Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Archive for Agustus 9th, 2010

Minkowsky menemukan persamaan dimensi tachyon

Posted by qarrobin pada Agustus 9, 2010

Sekarang pada Thaariq, Samaa- adalah satu langit. Dalam Quran yang 7 langit itu dalam bentuk Samaawaat, Maksudku ia jamak. Tetapi jika ini tunggal seperti di sini, kita harus memikirkannya. Mengapa ia singular? Ini berarti, yang 7 langit dan konsep ruang-waktu menghilang. Ini dapat dimungkinkan dalam berbagai cara.

Sampai saat ini kami beritahu tentang ‘Wa’ dalam surah Thaariq. Kami datang dengan konsep ‘samaa-‘. Kita dihadapkan dengan Sidrah, Kerrubis dsb dan masih banyak lagi.

Wa SAMAA- (langit), karena langit adalah singular. Terdapat 7 langit dan bumi semisalnya, sebagai gantinya ada satu langit. Ini adalah langit yang dicapai pada kecepatan cahaya. Tujuan kita adalah apa yang terjadi ketika kita mencapai kelajuan-cahaya. Pada Sidrah al Müntaha (pohon cedar terakhir = tempat Jibril) semua ruang (luas, lebar, tinggi) berakhir. Sebaliknya dari semua dimensi kosmos satu langit muncul. Mari kita mendefinisikan langit ini. Mendekati kelajuan-cahaya, ada ruang yang terdiri dari tiga koordinat seperti x, y, z. Tetapi di lightspeed, tiga hal yang aneh terjadi:

1.Ruang menghilang. Ruang menjadi satu dimensi dan ini disebut sebagai singularity.

2.Lightspeed = Ini merupakan kecepatan dari aliran-waktu. Akibatnya waktu juga menghilang.

3.Ketika ruang dan waktu menghilang, seluruh kosmos nampak ‘secara nyata’. Makna dari nampak secara keseluruhan dan nyata adalah ini: Kosmos adalah sebuah hologram.

Satu quanta menunjukkan seluruh kosmos, ia menganimasinya lagi. Pikirkan dirimu sebagai photon. Aku berkata photon, karena ia bahkan tidak memperlambat kecepatan atau mempercepat. Lightspeed melaju persis di kecepatan C. Biarlah setiap orang yang bergabung dengan obrolan ini menjadi photon. (Keadaan jiwa murni adalah ini.) Setiap orang berjalan dengan kecepatan yang sama. Mereka melaju, tapi ini berarti semua orang berhenti. Karena setiap orang mengalir dengan kecepatan yang sama. (Seperti sepuluh orang yang duduk diam.) Sesungguhnya, kita maju misal dengan guncangan 29,5 km / detik kecepatan angguk kepala dalam ruang. Tetapi seperti anda lihat, semua orang duduk di tempat mereka. Jika sesuatu yang tidak bergerak, tidak dapat ditentukan bahwa Anda bergerak. Untuk memahami bis mana yang mulai lanjut, Anda pasti melihat bis yang berhenti. (acuan tetap) kelajuan cahaya adalah kecepatan tertinggi, materi tentu saja lebih lambat dari itu. Mari kita berpikir tentang diri kita sebagai photon yang berangkat dari matahari dan yang mana perjalanannya menuju bumi. Matahari pergi menjauh dari kita dengan kelajuan cahaya dan bumi yang kita jelang datang mendekat kepada kita dengan kelajuan cahaya. Kita seolah-olah berhenti, penggaris yang di bawah kita yang bergerak. Sementara satu ujung penggaris sedang menjauh dari kita, yang lain menjelang kepada kita. Jika kita adalah photon, kita akan melihat bahwa kita tidak bergerak, tetapi ruang melanjut maju (advancing of space). Sebuah photon mengatakan ‘Saya berhenti, ruang menjelang maju’. Materi berkata ‘Tidak, foton menjauh dari kami / datang mendekat kepada kami, orang yang tetap-diam adalah kami’. Siapakah yang benar? Para pengamat selalu benar. Siapa yang mengamati bagian sistem, ia adalah benar. Akibatnya, dalam teori relativitas, semua pengamat adalah benar.

Mi’raj adalah diawali sebuah perjalanan dari Mekkah ke Yerusalem sebagai ke-menjelang-an ruang, kemudian perjalanan vertikal ke hadirat Allah. Mari kita tunda ini. Terdapat formula ruang-waktu. Hal ini kira-kira ini: x, y, z adalah ruang kita. Pencitraannya di cermin adalah imajiner Xi, Yi, Zi. Hal ini menjadikan 6 dimensi. Karena sebuah dimensi imajiner yang kita ambil dari sisi lain adalah misalnya Xi = square root (-1), menembus ke kita sebagai waktu. Minkowsky menemukannya dan membuktikan ini. Satu square root (-1) dari sisi lain mempengaruhi kita sebagai waktu. Maksudku, Anda tidak dapat mengukurnya, anda tidak dapat berkata m2, Anda hanya melihat jam Anda. Jika sebuah meter yang kita tahu (biarkan menjadi penggaris) bergerak di lightspeed, panjangnya akan memendek dan akan menjadi titik. Jika bergerak lebih cepat dari cahaya, panjangnya akan menjadi negatif. Maksudku, meterannya di sini akan menjadi jam disana. Jam yang disana, menjadi meter disini yang kita tahu. Karena bahkan Einstein memberi petunjuk. Sumber cahaya dapat bergerak lebih cepat dari cahaya, bahkan jika sumber bergerak, cahaya itu sendiri bergerak dengan kecepatan tetap. Maksudku, photon adalah mati di lightspeed, tetapi tachyon (ruwh) atau radiasi ilahi (nuwr) dari mana photon muncul, melaju lebih cepat dari cahaya. Halangan lightspeed adalah dinamai larangan yang dibawa ke lightspeed. Kita atau lampu (sumber) yang berjalan lebih cepat dari cahaya tidaklah dilarang.

Samaa- adalah munculnya satu langit bukan 7 langit dan bumi semisalnya, ketika dimensi hilang, bila Anda mencapai lightspeed. Apabila kita mengatakan langit (ruang-waktu) yang kita maksudkan adalah fakta-fakta yang mana adalah lebih lambat dari cahaya. Jika Anda bergerak di lightspeed, urusan berubah dan Anda menjadi photon satu dimensi. Ruang dari satu dimensi photon adalah aneh, tidak ada lebar, luas dan tinggi. Jadi apa yang ada? Gray nullity. Mengapa? Kita dapat memahami ini dari ayat. Ayat yang mengatakan ‘wassamaa-’ kepada satu langit dan Thaariq. Apakah tahu engkau apa Thaariq? Ia adalah bintang yang melubangi. Ia mengatakan ‘bintang’. Sekarang mari kita membuat ini jelas. Kita semua adalah foton dan kita berpindah dengan kelajuan-cahaya. Akibatnya, semua orang adalah diam-relatif satu sama lain. Tetapi ada masalah besar. Kita bergerak dengan lightspeed. Maksudku, bagi saya untuk memahami bahwa ada orang di dekat saya, sinyal cahaya harus datang menghampiri saya. Atau bagi saya untuk berjabat tangan, saya harus mengulurkan tangan saya. Tetapi memberikan tanganku berarti melebihi lightspeed. Ini adalah dilarang. Kemudian kita semua tidak menyadari satu sama lainnya. Maksudku, kita sendiri di langit yang sangat besar. Dan kita adalah photon. Setiap orang dari kita bersinar untuk diri sendiri. Kita lihat bahwa hanya diri kita sendiri bersinar untuk diri kita. Semuanya yang tersisa adalah gelap dan abu-abu … Terdapat ketidaksahan abu-abu, hanya ada saya dan saya hanya bersinar untuk diri sendiri. Hanya untuk diri saya sendiri … An najmul tsaaqıb = salah satu yang bersinar untuk dirinya sendiri.

Posted in Alam Amr, Science | 2 Comments »

Efek Doppler, Relativistik dan Probabilitas

Posted by qarrobin pada Agustus 9, 2010

Efek Doppler cahaya digunakan untuk menghitung selang periode sinyal dan berapa jumlah sinyal diterima, efek ini dihitung berdasarkan sinyal yang tidak dipengaruhi oleh gerak pengamat.

Efek Relativitas cahaya adalah efek yang dipengaruhi oleh gerak pengamat. Kembar A dengan kelajuan 0,8 c yakni v = 240.000 km/s dapat menempuh 400.000 km (kerangka B) dalam satu detik (kerangka A). Dalam kerangka B di bumi, cahaya menempuh 300.000 km/s. Karena dalam kerangka A mengalami dilatasi waktu, menurut kembar A, 1 detik cahaya (300.000 km/s) dalam kerangka kembar B, baru menempuh 0,6 detik cahaya dalam kerangka A. Jadi 1 detik cahaya dalam kerangka A sama dengan 1 + 2/3 detik cahaya (500.000 km/s) dalam kerangka kembar B.

Jika kembar A memancarkan sinyal ke arah depan, akan terjadi seperti Efek Gravitasi, karena Efek Relativistik dari gerak A. Kelajuan cahaya melambat menjadi 20% dari 300.000 km/s (dalam kerangka A) sama dengan 60.000 km/s.

Jika kembar A memancarkan sinyal ke arah belakang (ke kembar B yang berada di bumi). Menurut Efek Doppler yang tidak dipengaruhi oleh gerak pengamat, sinyal tiba di B menempuh jarak selama 1 + 1/3 tahun cahaya. Menurut Efek Relativistik yang dipengaruhi gerak pengamat B yang menjauhi kembar A, akan terjadi seperti Efek Inflasi dari pengamat B sejauh 2/3 tahun cahaya.

Jika kita gabungkan Efek Doppler dan Efek Relativistik, akan kita dapatkan Efek Probabilitas dari cahaya.

Posted in Science | 4 Comments »