Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

GraceLand2

Posted by qarrobin pada Februari 1, 2010

Nomad dan Pangeran (Lord)

Ishaq, sebagai anak kedua, mewarisi tenda Ibrahim dan menjadi seperti ayahnya, seorang nomad yang hidup di tenda-tenda, bahwa untuk kaumnya dijanjikan Tanah Kanaan dan dengan sebenarnya telah diduduki mereka dibawah Josua setelah Exodus Musa dan bani Israel dari Mesir.

Sementara Ismail, sebagai anak pertama, menggantikan Ibrahim di kursi kepemimpinan, sebagai Pangeran yang menaklukkan dan menduduki selamanya semua wilayah yang membentang dari sungai Nil ke sungai Efrat yang didiami oleh kira-kira sepuluh bangsa yang berbeda (Genesis xvii, 18-21). Tanah itu tidak pernah ditundukkan oleh keturunan Ishaq, tetapi oleh keturunan Ismail.

Sebagaimana Jenghiz Khan penakluk agung dari Mongol digantikan oleh Oghtai, anak laki-lakinya yang tertua, yang memerintah di Pekin sebagai Khaqan, tetapi anak laki-lakinya yang termuda tetap tinggal bersama perapian ayahnya di Qaraqorum di Mongolia.

Ismail dikirim ke Hijaz untuk menjaga Rumah Tuhan yang bersama dengan Ibrahim telah dibangunnya. Di sinilah beliau menetap, menjadi Nabi dan Pangeran di antara suku-suku bangsa Arab yang mempercayainya. Di Mekkah atau Bakkah itulah Ka’bah menjadi pusat dari ibadah yang disebut haji. Dari sejak saat awal Nabi Ismail hingga kebangkitan Al mushthafa, orang-orang Arab dari Hijaz, Yaman dan lain-lainnya adalah orang-orang merdeka dan tuan di negerinya sendiri. Kerajaan Roma dan Persia tidak berdaya untuk menaklukkan bangsa Ismail.

Bahkan Esau, anak tertua Ishaq, meninggalkan perapian ayahnya karena saudara laki-lakinya Yakub sebagai anak termuda Ishaq mewarisi tenda ayahnya. Esau menetap di Edom, di mana dia menjadi Pangeran dari orang-orangnya dan segera bercampur baur dengan orang-orang Arab Ismail yang adalah baik sebagai pamannya maupun mertuanya. Ceritera tentang Esau menjual hak berdasarkan kelahirannya kepada Yakub untuk ditukar dengan sepiring pottage adalah tipu daya yang dicantumkan untuk membenarkan perlakuan buruk terhadap Ismail. Dituduhkan bahwa “Tuhan membenci Esau dan mencintai Yakub ketika kembar dua ini masih dalam kandungan ibunya; dan bahwa “saudara yang lebih tua akan melayani adiknya” (Genesis xxv. Romawi ix.12-13). Namun aneh untuk mengatakannya, tulisan lain mungkin dari sumber lain, menunjukkan bahwa masalah itu justru adalah kebalikan dari ramalan itu. Karena dalam pasal 33 Genesis jelas mengakui bahwa Yakub melayani Esau, di hadapannya Yakub sujud tujuh kali dan mengatakan: “Tuanku” dan menyatakan dirinya sebagai “budakmu”.

Dicatat juga dalam Injil bahwa Ibrahim mempunyai beberapa anak laki-laki lainnya dari Keturah dan selir-selir, kepada siapa beliau memberikan hadiah atau pemberian dan mengirimkannya ke Timur. Semua ini menjadi suku bangsa yang besar dan kuat. Dua belas anak laki-laki Ismail disebutkan namanya dan di gambarkan masing-masing menjadi pangeran dengan kota dan kelompoknya atau tentaranya sendiri-sendiri (Genesis xxv.). Demikian pula anak-anak Keturah, dan lain-lainnya, dan begitu juga keturunan Esau disebutkan nama-namanya.

Bila kita perhatikan jumlah keluarga Yakub ketika dia pergi ke Mesir yang hampir tidak melebihi tujuh puluh orang, dan ketika dia disambut oleh Esau dengan kawalan sebanyak empat ratus pasukan berkuda yang bersenjata, dan suku-suku bangsa Arab yang kuat di bawah dua belas Amir dari keluarga Ismail, dan ketika Utusan Allah al mushthafa memproklamirkan Peradaban Islam, semua suku bangsa Arab secara serempak menyambutnya dan menerima kerajaanNya dan menyerahkan seluruh tanah yang dijanjikan kepada keturunan Millah Ibrahim.

Shafa dan Al mushthafa

Ishaq dan kaumnya menjalani kehidupan sebagai nomad dan penggembala, mereka tidak memiliki habitat yang tetap untuk mendirikan rumah yang khusus ditujukan untuk pemujaan Tuhan, biasanya mereka mendirikan sebuah batu di sekitar mana mereka biasa melakukan ritual haji, yaitu mengelilingi batu itu tujuh kali dalam bentuk lingkaran tarian (thawaf). Tawrat (Perjanjian) mempergunakan kata hagag ini jika memerintahkan untuk melaksanakan upacara festival ini. Kata itu menandakan untuk mengitari sebuah bangunan atau altar atau sebuah batu dengan cara berlari mengelilinginya dengan langkah teratur dan terlatih dengan tujuan melaksanakan perayaan agama dengan bergembira dan nyanyian (do’a).

Ketika Yakub dalam perjalanan menuju Padan Aram dan melihat visi tangga (ma’aarij) yang indah itu beliau mendirikan sebuah batu disitu, ke atas mana beliau menuangkan minyak dan menyebutnya Bethel (Rumah Tuhan), dan dua puluh tahun kemudian beliau mengunjungi batu itu kembali, ke atas mana beliau menuangkan minyak dan anggur asli, seperti tertulis dalam Genesis xxviii 10-22, xxxv. Sebuah batu istimewa didirikan sebagai monumen oleh Yakub dan ayah mertuanya di atas setumpuk batu dan menyebutnya Gal’ead dalam bahasa Ibrani, dan Yaghar sahdutha by Laban dalam bahasa Aramia, yang berarti sejumlah kesaksian. Namun nama yang pantas yang mereka berikan pada batu yang didirikan itu ialah Mishfa (Genesis xxxi 45-55).

Mishfa ini kemudian menjadi tempat pemujaan yang sangat penting, dan pusat dari pertemuan nasional dalam sejarah bangsa Israel. Di sinilah Naphthah, seorang pahlawan Yahudi, bersumpah “di hadapan Tuhan” dan setelah mengalahkan bangsa Ammonit, dia diceriterakan sebagai telah mengorbankan anak perempuan satu-satunya sebagai korban bakaran (Hakim-Hakim xi). Di Mishfa itulah bahwa empat ratus ribu orang bersenjata dari sebelas suku bangsa Israel berkumpul dan “bersumpah di hadapan Tuhan” untuk memusnahkan suku bangsa Benjamin untuk kejahatan yang dibenci yang telah dilakukan oleh seorang bangsa Benjamin dari Geba’ dan berhasil (Hakim-Hakim xx. xxi.).

Nabi Samuel mengundang semua orang ke Mishfa di mana mereka “bersumpah di hadapan Tuhan” untuk menghancurkan semua patung dan gambar mereka, dan kemudian diselamatkan dari tangan orang Filistin (1 Samuel vii). Di sinilah orang berkumpul dan Saul (Thalut) dinobatkan jadi Raja atas orang Israel (1 Samuel x). Dengan singkat, setiap masalah nasional yang penting diputuskan di Mishfa atau di Bethel. Tampaknya kuil ini dibangun di atas tempat yang tinggi atau tempat yang ditinggikan, sering disebut Ramoth (al a’raaf), yang berarti “tempat yang tinggi”. Bahkan setelah Kuil Sulaiman yang indah dibangun, Mishfa tetap sangat dihormati. tetapi seperti halnya Ka’ba di Mekkah, Mishfa ini sering diisi dengan patung dan gambar-gambar. Sesudah penghancuran Jeruzalem dan Kuil oleh orang Kaldea, Mishfa itu masih tetap memiliki sifat sucinya hingga masa kaum Makabi selama pemerintah Raja Antiochus.

Mishfa biasanya diterjemahkan sebagai menara pengawas (buruwj). Kata ini termasuk kata benda dalam bahasa Semit yang mengambil nama mereka dari benda yang dibungkus atau dicakupnya. Mishfa adalah tempat atau bangunan yang mengambil namanya dari shafa, kata bahasa kuno untuk “batu”. Kata biasa untuk batu dalam bahasa Ibrani ialah “iben”, dan dalam bahasa Arab “hajar”. Dalam bahasa Syria batu adalah “kipa”.Tetapi shafa tampaknya menjadi bahasa yang umum bagi mereka semua untuk suatu obyek atau pribadi tertentu bila itu dianggapnya sebagai “batu”. Dari hal ini maka Mishfa berarti lokal atau tempat di mana shafa atau batu itu terletak dan terpasang. Nama Mishfa ini diberikan kepada batu yang didirikan di atas tumpukan balok batu, di situ tidak ada bangunan yang mengitarinya. Itu adalah spot atau tempat di mana shafa itu terletak, dan itu disebut Mishfa.

Ketika Isa al masih memberikan nama panggilan kepada pengikut pertamanya Simon dengan gelar Kipha (dalam bahasa Aramia), pastilah dalam benak beliau tersirat shafa yang kuno dan suci yang telah lama hilang. Dalam teks Yunani dituliskan Kephas (Yohanes i 42). Karena itu bila Sham’un itu adalah Shafa, gereja yang akan dibagun di atasnya tentulah menjadi Mishfa. Shafa berarti “mensucikan”, “memperhatikan, menatap dari kejauhan, dan memilih”. Shafa juga mempunyai arti “bersikap tegas dan mantap”, “membuat pilihan, menyebabkan untuk memilih”.

Seseorang yang memandang dari sebuah menara disebut Shufi (2 Raja-Raja ix 17). Di zaman dulu sebelum kuil Sulaiman dibangun, Nabi atau “Orang (nya) Tuhan” disebut Roi atau Hozi yang berarti “penglihat” (1 Samuel ix. 9). Tentu saja para sarjana Ibrani sangat mengenal dengan kata Msaphphi, yang merupakan kesamaan dalam ortografi bahasa Arab mushaffi, yang berarti: “seorang yang berusaha untuk memilih yang murni, mantap dan tegas,” dsb. Asal mulanya Mishfa hanyalah sebuah kuil sederhana pada suatu tempat tinggi yang terpisah di Gal’ead di mana Shufi dengan keluarganya atau pembantu-pembantunya biasa bertempat tinggal. Setelah penaklukan dan pendudukan tanah Kanaan oleh Israel, jumlah Mishfa itu meningkat dan segera saja Mishfa itu menjadi pusat keagamaan yang besar dan berkembang menjadi lembaga pelajaran dan konfraternitas. Mereka memiliki sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan Mishfa di mana diajarkan Hukum Musa, agama,sastra Ibrani dan cabang-cabang ilmu pengetahuan lainnya. Namun di atas kegiatan pendidikan ini, Shufi adalah kepala tertinggi dari mayarakat pemula yang biasa dia beri perintah dan ajar tentang agama yang esoterik dan mistik yang kita ketahui disebut Sophia.

Sesungguhnyalah apa yang kita sebut kini dengan Shufi pada waktu itu disebut nbiyim atau “prophets” (nabi), dan apa yang disebut takkas, zikr atau seruan do’a, mereka sebut dengan “prophesying” (nubuah). Pada zaman Nabi Samuel yang juga sebagai kepala negara dan lembaga Mishfa, para pengikut dan pemula itu menjadi sangat banyak; dan ketika Saul diminyaki (upacara keagamaan) dan dimahkotai sebagai raja, dia ikut zikr atau kegiatan keagamaan menyeru do’a bersama dengan para pemula dan diumumkan dimana-mana: “Perhatikanlah, Saul juga ada di antara para Nabi.” Dan ungkapan ini menjadi peribahasa; karena dia juga ikut “prohesying” dengan kelompok para nabi itu (1Samuel x. 9-13).

Pershufian di antara orang-orang Ibrani berlanjut terus menjadi konfraternitas keagamaan yang esoterik di bawah kekuasaan Nabi waktu itu hingga wafatnya raja Sulaiman. Sesudah kerajaan pecah menjadi dua bagian, ternyata perpecahan besar terjadi juga di antara para shufi. Di zaman Nabi Ilyas kira-kira 900 tahun sebelum Isa, dikatakan kepada kita bahwa beliau adalah satu-satunya Nabi yang sejati yang masih tertinggal dan bahwa semua yang lainnya telah tewas terbunuh; dan ada delapan ratus lima puluh nabi Baal dan Ishra yang ikut “makan di meja Ratu Izabel” (1 Raja-Raja xviii. 19). Namun hanya beberapa tahun kemudian, pengikut Nabi Ilyas dan penggantinya Nabi Elisha, telah disambut di Bethel dan Jericho oleh puluhan “anak-anak Nabi” yang meramalkan kenaikan nabi Ilyas dalam waktu dekat (2 Raja-raja ii).

Apapun posisi sesungguhnya para Shufi Ibrani sesudah terjadinya perpecahan besar agama dan bangsa, satu hal adalah pasti, yaitu bahwa pengetahun sejati tentang Tuhan dan ilmu pengetahuan agama yang esoterik tetap terpelihara hingga kedatangan Isa al masih, yang membangun masyarakat pemulanya di dalam “kalangan dalam agama” (Inner Religion) atas Simon the Kipha, dan bahwa para Shufi sejati atau para pengawas, penglihat atau pengamat dari Mishfa Nashrani melestarikan pengetahuan itu dan mengawasinya hingga kedatangan Pilihan Allah, Nabi Muhammad al-Mushthafa – atau Mustaphi dalam bahasa Ibrani.

Mishfa adalah filter di mana semua data dan orang disaring dan diteliti oleh para Mushaffi (bahasa Ibrani Mosaphphi) seperti halnya oleh colander (saringan, karena itulah arti kata itu); sehingga yang asli dibedakan dengan dan dipisahkan dari yang palsu, dan yang murni dari tidak murni; walaupun abad telah silih berganti, banyak sekali Nabi-Nabi datang dan pergi, namun Mustapha, Seorang Yang Terpilih, tidak muncul. Kemudian datang Isa yang suci; tetapi dia ditolak dan di siksa, karena di Israel tidak ada lagi Mishfa yang resmi yang pasti telah akan mengenali dan mengumumkannya sebagai Utusan Tuhan yang sejati yang dikirimkanNya untuk membawa kesaksian atas Mustapha yang adalah Nabi Terakhir yang akan datang sesudahnya.

“Dewan Agung Sinagog” telah berkumpul dan dilembagakan oleh Ezra dan Nehemiah, di mana “Simeon Yang Adil” adalah anggota terakhirnya (310 S.M.), digantikan oleh Pengadilan Adi Jeruzalem (Supreme Tribunal of Jeruzalem) yang disebut : “Sahedrin”; tetapi Dewan yang kemudian itu yang diketuai oleh seorang “Nassi” atau “Pangeran”, menghukum mati Isa karena Dewan itu tidak mengakui Isa dan sifat dari misi sucinya. Namun beberapa Shufi mengenali Isa dan mempercayai misi kenabiannya; namun sejumlah orang menyalah fahaminya sebagai Mustapha atau Utusan Allah yang “terpilih”, dan menangkap dan mengakuinya sebagai raja, tetapi beliau lenyap dan menghilang dari antara mereka. Beliau bukanlah Mustapha, jika bukan maka tidaklah masuk akal untuk menjadikan Simon sebagai Shafa dan gerejanya sebagai Mishfa; karena fungsi dan tugas dari Mishfa adalah untuk mengamati dan mencari tahu Utusan Terakhir, agar bila dia datang dapat diumumkan sebagai Orang Yang Dipilih dan Ditetapkan – Mustapha. Jika Isa itu Mustapha maka tidak perlu lagi ada lembaga Mishfa.

GraceLand2 diberikan kepada Rasul Allah Muhammad saw

Isa berkata bahwa Nabi yang Dijanjikan bukan berasal dari keturunan Dawud. Karena Isa adalah keturunan Dawud, maka tidak mungkin orang yang dipanggil Dawud sebagai Tuanku adalah keturunannya, bahkan Yakub meramalkan bahwa Tongkat Kerajaan dan Pemberi Hukum akan berpindah ke tangan Rasul Allah. Pemiliknya tidak mungkin Isa, karena Isa adalah keturunan Dawud. Isa bahkan tidak menjadi kepala pemerintahan sebagaimana Musa tidak memimpin pemerintahan. Setelah kematian Sulaiman, dalam ramalan Nabi Daniel, Bani Israel akan dijajah oleh Babilonia, Persia, Yunani dan 10 Kaisar Romawi yang kejam. Karna Isa masih berada dibawah penjajahan Romawi dalam ramalan Nabi Daniel, maka Isa tidak mendirikan kerajaan Dawud, Jeruzalem ke-2. Bahkan Kaisar Romawi ke-11 (masih dalam ramalan Nabi Daniel) merusak ajaran Isa, dan Muhammad saw lah yang memurnikannya kembali.

017,004 : wa qadhaynaa ilaa banii israa-iila fii lkitaabi la tufsidunna fiil ardhi marratayni wa la ta’lunna ‘uluwwan kabiiran

Dan kami tetapkan kepada bani israil di dalam kitab bagi (membuat) kerusakan di dalam bumi dua kali dan bagi menyatakan kekerasan yang hebat.

Ayat ini menceritakan tentang bani Israil yang berbuat kerusakan dua kali, namun ayat ini bukan menceritakan berdirinya Jeruzalem dua kali. GraceLand2 diberikan kepada Rasul Allah Muhammad saw. Setelah 1400 tahun Hijriyah, Pada QS 017,006-007 Bani Israel akan mendapatkan giliran mengalahkan Babilonia yang dahulu pernah menghancurkan Jeruzalem, dan Bani Israel membuat kerusakan di bumi untuk kedua kalinya, dan Allah akan membangkitkan GraceLand3.

To be continued…

Iklan

10 Tanggapan to “GraceLand2”

  1. Fitri said

    Okey pertamax.

    Tapi baca dulu ah.

  2. zulhaq said

    alhamdulillah, bisa berteduh dalam kesejukan imani disini 🙂

  3. Robinson A Sihotang said

    @ Qarrobin

    Ceritera tentang Esau menjual hak berdasarkan kelahirannya kepada Yakub untuk ditukar dengan sepiring pottage adalah tipu daya yang dicantumkan untuk membenarkan perlakuan buruk terhadap Ismail. Dituduhkan bahwa “Tuhan membenci Esau dan mencintai Yakub ketika kembar dua ini masih dalam kandungan ibunya; dan bahwa “saudara yang lebih tua akan melayani adiknya” (Genesis xxv. Romawi ix.12-13).
    .
    .

    hehehe..
    Ternyata cerita Esau menukar hak kesulungannya kpd Yakub ganti bubur merah itu adalah tipu daya toh ?? hhmm, saya baru tahu ?
    Yang ingin saya tanyakan bagaimana cerita sebenarnya dan bagaimana cerita itu dapat berhubungan dgn perlakuan buruk kpd kaum bani Ismail pdhal anda tahu Yakub dan Esau keduanya adalah anak Ishak ..?

    Salam

    • qarrobin said

      @Sihotang

      Cerita ini saya dapatkan dari Prof. David Benjamin Keldani
      beliau tidak menjelaskan, hubungannya sepertinya di “saudara yang lebih tua akan melayani adiknya” (Genesis xxv. Romawi ix.12-13).

      Maaf jika tidak berkenan, atau mungkin Sihotang punya perspektif yang berbeda, silahkan dituliskan disini

      • Robinson A Sihotang said

        @ Qarrobin

        Kalau berkenan atau tidak itu tergantung dari persepektif penerimaan kita akan cerita tsb. Hanya cerita tsb jikalau sesuai dgn yg saya imanin adalah spt yg saya baca pd kitab Musa sbg berikut :

        ( Kej 25:29-34 ) Versi Indonesia
        ( Genesis 25:29-34 ) Versi Engglish
        Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
        Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
        Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
        Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
        Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
        Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
        .

        Tunjauan dari Prof David Benjamin itu adalah sbb :
        Inilah yg diperbuat Yakub ketika dia menawarkan hak kesulungan abangnya yg ternyata dipandang rendah oleh Esau yg adalah saudaranya pertama.
        Dikemudian hari Yakub ( Bani Israel) menjadi diberkatin oleh ayahnya Ishak yg akan menjadi bangsa besar menurut tinjauan hak kesulungan itu. Jadi dalam tradisi hukum Israel bahwa Anak Sulung adalah anak yg yg menjadi milik kepunyaan Allah sendiri. Ini bukan disengaja tetapi sudah menjadi rencana Allah ketika dalam mimpi ibu mereka Ribka bhw anak kembar mereka dimana yg lahir terlebih dahulu akan menjadi hamba bagi yg lahir belakangan. Artinya walau Esau lahir terlebih dahulu tetapi yg terbesar dan yg menjadi bangsa pilihan Allah adalah adik Esau yakni Yakub.

        Semoga mendapat pencerahan

  4. refa said

    Disalin dulu ah, bacanya sambil offline sambil mikir-mikir.
    Thanks qarrobin.

  5. rY32Kerry said

    The comparison essay writing accomplished by writing services should be a proper solution for people, which do not have time for essays research papers composing.

  6. Nauffal said

    salam,, semoga Allah SWT selalu membimbing kita,, dan menjadikan kita sebagai umat yg slalu berserah diri kpd Nya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: