Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Archive for Juni 25th, 2010

shahib al kahfi

Posted by qarrobin pada Juni 25, 2010

‘Isa adalah penjelajah waktu

018,004 : wa yundzira lladziina qaaluu ttakhadza llahu waladan

Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata Allah mengambil seorang anak.

018,005 : mmaa la hum bi hi min ‘ilmin wa laa li abaa-i him kaburat kalimata ttakhruju min afwaahi him in yaquuluuna illaa kadziban

Apa bagi mereka dengan nya dari suatu pengetahuan dan tidak bagi nenek moyang mereka, sombong kalimat yang keluar dari mulut mereka, jika berkata kecuali suatu dusta.

‘Isa mi’raj menghadap Allah dalam satu hari yang secara relative seribu tahun di bumi. Berbeda dengan Muhammad yang mi’raj memakai waktu tipe Dahr, yang dapat kembali ke ‘udzur dari masa nya. Ruang yang bersinggungan dengan waktu Dahr, disebut chronosfer. Ketika Muhammad berjalan dengan Buraq, Ruang chronosfer lah yang berjalan dari Masjid al aqsha (tempat sujud yang di ujung) menuju Muhammad. Di masjid al aqsha ini, ketika Yakub dalam perjalanan menuju Padan Aram dan melihat visi tangga (ma’aarij) yang indah itu beliau mendirikan sebuah batu (Kipha dalam bahasa Aramia).

Sebuah batu istimewa didirikan sebagai monumen oleh Yakub dan ayah mertuanya di atas setumpuk batu (Aqbah Shakhrat), batu istimewa ini juga ada di kahfi 018,063 ketika Musa menemui khidhir. Namun nama yang pantas yang mereka berikan pada batu yang didirikan itu ialah Mishfa (Genesis xxxi 45-55). Nama Mishfa ini diberikan kepada batu (Shafa) yang didirikan di atas tumpukan balok batu (Dome of Rock), di situ tidak ada bangunan yang mengitarinya atau disebut Bayt al maqdis (Rumah yang luas). Itu adalah spot atau tempat di mana Shafa itu terletak, dan itu disebut Mishfa. Di spot inilah Muhammad mi’raj menaiki suatu rafraf (055,076), dua rafa’ (019,057).

Ashhaabu lkahfi dan raqiim

018,009 : am hasib ta anna ashhaaba lkahfi wa rraqiimi kaanuu min –aayaati naa ‘ajaban

Belumkah menghitung kamu sungguh penghuni kahfi (geomatrix) dan raqim (matris) ada dari ayat-ayat kami suatu yang ‘ajaib.

018,013 : nahnu naqushshu ‘alay ka naba-a hum bi lhaqqi inna hum fityatun –aamanuu bi rabbi him wa zidnaa hum hudan

Kami ceritakan atas engkau berita mereka dengan lengkap, sungguh mereka para pemuda beriman dengan rabb mereka dan kami tingkatkan mereka suatu petunjuk

018,014 : wa rabath naa ‘alaa quluubi him idz qaamuu fa qaaluu rabbu naa rabbu ssamaawaati wa l ardhi lan na d’uwa min duuni hi ilaahan llaqad qul naa idzan syathathan

Dan kami teguhkan atas pertukaran mereka bila berdiri, maka (mereka) berkata, rabb kami rabb langit-langit dan bumi, tidak akan kami menyeru dari selain Nya suatu tuhan, bagi benar-benar berkata kami suatu bila suatu syathath

Pada 018,014 Allah berjanji akan menukar mereka dengan orang-orang yang berdiri dan berdo’a kepada Nya

018,015 : haa-ulaa-i qawmu naa ttakhadzuu min duuni hi –aalihatan, llaw laa ya-tuuna ‘alay him bi sulthaaniin bayyinin fa man azhlamu mimmani ftaraa ‘alaa llahi kadziban

Sekeliling kaum kami mengambil dari selain Nya tuhan-tuhan, sekiranya tidak memberikan atas mereka dengan suatu Sulthaan suatu yang terbukti, maka orang yang zhalim dari orang yang mengadakan atas Allah suatu dusta

Pada 018,015 para pemuda meminta bukti kepada Allah, mereka meminta Sulthaan

055,033 : laa tanfudzuuna illaa bi sulthaanin

Tidak kamu menembus kecuali dengan suatu Sulthaan

Dzulqarnayn dan qitmir (hybrid) menemui ashhaabu lkahfi

018,016 : wa idzi ‘tazal tumuu hum wa maa ya’buduuna illa llaha fa –wuu ilaa lkahfi yansyur la kum rabbu kum min rrahmati hi wa yuhayyi- la kum min amri kum mirfaqan

(Dzulqarnayn berkata) dan bila meninggalkan kalian – mereka – dan apa yang di’abdi kecuali Allah, maka berlindung kepada kahfi yansyur bagi kamu rabb kamu dari pengaturan Nya dan yuhayyi- bagi kamu dari amri kamu suatu rafiq

018,010 : idz awaa lfityatu ilaa lkahfi fa qaaluu rabba naa –aati naa min ladun ka rahmatan wa hayyi- la naa min amri naa rasyadan

Bila berlindung para pemuda kepada kahfi maka (para pemuda) berkata rabb kami berikan kami dari lantai engkau suatu pengaturan dan hayyi- bagi kami dari amri kami suatu rasyad

Relativitas khusus Einstein di dalam kahfi

018,011 : fa dharab naa ‘alaa –aadzaani him fii lkahfi siniina ‘adadan

Maka kami tampilkan atas pendengaran mereka di dalam kahfi tahun suatu bilangan

018,017 : wa ta raa sysyamsa idzaa thala’a ttazaawaru ‘an kahfi him dzaata lyamiini wa idzaa gharaba ttaqridhu hum dzaata sysyimaali wa hum fii fajwatin mmin hu dzaalika min –aayaati llahi man yahdi llahu fa huwa lmuhtadi wa man yudhlil fa lan tajida la hu waliyyan mmursyidan

Dan kamu (Dzulqarnayn) lihat matahari bila muncul tazaawaru dari kahfi mereka dzaata kanan dan bila ke barat taqridhu mereka dzaata kiri dan mereka di dalam fajwatin dari nya, itu dari ayat-ayat Allah, orang yang ditunjuki Allah maka dia al muhtadi, dan orang yang disesatkan maka tidak akan mendapati bagi nya seorang pelindung, seorang yang rasyid.

018,018 : wa ta hsabu hum ayqaazhan wa hum ruquudun wa nu qallibu hum dzaata lyamiini wa dzaata sysyimaali wa kalbu hum baasithun dziraa’ayhi bi lwashiidi lawi ththala’ ta ‘alay him la wallay ta min hum firaaran wa la muli- ta min hum ru’ban

Dan kamu (Dzulqarnayn) menghitung mereka suatu yang ayqaazh dan mereka suatu yang tidur dan kami pertukarkan mereka dzaata kanan dan dzaata kiri dan kalbu mereka meluaskan dziraa’ayhi dengan al washiidi, sekiranya muncul kamu (Dzulqarnayn) atas mereka bagi berpaling kamu dari mereka suatu firaar dan bagi dipenuhi kamu dari mereka suatu yang hilang.

018,012 : tsumma ba’ats naa hum li na ‘lama ayyu lhizba yni ahshaa li maa labitsuu amadan

Kemudian kami bangkitkan mereka bagi kami mengetahui mana dua partai ahshaa bagi apa labitsuu amadan

018,019 : wa kadzaalika ba’ats naa hum li yatasaa-aluu bayna hum qaala qaa-ilun mmin hum kam labits tum qaaluu labits naa yawman aw ba’dha yawmin qaaluu rabbu kum a’lamu bi maa labits tum fa b’atsuu ahada kum bi wariqi kum haadzihi ilaa lmadiinati fa l yanzhur ayyu haa azkaa tha’aaman fa l ya-ti kum bi rizqin mmin hu wa l yatalaththaf wa laa yusy’iranna bi kum ahadan

Dan demikian kami bangkitkan mereka bagi kamu (Dzulqarnayn) meminta di antara mereka, berkata qaa-ilun dari mereka, berapa lama labits kalian, berkata labits kami satu hari atau sebagian hari, berkata (Dzulqarnayn) rabb kamu mengetahui dengan apa labits kalian, maka bangkitkan seorang kamu dengan wariqi kamu ini kepada kota, maka bagi memperhatikan yang mana ia berkembang suatu tha’aam, maka bagi memberikan kamu dengan suatu rizqi dari nya, dan bagi sensitive (seorang) kamu dan tidak mensya’irkan dengan kamu seorang pun.

018,020 : inna hum in yazhharuu ‘alay kum yarjumuu kum aw yu’iiduu kum fii millati him wa lan tuflihuu idzan abadan

Sungguh mereka jika zhahir atas kamu, melempari kamu atau mengembalikan kamu di dalam ajaran mereka dan tidak akan kamu beruntung suatu bila suatu berabad

018,025 : wa labitsuu fii kahfi him tsalaatsa mi-atin siniina wa zdaaduu tis’an

Dan labitsu di dalam kahfi mereka tiga ratus tahun dan zidad suatu sembilan

Untuk perhitungan 300 tahun, kita memakai tahun matahari 365.2421987 dan untuk perhitungan 309 tahun, kita memakai tahun bulan synodic 354.36708. Hukum pensejajaran bumi-bulan-matahari menjadi hukum pertemuan 2 corn waktu atau kita sebut bendungan Dzulqarnayn. Selanjutnya kita akan menghitung 1 hari di dalam kahfi yang terlepas dari pengaruh gravitasi matahari.

022,047 : wa yasta’jiluuna ka bi l’adzaabi wa lan yukhlifa llahu wa’da hu wa inna yauman ‘inda rabbika ka-alfi sanatin mmimmaa ta’udduun

Dan meminta engkau meng‘ajalkan dengan ‘adzab, dan tidak akan khilaf Allah (terhadap) janji Nya, dan sungguh satu hari di lantai rabb engkau seperti seribu tahun dari apa kamu membilang

1 hari matahari synodic 86400 sec = 24 jam

1 hari bintang sidereal 86164.0906 sec = 23 jam 56 menit 4.0906 detik (dalam medan gravitasi matahari)

Untuk menghitung 1 hari di lantai, berarti kita harus menghilangkan pengaruh gravitasi matahari

α = (360 degrees / 365.2421987 heliosentric revolution) x (86164.0906 sec/86400 sec) = 0.9829560917 degrees

t’ = t / √ (cos α)

t’ = 86170.43114 seconds (6 seconds increase from 86164.0906 sec).

1 hari bintang sidereal 86170.43114 sec = 23 jam 56 menit 10.43114 detik (di lantai)

86170.43114 sec * 309 / 1000 = 26626.66322226 detik

Pemuda kahfi menembus ke masa depan sekitar = 7 jam 23 menit 46.66322226 detik

= secara relative 309 tahun bulan synodic

Posted in Science, Sejarah Islam, Time Travelling | 10 Comments »