Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Ruang merupakan gelombang probabilitas dari partikel

Posted by qarrobin pada Oktober 9, 2010

Sebuah pesawat bergerak dengan kelajuan 0,8 c meninggalkan bumi, kemudian pesawat mengirimkan sinyal foton ke bumi, frekuensi foton akan bergeser arah warna merah nampak seperti inflasi ruang. Foton nampak bergerak lebih cepat karena kelajuan waktu mengalir lebih cepat.

Jika pesawat bergerak menuju bumi, maka sinyal foton yang dipancarkannya akan bergeser ke arah warna biru nampak seperti medan gravitasi. Foton akan nampak bergerak lebih lambat karena kelajuan waktu mengalir lebih lambat.

Perbedaan waktu membuat ruang tampak mengembang dan tampak menyusut. Meski kelajuan foton adalah tetapan dipandang di dalam kerangkan acuan masing-masing pengamat pesawat dan pengamat bumi, namun kelajuan foton nampak berubah jika pengamat yang satu melihat foton berada di dalam kerangka acuan pengamat yang lain.

Perubahan kelajuan foton dikarenakan perbedaan kelajuan waktu, jadi waktu merupakan ether itu sendiri.

Inflasi ruang adalah bagaimana ruang tercipta, medan gravitasi adalah bagaimana ruang menyusut. Efek red shift dan blue shift pada gerak linear satu dimensi membuat posisi foton berada pada probabilitas dua keadaan. Inflasi ruang dan medan gravitasi merupakan gelombang probabilitas dari partikel foton.

Jika elektron melintas di hadapan celah ganda dan perangkat pengamatan, kemudian elektron memancarkan foton pada bidang dua dimensi, maka posisi foton akan berada pada probabilitas dua keadaan pada celah A atau celah B. Bidang dua dimensi yang dilalui foton merupakan gelombang probabilitas dari partikel foton.

Elektron yang mengelilingi proton diteguhkan oleh medan elektromagnetik yang menyebar seperti gelombang pada bidang tiga dimensi, medan elektromagnetik merupakan gelombang kemungkinan dari partikel foton. Satu keliling orbit elektron sama dengan panjang gelombang elektron. Jadi elektron merupakan vortex ruang-waktu dari gelombang probabilitas yang membentuk sphere atom.

Linear function 0 = x^2 + y^2 + z^2 + i^2 x^2

0 = x^2 + y^2 + z^2 + (√–1)^2 (ct)^2

0 = x^2 + y^2 + z^2 – c^2 t^2

c^2 t^2 = x^2 + y^2 + z^2

x^2 = x^2 + y^2 + z^2

x = √ (x^2 + y^2 + z^2)

x merupakan dimensi titik pada Superspace, ketika keadaan murni energi ini dengan arus, ke arah termodinamika lebih parah, maka kosmos tercabut dan matrices (raqim) terbuka membentuk gelembung geomatrix (kahfi) kemudian mengembang. Superspace adalah etherical dan sebenarnya tidak ada objek lebih besar dari ‘0’. Superspace merupakan alam amr (perintah), waktu berhenti dan ruang menyusut menjadi x pada bidang flat dua dimensi y dan z.

x = r

x = n h/2π mv

2π x = n h/mv

Kebergantungan ruang bentuk gelombang dari wave-length i 2π x/λ

Momentum p = – i h/2π ∂/∂x

Jumlah getaran per unit interval ruang p = h/λ

Kebergantungan waktu bentuk gelombang dari frekuensi – i 2π ft

Energi = i h/2π ∂/∂t

Jumlah getaran per unit interval waktu E = hf

Wave-length λ dan Frekuensi f merupakan sifat gelombang

Momentum p dan Energi E merupakan sifat partikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: