Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Peremajaan waktu (Solusi paradoks kembar)

Posted by qarrobin pada Agustus 19, 2010

cahaya menjalar dipengaruhi oleh intensitas medan gravitasi yang berbeda-beda, jika B melihat kondisi waktu di A mengalami dilatasi waktu (nilai t berkurang, karena A terlihat melamban seperti di dalam medan gravitasi), maka A melihat kondisi waktu di B nilainya meningkat, karena B lebih cepat tua dalam kondisi waktu, maka peristiwa di B terlihat berjalan lebih cepat

namun nilai c tetap konstan
dalam kondisi A, c = 300.000 * 1 km/1 detik

dalam kondisi B, c = 300.000 * (1 + (  (1/6)*4 ) km) / (1 + (  (1/6)*4 ) detik)
c = (300.000 + 200.000) km / (1 + (  (1/6)*4 ) detik)
c = 500.000 km * 60/100 = 300.000 km / 1 detik
c = 500.000 km * 40/100 = 200.000 km / (4/6)detik

Jadi pemecahan paradoks kembar adalah :
peristiwa fisika yang dianggap sama adalah kelajuan cahaya,
sedangkan peristiwa fisika yang dialami B berbeda dengan peristiwa fisika yang dialami A
Hal ini karena waktu adalah sebuah dimensi dan sekaligus berubah-ubah, tidak tetap seperti dimensi yang lain.

Waktu sebagai dimensi :
It is a dimension: Time’s conformity with the other dimensions was verified. For example our universe has a life of 20 billion years. On the other hand our sun has 5.5 million years of life. But in mini structures like neutrinos, time shortens. For example a life of a neutron when extracted out an atom is 13 minutes. In subatomic scale, as the space gets smaller, time shortens. This is the proof that it is a dimension. Time gets longer or shorter paralel to the dimensions of space. In the huge dimensions of the universe time is considered as billion years, but in quant universes, everything starts and ends in billionth of a second. Some of the particles’ life were so short that we can’t observe them and so we define them as not particles but resonances.
Dalam percobaan paradoks kembar, waktu sebagai dimensi: kembar B bertambah usia 50 tahun setelah A pergi-pulang dengan jarak bumi-bintang 20 tahun-cahaya dan dengan kelajuan 0,8 c. Usia A bertambah lebih singkat yakni bertambah 30 tahun.

Waktu sebagai dimensi yang berubah-ubah :
Time is a variable dimension: Time is not fixed. This is explained by the hyperon quants, cosmic primaries. We can exemplify the fixture of dimensions with the unchangeability of half life of cosmic rays. In wave mechanics, half life is an unchanging physico-mathematic rule. So some particles having a life of billionth of a second must not reach our world, when starting from sun or moon. For example Eta particle is the subproduct of Sigma particle. It’s life is 0.000000000000001 of a second. But it can be observed in the world. This can be only explained by the rejuvenation of time in relativity. Although it’s life is a mathematical fact, and fixed, the one changing is only TIME. Changing thing is the time on the space.
Dalam percobaan paradoks kembar, waktu sebagai dimensi yang berubah-ubah: Karena efek relativitas, cahaya yang dipancarkan A ke B melambat menjadi 1/3 c. Tapi B tidak mengamati efek relativitas, yang B amati adalah efek Doppler. Hal ini hanya dapat dijelaskan dengan peremajaan waktu di dalam relativitas, karena waktu dalam kondisi B lebih 2/3 dari A, maka B mengamati 1/3 c + 2/3 c = c. Meskipun waktu dalam kondisi yang dialami photon adalah sebuah fakta matematika, and konstan, satu-satunya hal yang berubah hanya lah WAKTU. Pengubah sesuatu adalah waktu pada ruang.

nilai c tetap konstan karena pertambahan pada jarak sama dengan pertambahan pada waktu.
Pada B terdapat peremajaan waktu 2/3 c.

rumus minkowsky bukan r^2 = x^2+y^2+z^2+t^2

waktu tidak menjalar di dalam peristiwa semesta, namun waktu menjalar di dalam kondisi semesta
sehingga rumus minkowsky r = √(x^2+y^2+z^2) = √(xi^2)
r^2 = x^2+y^2+z^2 = xi^2
r^2 = x^2+y^2+z^2+(xi)^2
r^2 = x^2+y^2+z^2+(i^2 x^2)
0 = x^2+y^2+z^2 – (ct)^2
0 = x^2+y^2+z^2 – c^2t^2

dimensi panjang x pada kondisi imajiner menjadi dimensi waktu t pada kondisi ruang konkret.
Dan t melaju dengan kelajuan cahaya pada kondisi ruang konkret.

Kita sering salah mengartikan persamaan minkowsky dengan cahaya melaju dalam satu detik.
Padahal persamaan minkowsky adalah persamaan dimensi, jadi waktu adalah sumber gerak dari ruang konkret.

Time flows in different speeds in different regions of space and time also flows in different speeds at the beginning and end of an event. The one changing is not the space but the flow of time. In Kuran Mearic (The Ways of Ascent):70-4: The angels and the Spirit ascend unto Him in a Day the measure whereof is (as) fifty thousand years. Relativity is lived not in events, but in the conditions of the universe. Time is not a calendar. Time is an arrangement on the rail of physical effects’ changeability. Rail is fixed but the speed of the train changes. Train gets its dynamism from time. Our creative reserve called stimulus enters our universe with gravitation, magnetism, nuclear forces, and time force energy to quant region. Time is at the same time energy. A heavy object when sinking in the space, distorts not only the space but also time. So light gets late with the gravitational effect, it’s road bends, gets long and it looses time.

Iklan

9 Tanggapan to “Peremajaan waktu (Solusi paradoks kembar)”

  1. Alhamdulillah,… menambah wawasan nehhh, namun ada sedikit tambahan biyar orang lain tidak ruwet bacanyah.

    rumus minkowsky bukan r2 = x2+y2 +z2+t2

    waktu tidak menjalar di dalam peristiwa semesta, namun waktu menjalar di dalam kondisi semesta
    sehingga rumus minkowsky r = √(x2+y2+z2) = √(xi2)
    r2 = x2+y2+z2 = xi2
    r2 = x2+y2+z2+(xi)2
    r2 = x2+y2+z2+(i2 x2)
    0 = x2+y2+z2 – (ct)2
    0 = x2+y2+z2 – c2t2

    Duh… mudah-mudahan tidak jadi keliru sayah.

  2. assalamualaikum
    Bpk Qarrobin, Bpk Hanifa apakabar?
    Masya Allah.

    pembaca harus berupaya untuk memahami setiap kalimat yang anda jelaskan
    sangat bermanfaat untuk melatih kecerdasan.

  3. Selamat sahuuur … lama tak kemari 😉

  4. Usup Supriyadi said

    duh, berat ini mah. :mrgreen:

  5. Salam kunjungan Mas Qarrobin.

    saya ga begitu mengerti tentang fisika waktu, cuma mungkin dalam teori fisika waktu yang saya pahami dari Al-Qur’an itu mengatakan bahwa waktu itu berjalan lurus kedepan dan konstant (artinya tidak mengenal paralelisasi waktu)
    bisa di baca di artikel saya di link berikut:
    http://muslimmagz.com/component/k2/item/3-mesin-waktu-dalam-perspektif-islam.html
    (mungkin ada beberapa teori dan rumus yang terdapat dalam artikel tersebut yang salah ketik)

    saya cenderung lebih menerima teori mengenai lompatan dimensi ruang dibandingkan dengan lompatan dimensi waktu…(walaupun saya belum bisa memberikan penjelasan secara teori fisika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: