Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Mut’ah = Perlengkapan

Posted by qarrobin pada Juni 2, 2010

004,102 : wa idzaa kunta fiihim fa aqamta lahumu shshalaata fa ltaqum thaa-ifatun minhum mma’aka wal ya-khudzuu aslihatahum fa idzaa sajaduu fal yakuunuu min waraa-ikum wa lta-ti thaa-ifatun ukhraa lam yushalluu fal yushalluu ma’aka wal ya-khudzuu hidzrahum wa aslihatahum wa dda lladziina kafaruu lau taghfuluuna ‘an aslihatikum wa amti’atikum fa yamiiluuna ‘alaykum mmaylatan waahidatan wa laa junaaha ‘alaykum in kaana bi kum adzan mmin mmatharin aw kuntum mardhaa antadha’uu aslihatakum wa khudzuu hidzrakum inna llaha a’adda li lkaafiriina ‘adzaaban mmuhiinan

dan bila adalah kamu di dalam mereka, maka berdiri kamu bagi mereka (untuk memimpin mereka dalam) shalat, maka bagi kamu mendirikan suatu putaran dari mereka beserta engkau, dan bagi mengambil senjata mereka (melindungi giliran pertama), maka bila (kamu sebagai putaran pertama) sujud (1 rakaat), maka bagi menjadi dari belakang kamu (yang akan melindungi giliran kedua), dan bagi diberikan suatu putaran akhir yang belum shalat, maka bagi shalat beserta engkau (1 rakaat), dan bagi mengambil penjagaan mereka dan senjata mereka, dan ingin orang-orang yang kafir, sekiranya kamu lengah dari senjata kamu dan perlengkapan kamu, maka menyerang atas kamu suatu serangan sekaligus, dan tiada pelanggaran atas kamu jika adalah dengan kamu adzan dari mathari atau adalah kalian yang ridha supaya kamu meletakkan senjata kamu, dan mengambil penjagaan kamu. Sungguh Allah telah membilang bagi orang-orang yang kafir suatu siksa suatu yang hina (an nisaa- 004,102).

002,236 : llaa junaaha ‘alaykum in thallaqtumu nnisaa-a maa lam tamassuu hunna aw tafridhuu lahunna fariidhatan wa matti’uu hunna ‘alaa lmuusi’i qadaruhu wa ‘alaa lmuqtiri qadaruhu mataa’aa bi lma’ruufi haqqan ‘alaa lmuhsiniina

Tiada pelanggaran atas kamu jika kalian menceraikan wanita, apa yang belum kamu rasakan mereka atau (apa yang belum) kamu diwajibkan bagi mereka suatu kewajiban, dan lengkapilah mereka (dengan suatu pemberian), atas yang luas (hartanya) menurut kemampuannya, dan atas yang kurang (hartanya) menurut kemampuannya, perlengkapan dengan yang teratur, suatu yang lengkap atas orang-orang yang berbuat kebagusan (an nisaa- 002,236).

043,029 : bal matta’tu haa-ulaa-i wa –aabaa-a hum hattaa jaa-a humu lhaqqu wa rasuulun mmubiinun

Bahkan perlengkapan mengelilingi (mereka) dan bapak-bapak mereka hingga didatangkan mereka yang lengkap dan seorang utusan seorang yang membuktikan.

002,126 : wa man kafara fa umatti’u hu qaliilan

dan siapa kafir, maka Aku lengkapi ia suatu yang sedikit

004,024 : wa lmuhshanaatu mina nnisaa-i illaa maa malakat aymaanukum kitaaba llahi ‘alaykum wa uhilla lakum mmaa waraa-a dzaalikum an tabtaghuu bi amwaalikum muhshiniina ghayra musaafihiina fa maa stamta’tum bihi min hunna fa –aatuu hunna ujuura hunna fariidhatan wa laa junaaha ‘alaykum fii maa taraadhaytum bihi min ba’di lfariidhati inna llaha kaana ‘aliiman hakiiman

Dan (terlarang kamu menikahi) yang dibentengi (suami nya) dari wanita, kecuali apa yang dimiliki (dari) pembantu kamu, tulisan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu apa yang dibelakang (tulisan). Demikian kamu supaya mencari dengan harta kamu sebagai orang-orang yang membentengi selain orang-orang yang melemahkan. Maka apa yang akan melengkapi kalian dengan nya(harta) dari (kerja) mereka (sebagai pembantu), maka berikanlah mereka upah mereka (selama menjadi pembantu mu) sebagai suatu kewajiban, dan tiada pelanggaran atas kamu di dalam apa meridhai kalian dengan nya(upah) dari setelah kewajiban (jika ingin menikahi mereka), sungguh Allah adalah maha mengetahui lagi maha bijaksana (an nisaa- 004,024).

Iklan

4 Tanggapan to “Mut’ah = Perlengkapan”

  1. lukman said

    yang dimaksud dengan “perlengkapan” disini apa ya pak?

    • qarrobin said

      disini saya meluruskan makna mut’ah yang sering diartikan dengan kenikmatan. Khususnya pada 004,024 yang sering dianggap sebagai ayat yang berhubungan dengan nikah mut’ah, nikah hanya untuk senang-senang dan setelah membayar mahar, maka antara lelaki dan perempuan tak ada hubungan apa-apa lagi.

  2. Mantab’s sekali @Kang.

  3. qarrobin said

    thanks to Oom Eagle and Kang Haniifa for like this post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: