 waktu

fajar, ketika cahaya matahari terbit mulai terhambur

zhuhur, ketika matahari nampak berbaur dengan sungai hamburan cahaya di atmosfer

‘isya-, ketika hamburan dari cahaya matahari telah terbenam

Kemudian kita akan me reply artikel dari Kang Samaranji

Clue 1 :

Kang Samaranji memberikan ayat 024,058

024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli shalaati lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di shalaati l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun

hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum mencapai remaja dari kamu tiga kali : dari sebelum shalat fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah (kamu tidur pada) shalat ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah mereka (waktu meletakkan pakaian) mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana

berikut adalah penjelasan yang saya ambil dari tulisan Hans von Aiberg pada akhir chat 39, 30 Desember 2001.

Sayangnya ada sebuah ayat yang tidak cocok dengan sistem.

Ya, ketika Yazid menjadi khalifah, ia mengubah ayat ini. (Dia telah menyiapkan perangkap sebelumnya, ketika kekhalifahan dipindahkan ke dia, ayat ini dibuat hukum.) Terdapat di dalam ayat:

1.shalat fajar,

2.dan zhuhhur,

3.dan shalat ‘isyaa-.

Pindahkan kembali kata – kata ini dari 024,058. Sisa nya adalah 024,058 yang sebenarnya. Ok, dari mana ayat – ayat ini dibawa? Untuk ini, lihat pada 004,103. Kelanjutan nya adalah kata – kata ini.

004,103 : fa –idzaa qadhay tumu shshalaata fa dzkuruw llahha qiyaaman wa qu’uwdan wa ‘alaa junuwbi kum fa –idzaa thma-na ntum fa –aqiymuw shshalaata -inna shshalaata kaanat ‘alaa lmu-miniyna kitaaban mmawquwtan

maka bila selesai kalian shalat, maka ingatlah allah (sambil) berdiri, dan duduk, dan atas berbaring kamu, maka bila telah merasa aman kalian, maka dirikan shalat (dalam cara yang benar 2 rakaat) bahwa shalat adalah atas orang-orang yang beriman tulisan yang diwaqtukan

mari kita tambahkan kata – kata tersebut ke sini

1.shalat fajar.

2.dan zhuhhur

3.dan shalat ‘isyaa-

Ia persis demikian. Duduk dan renungkan. Yazid tidak memiliki tempat untuk berbohong. Selain pembunuhan, ia juga mengubah urutan (nuzul) dari ayat – ayat dalam Al Quran. Ayah dari Yazid adalah Muawiyah, ayah dari Muawiyah adalah Abu Shufyan. Pernahkah kalian memperhatikan? Biarkan aku menuliskan kembali:

024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun

hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum mencapai remaja dari kamu tiga kali : dari sebelum fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah mereka (waktu meletakkan pakaian) mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana

perangkap tersebut adalah ini: di dalam ayat tersebut ada ungkapan dari ‘tsalaatsa marraatin’. Ini adalah tiga ‘awrat kalian dari meletakkan pakaian lalu tidur. Tiga ‘hiyn’ (waktu tertentu) dalam kalimat ini akan diekstraksi. Dan mereka akan ditambahkan ke akhir dari ayat 004,103 yang saya tulis. ‘bagi akan meminta izin (kepada) kamu, … tiga kali’ = ini adalah dalam ayat tersebut, ia milik ayat tersebut.. Tapi ekspresi tiga waktu ‘…hiyn’ bukan milik ayat ini. Karena ia merupakan pernyataan yang terang dari shalat 3 waktu. Tetapi ketidaklogisan nya adalah bahwa izin tidak dapat ditanyakan tiga kali.

1.Ia mengatakan ‘sebelum shalat fajar’ = maksud ku, ketika kalian sedang tidur.. Siapa yang akan mendekati kalian?

2.dari zhuhhur, ketika ‘meletakkan pakaian kamu’, beristirahat di tidur siang.

3.setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa-.

Ini mengatakan tiga kali.. Namun terdapat dua waktu di sana.

1.sepanjang malam, maksud saya periode tidur kita dari ‘isyaa- ke fajar.

2.beristirahat di tengah siang.

Dimana yang ke-tiga??? Maksud ku, sebelum fajar (ketika kamu sedang tidur) dan setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa-, apakah ini dua waktu? Ini adalah periode tidur dan ia satu waktu. Ketika kalian menambahkan tengah siang, mereka adalah dua izin. Oh Haniif, dimana yang ke-tiga? Karena tiga adalah waktu dari shalat… Dalam kata – kata dari tiga, menghapus tiga waktu shalat hanya khusus untuk para pendiri Shufyanisme… Orang yang menentukan tiga waktu adalah pendiri shalat, Ibrahim. Karena ia pernah menyembah ke Bulan, ke Bintang, dan ke Matahari dalam pencarian nya, sebagai tiga waktu, ia ingin 3 waktu shalat setiap hari. Allah menerima ambisi nya.

Dimanakah penjelasan 5 waktu shalat? Dimanakah shalat pertengahan sore diadakan? Bukankah permulaan malam dan 2 jam setelah matahari terbenam merupakan satu taraf malam? Bukankah Muhammad sering diperintahkan untuk mengikuti millah Ibrahim? Al Quran menjelaskan shalat 3 waktu milik Ibrahim.

berikut adalah penjelasan yang saya ambil dari tulisan Hans von Aiberg pada awal chat 40, 02 Januari 2002.

Ketika kita menerima 024,058 dalam bentuk saat ini, satu lagi komedi muncul. ‘… dan ketika meletakkan pakaian kamu dari tengah siang …’, maksud ku, membuka baju menjadi perintah Allah. Siapapun kalian, apapun pekerjaan kalian, kalian harus pulang pada tengah siang dan kalian akan memakai baju tidur dan berbaring. Ya, kalian tidak salah mendengarnya. Jika kalian menerima ayat dalam bentuk yang telah dikorup ini, semua orang (guru, tentara, polisi dll.) harus pulang ke rumah pada tengah siang dan menanggalkan pakaian dan tidur. Hal ini menjadi kewajiban yang mengikat dari Allah. Ia sama wajib nya seperti perihal shalat!!! Apakah kalian tahu bagaimana hal ini terjadi? Jika kalian mengeluarkan ‘waktu shalat zhuhhur’ dan sebagai gantinya jika kalian menambahkan ‘ketika meletakkan pakaian kamu dari tengah siang’, hal ini terjadi demikian. Mengenakan piyama menjadi kewajiban yang mengikat…Tidur di tengah siang menjadi kewajiban yang mengikat seperti orang Meksiko dan Arab. Apakah kalian percaya bahwa Allah menceritakan hal – hal seperti itu? Terlebih lagi, waktu yang dihitung dalam ayat itu tidak lah 3, tetapi 2.

Clue 2 :

Saya telah menjelaskan tiga waktu shalat pada permulaan paragraph artikel ini, jika Kang Samaranji dan teman – teman tidak dapat menerimanya, saran saya tetaplah mendirikan shalat 5 waktu, mudah – mudahan Allah memasukkan kalian ke dalam golongan kanan, jika hhajjad (ingin) surga mahmuda maka dirikanlah shalat naafilahh (tambahan) pada akhir malam.

Allah adalah Ilaahhinnaas (sembahan manusia), salah satu dari 114 nama Allah, meskipun Allah memiliki banyak nama, Allah tetap Ahad.

Ar Rahmaan adalah salah satu nama Allah

Begitupun dengan Ilahh, merupakan salah satu nama Allah

Ar Rahmaan, tidak dapat dalam bentuk jamak (para Rahman) meski ia adalah salah satu nama Allah

Bagitupun dengan Ilahh, tidak dapat dalam bentuk jamak Ilahha (Allah+s)

Namun bentuk jamak dari berhala adalah alihha, jika kalian berkata tidak ada tuhan – tuhan kecuali Allah, kalian tulis demikian : La alihha illa Allahh

Ketika berkata Ilahha (Elohhim), kita menjadikan Allah dalam bentuk jamak dan perempuan. Untuk alas an ini, Ibrahim yang merupakan pendiri dan penjaga dari bahasa ini berkata : La ilahha illa Allahh, there are no Allah+s, There is Allah.

Clue 3 :

Jika pada clue 4 Kang Samaranji konsisten menggunakan interlock 19, mengapa 360 tidak menggunakan interlock 19? dan 360 tidak habis dibagi 19. Dimanakah ayat yang menjelaskan tentang dua sujud pada satu raka’at? metode 19 dapat digunakan oleh siapa saja

Di surah Quraysy ayat 2 disebutkan tentang musim dingin dan musim panas. Pertanyaannya adalah adakah musim dingin di gurun pasir? Apakah Allah membuat kesalahan? Keturunan Ismael adalah Summer skin, keturunan Israel adalah winter skin. Cucu dari kedua nya adalah penjaga Ka’bah

Lelaki Arab + wanita Yahudi = Suku Quraysy

Lelaki Yahudi + wanita Arab = Suku Qurayza

Suku Qurayza banyak tinggal di Madinah yang kaya dan mereka meninggalkan Makkah yang merupakan gurun pasir bagi Quraysy hibrida mereka.

180 al Laata + 180 al ‘Uzzaa = 360 berhala Quraysy

1 Manaat al kharij = 1 Yang Dipuji yang dikeluarkan (tidak dianggap) oleh Quraysy

360 + 1 = 361 = 19 * 19

Disini, ada topik tentang Sirius = Ğaraniy = tiga angsa putih. (Signus) Saya bertanya – tanya apakah al Laata dan al ‘Uzza hanya berhala? Apakah mereka the swan team-stars? Mereka mengatakan ‘setan memasuki berhala, berhala itu berbicara.’ Ini adalah sebuah hadits. (Muslim and Bukhari) Karena hadits bohong ini, Salman Rushdi menulis buku ‘The Satanic Verses’. Muslim and Bukhari adalah orang – orang yang mengatakan bahwa setan membawa ayat – ayat tersebut. Maksudku hubungan arus pendek terjadi antara Allah dan rasul Nya dan setan turut campur. Setan memberikan nama dari tiga berhala ini seolah – olah itu adalah wahyu. Muhammad meminta maaf. ‘Bukan aku, tetapi setan membawa turun ayat ini kepada kalian’. Jadi:

1.Mengapa ayat – ayat ini berada di dalam Al Quran?

2.Setelah setan dibuang ke dunyaa, ia tidak pernah terlihat seperti jinn dan ia tidak pernah berbicara kepada siapa saja.

3.Muhammad tidak dirasuki.

4.Allah bukan lah yang tak berdaya.

Oh haniif, apa yang terjadi?????

Bahwa Al Quran menghina setan. ‘Oh setan yang terkutuk! Pergi ke asfala safiliyn, engkau menjadi musuh yang terbukti’. Apakah kegunaan dari hadits yang terkutuk Bukhari dan Muslim di dalam Al Quran dari Allah? Karena Bukhari dan Muslim menggusarkan Salman Rushdi. Orang itu benar, dia mengatakan: ‘jika setan, bukan lah Allah, yang membawa ayat – ayat ini turun sesuai dengan hadits kalian, berapa banyak seperti ayat – ayat versi setan yang kalian miliki? Bagaimana kalian membedakan mereka? Ini adalah trik dari Bukhari and Muslim. Buang hadits mereka ke kotak sampah. Hapus kebohongan itu dari pikiran kalian.

Namun semuanya saya kembalikan kepada pemikiran masing – masing. Jika teman – teman memilih penjelasan Kang Samaranji yang lebih rasional dengan 360^, silahkan.

Surah Al Kafirun, orang – orang yang tertutup, surah ini diturunkan ketika penduduk Mekkah telah menerima Islam, dan Muhammad saw mengatakan : Bagi kamu agama kamu, bagi ku agama (ku), mengapa ayat tidak mengatakan bagi kami agama kami?

Clue 4 :

015,087 : wa laqad –aatay naa ka sab’an mmina lmatsaaniy wa lqur-aana l’azhiyma

Dan sungguh kami berikan (kepada) engkau (Muhammad), tujuh dari yang diulang dan Al Quran yang ‘azhiym

Siapa yang mengatakan kalau tujuh dari yang diulang adalah tujuh ayat surah Al Fatihah? Apakah Al Fatihah bukan bagian dari Al Quran? Bukankah ayat yang pertama turun adalah iqra- bi smi rabbi ka lladziy khalaqa, bacalah dengan nama rabb engkau yang menciptakan. Bagaimana memulai membaca dengan nama rabb? Yakni dengan bi smi llahhi rrahmaani rrahiym. Dimana kita menemukan basmalah pertama kali? Pada 027,030. Jadi basmalah pada awal 133 surah bukanlah ayat pertama, namun kita membacanya pada setiap memulai membaca surah. Jadi surah Al Fatihah terdiri dari 6 ayat.

5 waktu = 17 raka’at X 360^ = 6120

5 waktu = (6120 derajat total + 17 fatihah) : interlock 19 = 323 (genap, lolos verifikasi)

Darimana dalil kalo 17 raka’at harus dikali 360 dan di tambah 17 fatihah? Kenapa 6120 tidak langsung dibagi 19? Dimana ayat yang menjelaskan tentang zhuhhur 4 raka’at, ‘ashar 4 raka’at, maghrib 3 raka’at dan ‘isyaa- 4 raka’at? Apakah benar shalat 5 waktu berasal dari Al Quran, dimana ayat nya?

Hati – hati dengan kata mudah – mudahan, pada 017,078 terdapat kata mudah – mudahan.

Tentang perbandingan 3:2+3, 3+2:3, menurut saya ini adalah dugaan (gatologi), ia bukan pengkodean (ciphre), siapa pun yang merasa benar dapat menggunakannya

Clue 5 :

Kang Samaranji memberikan ayat 005,003

005,003: hurrimat ‘alay kumu lmaytatu wa ddamu wa lahmu lkhinziyri wa maa –uhhilla li ghayri allahhi bi hhi wa lmunkhaniqatu wa lmawquwdzatu wa lmutaraddiyatu wa nnathiyhatu wa maa –akala ssabu’u –illa maa dzakkay tum wa maa dzubiha ‘alaa nnushubi wa –an tastaqsimuw bi l-azlaami dzaalikum fisqun lyawma ya-isa lladziyna kafaruw min diyni kum fa laa takhsyaw hum wa khsyaw ni lyawma –akmaltu la kum diyna kum wa –atmamtu ‘alay kum ni’matiy wa radhiytu la kumu l-islaama diynan fa mani dhthurra fiy makhmashatin ghayra mutajaanifin lli –itsmin fa inna llahha ghafuwrun rrahiymun

Terlarang atas kamu bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa yang dimohon bagi selain Allah dengan nya, dan yang tercekik, dan yang dipukul, dan yang terjatuh, dan yang ditanduk, apa yang telah dimakan sebagian oleh binatang buas, kecuali apa yang (sempat) disembelih (oleh) kalian, dan apa yang dikorbankan atas batu altar, dan supaya akan menjanjikan (undian) dengan panah. Itu bagi kamu kefasiqan. Hari yang akan buruk (bagi) orang-orang yang tertutup dari peraturan kamu, maka jangan mengkhusyu (terhadap) mereka, dan khusyu lah (kepada) ku, hari kusempurnakan bagi kamu peraturan kamu dan kucukupkan atas kamu pemeliharaan ku dan diridhai bagi kamu al islam suatu peraturan. Maka sesiapa yang terpaksa di dalam kelaparan selain yang disengaja bagi pelanggaran, maka bahwa Allah Pengampun Penyayang.

Tahukah kalian surah apa yang terakhir turun? Surah an Nashr. Tahukah kalian ayat mana yang terakhir turun?

An Nashr ayat 4 : alyawma ya-isa lladziyna kafaruw min diyni kum fa laa takhsyaw hum wa khsyaw ni lyawma –akmaltu la kum diyna kum wa –atmamtu ‘alay kum ni’matiy wa radhiytu la kumu l-islaama diynan

Hari yang akan buruk (bagi) orang-orang yang tertutup dari peraturan kamu, maka jangan mengkhusyu (terhadap) mereka, dan khusyu lah (kepada) ku, hari kusempurnakan bagi kamu peraturan kamu dan kucukupkan atas kamu pemeliharaan ku dan diridhai bagi kamu al islam suatu peraturan

Kenapa ayat terakhir ini disisipkan di antara surah al maaidah ayat 5? Siapa yang mensisipkan nya? Mereka menempatkan ayat terakhir dari surah terakhir ke surah al maaidah, maka mereka adakan hadits bahwa ‘Jibriyl datang dan mengatur Al Quran begitu’. Kemudian saya menduga dari Jibriyl bahwa ia tidak boleh mengatur Al Quran. Jangan percaya pada hadits tersebut.

Allah tidak mengatakan buku, tapi Dia berkata ‘bahwa kami, kami yang menurunkan al dzikra dan bahwa bagi nya bagi (kami) yang memelihara 015,009’. Salah satu yang dilindungi adalah Al Dzikra dengan urutan nazal nya.

Ditulis dalam al quran, haniif, Science, Sejarah Islam | 43 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.