Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Archive for Desember, 2009

Simplenya wudhu

Posted by qarrobin pada Desember 27, 2009

005,006 : yaa ayyuhaa lladziina -aamanuu idzaa qumtum ilaa shshalaati fa ghsiluu wujuuhakum wa aydiyakum ilaa lmaraafiqi wa msahuu bi ru-uusikum wa arjulakum ilaal ka’ba yni wa in kuntum junuban fa ththahharuu wa in kuntum mmardhaa aw ‘alaa safarin aw jaa-a ahadun mminkum mmina lghaa-ithi aw laamastumu nnisaa-a fa lam tajiduu maa-an fa tayammamuu sha’iidan thayyiban fa msahuu bi wujuuhikum wa aydiikum mminhu maa yuriidu llahu li yaj’ala ‘alaykum mmin harajin walaakin yuriidu li yuthahhira kum wa li yutimma ni’matahu ‘alaykum la’allakum tasykuruuna

Hai padanya orang-orang yang beriman, bila berdiri kamu kepada shalat, maka basuh wajah kamu dan (basuh) tangan kamu kepada siku, dan usap dengan kepala kamu dan (usap) kaki kamu kepada dua (ka’ba) mata kaki. Dan jika kamu (setelah) berbaring (dengan pasanganmu), maka bersihkanlah. Dan jika kamu sakit atau atas bepergian atau datang satu dari kamu dari (membuang) kotoran atau merasakan perempuan maka tidak menemukan air, maka tayammum (dengan) lapangan yang baik, dan usap dengan wajah kamu dan tangan kamu darinya. Apa ingin allah bagi menjadikan atas kamu dari kesulitan, tetapi ingin bagi membersihkan kamu dan bagi menyempurnakan nikmatNya atas kamu, supaya kamu bersyukur (al maa-idah 005,006).

004,043 : yaa ayyuhaa lladziina –aamanuu la taqrabuu shshalaata wa antum sukaaraa hattaa ta’lamuu maa taquuluuna wa laa junuban illaa ‘aabirii sabiilin hattaa taghtasiluu wa in kuntum mmardhaa aw ‘alaa safari aw jaa-a ahadun mminkum mmina lghaa-ithi aw laamastumu nnisaa-a fa lam tajiduu maa-an fa tayammamuu sha’iidan thayyiban fa msahuu bi wujuuhikum wa aydiikum inna llaha kaana ‘afuwwan ghafuuran

Hai padanya orang-orang yang beriman, jangan mendekati shalat, sedang kamu sukaaraa, hingga mengetahui apa yang diucapkan. Dan tidak, (setelah) berbaring (dengan pasanganmu), kecuali sekedar berlalu, hingga membasuh. Dan jika kamu sakit atau atas bepergian atau datang satu dari kamu dari (membuang) kotoran atau merasakan perempuan maka tidak menemukan air, maka tayammum (dengan) lapangan yang baik, dan usap dengan wajah kamu dan tangan kamu (darinya). Sungguh Allah adalah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun (an nisaa- 004,043).

Allah tidak menjadikan kesulitan bagi manusia

Wudhu :

1. Aghsilu

Membasuh wajah (cukup 1 kali)

Membasuh tangan hingga siku (cukup 1 kali)

2. Amsahu

Mengusap kepala (cukup 1 kali)

Mengusap kaki hingga mata kaki (cukup 1 kali)

Thaharah : setelah berhubungan dengan pasangan, aghsilu (basuhlah) sebelum shalat

Bagi orang yang sukaaraa : setelah sadar, ambil wudhu lalu dirikan shalat

Tayammum : jika tidak menemukan air, menggunakan lapangan (tanah atau dinding) yang bersih

Jika sakit

Jika bepergian

Setelah membuang hajat

Setelah berhubungan dengan pasangan (baik suami maupun istri)

Amsahu :

Mengusap wajah (cukup 1 kali)

Mengusap tangan (hingga siku cukup 1 kali)

Posted in Science | Leave a Comment »

Ziynata (perhiasan) wanita

Posted by qarrobin pada Desember 25, 2009

024,031 : wa qul lli lmu-minaati yaghdhudhna min –abshaari hhinna wa yahfazhna furuwja hhunna wa laa yubdiyna ziynata hhunna –illaa maa zhahhara min hhaa wa l yadhribna bi khumuri hhinna ‘alaa juyuwbi hhinna wa laa yubdiyna ziynata hhunna –illaa li bu’uwlati hhinna –aw –aabaa-i hhinna –aw –aabaa-i bu’uwlati hhinna –aw –abnaa-i hhinna –aw –abnaa-i bu’uwlati hhinna –aw –ikhwaani hhinna –aw baniy –ikhwaani hhinna –aw baniy –akhawaati hhinna –aw nisaa-i hhinna –aw maa malakat –aymaanu hhunna –awi ttaabi’iyna ghairi –uwliy l-irbati mina rrijaali –awi ththifli lladziyna lam yazhhharuw ‘alaa ‘awraati nnisaa-i wa laa yadhribna bi –arjuli hhinna li yu’lama maa yukhfiyna min ziynati hhinna wa tuwbuw –ilaa llahhi jamiy’an –ayyuhha lmu-minuwna la’alla kum tuflihuwna

dan katakan bagi wanita yang berpendirian supaya menurunkan dari pandangan mereka dan supaya memelihara kesopanan mereka, dan tidak akan mengungkapkan perhiasan mereka kecuali apa yang (biasa) nampak dari nya, dan bagi supaya menampilkan dengan rambut mereka atas kantung (dada) mereka, dan tidak akan mengungkapkan perhiasan mereka kecuali bagi suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka atau putera – putera mereka, atau putera – putera suami mereka atau saudara – saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita – wanita (sesama) mereka atau apa yang dimiliki (yakni suruhan) tangan kanan mereka, atau yang mengikuti selain yang mempunyai hasrat dari lelaki, atau anak kecil yang belum dimelekkan atas ‘awraat wanita, dan tidak akan menampilkan dengan kaki mereka bagi akan mengetahui apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan mengarahlah kepada allah kamu sekalian yang mana ia orang-orang yang berpendirian agar kamu beruntung

an nuur 024,031 :

dan katakan bagi wanita yang berpendirian :

1. supaya menurunkan dari pandangan mereka

2. dan supaya memelihara kesopanan mereka

3. dan tidak akan mengungkapkan perhiasan mereka kecuali apa yang (biasa) nampak dari nya

4. dan bagi supaya menampilkan dengan rambut mereka atas kantung (dada) mereka

5. dan tidak akan mengungkapkan perhiasan mereka

-. kecuali bagi suami mereka atau ayah mereka

-. atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka

-. atau putera-putera suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka

-. atau putera-putera saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka

-. atau wanita-wanita (sesama) mereka atau apa yang dimiliki (yakni suruhan) tangan kanan mereka

-. atau yang mengikuti selain yang mempunyai hasrat dari lelaki

-. atau anak kecil yang belum dimelekkan atas ‘awraat wanita

6. dan tidak akan menampilkan dengan kaki mereka bagi akan mengetahui apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka

dan mengarahlah kepada allah kamu sekalian yang mana ia orang-orang yang berpendirian agar kamu beruntung.

——————————————————————————————

Khumur bukan berarti penutup kepala seperti surban, kerudung, cadar, atau jilbab, yang diperintahkan adalah memanjangkan rambut di bawah bahu.

‘Awraat wanita yang harus ditutup adalah ziyna (perhiasan) yang ada pada tubuh wanita yakni kantung dada dan farji wanita.

Rambut dan wajah tidak termasuk ziyna (perhiasan) yang harus disembunyikan, rambut dan wajah tidak termasuk ‘uwraat yang dapat memberi rangsangan kepada lelaki jika dipandang.

Rambut dan wajah termasuk dari ayat ‘… apa yang (biasa) nampak dari nya (perhiasan) …’

Dalam bahasa Hami, bahasa ibu Ismael, kata Şar = penutup kepala, kata Khimar = rambut.

Dalam bahasa Barbarian, atas Nil dan semua bahasa Ethiopia dan Somalia, Khimar adalah rumbai dari jagung.

Sebuah contoh menurut Hadits : tipe Thaliban, memiliki lisensi untuk membunuh wanita yang pergi dari rumah tanpa seorang laki-laki, dan yang tidak berjalan 4 langkah di belakang. Tetapi menurut Al Quran kita melihat bahwa Adam dan Hawa berjalan hand in hand.

Mulai sekarang, muslim haniif harus dipisahkan dari muslim hadits, siap membayar semua harga. Kita selalu bersama-sama dengan muslim hadits. Kita tidak mematahkan hati mereka. Mereka berkata ‘tsurban’-penutup kepala-, saya bahkan memberikan tanda tangan. Saya adalah seorang guru di universitas, posisi yang beresiko. Tetapi saya tahu bahwa dalam 024,031, ‘khumuri’ tidak berarti penutup kepala. Al Quran memberitahu perempuan untuk menumbuhkan rambut mereka di bawah bahu mereka.

024,031 : … dan bagi supaya menampilkan dengan rambut mereka atas kantung (dada) mereka …

Ketika ditanya apakah penutup kepala adalah perintah hadits, saya berkata YA yang besar. Saya berkata TIDAK menurut Al Quran. ‘Ziynah’ adalah berbeda, a piece of jewelry adalah berbeda. Piece of jewelry = jawahir, müjawhar. Allah tidak berkata müjawhar. Allah mengatakan ziynah. Müzayyan = hiasan, kita tetap akan mengatakan. ‘ZIYNAH’ adalah bagian – bagian dari perempuan dan lelaki yang sangat berbeda dari satu sama lain.

Celana pendek dari lelaki, bikini dari perempuan adalah cukup untuk menutupi daerah ziynah. Sebagai contoh : Seorang wanita pernah lupa untuk menutup pintu kamar mandi. Tanpa sadar seseorang memasuki kamar mandi. Dengan refleks, wanita tadi menutupi bagian depan nya dengan satu tangan, tangan yang kedua menutupi dada nya.

RAMBUT???? Alasan apa untuk malu terhadap rambut? Dapatkah rambut melahirkan bayi? Bisakah rambut memberikan susu? Dimanakah bagian terlarang pada rambut? Bagian yang mana dari rambut saya yang sexy? Bagian yang mana dari rambut saya yang harus saya tutup? Jika wanita harus ditutup, Allah akan memerintahkan lelaki yang sama.

024,031 dimulai dengan ‘wa qul lli lmu-minaati = dan katakan bagi wanita yang berpendirian’. Jika hal ini merupakan kewajiban yang mengikat bagi perempuan untuk menutupi rambut mereka, akan secara otomatis menjadi kewajiban yang mengikat untuk pria juga. Hendaklah lelaki menutupi kepala mereka. Ini adalah kesetaraan!! Jika di hadapan Allah, rambut dan suara perempuan adalah terlarang, rambut laki-laki juga terlarang.

Sekarang: celana pendek pesepakbola cukup bagi seorang lelaki. Dia dapat mendirikan shalat dalam seragam itu. Karena bagian yang berbeda dari lelaki dan perempuan adalah ZIYNAH. Bagian yang sama dari wilayah tersebut tersembunyi di dalam celana pendek. Bagian yang tidak sama (dada) tidak tersembunyi pada lelaki, tapi pada wanita ia ditutup dengan sebuah pakaian dalam bagian atas. Karena Allah dan malaikat bukan penerawang, seorang wanita dapat mendirikan shalat dengan bikini. Allah dan malaikat bukan lelaki. Mereka tidak memiliki ‘nafsu’.

Ketika kita berkata ‘Qıyamu hhu bi nafsi hhi’, kita mengucapkan nya secara salah. Sebagaimana Allah tidak memiliki nafsu, bagaimana bisa Allah menjadi ada dari nafsu? Allah berada dimana saja engkau menghadap, begitu pun malaikat pencatat. Di toilet, ketika saya meletakkan pakaian di kamar mandi, di tempat – tempat yang paling tidak bersih Allah dan malaikat melihat saya. Allah dan malaikat bukanlah perempuan ataupun lelaki. Dalam topik ini, Allah menjadi murka di dalam ayat – ayat. Menganggap Allah melahirkan anak-anak, dan malaikat sebagai perempuan adalah dosa besar.

Keindahan yang pertama pada wajah kita. Wajah adalah gambar dan bukan merupakan objek seksual. Bila, sebagai lelaki, kami membuat sindiran yang tidak patut ke salah seorang wanita, kami tidak berkata ‘Uff, alangkah indah hidung itu, atau telinga itu!’ Karena ini bukan ziynah. Wajah merupakan gambar keindahan, ia merupakan kecantikan dan dalam ayat – ayat ia tidak diperintahkan untuk ditutupi. Seperti yang Anda lihat;

1.Islam menurut Al Hadits.

2.Islam menurut Al Quran.

Menurut hadits, jika sehelai rambut perempuan tersisa pada sisir dan jika lelaki asing melihatnya, ia dikutuk oleh Allah dan malaikat sampai hari qiyama. Ini adalah sebuah hadits dari Abu Hurayra. Ini adalah dari hadits yang disebut ‘sah atau asli’. Aku akan menyisir rambut saya, sekali-kali helaian akan tertinggal pada sisir, seorang laki-laki akan melihat helaian itu, saya akan berada dalam kesulitan besar. ??????????? Ini adalah haditsian, shufyan islam.

Kita telah menyamakan Allah dengan ayah kita. Ketika kita berkata Allah, kita berpikiran seorang lelaki berjanggut, cemberut, bersuara serak dengan pentungan di tangannya. Dia adalah musuh dari rambut dan suara perempuan. Bahkan ia adalah musuh dari suara sepatu bertumit-tinggi mereka. TIDAK!! Rabb saya bukanlah seorang pun dari ini. Itulah mengapa malaikat berkata ‘Subhanallah’ tanpa henti. Apa yang kita asumsikan dari menyatakan ‘subhanallah’? Apa yang kita asumsikan dari memuji? Dari aspek ini pertanyaan tersebut adalah sangat penting. Kendati anda bertanya kepada saya, atau anda meminta Zakariya Bayazıt, atau Yaşar Nuri Öztürk. Sementara mengajukan pertanyaan, saya memberi kalian rahasia. Satu-satunya perbedaan dalam pertanyaan kalian adalah ini:

1.Menurut Al Quran.

2.Menurut Al Hadits

Milik saya adalah agama dari Al Quran yang kalian kenal. Hadits İslam adalah sesuatu yang berbeda. Dengan menggunakan perbedaan ini, kalian akan mendapatkan dua jawaban. Siapapun yang kalian tanya, baik Bayraktar Hodja atau teman saya Nurbaki, dari bentuk pertanyaan, kalian menentukan jawaban. Hanya ada satu sumber dari pengetahuan ini yang telah saya kemukakan sejak saya masih 25. AYAT – AYAT. Hanya Al Quran, maksud saya ayat – ayat. Jika kalian suka, mari kita mulai sebagai ‘menurut Al Hadits’ dan biarkan saya memberitahu kalian cerita yang diada-adakan, haditsa yuftara dari para saint. Jika kalian mengatakan ‘menurut Al Quran’, kalian di sini, mari kita mulai.

Terdapat kata – kata yang berbahaya yang telah diubah ‘… dan tidak akan mengungkapkan perhiasan mereka kecuali bagi … apa yang dimiliki (yakni suruhan) tangan kanan mereka, atau yang mengikuti selain yang mempunyai hasrat dari lelaki …’, misal yang mempekerjakan adalah wanita, dan pelayan nya adalah lelaki, seperti ratu dan bujang nya adalah yusuf, apakah boleh sang ratu memperlihatkan perhiasan ‘awraat nya kepada yusuf?

Hal yang sama dapat terjadi terhadap Muawiyah dan 200 selir (harem) nya, apakah boleh sang sultan memiliki selir? Bahkan Nabi Muhammad tidak memiliki keturunan selain dari Khadijah. Kita diharamkan menikahi wanita tahanan perang yang masih memiliki suami, mereka harus dilindungi, jika mereka membantu mu bekerja dalam mencari harta sebagai perlengkapan, maka mereka wajib menerima upah. Kita dihalalkan menikahi wanita tahanan perang yang belum memiliki suami. Namun kita tidak boleh menjadikan mereka selir. Bahkan tujuan Nabi Muhammad pun hanya untuk menghindari fitnah, dan untuk melindungi mereka, karena manusia tidak akan dapat berlaku adil.

004,024 : wa lmuhshanaatu mina nnisaa-i –illaa maa malakat –aymaanu kum kitaaba llahhi ‘alay kum wa –uhilla la kum mmaa waraa-a dzaalikum –an tabtaghuw bi –amwaali kum mmuhshiniyna ghayra musaafihiyna fa maa stamta’ tum bi hhi min hhunna fa –aatuw hhunna –ujuwra hhunna fariydhatan wa laa junaaha ‘alay kum fiy maa taraadhay tum bi hhi min ba’di lfariydhati –inna llahha kaana ‘aliyman hakiyman

Dan (terlarang kamu menikahi) yang dibentengi (suami nya) dari wanita (tahanan perang), kecuali apa yang dimiliki (yakni suruhan) tangan kanan kamu (yang belum bersuami untuk kamu nikahi), tulisan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu apa yang dibelakang (tulisan, yakni menikahi wanita suruhan mu yang belum bersuami). Demikian kamu supaya mencari dengan harta kamu sebagai orang – orang yang membentengi selain orang – orang yang melemahkan. Maka apa yang akan melengkapi kalian dengan nya (harta) dari (kerja) mereka (sebagai suruhan), maka berikanlah mereka upah mereka (selama menjadi suruhan mu) sebagai suatu kewajiban, dan tiada pelanggaran atas kamu di dalam apa meridhai kalian dengan nya (upah) dari setelah kewajiban (jika ingin menikahi wanita suruhan mu yang belum bersuami), bahwa Allah adalah maha mengetahui lagi maha bijaksana

Jika kalian melihat terjemahan sekarang, kalian akan mendapati bahwa kita dihalalkan menikahi wanita tahanan perang yang masih bersuami, apakah boleh wanita memiliki dua suami? Kemudian mereka dijadikan budak – budak! Apakah perbudakan diperbolehkan?

Kemudian dihalalkan bagi kita menikahi selain dari wanita – wanita yang telah disebutkan, jika diantara budak ada yang belum bersuami, yang yatim, yang miskin, berarti kita diharamkan menikahi nya?

Kemudian terjemahan selanjutnya sering dijadikan tameng nikah mut’ah, mencari istri – istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina, kemudian diberikan pembayaran setelah dicampuri, kemudian tidak mengapa jika saling merelakan setelah nya, tidak heran jika sultan (padishah) memiliki 2000 odalisques!

Mereka yang bekerja di kesultanan untuk menafkahi diri dan keluarganya, di antara mereka terdapat yang yatim dan yang miskin, jika mereka dijadikan selir, maka sultan termasuk orang yang disebut ‘wa yamna’uwna lmaa’uwna 107,007’. Bahkan seorang pemimpin tidak akan dapat berlaku adil terhadap 4 sekretarisnya.

Mari kita kembali ke ayat ‘… dan tidak akan mengungkapkan perhiasan mereka kecuali bagi … yang mengikuti selain yang mempunyai hasrat dari lelaki …’, para selir (harem) biasanya diikuti oleh pelayan – pelayan lelaki yang tidak mempunyai hasrat terhadap wanita.

Jika kalian menterjemahkan ayat demikian, kalian akan mempertahankan hasilnya.

1.Kalian dapat menerima para gay untuk harem kalian dan kalian dapat tinggal bersama mereka.

2.Atau kalian dapat menemukan remaja – remaja, kalian bakar testis mereka, kalian jadikan mereka kepala harem.

Mereka pikir bahwa ayat mengatakan demikian. Allah melarang hal demikian. Elmalili mengatakan : ‘hal yang diceritakan dalam ayat ini adalah laki – laki tanpa daya seksual dan lelaki tua’, maksud nya wanita – wanita di rumah kalian dapat tinggal dengan lelaki padrinos dan lelaki tanpa daya seksual!

Padahal yang dimaksud dengan ‘ghairi –uwliy l-irbati’ adalah ‘ayah mereka, atau ayah suami mereka atau putera – putera mereka, atau putera – putera suami mereka atau saudara – saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka’. Arti sebenarnya dari ayat ini sangat ditinggikan, ayat ini mengatakan bahwa kalian bisa tinggal dengan orang – orang bersama – sama yang tidak menginginkan hasrat seksual. Sebagai contoh saya tinggal dengan banyak wanita dan saya tidak pernah merasakan keinginan apapun. Aku bertanya – tanya, jika saya memiliki kekurangan dalam suatu? Salah satunya adalah ibu saya, yang lain adalah bibi saya. Yang lainnya adalah istri dari Erkmen. Nyonya Erkmen tidak berbeda dari anak saya.

Tapi lihatlah orang anti-haniif. Dua lelaki bersaudara, kedua nya miskin dan telah menikah. Mereka tinggal dalam satu rumah. Hanya kamar tidur mereka berbeda. Tapi hanya mata wanita yang terbuka, karena bercadar. Karena bagi lelaki lain adalah rahasia. Tempat ini di Yedikule İstanbul. Sebuah rumah dengan ukuran 50 meter persegi. Mereka mengkonversi rumah menjadi sebuah penjara. Mereka menjalani ‘sunnah’ untuk mendapatkan syafa’at dari Muhammad. Dua lelaki bersaudara, itu tak dapat dipercaya. Saudara yang ke-tiga masih bujangan. Dia lebih muda. Tetapi jika salah satu dari kakak – kakak nya meninggal, tradisi mereka mengatakan bahwa ia harus menikah dengan ayuk iparnya. Itu adalah perintah mazhab mereka. Itu sebabnya ketika saya mengucapkan kata ‘sect’-‘mazhab’, orang – orang terkejut. Orang – orang tidak mencintai agama mereka, mereka mencintai tradisi kemazhaban mereka. Ada cabang – cabang di bawah thariqat. (‘Takka’s) ‘Pemandu saya mengalahkan pemandu kalian!’ Mereka tidak punya kehidupan sosial lain. Saya mengatakan bahwa agama adalah untuk kita. Bukan nya kita yang untuk agama. Apakah kita bom – bom hidup? Islam berada di atas negara. Haniif berada di atas Islam.

Posted in al quran, haniif, Science, Sejarah Islam | Dengan kaitkata: , , , , | 15 Comments »

Ayat shalat di dalam quran

Posted by qarrobin pada Desember 24, 2009

093,011 : wa –ammaa bi ni’mati rabbi ka fa haddits

dan adapun dengan ni’mat rabb engkau maka rangkaikan

052,034 : fa l ya-tuw bi hadiytsin mmitsli hhi –in kaanuw shaadiqiyn

maka bagi supaya (mereka) memberikan dengan rangkaian semisal nya (Al Quran) jika adalah (mereka) orang – orang yang mengoreksi

012,111 : maa kaana hadiytsan yuftaraa walaakin tashdiyqa lladziy bayna yaday hhi wa tafshiyla kulli syai-in wa hhudan wa rahmatan lli qawmin yu-minuwna

apa (Al quran) adalah rangkaian yang dibuat-buat? tetapi (Al Quran) mengoreksi yang di antara dua tangan nya, dan menjelaskan tiap sesuatu, dan petunjuk dan rahmat bagi kaum yang akan beriman

025,033 : wa laa ya-tuwna ka bi matsalin –illaa ji- naa ka bi lhaqqi wa –ahsana tafsiyran

dan tidak akan diberikan (kepada) engkau (Muhammad) dengan permisalan, kecuali kami datangkan (kepada) engkau (Muhammad) dengan yang lengkap dan sebaik-baik Tafsir

ayat Al Quran merupakan tafsir bagi ayat Al Quran itu sendiri

2 rakaat setiap shalat

004,101 : wa –idzaa dharab tum fiy l-ardhi fa laysa ‘alay kum junaahun –an taqshuruw mina shshalaati –in khif tum –an yaftina kumu lladziyna kafaruw –inna lkaafiriyna kaanuw la kum ‘aduwwan mmubiynan

dan bila tampil kalian di dalam bumi, maka tidak ada atas kamu kesalahan, supaya mempersingkat dari shalat, jika takut kalian, bahwa akan memfitnah kamu orang-orang kafir, bahwa orang – orang kafir adalah bagi kamu musuh yang terbukti

004,102 : wa –idzaa kunta fiy hhim fa –aqamta la hhumu shshalaata fa l taqum thaa-ifatun min hhum mma’a ka wa l ya-khudzuw –aslihata hhum fa –idzaa sajaduw fa l yakuwnuw min waraa-i kum wa l ta-ti thaa-ifatun –ukhraa lam yushalluw fa l yushalluw ma’a ka wa l ya-khudzuw hidzra hhum wa –aslihata hhum wa dda lladziyna kafaruw law taghfuluwna ‘an –aslihati kum wa -amti’ati kum fa yamiyluwna ‘alay kum mmaylatan waahidatan wa laa junaaha ‘alay kum –in kaana bi kum –adzan mmin mmatharin –aw kun tum mmardhaa –an tadha’uw –aslihata kum wa khudzuw hidzra kum –inna llahha -a’adda li lkaafiriyna ‘adzaaban mmuhiynan

dan bila adalah (engkau) di dalam mereka, maka dirikan bagi mereka shalat, maka bagi mendirikan salah satu pihak dari mereka beserta engkau, dan bagi akan mengambil (mempersiapkan) senjata mereka, maka bila sujud (1 rakaat), maka bagi akan adalah dari belakang kamu, dan bagi memberikan pihak akhir yang masih belum shalat maka bagi supaya shalat beserta engkau (1 rakaat) dan bagi akan mengambil penjagaan mereka, dan senjata mereka, dan ingin orang-orang yang kafir, sekiranya kamu melengahkan dari senjata kamu dan perlengkapan kamu, maka mereka akan menyerang atas kamu satu serangan, dan tidak salah atas kamu jika adalah dengan kamu idzin dari ketidaknyamanan hujan atau adalah kalian sakit supaya meletakkan senjata kamu, dan mengambil penjagaan kamu, bahwa allah membilang bagi orang-orang yang kafir siksaan yang hiyna

004,103 : fa –idzaa qadhay tumu shshalaata fa dzkuruw llahha qiyaaman wa qu’uwdan wa ‘alaa junuwbi kum fa –idzaa thma-na ntum fa –aqiymuw shshalaata -inna shshalaata kaanat ‘alaa lmu-miniyna kitaaban mmawquwtan

maka bila selesai kalian shalat, maka ingatlah allah (sambil) berdiri, dan duduk, dan atas berbaring kamu, maka bila telah merasa aman kalian, maka dirikan shalat (dalam cara yang benar 2 rakaat) bahwa shalat adalah atas orang-orang yang beriman tulisan yang diwaqtukan

3 waqtu shalat

024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli shalaati lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di shalaati l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun

hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum baligh huluma dari kamu tiga kali : dari sebelum shalat fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah shalat ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah (tiga waktu) tersebut mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana

Kitab yang diwaqtukan

002,238 : haafizhuw ‘alaa shshalawaati wa shshalawaati lwusthaa wa quwmuw li llahhi qaanitiyna

Peliharalah atas (waktu) shalat – shalat dan (perhatikan) pertengahan (yang memisahkan) shalat – shalat dan berdirilah bagi allah qaanitiyna

Ayat ini memerintahkan untuk memperhatikan waktu, shalawaati lwusthaa merupakan pertengahan antara li duluwki sysyamsi dan –ilaa ghasaqi, yakni posisi tertinggi matahari sebagai pemisah dua taraf siang.

aqimi shshalaata

017,078 : -aqimi shshalawaata li duluwki sysyamsi –ilaa ghasaqi llayli wa qur-aana lfajri inna qur-aana lfajri kaana masyhhuwdan

dirikanlah shalat – shalat bagi tergelincir matahari, kepada senja malam dan (kepada) bacaan fajar, bahwa bacaan fajar adalah yang disaksikan

Tergelincir sampai saat ketika matahari di titik tertinggi (pertengahan siang), hingga saat ketika malam tiba, kemudian sampai awal cahaya pagi datang. Ia dihitung 3 waktu. Ia memberitahu kita untuk mendirikan shalat – shalat dalam sehari. Terlebih lagi ia memberitahu bahwa karena waktu pagi dan malam malaikat bertukar tugas pada awal pagi, shalat yang dilakukan pada saat fajar adalah yang disaksikan. Ayat ini juga mengatakan bahwa bacaan di dalam shalat adalah bacaan dari Al Quran.

011,114 : wa –aqimi shshalawaata tharafayi nnahhaari wa zulafan mmina llayli –inna lhasanaati yudzhhibna ssayyi-aati dzaalika dzikraa li dzdzaakiriyna

dan dirikan shalat – shalat (pada) dua taraf siang (pagi dan petang) dan (pada) bahagian permulaan dari malam, bahwa kebagusan akan menghapus keburukan, demikian ingatan bagi orang-orang yang ingat

Waktu dari shalat dalam sehari ditentukan oleh matahari. Ketika benang putih dan benang hitam terbedakan (saat bayangan berada di dalam bentuk terpanjang), pagi masuk. Setelah itu, bayangan memendek dan jatuh ke bagian bawah tiang. Di sini, ayat yang berkaitan berkata ‘jagalah … pertengahan shalat – shalat = haafizhuw … shshalawaati lwusthaa’. Ia tidak berkata –aqimi shshalawaata. Tidak ada pergantian (seperti 011,114 dan 017,078). Ia tidak memberitahu kalian untuk melakukan shalat di tengah siang dan berhati-hatilah. Sebaliknya, ada asal mula dari kata rata-rata, yakni tengah. Terdapat tengah = wusthaa yang kita kenal dengan baik. Sampai bayangan jatuh ke bagian bawah tiang, ini adalah satu tharaf dari siang.

Ketika bayangan melewati ke sisi lain dari tiang, ini adalah taraf berikutnya dari siang. Waktu berikutnya dari shalat dimulai. Panjang bayangan bawah yang sangat pendek pada tengah siang, memanjang dan ketika matahari terbenam ia memiliki bentuk yang terpanjang. Setelah beberapa waktu kalian tidak dapat membedakan antara benang putih dan benang hitam. Sebagai contoh kalian tidak dapat membaca buku. Ini artinya : malam datang. Sampai pagi hanya ada satu waktu bagi seluruh malam.

Pada waktu siang ada suatu tiang bayangan, tapi di sisi lain dari bumi dimana sedang malam tidak dapat ada suatu tiang dan bayangan. Sehingga kalian memperpanjang tiang ke sisi malam titik per titik. Kalian akan melihat bahwa malam juga dibagi menjadi dua. Satu sisi malam adalah untuk kewajiban yang mengikat dan yang lain adalah untuk yang satu (witir) yang kalian ingin lakukan sebanyak yang kalian sukai sesuai dengan ayat ‘bahwa mengembangkan (shalat) malam ia sangat terhubung dan berdiri bacaan (untuk khusyuk) 073,006’. Disini, ini merupakan interpretasi dari ayat Huud 011,114 yang berkata ‘bahagian permulaan dari malam’.

Shalat naafilahh di akhir malam

017,079 : wa mina llayli fa tahhajjad bi hhi naafilatan lla ka ‘asaa –an yab’atsa ka rabbu ka maqaaman mmahmuwdan

dan dari malam maka menginginlah dengan nya suatu keperluan bagi engkau (Muhammad) berharap supaya dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda

073,001-005 : yaa –ayyu hhaa lmuzzammilu, qumi llayla –illaa qaliylan, nnishfa hhu –awi nqush min hhu qaliylan, -aw zid ‘alay hhi wa rattili lqur-aana tartiylan, -innaa sanulqiy ‘alay ka qawlan tsaqiylan

Hai yang mana ia yang berselimut (Muhammad), dirikan (shalat) malam kecuali sedikit (dari akhir malam), seperduanya (malam pada musim semi dan malam pada musim gugur) atau kurangilah dari nya sedikit (malam pada musim panas), atau lebih atas nya (malam pada musim dingin) dan rattil al quran dengan irama teratur, bahwa akan kami bagi mengatakan atas engkau perkataan yang berat

073,020 : -inna rabba ka ya’lamu –anna ka taquwmu –adnayaa min tsulutsayi llayli wa nishfa hhu wa tsulutsa hhu wa thaa-ifatun mmina lladziyna ma’a ka wa llahhu yuqaddiru llayla wa nnahhaara ‘alima –an llan tuhshuw hhu fa taaba ‘alay kum fa qra-uw maa tayassara mina lqur-aani ‘alima –an sayakuwnu min kum mmardhaa wa –aakharuwna yadhribuwna fiy l-ardhi yabtaghuwna min fadhli llahhi wa –aakharuwna yuqaatiluwna fiy sabiyli llahhi fa qra-uw maa tayassara min hhu wa –aqiymuw shshalaata wa –aatuw zzakaata wa –aqridhuw llahha qardhan hasanan wa maa tuqaddimuw li –anfusi kum mmin khayrin tajiduw hhu ‘inda llahhi hhuwa khayran wa -a’zhama ajran wa staghfiruw llahha –inna llahha ghafuwrun rrahiymun

bahwa rabb engkau (Muhammad) akan mengetahui bahwa engkau mendirikan (shalat) rendah dari dua pertiga malam (16 jam pada musim dingin), dan seperdua nya (12 jam pada musim semi dan 12 jam pada musim gugur) dan sepertiga nya (8 jam pada musim panas) dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang beserta engkau, dan allah akan mengkuasakan (ukuran) malam dan siang, mengetahui bahwa (kamu) tidak akan (dapat) membatasi nya, maka keringanan atas kamu, maka bacalah apa yang memudahkan dari Al Quran, mengetahui bahwa akan ada dari kamu yang sakit dan yang akhir (dari kamu) akan tampil di dalam bumi yang akan mencari dari kelebihan (yang dipersiapkan) allah, dan yang akhir (dari kamu) akan berperang di dalam jalan allah, maka bacalah apa yang memudahkan dari nya dan dirikan shalat dan berikan pengembangan dan pinjaman (kepada) allah pinjaman yang bagus, dan apa yang telah ada bagi diri kamu dari kebaikan mendapati nya di lantai allah, dia lebih baik dan –a’zham (sebagai) upah, dan mengampunlah (kepada) allah, bahwa allah pengampun yang teliti

3 waktu adalah kewajiban yang mengikat, keharusan. Tetapi ketika diberitahu jika mereka membaca ‘ayat – ayat allah pada beberapa saat di malam hari dan mereka bersujud 003,113’, hal ini bukan keharusan, tapi keinginan. Kalian bebas untuk memenuhinya atau tidak.

003,113 : laysuw sawaa-an mmin –ahli lkitaabi –ummatun qaa-imatun yatluwna –aayaati llahhi -aanaa-a llayli wa hhum yasjuduwna

Tidak semua mereka sama dari ahli kitab ada ummat yang berdiri, akan dibacakan ayat – ayat allah pada beberapa saat di malam hari dan mereka bersujud

Tetapi ketika ‘–aqimi’ tidak diucapkan, ini bukan shalat – shalat dalam sehari. Ini berarti shallawa.

Shallawa atas nabi : shallallahhu ‘alayhhi wa sallam

033,056 : inna llahha wa malaa-ikata hhu yushalluwna ‘alaa nnabiyyi yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw shalluw ‘alay hhi wa sallimuw tasliyman

bahwa allah dan malaikatnya akan bershallawa atas nabi, hai yang mana ia orang-orang yang beriman (berilah) penghormatan atas nya dan (ucapkanlah) salam yang mensejahterakan

004,065 : fa laa wa rabbi ka laa yu-minuwna hattaa yuhakkimuw ka fiy maa syajara bayna hhum tsumma laa yajiduw fiy –anfusi hhim harajan mmimmaa qadhayta wa yusallimuw tasliyman

maka tidak, dan (demi) rabb engkau, (mereka) tidak akan beriman hingga (menjadikan) hakim engkau di dalam apa pohon (perselisihan) di antara mereka kemudian tidak akan mendapati di dalam diri mereka keberatan dari apa yang ditentukan dan akan (mengucapkan) salam yang mensejahterakan

Shallawa untuk mu-miniyn

033,043 : hhuwa lladziy yushalliy ‘alay kum wa malaa-ikatu hhu li yukhrija kum mmina zhzhulumaati ilaa nnuwri wa kaana bi lmu-miniyna rahiyman

dia yang akan bershallawa atas kamu dan malaikat nya bagi akan mengeluarkan kamu dari zhuluma kepada nuwr dan adalah dengan orang-orang yang beriman maha penyayang

009,103 : khudz min –amwaali hhim shadaqatan tuthahhhhiru hum wa tuzakkiy hhim bi hhaa wa shalli ‘alay hhim –inna shalaata ka sakanun lla hhum wa llahhu samiy’un ‘aliymun

ambil dari harta mereka shadaqah, membersihkan mereka dan mengembangkan mereka dengan nya, dan penghormatan atas mereka, bahwa penghormatan engkau ketenangan bagi mereka, dan allah maha mendengar lagi maha mengetahui

Jangan berdiri dan melaksanakan shalat rutin harian di belakang pemimpin shalat yang melaksanakan tugasnya untuk uang.

009,034 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw –inna katsiyran mmina l-ahbaari wa rruhhbaani la ya-kuluwna –amwaala nnaasi bi lbaathili wa yashudduwna ‘an sabiyli llahhi wa lladziyna yaknizuwna dzdzahhaba wa lfidhdhata wa laa yunfiquwna hhaa fiy sabiyli llahhi fa basysyir hhum bi ‘adzaabin -aliymin

hai yang mana ia orang – orang yang beriman bahwa banyak dari –ahbaar dan rahhib bagi akan memakan harta manusia dengan bathil dan akan menghalangi dari jalan allah dan orang-orang yang akan menyimpan emas dan perak dan tidak akan menyalurkan nya di dalam jalan allah maka beritahukanlah mereka dengan siksa yang pedih

Thahara masjid dari mazhab yang memecahbelah mukmin

009,107-108 : wa lladziyna ttakhadzuw masjidan dhiraaran wa kufran wa tafriyqan bayna lmu-miniyna wa –irshaadan lli man haaraba llahha wa rasuwla hhu min qablu wa la yahlifunna –in –aradnaa –illaa lhusnaa wa llahhu yasyhhadu –inna hhum la kaadzibuwna, laa taqum fiy hhi –abadan lla masjidun –ussisa ‘alaa ttaqwaa min –awwali yawmin –ahaqqu –an taquwma fiy hhi fiy hhi rijaalun yuhibbuwna –an yatathahhhharuw wa llahhu yuhibbu lmuththahhhhiriyna

Dan orang-orang yang mengambil masjid (untuk) kemudharatan dan kekafiran dan memecah antara orang-orang yang beriman dan mempersiapkan bagi orang yang menghadapi Allah dan Rasul-Nya dari sebelumnya, dan bagi akan bersumpah jika menghendaki kecuali kebagusan, dan Allah akan menyaksikan bahwa mereka bagi orang – orang yang dusta. Jangan mendirikan (shalat) di dalamnya selama-lamanya, bagi masjid yang dasarnya atas taqwa dari awwal hari lebih haqq supaya mendirikan di dalamnya (untuk shalat), di dalamnya akan ada laki – laki yang mencintai supaya membersihkan diri, dan Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri

Posted in al quran, haniif, Science | 48 Comments »