Re : Shalat Minimalis
Posted by qarrobin pada Mei 13, 2011
Kang Samaranji mencoba untuk memberikan penjelasan tentang shalat 5 waktu, namun Kang Samaranji tidak memberikan ayat yang menjelaskan shalat 5 waktu. Shalat 3 waktu telah saya tuliskan pada beberapa artikel di blog ini, sebelum me reply artikel dari Kang Samaranji, saya akan memberikan ayat yang menjelaskan shalat 3 waktu yang pernah dipinta Kang Ifa
011,114 : wa –aqimi shshalawaata tharafayi nnahhaari wa zulafan mmina llayli –inna lhasanaati yudzhhibna ssayyi-aati dzaalika dzikraa li dzdzaakiriyna
dan dirikan shalat – shalat (pada) dua taraf siang dan (pada) bahagian permulaan dari malam, bahwa kebagusan akan menghapus keburukan, demikian ingatan bagi orang-orang yang ingat
di ayat ini menggunakan –aqimi, perintah untuk mendirikan shalat dalam 1 hari yakni dua taraf siang dan satu taraf malam
nahhar artinya sungai, maksudnya siang merupakan aliran sungai dari cahaya matahari yang berhamburan di atmosfer bumi
siang dibagi menjadi dua taraf, pembagian ini dapat kita buktikan dengan melihat panjang bayangan pada suatu tiang
taraf pertama siang yakni dari shubuh ketika bayangan memiliki ukuran terpanjang hingga pertengahan siang ketika bayangan memiliki ukuran terpendek, jatuh tepat dibawah tiang
taraf ke-dua siang yakni dari pertengahan siang sampai matahari terbenam
taraf ke-tiga yakni malam ketika benang putih dan benang hitam tidak dapat dibedakan dimulai dari matahari terbenam sampai fajar
017,078 : -aqimi shshalawaata li duluwki sysyamsi –ilaa ghasaqi llayli wa qur-aana lfajri inna qur-aana lfajri kaana masyhhuwdan
dirikan shalat – shalat bagi tergelincir matahari, kepada senja malam dan (kepada) bacaan fajar, bahwa bacaan fajar adalah yang disaksikan
jika yang kang ifa maksud tergelincir matahari dimulai dari pertengahan siang, ini merupakan taraf ke-dua dari tharafayi nnahhaari
ghasaqi (evening) adalah senja ketika matahari terbenam (twilight), ini adalah bahagian permulaan (zulaf) dari malam
malam merupakan satu taraf diakhiri dengan terbit matahari, cahaya awal matahari kita sebut fajar, dari fajar sampai pertengahan siang merupakan taraf pertama dari tharafayi nnahhaari
shubuh berarti hamburan, mishbah (024,035) berarti yang memancarkan hamburan sehingga matahari juga dapat disebut sebagai pelita, mashaabiyha (067,005) berarti tempat-tempat hamburan yakni bintang – bintang, dan matahari adalah bintang terdekat dengan bumi
di ayat ini juga menggunakan –aqimi, jika ayat 011,114 menjelaskan tentang rentang dari matahari terbit sampai pertengahan siang sebagai satu taraf, dari pertengahan siang sampai matahari terbenam sebagai satu taraf, dari matahari terbenam sampai matahari terbit sebagai satu taraf
maka ayat 017,078 menjelaskan tentang titik yang memisahkan taraf, titik pertengahan siang ketika matahari tergelincir, titik senja ketika matahari terbenam, titik fajar ketika matahari terbit
002,238 : haafizhuw ‘alaa shshalawaati wa shshalawaati lwusthaa wa quwmuw li llahhi qaanitiyna
Peliharalah atas (waktu) shalat – shalat dan (perhatikan) shalat – shalat (yang dipisahkan) pertengahan dan berdirilah bagi allah qaanitiyna
Di ayat ini tidak menggunakan –aqimi, tapi menggunakan hafizh yakni memperhatikan titik yang memisahkan taraf shalat
dua taraf siang dipisahkan oleh pertengahan siang ketika bayangan jatuh dibawah tiang dengan ukuran bayangan terpendek, terbenam matahari sebagai pertengahan yang memisahkan taraf ke-dua siang dan taraf malam, terbit matahari memisahkan taraf malam dan taraf pertama siang
jadi shalat adalah 3 waktu
fajar, ketika cahaya matahari terbit mulai terhambur
zhuhur, ketika matahari nampak berbaur dengan sungai hamburan cahaya di atmosfer
‘isya-, ketika hamburan dari cahaya matahari telah terbenam
Kemudian kita akan me reply artikel dari Kang Samaranji
Clue 1 :
Kang Samaranji memberikan ayat 024,058
024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli shalaati lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di shalaati l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun
hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum mencapai remaja dari kamu tiga kali : dari sebelum shalat fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah (kamu tidur pada) shalat ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah mereka (waktu meletakkan pakaian) mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana
berikut adalah penjelasan yang saya ambil dari tulisan Hans von Aiberg pada akhir chat 39, 30 Desember 2001.
Sayangnya ada sebuah ayat yang tidak cocok dengan sistem.
Ya, ketika Yazid menjadi khalifah, ia mengubah ayat ini. (Dia telah menyiapkan perangkap sebelumnya, ketika kekhalifahan dipindahkan ke dia, ayat ini dibuat hukum.) Terdapat di dalam ayat:
1.shalat fajar,
2.dan zhuhhur,
3.dan shalat ‘isyaa-.
Pindahkan kembali kata – kata ini dari 024,058. Sisa nya adalah 024,058 yang sebenarnya. Ok, dari mana ayat – ayat ini dibawa? Untuk ini, lihat pada 004,103. Kelanjutan nya adalah kata – kata ini.
004,103 : fa –idzaa qadhay tumu shshalaata fa dzkuruw llahha qiyaaman wa qu’uwdan wa ‘alaa junuwbi kum fa –idzaa thma-na ntum fa –aqiymuw shshalaata -inna shshalaata kaanat ‘alaa lmu-miniyna kitaaban mmawquwtan
maka bila selesai kalian shalat, maka ingatlah allah (sambil) berdiri, dan duduk, dan atas berbaring kamu, maka bila telah merasa aman kalian, maka dirikan shalat (dalam cara yang benar 2 rakaat) bahwa shalat adalah atas orang-orang yang beriman tulisan yang diwaqtukan
mari kita tambahkan kata – kata tersebut ke sini
1.shalat fajar.
2.dan zhuhhur
3.dan shalat ‘isyaa-
Ia persis demikian. Duduk dan renungkan. Yazid tidak memiliki tempat untuk berbohong. Selain pembunuhan, ia juga mengubah urutan (nuzul) dari ayat – ayat dalam Al Quran. Ayah dari Yazid adalah Muawiyah, ayah dari Muawiyah adalah Abu Shufyan. Pernahkah kalian memperhatikan? Biarkan aku menuliskan kembali:
024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun
hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum mencapai remaja dari kamu tiga kali : dari sebelum fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah mereka (waktu meletakkan pakaian) mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana
perangkap tersebut adalah ini: di dalam ayat tersebut ada ungkapan dari ‘tsalaatsa marraatin’. Ini adalah tiga ‘awrat kalian dari meletakkan pakaian lalu tidur. Tiga ‘hiyn’ (waktu tertentu) dalam kalimat ini akan diekstraksi. Dan mereka akan ditambahkan ke akhir dari ayat 004,103 yang saya tulis. ‘bagi akan meminta izin (kepada) kamu, … tiga kali’ = ini adalah dalam ayat tersebut, ia milik ayat tersebut.. Tapi ekspresi tiga waktu ‘…hiyn’ bukan milik ayat ini. Karena ia merupakan pernyataan yang terang dari shalat 3 waktu. Tetapi ketidaklogisan nya adalah bahwa izin tidak dapat ditanyakan tiga kali.
1.Ia mengatakan ‘sebelum shalat fajar’ = maksud ku, ketika kalian sedang tidur.. Siapa yang akan mendekati kalian?
2.dari zhuhhur, ketika ‘meletakkan pakaian kamu’, beristirahat di tidur siang.
3.setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa-.
Ini mengatakan tiga kali.. Namun terdapat dua waktu di sana.
1.sepanjang malam, maksud saya periode tidur kita dari ‘isyaa- ke fajar.
2.beristirahat di tengah siang.
Dimana yang ke-tiga??? Maksud ku, sebelum fajar (ketika kamu sedang tidur) dan setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa-, apakah ini dua waktu? Ini adalah periode tidur dan ia satu waktu. Ketika kalian menambahkan tengah siang, mereka adalah dua izin. Oh Haniif, dimana yang ke-tiga? Karena tiga adalah waktu dari shalat… Dalam kata – kata dari tiga, menghapus tiga waktu shalat hanya khusus untuk para pendiri Shufyanisme… Orang yang menentukan tiga waktu adalah pendiri shalat, Ibrahim. Karena ia pernah menyembah ke Bulan, ke Bintang, dan ke Matahari dalam pencarian nya, sebagai tiga waktu, ia ingin 3 waktu shalat setiap hari. Allah menerima ambisi nya.
Dimanakah penjelasan 5 waktu shalat? Dimanakah shalat pertengahan sore diadakan? Bukankah permulaan malam dan 2 jam setelah matahari terbenam merupakan satu taraf malam? Bukankah Muhammad sering diperintahkan untuk mengikuti millah Ibrahim? Al Quran menjelaskan shalat 3 waktu milik Ibrahim.
berikut adalah penjelasan yang saya ambil dari tulisan Hans von Aiberg pada awal chat 40, 02 Januari 2002.
Ketika kita menerima 024,058 dalam bentuk saat ini, satu lagi komedi muncul. ‘… dan ketika meletakkan pakaian kamu dari tengah siang …’, maksud ku, membuka baju menjadi perintah Allah. Siapapun kalian, apapun pekerjaan kalian, kalian harus pulang pada tengah siang dan kalian akan memakai baju tidur dan berbaring. Ya, kalian tidak salah mendengarnya. Jika kalian menerima ayat dalam bentuk yang telah dikorup ini, semua orang (guru, tentara, polisi dll.) harus pulang ke rumah pada tengah siang dan menanggalkan pakaian dan tidur. Hal ini menjadi kewajiban yang mengikat dari Allah. Ia sama wajib nya seperti perihal shalat!!! Apakah kalian tahu bagaimana hal ini terjadi? Jika kalian mengeluarkan ‘waktu shalat zhuhhur’ dan sebagai gantinya jika kalian menambahkan ‘ketika meletakkan pakaian kamu dari tengah siang’, hal ini terjadi demikian. Mengenakan piyama menjadi kewajiban yang mengikat…Tidur di tengah siang menjadi kewajiban yang mengikat seperti orang Meksiko dan Arab. Apakah kalian percaya bahwa Allah menceritakan hal – hal seperti itu? Terlebih lagi, waktu yang dihitung dalam ayat itu tidak lah 3, tetapi 2.
Clue 2 :
Saya telah menjelaskan tiga waktu shalat pada permulaan paragraph artikel ini, jika Kang Samaranji dan teman – teman tidak dapat menerimanya, saran saya tetaplah mendirikan shalat 5 waktu, mudah – mudahan Allah memasukkan kalian ke dalam golongan kanan, jika hhajjad (ingin) surga mahmuda maka dirikanlah shalat naafilahh (tambahan) pada akhir malam.
Allah adalah Ilaahhinnaas (sembahan manusia), salah satu dari 114 nama Allah, meskipun Allah memiliki banyak nama, Allah tetap Ahad.
Ar Rahmaan adalah salah satu nama Allah
Begitupun dengan Ilahh, merupakan salah satu nama Allah
Ar Rahmaan, tidak dapat dalam bentuk jamak (para Rahman) meski ia adalah salah satu nama Allah
Bagitupun dengan Ilahh, tidak dapat dalam bentuk jamak Ilahha (Allah+s)
Namun bentuk jamak dari berhala adalah alihha, jika kalian berkata tidak ada tuhan – tuhan kecuali Allah, kalian tulis demikian : La alihha illa Allahh
Ketika berkata Ilahha (Elohhim), kita menjadikan Allah dalam bentuk jamak dan perempuan. Untuk alas an ini, Ibrahim yang merupakan pendiri dan penjaga dari bahasa ini berkata : La ilahha illa Allahh, there are no Allah+s, There is Allah.
Clue 3 :
Jika pada clue 4 Kang Samaranji konsisten menggunakan interlock 19, mengapa 360 tidak menggunakan interlock 19? dan 360 tidak habis dibagi 19. Dimanakah ayat yang menjelaskan tentang dua sujud pada satu raka’at? metode 19 dapat digunakan oleh siapa saja
Di surah Quraysy ayat 2 disebutkan tentang musim dingin dan musim panas. Pertanyaannya adalah adakah musim dingin di gurun pasir? Apakah Allah membuat kesalahan? Keturunan Ismael adalah Summer skin, keturunan Israel adalah winter skin. Cucu dari kedua nya adalah penjaga Ka’bah
Lelaki Arab + wanita Yahudi = Suku Quraysy
Lelaki Yahudi + wanita Arab = Suku Qurayza
Suku Qurayza banyak tinggal di Madinah yang kaya dan mereka meninggalkan Makkah yang merupakan gurun pasir bagi Quraysy hibrida mereka.
180 al Laata + 180 al ‘Uzzaa = 360 berhala Quraysy
1 Manaat al kharij = 1 Yang Dipuji yang dikeluarkan (tidak dianggap) oleh Quraysy
360 + 1 = 361 = 19 * 19
Disini, ada topik tentang Sirius = Ğaraniy = tiga angsa putih. (Signus) Saya bertanya – tanya apakah al Laata dan al ‘Uzza hanya berhala? Apakah mereka the swan team-stars? Mereka mengatakan ‘setan memasuki berhala, berhala itu berbicara.’ Ini adalah sebuah hadits. (Muslim and Bukhari) Karena hadits bohong ini, Salman Rushdi menulis buku ‘The Satanic Verses’. Muslim and Bukhari adalah orang – orang yang mengatakan bahwa setan membawa ayat – ayat tersebut. Maksudku hubungan arus pendek terjadi antara Allah dan rasul Nya dan setan turut campur. Setan memberikan nama dari tiga berhala ini seolah – olah itu adalah wahyu. Muhammad meminta maaf. ‘Bukan aku, tetapi setan membawa turun ayat ini kepada kalian’. Jadi:
1.Mengapa ayat – ayat ini berada di dalam Al Quran?
2.Setelah setan dibuang ke dunyaa, ia tidak pernah terlihat seperti jinn dan ia tidak pernah berbicara kepada siapa saja.
3.Muhammad tidak dirasuki.
4.Allah bukan lah yang tak berdaya.
Oh haniif, apa yang terjadi?????
Bahwa Al Quran menghina setan. ‘Oh setan yang terkutuk! Pergi ke asfala safiliyn, engkau menjadi musuh yang terbukti’. Apakah kegunaan dari hadits yang terkutuk Bukhari dan Muslim di dalam Al Quran dari Allah? Karena Bukhari dan Muslim menggusarkan Salman Rushdi. Orang itu benar, dia mengatakan: ‘jika setan, bukan lah Allah, yang membawa ayat – ayat ini turun sesuai dengan hadits kalian, berapa banyak seperti ayat – ayat versi setan yang kalian miliki? Bagaimana kalian membedakan mereka? Ini adalah trik dari Bukhari and Muslim. Buang hadits mereka ke kotak sampah. Hapus kebohongan itu dari pikiran kalian.
Namun semuanya saya kembalikan kepada pemikiran masing – masing. Jika teman – teman memilih penjelasan Kang Samaranji yang lebih rasional dengan 360^, silahkan.
Surah Al Kafirun, orang – orang yang tertutup, surah ini diturunkan ketika penduduk Mekkah telah menerima Islam, dan Muhammad saw mengatakan : Bagi kamu agama kamu, bagi ku agama (ku), mengapa ayat tidak mengatakan bagi kami agama kami?
Clue 4 :
015,087 : wa laqad –aatay naa ka sab’an mmina lmatsaaniy wa lqur-aana l’azhiyma
Dan sungguh kami berikan (kepada) engkau (Muhammad), tujuh dari yang diulang dan Al Quran yang ‘azhiym
Siapa yang mengatakan kalau tujuh dari yang diulang adalah tujuh ayat surah Al Fatihah? Apakah Al Fatihah bukan bagian dari Al Quran? Bukankah ayat yang pertama turun adalah iqra- bi smi rabbi ka lladziy khalaqa, bacalah dengan nama rabb engkau yang menciptakan. Bagaimana memulai membaca dengan nama rabb? Yakni dengan bi smi llahhi rrahmaani rrahiym. Dimana kita menemukan basmalah pertama kali? Pada 027,030. Jadi basmalah pada awal 133 surah bukanlah ayat pertama, namun kita membacanya pada setiap memulai membaca surah. Jadi surah Al Fatihah terdiri dari 6 ayat.
5 waktu = 17 raka’at X 360^ = 6120
5 waktu = (6120 derajat total + 17 fatihah) : interlock 19 = 323 (genap, lolos verifikasi)
Darimana dalil kalo 17 raka’at harus dikali 360 dan di tambah 17 fatihah? Kenapa 6120 tidak langsung dibagi 19? Dimana ayat yang menjelaskan tentang zhuhhur 4 raka’at, ‘ashar 4 raka’at, maghrib 3 raka’at dan ‘isyaa- 4 raka’at? Apakah benar shalat 5 waktu berasal dari Al Quran, dimana ayat nya?
Hati – hati dengan kata mudah – mudahan, pada 017,078 terdapat kata mudah – mudahan.
Tentang perbandingan 3:2+3, 3+2:3, menurut saya ini adalah dugaan (gatologi), ia bukan pengkodean (ciphre), siapa pun yang merasa benar dapat menggunakannya
Clue 5 :
Kang Samaranji memberikan ayat 005,003
005,003: hurrimat ‘alay kumu lmaytatu wa ddamu wa lahmu lkhinziyri wa maa –uhhilla li ghayri allahhi bi hhi wa lmunkhaniqatu wa lmawquwdzatu wa lmutaraddiyatu wa nnathiyhatu wa maa –akala ssabu’u –illa maa dzakkay tum wa maa dzubiha ‘alaa nnushubi wa –an tastaqsimuw bi l-azlaami dzaalikum fisqun lyawma ya-isa lladziyna kafaruw min diyni kum fa laa takhsyaw hum wa khsyaw ni lyawma –akmaltu la kum diyna kum wa –atmamtu ‘alay kum ni’matiy wa radhiytu la kumu l-islaama diynan fa mani dhthurra fiy makhmashatin ghayra mutajaanifin lli –itsmin fa inna llahha ghafuwrun rrahiymun
Terlarang atas kamu bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa yang dimohon bagi selain Allah dengan nya, dan yang tercekik, dan yang dipukul, dan yang terjatuh, dan yang ditanduk, apa yang telah dimakan sebagian oleh binatang buas, kecuali apa yang (sempat) disembelih (oleh) kalian, dan apa yang dikorbankan atas batu altar, dan supaya akan menjanjikan (undian) dengan panah. Itu bagi kamu kefasiqan. Hari yang akan buruk (bagi) orang-orang yang tertutup dari peraturan kamu, maka jangan mengkhusyu (terhadap) mereka, dan khusyu lah (kepada) ku, hari kusempurnakan bagi kamu peraturan kamu dan kucukupkan atas kamu pemeliharaan ku dan diridhai bagi kamu al islam suatu peraturan. Maka sesiapa yang terpaksa di dalam kelaparan selain yang disengaja bagi pelanggaran, maka bahwa Allah Pengampun Penyayang.
Tahukah kalian surah apa yang terakhir turun? Surah an Nashr. Tahukah kalian ayat mana yang terakhir turun?
An Nashr ayat 4 : alyawma ya-isa lladziyna kafaruw min diyni kum fa laa takhsyaw hum wa khsyaw ni lyawma –akmaltu la kum diyna kum wa –atmamtu ‘alay kum ni’matiy wa radhiytu la kumu l-islaama diynan
Hari yang akan buruk (bagi) orang-orang yang tertutup dari peraturan kamu, maka jangan mengkhusyu (terhadap) mereka, dan khusyu lah (kepada) ku, hari kusempurnakan bagi kamu peraturan kamu dan kucukupkan atas kamu pemeliharaan ku dan diridhai bagi kamu al islam suatu peraturan
Kenapa ayat terakhir ini disisipkan di antara surah al maaidah ayat 5? Siapa yang mensisipkan nya? Mereka menempatkan ayat terakhir dari surah terakhir ke surah al maaidah, maka mereka adakan hadits bahwa ‘Jibriyl datang dan mengatur Al Quran begitu’. Kemudian saya menduga dari Jibriyl bahwa ia tidak boleh mengatur Al Quran. Jangan percaya pada hadits tersebut.
Allah tidak mengatakan buku, tapi Dia berkata ‘bahwa kami, kami yang menurunkan al dzikra dan bahwa bagi nya bagi (kami) yang memelihara 015,009’. Salah satu yang dilindungi adalah Al Dzikra dengan urutan nazal nya.
Samaranji berkata
Assalamu’alaykum… Kang Qarrobin.
1. Sy tak punya kapasitas menafsirkan QS 11:114 dan QS 17:78 sbg indikasi 3 waqtu ato 5 waqtu. Sy hanya melihat akhir2 ini postinan @kang terlalu banyak tanda kurung (yg sifatnya hanya interpretasi penafsirnya). Sy lbh memilih “sam’an wa tho’atan” pd guru sy. Selebihnya sy mengharap lindungan & petunjuk Allah Ta’ala.
2. Sejujurnya sy muak dng pembentukan image syi’i vs sunny, sunny vs wahhaby, wahhaby vs syi’i etc… Sy hny “generasi naruto” yg brusaha mncari apa itu islam, islam yg trlepas dr politisasi brbgai kepentingan. Slama ini sy mrasakan islam dijadikan komoditas politik yahudi n nashrani, permusuhan keduanya hendak menyeret qt ummat islam dlm konfliknya dan ini sudah brlangsung sejak Baginda Rasulullah s.a.w.
qarrobin berkata
Salaam salaam… Kang Samaranji
1.sebenernya saya juga tidak punya kapasitas, dengan memposting interpretasi penafsirnya, saya juga mencari jawaban dari teman-teman untuk membuktikan kalau saja Aiberg salah. Kapasitas yang saya punya juga hanya menterjemahkan, kalo ada yang salah tolong diperbaiki. Iya Kang, dengarkanlah guru akang, jangan ikuti artikel ini.
2.saya juga masih dalam pencarian kang, nanti di nafas terakhir lah pilihan kita berlabuh kemana
Samaranji berkata
3. Pd postingan di atas, sy ksulitan membedakan mana kalimat dr @kang dan mana kalimat dr hans von aiberg. Btw sy menangkap “pesan tersembunyi” dr postingan : meragukan ottentitas dr al qur’an yg sekarang.
Ya Allah, tunjukilah kami jalan yg lurus, jalan orang2 yg Engkau anugerahkan ni’mat kpd mereka, bukan jalan merereka yg dimurkai dan bukan pula jalan mereka yg sesat. Amiin.
qarrobin berkata
3.untuk membedakannya, saya tidak memiliki kapasitas, saya hanya menterjemahkan. Akang benar, Aiberg menganggap Al Quran harus disusun berdasarkan urutan turunnya
Amin
kaisnet berkata
Assalamu’alaikum
Maaf ikut nimbrung.
Hanya orang-orang yang jahil saja yang menganggap Al Qur’an harus disusun berdasarkan urutan turunnya.
Al Qur’an bukanlah suatu kitab yang sistematis seperti buku-buku tematis sekarang ini, yang harus tersusun pasal demi pasal atau bab demi bab secara rapi dan tematis seperti kaidah penulisan yang disusun oleh manusia, jika Alqur’an disusun secara sistematis maka Al Qur’an akan seperti buatan manusia, bukan kitab suci dari Allah SWT. Karena Al Qur’an adalah kitab suci dari Allah SWT bukan karangan manusia maka penulisan Al Qur’an tidak perlu mengikuti atau menempuh kaidah penulisan manusia.
Yang perlu diingat Al Qur’an turun dalam rentang sekitar 20 tahun dan berbicara tentang hukum, dan ajaran yang berbeda-beda serta sebab turunnya ayat demi ayat juga bervariasi.
saya yakin urutan ayat-ayat Al Quran merupakan petunjuk dari Allah SWT melalui malaikat jibril. “DAN TIDAK PERLU MENGIKUTI ATURAN MANUSIA”.
SALAM @KANG semuanya
qarrobin berkata
tentang otentisitas, salah satunya yang membahas 024,058 ada penjelasannya disini
http://qarrobin.wordpress.com/2011/06/24/numerology-19/
Samaranji berkata
Oiya kang,,, sy juga tinggal di indonesia koq, tepatnya semarang (kalo di WP kan @kang bisa chek ip address sy). Kalo @kang dr palembang, kan ?
Tebakan sy @kang saat ini di eropa hny karena, setiap sy intip statistik audience di blog sy, austria menempati urutan 3 stlh indonesia n malaysia. Kemaren2 waktu aktip koment di mas filar, audience dr belanda yg menempati urutan 3. Audience dr malaysia selalu urutan kedua, dr eropa selalu ketiga. Keempat dst dr amerika, jepang, mesir, india etc sy anggap pengunjung nyasar krn prosentasenya yg dikit. Eh koq jadi curhatan gini y.
@kang masih aktip di forum sains ? Apakah mr enigma juga temen @kang ? Salam buat beliau y kang. Thank’s.
qarrobin berkata
saya ga sempat kang untuk ngecek dan mempelajari tentang ip address, ya benar saya dari Palembang
ga pa-pa curhat
saya ga lagi aktif, lagi ga sempat aja. Ya mr enigma adalah teman, kenal lewat blog aja, mampir aja ke blog nya
Waktu-Waktu Shalat Wajib « de Go Blog berkata
[...] barusan main-main ke lamannya Kang Qarrobin ada artikel Berjudul, RE : Shalat Minimalis, dan akhirnya saya membuatlah postingan [...]
AbuRazziq berkata
ahem….saya sepertinya melihat kekeliruan dalam penafsiran mr. Hans terhadap ayat 11:114
dikatakan dalam ayat tersebut adanya kata “tharafayin…”
secara asal kata, tharaf jika diartikan bisa berarti banyak, diantaranya: Sisi, Pihak, Akhir, ujung, dll.
jika ditambahkan akhiran “ayin” maka berarti lebih dari satu (dua).
maka tharafayin = dua sisi, dua ujung, dua akhir, dua pihak, dll.
saya sepakat mengenai pembagian waktu siang hari dan ini berkaitan erat dengan definisi kata Tharafayin itu sendiri.
maka jika kita simpulkan berdasarkan asal kata dan pembagian waktu siang hari itu sendiri maka seharusnya yang dimaksud dengan kata “Tharafayin” itu adalah waktu subuh dan waktu ashar/maghrib. tetapi jika pembagian waktu yang digunakan maka seharusnya yang paling tepat adalah waktu shubuh dan maghrib.
Jadi dalam ayat ini (11:114) “baru” menerangkan SEBAGIAN dari waktu shalat saja BUKAN final dari waktu shalat yang TIGA tersebut.
karena SEBAGIAN waktu-waktu shalat yang lainnya diterangkan di ayat-ayt lainnya.
perlu diingat bahwa kata Tharafayin sama sekali tidak menunjuk adanya titik tengah dari siang hari, yang berarti tidak menunjuk waktu shalat zhuhur.
demikian komentar saya
Samaranji berkata
@ Kang Abu Razziq,,,
Assalamu’alaikum…..
Subhanallah…, thank’s kang, analisanya. Semakin kesini jadi menambah pemahaman saya.
Loh,,, koq dah ashar ya.
max berkata
Assalamualaikum wr wb..
ikutan nimbrung juga…:)
di Clue 4 :
015,087 : wa laqad –aatay naa ka sab’an mmina lmatsaaniy wa lqur-aana l’azhiyma
Artinya: “Dan sungguh kami berikan (kepada) engkau (Muhammad), tujuh dari yang diulang dan Al Quran yang ‘azhiym”
Dan Hadist nabi Muhammad saw : “Sesungguhnya Qur’an itu diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah dengan huruf yang mudah bagimu, diantaranya.”
Untuk ayat alquran diatas banyak yang mengartikan 7 dari yang diulang sebagai surat Al-Fatihah. Sedang hadist nabi ttg tujuh huruf banyak yang mempunyai pengertian berbeda2x.
Menurut buku yang pernah saya baca.., Arti dari tujuh huruf dalam hadist diatas diartikan sebagai berikut :
asal kata tujuh = SAB’A, terdiri dari huruf hijaiyah = Sin, Ba, Ain’ yang masing2x memiliki nilai :
Sin = 12, Ba = 2, Ain’ = 18, Jumlahnya = 32
Nilai diatas didapat dari urutan huruf2x hijaiyah alif=1,ba=2,ta=3 dst..
Sehingga dapat dikatakan jumlah huruf hijaiyah ( penyusun alquran ) ada sebanyak 32 huruf, ada yang mengatakan 28 huruf tanpa menambahkan : hamzah, dan Ya’, sedangkan 2 huruf tambahan adalah Alif lam (misal al-baqarah, al-furqan), dan Ta’Marbuthoh.., sehingga terdapat 32 huruf hijaiyah yang digunakan dalam huruf2x alquran ( dgn hamzah, ya’, aliflam dan ta’ marbuthoh). Dari ke 32 huruf tersebut dibagi lagi menjadi 16 huruf yang tidak bertitik (misal : Alif, Kha’ dll)
dan 16 huruf yang bertitik ( misal: Ba, Ta, Tsa, dll )
Demikian kiranya tafsir/pengertian dari Tujuh huruf dari hadist nabi yang mengarah kepada huruf2x penyusun Al-Quran (32 huruf/SAB’A).., sedangkan makna dari QS 015,087, Tujuh/SAB’A yang diulang kemungkinan besar juga mengarah kepada 32 huruf2x hijaiyah tersebut yang penyebutan/penulisannya diulang2x di dalam alquran. Wallahualam bish showab..
Di Clue 4 juga disebutkan oleh kang samaranji ttg interlock 19, :
5 waktu = 17 raka’at X 360^ = 6120
5 waktu = (6120 derajat total + 17 fatihah) : interlock 19 = 323 (genap, lolos verifikasi)
Jika yang dikemukakan kang qarrobin shalat 3 waktu namun jumlah rakaat yang dikerjakan sebanyak 10 rakaat ( shubuh 2 rakaat, dhuhur 4 rakaat dan isya 4 rakaat ), maka hasil gatologi yang di dapat adalah sebagai berikut :
3 waktu = 10 raka’at X 360^ = 3600
3 waktu = (3600^ + 10 fatihah) : 19 = 190 (genap, lolos verifikasi).
Namun hitungan di atas cuman sekedar hasil gatologi saya aja.., selebihnya hanya Allah yang maha mengetahui mana yang paling benar. Semoga Allah swt menunjuki kita semua ke jalan yang benar dan yang di ridhoinya.., Amien ya Robbal Alamin..
If@ berkata
Max,
Jumlah rakaat = A
((A x 360 ) + A ) / 19 = 361.A / 19 = 19.A
Jadi berapapun inputan jumlah rakaat A, hasilnya selalu bulat karena 361 habis dibagi 19…
qarrobin berkata
tentang rumus ((A * 360) + A) / 19 = kelipatan 19, penjelasan nya ada disini
http://qarrobin.wordpress.com/2011/06/24/numerology-19/
Samaranji berkata
@ mas max
Assalamu’alaikum…
Salam kenal….
Terima kasih, atas share ‘ilmunya.
Berapapun jumlah roka’at yang dikerjakan dalam sehari, akan lolos verifikasi “interlock 19″ JIKA SETIAP ROKA’AT GERAKANNYA BERJUMLAH 360 derajat.
Namun, jika kita baca kembali post http://qarrobin.wordpress.com/2011/04/27/accross-this-new-divide/ TERNYATA GA ADA SUJUD KEDUA… sehingga konstruksinya mjd :
1 Roka’at (Versi Hans von Aiberg
Berdiri = 0 derajat
Rukuk = 90 derajat
Sujud = 180 derajat (ini sujud apa TIDUR TENGKURAP/ NDLOSOR ?)
——————– cuman 270 derajat, kan ?
JADI, perbedaan gerakan setiap 1 roka’at inilah yg menjadikan tidak memenuhi 360 derajat, dan silahkan aplikasikan :
jumlah roka’at = A (tiap roka’at membaca, fatihah = n)
A = n
[(A x 270) + n ] : 19 = ?????
Jika yg sampeyan maksud 3 waqtu, 10 rokaat (tapi ingat bhw 1 Roka’atnya tanpa sujud kedua, sehingga diperoleh hanya 270 derajat)…
[(10 x 270) + 10 } : 19 = 2710 : 19 = 142 12/19 ?????
qarrobin berkata
mungkin sujud 180 derajat yang dimaksud hans seperti sujud kharra (merebahkan), dengan tidak mengangkat pinggang 135 derajat, namun menekuk kaki rapat (qa’uw sujud 015,029 ketika malaikat sujud kepada Adam) sehingga punggung menjadi 180 derajat
coba lihat ayat :
032,015
012,100
017,107
017,109
038,024 dan
019,058 http://qarrobin.wordpress.com/2011/06/24/mahmuda-dan-muqarrabun/
qarrobin berkata
@Max, disini saya buatkan artikel tentang surah Al Muddatstsir 074 ayat 31 yang membahas tentang numerology 19
http://qarrobin.wordpress.com/2011/06/24/numerology-19/
Max berkata
Ifa,
that’s right,
klo shalat yg dikemukakan kang qarrobin 3 waktu dgn 6 rakaat hasilnya :
(6*360 6):19= jumlahnya 114 = jumlah surat dlm alqur’an, jika :
(17*360 17):19= jumlahnya 232 = mengarah ke Surat 23 dan 32 = al-mu’minun Dan as-sajdah = orang mu’mun yang bersujud..
Sekali lagi, ini hanya gatologi saya saja.., jikalau ada salahnya mohon dikoreksi, wassalam.
qarrobin berkata
Salaam buat Max
terima kasih atas share ilmu nya
qarrobin berkata
Tentang ayat 032,003 yang dijadikan perbandingan 3+2:3 menjadi perbandingan waktu shalat 5:3, lihat penjelasan nya di artikel ini
http://qarrobin.wordpress.com/2011/06/24/numerology-19/
Samaranji berkata
@ Kang Qarrobin
Assalamu’alaikum warahmatullah,,,
Duh maaf, kang. Berkunjung koq ga nyapa tuan rumahnya dwulu. Gimana kabarnya, Kang ? (Eh maaf, panggila Mas/ Kang buat orang Palembang apa ya ?).
qarrobin berkata
@Kang Samaranji
Wa ‘alay ka Salaam
ga pa-pa, lagi nyusun artikel baru, kalo di Palembang ga ada panggilan khusus, jadi terserah mau panggil akang atau mas
Titus Vespasianus berkata
Salamun Alaikum,
apakah ayat2 ini menunjukkan waktu2 shalat?
30.17. Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,
30.18. dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur .
Dari 2 ayat di atas, nampaknya mmg ada 3 waktu : Petang (isya), Zuhur, dan subuh.
Karena terdapat perbedaan antara subuh dan fajar, yang benar waktu sholatnya di subuh atau setelah fajar? Salam
qarrobin berkata
wa ‘alay ka Salaam
030,016 : … ‘adzaabi muhdharuwna
… siksaan yang mereka dihadirkan
030,017 : fa subhaana llahhi hiyna tumsuwna wa hiyna tushbihuwna
maka diberenangkan (oleh) allahh ketika mereka menyentuh dan ketika mereka menghambur
030,018 : wa la hhu lhamdu fiy ssamaawaati wa l-ardhi wa ‘asyiyyan wa hiyna tuzhhhiruwna
dan bagi nya al hamdu di dalam langit – langit dan bumi dan suatu ‘asyiyya dan ketika mereka menampak
pada ayat tersebut tidak disebutkan kata -aqimi
sabih dan shalla memiliki makna yang berbeda, pada surah yasin ayat 40 disebutkan bahwa matahari, bulan, malam dan siang berenang (sabih) di dalam apungan (falak)
pada ayat diatas saya upgrade makna nya menjadi makna fisika bagi mereka yang memahami nya
sekarang kita akan melihat makna yang sering dipakai sebelum nya
ketika ayat mengatakan diberenangkan oleh Allahh dari apa yang disyarikatkan atau dari apa yang dishifatkan, sering dituliskan dengan maha suci Allah, sehingga tasbih sering dimaknai dengan mensucikan
tumsu artinya menyentuh, kata tumsu dimaknai dengan petang mungkin karena hamburan cahaya terlihat menyentuh horizon ketika bergeser akan terbenam
sedangkan tushbih artinya menghambur, namun belum menjadi sungai (nahhar), sehingga siang (nahhar) menjadi dua tharaf
tharaf pertama siang dimulai dari fajar
fajar adalah ketika cahaya mulai muncul dari horizon, dan malam berakhir
tuzhhhir bisa diartikan menampak, dan bayangan memendek pada tengah siang
tuzhhhir bisa diartikan memunggung, dan matahari berada ditengah antara tempat muncul dan tempat terbenam
pada ayat 030,018 ‘isya juga diartikan dengan petang sehingga shalat maghrib (ketika matahari terbenam) dan shalat ‘isya sebenarnya bukanlah terpecah menjadi 2 waktu, mereka adalah satu waktu
Titus Vespasianus berkata
Tambahan Kang QARROBIN,
Ini wacana sekaligus diskusi, mhn komentarnya. Untuk sholat 3 waktunya saya rasa sudah confirmed, tetapi khusus sholat fajar masih mengganggu, apakah dilaks
20.130. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang,
Dari ayat di atas, jelas dibedakan antara 2 waktu yaitu : “sebelum terbit matahari” dengan “waktu2 di malam hari”.
Bila digabung dengan clue :
30.17. Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,
Nampak jelas bahwa sholat subuh memang ada, dan dilakukan sebelum matahari terbit.
Bila demikian, batas sholat subuh adalah setelah adanya hamburan cahaya hingga matahari terbit, seperti yang skrg ini sebagian besar umat muslim Indonesia lakukan.
Saya kawatirnya mmg Allah menginginkan umat muslim berbudaya bangun pagi2 sebelum fajar, memberikan keutamaan karena bacaan fajar disaksikan. Wallahu’alam
Mhn kajiannya kang
Salamun alaikum
qarrobin berkata
020,130 : fa shbir ‘alaa maa yaquwluwna wa sabbih bi hamdi rabbi ka qabla thuluw’i sysyamsi wa qabla ghuruwbi hha wa min –aanaa-i llayli fa sabbih wa –athraafa nnahhaari la’alla ka tardhaa
maka sabarlah atas apa yang akan mereka katakan dan sabbih dengan hamdi rabb engkau (Muhammad) sebelum muncul matahari dan sebelum terbenam nya dan dari waktu – waktu malam maka sabbih dan tharaf – tharaf siang agar engkau (Muhammad) meridha
pada ayat ini juga tidak disebutkan –aqimi, jadi topiknya adalah waktu – waktu melakukan tasbih
pada 073,007 urusan yang panjang di siang hari juga disebutkan sebagai sabih (berenang di sungai cahaya matahari)
Titus Vespasianus berkata
Saya kebetulan menemukan bahwa jewish pray 3 times a day, u can read > http://en.wikipedia.org/wiki/Jewish_prayer
Traditionally, three prayer services are recited daily:
1. Shacharit or Shaharit (שַחֲרִת), from the Hebrew shachar or shahar (שַחָר) “morning light,”
2. Mincha or Minha (מִנְחָה), the afternoon prayers named for the flour offering that accompanied sacrifices at the Temple in Jerusalem,
3. Arvit (עַרְבִית) or Ma’ariv (מַעֲרִיב), from “nightfall.
Saya cenderung melihatnya bahwa sholat peninggalan ibrahim tentunya tidak akan berubah aturan dan cara2nya, bila demikian patutlah menjadi pertimbangan sholat 3 waktu ini dalam quran sebagaimana disampaikan Qarrobin
Saya sendiri melaksanakan sholat 5 waktu, dan sementara belum memperoleh keyakinan saya menambah sholat fajar (stlh matahari terbit). Sebagai sikap hati2 sementara ini. Semoga Allah memberikan petunjukNya segera. Barakallah Kang Qarrobin
Salamun Alaikum
qarrobin berkata
Salaam salaam (056,026)
terima kasih apresiasi dan share nya, pada kisah Nabi Daniel juga disebutkan kalo shalat adalah 3 waktu