Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Teori kosmos ibn Araby dan Shadruddin al qanawy

Posted by qarrobin pada November 16, 2009

Tingkatan wujud

tingkatan wujud

Imkan al wujud (wujud yang mumkin) merupakan bayang-bayang dari wajib al wujud. Imkan al wujud adalah kesesuatuan atau daya yang disebut dengan “apa yang bisa”. Apa yang disebut ‘alam adalah ‘ilmu.

ilmu

‘ilmu adalah arketype (bentuk) dari kesesuatuan (syai’), dengan ‘ilmuNya, wajib al wujud berkehendak (arada) dan memerintah (amra).

Dia yang menghidupkan dan mematikan, maka bila dia hendak (qadha)menentukan perintah(amra), maka sungguh apa yang dikatakan baginya: “jadilah!”, maka jadilah perintah itu (al mu-min 040,068).

Sungguh apa yang kami katakan bagi sesuatu bila kami menghendaki(arada) nya, kami hanya mengatakan baginya: “jadilah!”, maka jadilah kehendak itu (an nahl 016,040).

Sungguh apa yang di perintahkannya bila menghendaki sesuatu hanya berkata baginya: “jadilah!” maka terjadilah ia (yaa siin 036,082).

Pembuat(badiy’u) langit-langit dan bumi, dan bila dia hendak (qadha)menetapkan perintah(amra), maka sungguh apa yang dikatakan baginya: “jadilah!” maka jadilah perintah itu (al baqarah 002,017).

kun

Daya bersifat reseptif terhadap substansi sebagai penggerak aktualitas. Perumpamaan substansi adalah cahaya yang memiliki banyak warna, ruh manusia diumpamakan sebagai warna dan wajib al wujud diumpamakan sebagai cahaya. Bukan berarti wajib al wujud adalah cahaya, karna wajib al wujud tidak serupa dengan apapun dalam ketransendenannya, cahaya hanyalah sebuah perumpamaan dalam keimanenannya, yakni kita mengenalnya melalui sifat-sifatnya. Manusia mengenal wajib al wujud melalui perantara nama-namanya, nama-nama pada dirinya sendiri tidak berarti apa-apa, nama-nama adalah perantara untuk mengenal sifat-sifat wajib al wujud dalam keimanenannya. Jika manusia mengenal Yang menciptakan, maka seluruh penciptaan adalah reseptif terhadap substansi. Sedangkan terhadap Yang memberi petunjuk, maka manusia ada yang taat dan ada yang tidak patuh. Jika manusia sebagai daya sejalan dengan nama Yang memberi petunjuk, maka manusia memiliki kualitas aktif, jika tidak sejalan, maka ia memiliki kualitas reaktif.

Substansi adalah “apa yang menghendaki”, kualitas substansi berbeda dari kualitas daya, jika manusia sebagai substansi sejalan dengan Yang memberi petunjuk, maka ruh manusia memiliki kualitas affirmative, yang menegaskan bahwa ia bergantung terhadap wajib al wujud, sebaliknya jika ia tidak patuh, maka ruh manusia memiliki kualitas negative, yang menegasikan dirinya terhadap wajib al wujud, maka wajib al wujud akan terbebaskan dari sifat kejahlan. Manusia memiliki perpaduan antara cahaya dan kegelapan, jika ia tidak patuh, maka ia akan kembali ke kegelapan, yakni kebodohan, karna ‘ilmu adalah cahaya, wajib al wujud tidak akan pernah berpadu dengan kegelapan, karna kegelapan adalah ketiadaan. Daya sebagai kesesuatuan dipandang dari dirinya sendiri adalah la syai’ atau bukan sesuatupun.

Substansi dan daya bukanlah sesuatu yang satu secara dimensional. Seperti yang diketahui bahwa persepsi merupakan hadirnya objek pada diri subjek. Sekiranya terjadi persepsi pada daya fisik (Tabi’ah al-Jasmaniyyah) sedangkan jiwa merupakan daya fisik, maka yang akan terjadi adalah aksiden berdiri dengan dirinya sendiri dan ini jelas tidak mungkin. Penjelasan untuk hal ini adalah sebagai berikut; jika jiwa mempersepsi daya fisik dan daya fisik karena merupakan cara bagaimana merasakan sesuatu merupakan aksiden. Sekiranya jiwa merupakan daya fisik maka yang akan terjadi adalah aksiden berdiri pada dirinya sendiri, ketidak mungkinan hal ini mengingat aksiden jika berada di luar berada pada substansi dan tidak pada dirinya sendiri. Karenanya pastilah bahwa subjek yang mempersepsi bukanlah daya fisik itu sendiri tetapi dia berada pada korpus yang lain. Korpus yang dimaksud bukan fisik mutlak karena hal tersebut tidak mungkin karena akan mengakibatkan setiap forma fisik akan dapat melakukan persepsi dan bukan pula bagian dari fisik karena akan menyebabkan seluruh bagian dari fisik dapat melakukan persepsi dan ini bertentangan dengan fakta. Karenanya daya yang melakukan persepsi terhadap daya fisik tersebut pastilah selain dari daya fisik itu sendiri dan bukan pula fisik tempat bersandarnya daya fisik. Pastilah sesuatu selain dari keduanya yaitu jiwa.

Jiwa sekalipun berkembang bersama raga pada awalnya namun kemudian menjadi korpus bagi seluruh daya dan potensi, berbeda dengan raga fisik yang hanya bersifat resesif bagi aktualisasi seluruh daya dan potensi tersebut. Kita dapat mempersepsi diri kita sendiri dan persepsi tersebut menghasilkan diri kita pada diri kita sendiri dan karena tidak ada sesuatu yang eksternal selain diri kita sendiri maka pastilah hadirnya zat diri kita pada diri kita bersifat huduri yaitu zat jiwa terhasilkan pada zat jiwa itu sendiri dan berdiri pada zatnya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa jiwa adalah substansi yang berdiri sendiri dan terlepas dari materi. Jika daya rasional sama seperti halnya daya-daya fisik yang lain dan berada pada dimensi materi maka pada daya ini akan berlaku hukum yang terjadi sebagaimana pada daya-daya fisik yang lain pada saat fisik tersebut mencapai usia tua. Seperti halnya daya-daya fisik menjadi lemah ketika tua demikian yang akan terjadi pada daya rasional akan tetapi kenyataan terjadi sebaliknya. Usia tua tidak menyebabkan lemahnya daya rasional bahkan semakin tua dan dewasa seseorang semakin kuat daya rasionalnya. Karenanya daya rasional bukanlah berada pada raga atau fisiknya akan tetapi pada korpus yang non-materi.

raga membutuhkan jiwa tidak dalam kekhususannya akan tetapi secara mutlak dalam aktualisasinya sedangkan jiwa membutuhkan raga bukan dari segi hakikat mutlak rasional akan tetapi dari segi keberadaan personalitas dan identitasnya serta kebaharuan kedirian jiwa. Keterikatan yang terjadi diantara keduanya adalah keterikatan keharusan bahwa secara eksternal tidak akan mungkin ada raga tanpa jiwa seperti halnya tidak mungkinnya materi ada tanpa keberadaan forma. Jiwa membutuhkan raga dalam kebaharuan dirinya serta dalam identitasnya. Tanpa raga tentu saja jiwa tidak akan memiliki identitas, akan tetapi keberadaan jiwa selanjutnya tidak lagi bergantung kepada raga akan tetapi ragalah yang bergantung kepada jiwa, seperti halnya antara aksiden dengan substansi, keberadaan aksiden secara eksternal akan selalu bergantung kepada keberadaan substansi tapi tidak sebaliknya. Kehancuran atau kematian raga sama sekali tidak menyebabkan kehancuran atau kematian pada jiwa. Kehancuran atau kematian hanya terjadi pada materi sedangkan jiwa adalah substansi non materi yang terbebas dari ruang dan waktu sehingga terbebas dari kehancuran.

Sebelum berbicara tentang kebangkitan, kita akan membahas ruh manusia sebagai substansi. Hakikat manusia pada intinya adalah transenden dan non materi. Sebagai bukti untuk itu adalah kesadaran manusia akan dirinya bersifat huduri dan persepsi terhadap segala objek eksternal melalui proses berfikir. Hakikat transenden ini dinamakan sebagai ‘Ruh’, berbagai ketentuan materi seperti kematian atau kehancuran tidak berlaku baginya. Karenanya kematian tidak lebih bermakna lepasnya ruh dari kurungan raga dan berpindah pada alam yang lain dan kebangkitan tidaklah bermakna kehidupan kembali ruh akan tetapi keterikatan ruh pada raga yang baru kembali. Pandangan ini tentu menjadi pandangan yang sangat mendasar mengingat kebangkitan hanya bisa terjadi jika ruh tetap ada.

Ruh merupakan gambaran dari “Substansi yang secara zatnya non-materi akan tetapi terikat dengan materi dalam aktivitasnya”. Sedangkan materi sebagai aktualisasi dari daya hanyalah bersifat reseptif secara mutlak terhadap substansi tanpa adanya kemungkinan baginya untuk melakukan aktivitas apalagi mengeluarkan efek. Sebagai contoh ketika manusia mempersepsi, indra tidak dapat memunculkan efek mempersepsi melainkan aktivitas itu dihadirkan oleh jiwa. Substansial jiwa dapat dibuktikan melalui ilmu huduri. Penjelasan tentang hal tersebut sebagai berikut : Persepsi terhadap sesuatu adalah sampainya forma objek pada diri subjek. Jika subjek mempersepsi dirinya sendiri maka pastilah ketika persepsi tersebut terjadi, dia tidak membutuhkan ruang tertentu (sebagai media bagi munculnya diri sebagai objek persepsi) akan tetapi berdiri pada dirinya sendiri. Jika persepsi terjadi pada ruang tertentu maka forma dirinya tidak akan hadir pada dirinya sendiri akan tetapi hadir pada ruang tersebut karena keberadaan objek yang menempati pasti selalu terikat pada ruang yang ditempati dan ini bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan.

Gerak trans-substansial

Jiwa dalam aktivitasnya yang terikat dengan materi mengalami kebaharuan progresif atau mengalami proses kesempurnaan yang disebut dengan gerak transsubstansial. Ruh mulai dari ’alam rahim mengalami kebaharuan bersamaan dengan raga, kemudian setelah melepaskan ikatannya dengan materi, maka ruhnya akan memasuki
dimensi lain dengan arketype tubuh yang berbeda.

Malaikat-malaikat dan ruh naik (menghadap) kepada tuhan dalam sehari yang qadarnya adalah limapuluh ribu tahun (ma’aarij 070,004).

Agar aku berbuat kebajikan di dalam apa yang ditinggalkan. “Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja” Dan dari hadapan mereka ada barzakh(cyberspace) sampai pada hari mereka dibangkitkan (al mu-minuun 023,100).

Bagi mereka di dalam nya(jannah) buah-buahan dan bagi mereka apa yang diminati (yaa siin 036,057).

Dan ia membuat bagi kami perumpamaan dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata: ”Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?” (yaa siin 036,078). Katakanlah: ”Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama dan dia Maha mengetahui tentang segala makhluk (yaa siin 036,079). Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu” (yaa siin 036,080). Dan tidakkah yang menciptakan langit-langit dan bumi itu berkuasa atas menciptakan yang serupa dengan mereka? benar, (dia berkuasa) dan dialah maha pencipta lagi maha mengetahui (yaa siin 036,081). Sungguh apa perintahnya, bila menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya: ”Jadilah!” Maka terjadilah ia (yaa siin 036,082). Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan (yaa siin 036,083).

Dan ditiup sangkalala maka tiba-tiba mereka dari ajdaatsi kepada tuhan mereka (dihidupkan) segera (yaa siin 036,051).

Berkata (mereka): “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami ?”. inilah apa yang dijanjikan yang maha pemurah dan benarlah rasul-rasul (yaa siin 036,052).

Jadi pada hari kebangkitan, ruh manusia akan memiliki arketype tubuh yang lain tetapi serupa, seperti kayu yang basah yang menjadi api.

Tambahan : di campur dengan teori dari Nietzsche

Baik dan jahat adalah kualitas yang kita berikan terhadap gejala/tanda/ayat. Setiap gejala termasuk diri kita adalah daya. Arti dari daya adalah : apa yang bisa.

Daya(sesuatu) bersifat reseptif terhadap hasrat kosmos, ia mentaati kehendak(qadha) dan mendengar perintah(amr). Kun fayakun. Hasrat ini disebut Passion(Mahmod dalam Tabut Perjanjian).
La Tahmod…….Janganlah mengingini…..

Arti dari Hasrat kosmos(Mahmod) adalah : apa yang menghendaki. Jika daya(makhluq) sejalan dengan akhlaq Mahmod, maka daya memiliki kualitas aktif.

Selain dari nama Yang Menciptakan (Khaliq), Allah memiliki nama Yang memberi petunjuk. Islam adalah Damai, jika muslim merebut jubah kekuasaan Allah dengan mengambil haqq Allah menjadi miliknya, dan menyalahkan yang bertentangan dengannya, hingga timbullah ketidakdamaian, maka manusia(daya) ini memiliki kualitas reaktif.

Sedangkan kualitas dari mahmod/hasrat kosmos adalah : Affirmatif, Penegasan dari Sifat2 Allah.

Untuk manusia(daya) yang memiliki kualitas reaktif, maka ia memiliki akhlaq yang tercela, akhlaq yang tidak selaras dengan mahmod, maka akhlaqnya memiliki kualitas : Negatif, Menegasikan atau melepaskan diri dari ash shamad.

daya/suatu/syai-in memiliki perbendaharaan(entitas) dan ke-mahiyah-an(ke-apa-an). Perbendaharaannya berada pada ilmuNya, sedangkan ke-apa-annya atau arketypenya adalah nonwujud. Ilmu adalah cahaya dan kejahilan adalah kegelapan. akhlaq tercela yang memiliki kualitas Negatif, akan kembali ke nonwujud yang disebut Nihilisme, ke kegelapan. akhlaq tercela adalah milik kejahilan, karna ilmu adalah cahaya, maka Allah terlepas dari kejahilan.

koment dari mas lambang :

======================
:: Kalau dihubungkan dengan ayat, jadinya akan muncul beberapa paradox dalam penjabarannya, dan itupun memang sah-sah saja sesuai persepsi masing-masing…🙂
======================

35 Tanggapan to “Teori kosmos ibn Araby dan Shadruddin al qanawy”

  1. m4stono said

    ikutan idem ama mas lambang….ehemmm…semua hanya persepsi dan ilusi…….komeng saya….saya cuman bisa omdo:mrgreen:

  2. m4stono said

    o ya mas ini terjemahan yah……kalo buleh usul pake font yg agak enak dibaca…jangan kan orang lain wong saya aja males baca…haalaah…😀 btw keciyan mata saya dah kriyip2 liat tulisannya…padahal sebenarnya isi tulisannya bagus……

    • qarrobin said

      kalo mau memperbesar tulisan, coba tekan Ctrl dan + di keyboard, kalo mau ngecilin tekan Ctrl dan –

    • Lambang said

      Keknya ini udah bawaan themes-nya. Kalau mau yang agak gede, bisa coba pakai themes yang lain. Yang penting jangan seperti themes-nya bung MK itu, seperempat layar di kiri dan kanan ngga terpakai sama sekali. Bener-bener mubazir.
      *nunggu dibales sama bung MK*

  3. Lambang said

    Lihat-lihat gambar diatas, wahdatul wujudnya ada di mana mas Qarr? Bukannya Ibn Araby terkenal karena teori wahdatul wujudnya itu?

    Salam.

    • qarrobin said

      teori wahdatul wujud kan disimpulkan oleh para pengikutnya setelah mengambil sari2 dari tulisan beliau. Keknya Ibn Araby ga buat tulisan khusus membahas wahdatul wujud

    • qarrobin said

      1. Pada dimensi Hahut, kita tidak memiliki pengetahuan tentang Allah

      2. Kalo saya menggunakan gambaran dimensi Lahut :

      ALLAH adalah ESA
      F(x,y,z)

      Allah(‘ilmu, arada, amra), Nuwrun ‘ala Nuwrin

      3. Pada dimensi Jabarut :
      Wholegram(qalam,lawh,istiwa)
      Ruwh(x’i,y’i,z’i)
      Nuwr(x’i,y’i,z’i)

      ini adalah Aether, sumber energi benda2 langit

      4. Pada dimensi Malakut :
      Hologram(gray nullity)
      Narr(x’i)
      cahaya(x’i)

      x’i = ct
      dimensi ini bersifat globularity

      kelajuan cahaya adalah kelajuan waktu. Waktu dapat dipandang sebagai energi. tentang teori waktu coba gugel DR. Nickolay Alexandrovich Kozyrev dan Paul A.M. Dirac juga Carl M Allende dan Hans von Aiberg

      5. Pada dimensi Nasut :
      t = x’i

      salah satu dimensi waktu memasuki dimensi Nasut(x,y,z) yang persamaannya diketemukan oleh Minkowsky

      r = akar (xkuadrat+ykuadrat+zkuadrat) = ct

      x2+y2+z2-c2t2 = 0
      x2+y2+z2-c2x’(akar-1)2 = 0
      x2+y2+z2+r2 = 0
      sehingga menjadi 4 dimensi ruang-waktu

    • Lambang said

      Makasih mas Qarr atas informasinya.

      Salam.

  4. m4stono said

    teori wahdatul wujud itu klo gak salah ya mansur al hallaj yg mempopulerkannya….kalo al arabi itu yg beken ya martabat tujuh itu….baik wahdatul wujud maupun martabat tujuh berkembang pesat di jawa, terutama yg wahdatul wujud/keesaan wujud/manunggaling kawula gusti pengikutnya termasuk abnyak dijawa termasuk saya walopun utk masuk lebih jauh lagi gak kuku…tapi prinsipnya jgn sekali2 tinggalkan syariah dan jgn diperdebatkan larut2:mrgreen:

  5. m4stono said

    ini mas saya kasih linknya disini tapi ini pembahasan versi jawa….pada intinya ya martabat tujuh itu terinspirasi dari bukunya al arabi

  6. Lambang said

    Ini saya ada link lain yang menerangkan tentang martabat tujuh.

  7. ijin menyimak dulu, mas…

  8. Kangdudung said

    Ass..
    Sepertinya teori diatas mirip dengan teori Mulla Sadra ya, mungkin karena beliau terpengaruh oleh Ibn Arabi. Tapi terlepas dari itu semua, yang penting semua teori tsb, mau Wahdatul Wujud, Wajibul Wujud, Manunggaling kawula gusti, hakekatnya hanya penjelasan dari esensi yang satu. Perbedaan hanyalah terletak pada orang2 yang melakukan analisa, makanya ada yang menganalisa menjadi martabat empat, tujuh, atau mungkin nanti sembilan. Tidak masalah, yang penting, esensi teori tersebut harus meresap dalam rasa dan perilaku kita semua….Amin.
    Wassalam…

    • qarrobin said

      wa ‘alaikum salam

      Setahu sayah Mulla Shadra itu adalah Shadruddin al qanawy…kalo salah mohon dikoreksi.

      Bener…hanya perbedaan analisa dari Entitas yang satu
      …Amin

  9. KangBoed said

    perjalanan spiritual.. dimulai dari tahu akhirnya mengerti setelah itu ditemukanlah dimensi bathiniahnya dan terakhir akan di uji apa yang dipahamkan itu

  10. moslem said

    Assalamualaikum
    Wujud/bentuk dalam dunia topologi matematis ( dunia geometri ), bahwa kue donat sama dengan mangkuk kopi http://en.wikipedia.org/wiki/Topology.
    Apakah hal ini sebenarnya sedang mempelajari dunia topology ?

  11. agus abu said

    Assalaamu ‘alaikum. mas Qarr nepangkeun saya teh mang agus tukang rongsok. terimakasih atas artikelnya bikin wawasan mang agus nambah euy. mang agus jadi tambah yakin dgn tarekat yg mang agus jalanin. sekali lagi terimakasih ya wat mas Qarr dan teman2. oya mang agus punya buku berjudul MENJADI WALI ALLAH yaitu ttg praktek memasuki martabat tujuh melalui 7 lathifah dan 2O muraqabah serta 15 maqam kewalian. bagi ikhwanul muslimin yg berminat dgn buku tersebut hub 0856 7368 179. he he he wassalaamu ‘alaikum

  12. Naufall said

    bagus-bagus uraianya,, q bookmark dulu blognya ya??
    biar bsk bisa ngelanjutin bacanya…

  13. Anonim said

    It can possibly use as part of oils, candle
    lights and also makes use of important oils to aid calm your body,
    it not just scents good – and is calming in itself,
    but inaddition it has chemically therapeutic effects regarding the figure.
    After your undergo societal anxiety it can become
    difficult to see the larger picture, because youre
    and so uneager in order to try to be about others you simply hope to get out of any online situation which makes you awkward because soon
    as possible. whenever a person knowledge a powerful cardio music suddenly and additionally breathing quickens.

  14. whenever DVDs are wear the DVD rack create sure any groups tend to be still stuck
    in order to. However, what truly render this particular little exclusion
    a bit more digestible is the inclusion of three production
    photo’s showing the infamous deleted scene where Ripley give Burke a grenade as soon as she finds him cocooned within the alien’s lair.
    This had been the starting Lost box set to have a special edition version.
    .

  15. Pokemon has constantly strived to provide a grand journey inside unfamiliar lands crammed with odd creatures to
    the participant, exiting a distinctive impression
    simply like adventures they had being a little one.
    There tend to be several other features that will totally enthrall all the fans of this particular tv show.
    finally, your’d want to try in order to compare prices after shopping online
    for cheap Pokemon white 2 english rom install.
    The battle misses Gligar, however the frightened Pokmon recoils as part of worry and also falls back across and lands through Ash.
    Connect with a website providing unconditional guarantee about generation of a quick data
    transfer rate to procure instant movie downloads.

  16. I like the helpful information you supply to your
    articles. I’ll bookmark your weblog and take a look at again right here frequently. I am rather sure I will learn many new stuff right right here! Best of luck for the following!

  17. I have fun with, result in I found exactly what I was looking for.
    You have ended my four day long hunt! God Bless you man.

    Have a great day. Bye

  18. Jame said

    How they built and maintained their impressive body construction.
    Participants whom started away with diabetes wound up with no it.

    meat and also vegetables in order to broil then reduced in order to lower heat.

  19. Jangan tanyakan mengapa seseorang membencimu sebelum kamu tanyakan dirimu sendiri mengapa kamu peduli akan hal itu.

  20. HANDAYANI said

    Hanya karena kamu telah dapatkan cintanya tak berarti kamu berhenti melakukan hal yg kamu lakukan ketika berusaha dapatkannya

  21. Karena ternyata penyakit sipilis memiliki berbagai macam stadium jika telah ditular maka Pencegahan sipilis perlu dilakukan agar tidak tertular.

  22. Jangan pernah menyerah perbaiki kesalahan dan teruslah melangkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: