Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Archive for Februari, 2010

GraceLand3

Posted by qarrobin pada Februari 3, 2010

Kerusakan awwal yang diperbuat bani israil

017,004 : wa qadhaynaa ilaa banii israa-iila fii lkitaabi la tufsidunna fiil ardhi marratayni wa la ta’lunna ‘uluwwan kabiiran

Dan kami tetapkan kepada bani israil di dalam kitab bagi (membuat) kerusakan di dalam bumi dua simetris dan bagi menyatakan kekerasan yang mencolok

017,005 : fa idzaa jaa-a wa’du uulaa humaa ba’ats naa ‘alay kum ‘ibaadan lla naa uulii ba-sin syadiidin fa jaasuu khilaala ddiyaari wa kaana wa’dan mmaf’uulan

Maka bila datang janji awal (dari) keduanya, kami bangkitkan (assyria dan babylonia) atas kamu hamba-hamba bagi kami yang mempunyai keburukan yang dahsyat, maka mendatangi celah kota dan adalah janji yang diperbuat

Assiyria dan Babylonia yang keduanya adalah kaum paganis yang zhalim, telah menghancurkan dua kerajaan besar bangsa Yahudi masa lampau tersebut, yaitu Kerajaan Israel yang terletak di utara, dan Kerajaan Judea di Kanaan yang terletak di selatan. Dimulai oleh bangsa Mesir kuno lewat jalan Sinai tetapi tidak sampai menghancurkan kerajaannya, kemudian bangsa Assyria, lalu bangsa Kaledonia, dan yang terakhir adalah bangsa Babylonia. Negeri-negeri tersebut terletak di antara dua sungai di Irak. Kaledonia, Babylonia, dan Assyria adalah penduduk Irak Kuno.

Assyria yang dipimpin Sargon II menyerbu ibukota kerajaan Israel yaitu Samaria di tahun 722 SM, dan Babylonia pada masa Nebukadnezar II mengepung Yerussalem pada tahun  597 SM. Hingga tahun 586 SM, kota Yerussalem secara sistematis hancur dan juga kehancuran Haikal Sulaiman yang pertama yang disebut hari Tisha B Av. Hari itu bertepatan pula dengan kehancuran kedua Haikal Sulaiman oleh Titus, seorang kaisar Romawi, pada tahun 70 M. Dan pada hari yang sama di tahun 1942 M, kaum Yahudi terusir dari Spanyol. Babylonia adalah kota di Irak yang terletak di pusat wilayahnya, tepatnya sebelah selatan kota Baghdad. Sementara Assyria terletak di utara kota itu.

017,006 : tsumma radad naa la kumu lkarrata ‘alay him wa amdad naa kum bi amwaalin wa baniina wa ja’al naa kum aktsara nafiiran

Kemudian kami gemakan bagi kamu giliran atas mereka (Iraq) dan kami regangkan kamu dengan harta dan penduduk dan kami jadikan kamu banyak suara

Pada perang 6 hari tahun 1967 negara Israel mengambil Gurun Sinai di tepi barat, Jalur Gaza, namun mereka belum mampu menghancurkan pemerintahan Mesir. Sedangkan Irak yang menghancurkan Kerajaan Israel maupun Kerajaan Judea dahulunya, kelak akan dihancurkan melalui dua tahapan, sebagaimana yang diperbuat oleh bangsa Irak terhadap Yahudi dahulu. Dan itulah yang terjadi pada perang Teluk I pada 2 agustus 1990 atau 11 muharram 1411 H, ketika Irak menginvasi Kuwait. Amerika Serikat melalui PBB mengembargo Irak selama 12 tahun. Maka masuklah tahapan kedua penghancuran Irak pada 9 april 2003 atau 1424 H. ketika manusia sedang melakukan wuquf di ‘arafah, pemimpin Irak Saddam Hussein meninggal pada 30 Desember 2006 (Sabtu 9 Dzulhijjah 1427).

Sejak tahun 1914 penduduk yahudi di palestina mengalami peningkatan, selain itu bani israil banyak mendapat bantuan dana dan didukung banyak suara dari sekutu mereka.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Imam Mahdi, Science, Sejarah Islam, Time Travelling | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

GraceLand2

Posted by qarrobin pada Februari 1, 2010

Nomad dan Pangeran (Lord)

Ishaq, sebagai anak kedua, mewarisi tenda Ibrahim dan menjadi seperti ayahnya, seorang nomad yang hidup di tenda-tenda, bahwa untuk kaumnya dijanjikan Tanah Kanaan dan dengan sebenarnya telah diduduki mereka dibawah Josua setelah Exodus Musa dan bani Israel dari Mesir.

Sementara Ismail, sebagai anak pertama, menggantikan Ibrahim di kursi kepemimpinan, sebagai Pangeran yang menaklukkan dan menduduki selamanya semua wilayah yang membentang dari sungai Nil ke sungai Efrat yang didiami oleh kira-kira sepuluh bangsa yang berbeda (Genesis xvii, 18-21). Tanah itu tidak pernah ditundukkan oleh keturunan Ishaq, tetapi oleh keturunan Ismail.

Sebagaimana Jenghiz Khan penakluk agung dari Mongol digantikan oleh Oghtai, anak laki-lakinya yang tertua, yang memerintah di Pekin sebagai Khaqan, tetapi anak laki-lakinya yang termuda tetap tinggal bersama perapian ayahnya di Qaraqorum di Mongolia.

Ismail dikirim ke Hijaz untuk menjaga Rumah Tuhan yang bersama dengan Ibrahim telah dibangunnya. Di sinilah beliau menetap, menjadi Nabi dan Pangeran di antara suku-suku bangsa Arab yang mempercayainya. Di Mekkah atau Bakkah itulah Ka’bah menjadi pusat dari ibadah yang disebut haji. Dari sejak saat awal Nabi Ismail hingga kebangkitan Al mushthafa, orang-orang Arab dari Hijaz, Yaman dan lain-lainnya adalah orang-orang merdeka dan tuan di negerinya sendiri. Kerajaan Roma dan Persia tidak berdaya untuk menaklukkan bangsa Ismail.

Bahkan Esau, anak tertua Ishaq, meninggalkan perapian ayahnya karena saudara laki-lakinya Yakub sebagai anak termuda Ishaq mewarisi tenda ayahnya. Esau menetap di Edom, di mana dia menjadi Pangeran dari orang-orangnya dan segera bercampur baur dengan orang-orang Arab Ismail yang adalah baik sebagai pamannya maupun mertuanya. Ceritera tentang Esau menjual hak berdasarkan kelahirannya kepada Yakub untuk ditukar dengan sepiring pottage adalah tipu daya yang dicantumkan untuk membenarkan perlakuan buruk terhadap Ismail. Dituduhkan bahwa “Tuhan membenci Esau dan mencintai Yakub ketika kembar dua ini masih dalam kandungan ibunya; dan bahwa “saudara yang lebih tua akan melayani adiknya” (Genesis xxv. Romawi ix.12-13). Namun aneh untuk mengatakannya, tulisan lain mungkin dari sumber lain, menunjukkan bahwa masalah itu justru adalah kebalikan dari ramalan itu. Karena dalam pasal 33 Genesis jelas mengakui bahwa Yakub melayani Esau, di hadapannya Yakub sujud tujuh kali dan mengatakan: “Tuanku” dan menyatakan dirinya sebagai “budakmu”.

Dicatat juga dalam Injil bahwa Ibrahim mempunyai beberapa anak laki-laki lainnya dari Keturah dan selir-selir, kepada siapa beliau memberikan hadiah atau pemberian dan mengirimkannya ke Timur. Semua ini menjadi suku bangsa yang besar dan kuat. Dua belas anak laki-laki Ismail disebutkan namanya dan di gambarkan masing-masing menjadi pangeran dengan kota dan kelompoknya atau tentaranya sendiri-sendiri (Genesis xxv.). Demikian pula anak-anak Keturah, dan lain-lainnya, dan begitu juga keturunan Esau disebutkan nama-namanya.

Bila kita perhatikan jumlah keluarga Yakub ketika dia pergi ke Mesir yang hampir tidak melebihi tujuh puluh orang, dan ketika dia disambut oleh Esau dengan kawalan sebanyak empat ratus pasukan berkuda yang bersenjata, dan suku-suku bangsa Arab yang kuat di bawah dua belas Amir dari keluarga Ismail, dan ketika Utusan Allah al mushthafa memproklamirkan Peradaban Islam, semua suku bangsa Arab secara serempak menyambutnya dan menerima kerajaanNya dan menyerahkan seluruh tanah yang dijanjikan kepada keturunan Millah Ibrahim.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Islam | 10 Comments »