Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Energy is the properties of time

Posted by qarrobin pada Oktober 13, 2010

Pertama-tama, ketika diperpanjang ke dalam ruang, titik menjadi sebuah garis dari dimensi pertama. Perpanjangan yang berpotongan tegak lurus dari garis ini menjadi ruang menciptakan bentuk dari sebuah permukaan bidang, yakni dimensi ke-dua. Demikian juga, sebuah permukaan diperpanjang secara tegak lurus menjadi sebuah bentuk dari tiga dimensi, sebuah solid.

Sebuah bintang di langit malam dapat kita umpamakan titik dan permukaan. Ketidaksamaan antara setiap dimensi yang lebih tinggi atau lebih rendah adalah masalah sudut pandang. Sebuah bidang dapat terlihat seperti sebuah garis, dan sebuah garis dapat terlihat seperti sebuah titik.

Titik adalah sebuah potongan melintang dari sebuah garis, garis adalah potongan melintang dari sebuah permukaan, dan sebuah permukaan eksis sebagai potongan melintang dari sebuah solid.

Sebuah titik dari ruang tiga dimensi eksis sebagai sebuah moment di dalam waktu, meskipun kita sediakala tak menyadari moment static tersendiri sebagaimana kita tidak menyadari setiap titik spasial tunggal. Malahan kita mengalami objek-objek (perpanjangan-perpanjangan) yang saling terhubung dalam gerakan. Gerak adalah titik-titik yang berlainan dari waktu dan dapat ditampilkan secara geometri sebagai sebuah ruas pada sebuah garis waktu yang lebih besar. Kita mengalami ruas-ruas pada garis waktu sebagai durasi, dan bagi setiap mengalami object tiga dimensi, kita mengetahui keberadaanya melalui perpanjangannya sepanjang garis waktu.

Garis waktu sebanding dengan garis ruang

x = r

Garis ruang merupakan akar penjumlahan vector kuadrat dari perpotongan 3 dimensi

x = √ (x^2 + y^2 + z^2)

x^2 = x^2 + y^2 + z^2

Waktu merupakan sumber gerak. Pada kerangka acuan yang diam, waktu melaju dengan kecepatan cahaya.

c^2 t^2 = x^2 + y^2 + z^2

Kita juga dapat memandang waktu sebagai dimensi titik, dan ruas waktu memiliki angka kompleks

0 = x^2 + y^2 + z^2 – c^2 t^2

0 = x^2 + y^2 + z^2 + (√–1)^2 (ct)^2

0 = x^2 + y^2 + z^2 + i^2 x^2

Pada kerangka acuan yang bergerak, kelajuan waktu melambat. Perubahan kelajuan waktu membuat perubahan frekuensi, jadi energi merupakan property dari waktu.

Iklan

21 Tanggapan to “Energy is the properties of time”

  1. Pertamax !!
    Ikutan nyimak dulu @Kang…. 😀

  2. Filar Biru said

    Kedua

    merenung dulu

  3. Filar Biru said

    Apakah waktu mempunyai dimensi?

    kalo punya maka waktu menempati seluruh alam semesta apakah teori ini bisa dijabarkan lebih jelas?

    Baiklah kalau seandainya A berada disuatu titik di angkasa raya dengan umur 20 tahun sedangkan umur manusia yang lain (B) juga 20 tahun maka apa yang terjadi ketika A kembali setelah 20 tahun apakah umur A dan B sama?

    Permasalahan ini banyak dibahas didunia fisika akan tetapi ada sesuatu yang masih fakum di dalam teori tersebut. Contoh kasus adalah Perjalan Nabi Muhammada SAW ke Sidratul Muntaha yang sampai sekarang masih menjadi Misteri.

    Padahal kalau di jabarkan lebih lanjut berapa lamakah Nabi berada di alam Ghaib tersebut? Manusia di bumi hanya menghitung dengan perputaran Matahari. Bisa jadi Rasulullah SAW berada Sidratul Muntaha Ribuan Tahun, antara satu langit dengan langit yang lain memakan waktu seribu tahun. Kalau demikian apakah Allah sengaja memperlambat waktu untuk ukuran bumi agar sebanding dengan waktu perjalanan Nabi?

    Kalau sampai sekarang teknologi belum mampu menjawabnya maka Rasulullah telah menggunakan teknologi Made In Allah.

    SALAM

    • qarrobin said

      Kalo dari teori Superspace, waktu merupakan pencerminan dari 3 dimensi ruang.
      x = r
      x merupakan dimensi titik, dan r merupakan 3 dimensi ruang
      Jika dilihat dari ruang kosmos kita pada teori medan kuantum, dimensi waktu diberi notasi xi, bilangan kompleks, gabungan dari angka real dan angka imajiner
      dimensi titik ini tersebar di bidang y dan z
      titik x di flat superspace ini membutuhkan Sulthaan untuk menjadi dimensi garis X.
      ruang y,z dan X ini kita sebut Xronosfer atau hyperspace.
      Pada dimensi titik ini waktu berhenti, di al quran dimensi dimana waktu berhenti disebut Dahr.

      Contoh dari penggunaan Dahr adalah ketika khidhir memindahkan singgasana balqis,
      jika pada 3 dimensi ruang, kita lah yang bergerak di dalam ruang,
      maka pada 3 dimensi waktu, ruanglah yang bergerak menjelang ke kita

      Perbedaan usia pengamat pada kerangka acuan yang berbeda, dipengaruhi oleh intensitas medan gravitasi dan dipengaruhi oleh perbedaan kelajuan kerangka pengamat.
      Usia A pada pesawat yang melaju misal 0,8 c atau A berada di intensitas gravitasi yang lebih kuat, maka usia A akan relatif lebih muda dibanding B yang berada di bumi, karena A mengalami perlambatan waktu.

      Dalam perjalanan Nabi Muhammad SAW, beliau memakai waktu Dahr. Pada waktu Dahr, Rasulullah dapat memilih setiap titik waktu, masa depan, masa lalu atau pada ‘udzur dari masanya.

      Silahkan dilanjut diskusinya @Blue

      • Filar Biru said

        Acuan yang anda paparkan sudah lazim di dalam dunia fisika yang menjadi kendala sekarang adalah lokomotif Quantum tersebut. A melaju mengimbangi waktu sementara B di makan oleh waktu, maka yang terjadi adalah usia B tetap akan bertambah sementara usia A di hitung dengan selisih waktu kecepatan tersebut. maka yang menjadi acuan usia adalah rotasi bumi bagaimana kalao seandainya bumi dalam keadaan diam apakah usia B tetap akan bertambah?

        @Juti

        Nah disinilah letak permasalahannya sekarang bahwa ada lokomotif Quatum yang bekerja di alam semesta, artinya walaupun bumi berhenti berputar waktu tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kita hanya bisa mengamati, mempelajari dengan sistem yang telah ditetapkan oleh Allah, ada hal-hal khusus yang belum kita dapati di jagat raya ini.

        Untuk membedakan malam dan siang Allah menciptakan Matahari sebagai rahmat dari Allah sekalgus menjadi acuan kalender manusia dalam bahasa arabnya Al Manak. Sebuah bintang yang dekat dengan bumi mengubah peradaban manusia, hanya sebuah bintang, masih banyak bintang2 di jagat raya ini.

        hukum2 fisika yang di amati manusia atau yang dipelajari belum semuanya memberikan dan membuka tabir misteri alam semesta ini, untuk mempelajarinya kita harus punya landasan yang kuat yaitu AQ. AQ penuh dengan misteri sebelum alam semsta diciptakan, Allah telah menempatkan AQ ini disuatu tempat yang kokoh. berdasarkan AQ inilah Allah mencipatkan segala sesuatunya.

        Kecepatan cahaya yang diprediksi sebagai yang tercepat belum mampu memberikan sumbangan yang berati bagi luasnya alam semesta ini. sedangkan kecapatan rotasi bumi adalah 40.000KM : 24 = 1666 KM per jam. Itu artinya agar kita lebih muda satu jam dari usia sekarang kita harus bergerak secepat 1666 KM. sudah banyak manusia yang melaju dengan pesawat tempur yang kecepatannya bahkan melebihi dari yang kita tulis tsb. akan tetapi tanggal dan kematiannya tetap tidak berkurang sesuai dengan waktu yang telah di tentukan oleh Allah. inilah yang saya maksudkan dengan misteri Lokomotif Quantum.

      • qarrobin said

        makasih blue atas saran-sarannya

        mungkin seperti ini, dalam perjalanan mi’raj terdapat percepatan dari v=0 ke v=c, waktu di sisi manusia bumi memang berjalan sampai akhir dari sudut pandang Allah. Kemudian ketika Muhammad saw kembali ke bumi, menggunakan percepatan dari v=c ke v > c, karena waktu dari sudut pandang manusia belum berakhir, terjadi pantulan (arabic:thaariq), waktu berjalan mundur layaknya arah spin dari anti-materi, setelah tiba pada ‘udzur dari masanya, kelajuan diperlambat hingga v=0, dan terdapat selisih waktu(kalo saya ga lupa sepertiga malam).

    • agorsiloku said

      Pertanyaan sejenis, Pemuda Al Kahfi “tidur” 300 tahun, selama 300 tahun tidur, tidak mengalami perubahan fisik. Dengan kata lain selama 300 tahun, tidak mengalami perubahan. Namun, dia tetap di gua, tetap pada tempatnya, tidak bergerak dengan kecepatan cahaya atau melebihinya.
      Boleh jadi ada medan magnetik yang dirancang untuk bertahan pada situasi dimana jarum jam berhenti berputar bagi sang pemuda, sedang anjingnya sudah menjadi tulang belulang.
      Dengan kata lain, dilasi waktu tidak juga harus dikaitkan dengan faktor kecepatan?…..

      Bagaimana penjelasannya Mas Qarrobin…

      Wass, agor

  4. Roy Rey said

    …masing binun….
    So, waktu dan ruang dapat dipisahkan, atau waktu dan ruang tak terikat, ruang tanpa waktu, waktu tanpa ruang, ato… (berada) di tiada ruang dan waktu. %$@#$%^^%@$

    Ngemeng2 butuh berapa cepat untuk merubah massa menjadi energi?
    Rasul pake tabung oksigen ga yah pas lagi Isra Mi’raj?

    Hihihihi.. Jibril hebat juga yah nyupir ngebut ke langit ke-7 ga pake nabrak, sim-nya jenis apa yah?

    • qarrobin said

      waktu dan ruang tidak terpisah
      x = r
      x ruas waktu
      r = ruas ruang

      ruang-waktu juga tidak terpisah dengan energi, setiap perubahan waktu akan diiringi dengan perubahan ruang. Setiap kerangka ruang memiliki intensitas kondisi waktu yang berbeda secara relatif.

      frekuensi sinar gamma dapat memberikan energinya untuk merubah elektron menjadi foton. Karena x/r=1, pesawat dapat melaju secepat cahaya dan memiliki kerangka ruang dan kondisi waktu yang tertentu secara relatif.

      Kalo soal tabung oksigen, saya ga tau. Tapi bagaimana dengan Nabi Idris as yang naik ke langit, juga Nabi Musa as, Nabi Isa Al Masih as dan Nabi khidhir as. Apakah mreka membutuhkan tabung oksigen?
      Setiap Nabi menyatakan perjanjian di Lawh Mafuzh tanpa tabung oksigen.

      Jibril dapat melaju melampaui kelajuan cahaya, pada kelajuan hampir c dengan selisih waktu 1 hari=50ribu tahun, kelajuan berkelakuan layaknya gravitasi yang dapat melubangi (tsaaqib) ruang-waktu dan tercipta wormhole (waqi’ah) yang memiliki tangga naik (ma’arij)

      • Roy Rey said

        Masih tetep binun

        Bos qarrobin bilang…
        etiap kerangka ruang memiliki intensitas kondisi waktu yang berbeda secara relatif.
        Bagaimana dengan tempat kejadian Nabi Musa bertemu dengan Nabi Khidir, bukankah ditempat tsb waktu berjalan mundur, pertanyaannya adalah masihkah ditempat tersebut waktu berjalan mundur dan dapatkah disebut “berbeda secara relatif”?

        Oke, teori yang saya dapat mengenai nabi Musa dan Khidir adalah hanya Roh mereka bukan dengan fisiknya/jasad.(koreksi saya bila salah). Namun kejadian Isra Mi’raj adalah dimana Muhammad saw dengan fisik/jasad. Apakah mungkin ada perubahan energi/massa Rasul pada saat itu?

        Jika demikian berarti Jibril mampu menembus/memalui “lubang hitam” tanpa terluka?

        Thanx boss…..

      • qarrobin said

        @Bos Roy Rey

        masihkah ditempat tersebut waktu berjalan mundur, juga masih menjadi pertanyaan saya, tentang arah waktu maju dan mundur, dalam teori relativitas kuantum Paul Dirac, arah spin maju elektron dan arah spin mundur positron masih dapat disebut berbeda secara relatif, bahkan kita memiliki partikel yang spinnya mundur, yakni neutrino

        sama dengan gua tempat shahib al kahfi, masih menjadi pertanyaan saya, apakah di gua itu masih ada singularity alami yang membuat waktu di dalam gua mengalir pelan secara relatif dibandingkan dengan diluar gua? taukah teknologi tersebut dibuat oleh dzulqarnayn?

        Saya pernah membaca tulisan dari Fahmi Basya, beliau mengatakan bahwa dalam munajat 40 malam waktu manusia bumi, Musa as mi’raj untuk menerima shuhuf.

        Juga dari cerita2 yang kita dengar, nabi Idris as mi’raj membawa serta jasadnya, juga nabi Isa as sepertinya mi’raj membawa serta jasadnya.

        Dalam medan gravitasi, atau dalam kerangka yang melaju cepat, kita melihat massa-diam meningkat, frekuensi bertambah dikarenakan waktu mengalir pelan. Namun perubahan ini hanya relatif, massa-diam tidak benar-benar bertambah, begitu juga dengan frekuensi. perubahan waktu disertai perubahan ruang

        misal waktu mengalir 1 detik di dalam medan gravitasi, dan pengamat di dalamnya memiliki ukuran 1 meter, jika terdapat perbedaan 40 persen maka waktu mengalir 1+2/3 detik diluar medan gravitasi dan ukuran meter memanjang menjadi 1+2/3.

        1+2/3 dibagi 1+2/3 sama dengan 1/1, perubahan itu hanya relatif.
        Di dalam mi’raj tidak terjadi pertambahan massa dari jasad rasul hingga menjadi cahaya (energi).

        Kita yang berada diluar ruang hitam, akan melihat pemuluran materi, karena inflasi ruang dari titik-singularity (black-point) ke event-horizon (langitnya lubang-hitam). Namun perubahan itu relatif, malaikat yang berada didalam lubang hitam akan baik-baik saja.

        Inflasi ruang antar galaksi juga membuat pemuluran frekuensi hingga kita melihat efek pergeseran merah, namun kelajuan foton tetap tidak berubah

      • Roy Rey said

        Baru sedikit ngerti…
        anyway
        Terimakasih bos qarrobin 😉

      • qarrobin said

        atau mungkin seperti ini, manusia bumi pada waktu ‘ashr akan melihat secara relatif perjalanan mi’raj berada pada berhentinya waktu, jadi satu tarikan nafas sudah cukup untuk hidup di waktu dahr

      • Roy Rey said

        …oke..
        Kita yang berada diluar ruang hitam, akan melihat pemuluran materi, karena inflasi ruang dari titik-singularity (black-point) ke event-horizon (langitnya lubang-hitam). Namun perubahan itu relatif, malaikat yang berada didalam lubang hitam akan baik-baik saja.

        Jadi kita anggap manusia yang tebuat dari tanah berkecepatan= minimal 0
        Malaikat dari cahaya= minimal -/+ 300.000km/jam
        gitchu khan..?

        Manusia dari tanah diproses menjadi daging,tulang,rambut…padahal 70 prosen air koq nyebutnya tanah yah? apa karena yang keliatan dagingnya jadi tanah yang disebut? binun gw..

        Klo cahaya diproses menjadi… gw ga tau..
        …. kira2 70% nya apa yah….logam?

        Blom lagi jin yang bahan dasarnya api… diproses menjadi… ga tau jga… kira2 minumnyah apa yah..?
        Asep rokok/menyan kali ye… hihihihi…

      • qarrobin said

        salah satu bahan manusia adalah shalshal artinya lumpur, yakni tanah dan air

        kalo ruwh dan malaikat, permisalannya mungkin seperti medan magnet, dan jasad kita semisal medan elektrik yakni elektron dan proton. Ini hanya permisalan

        ruwh dan malaikat berada di dimensi superspace yang merupakan sumber cahaya

        nuwr adalah cahaya diatas cahaya, yakni menjadi sumber cahaya di semesta kita

        kalo jin bahan dasarnya api… makanannya methane, ammoniac, water vapour dan carbon oxides…

        Methane = It is the main matter in the garbage cans and especially in the gas of the feces.

        Ammoniac = It is the main matter in our urine.

        Feces and the urine are the food of the genies. You know that the genies live in the toilets, don’t you? Why? Because we leave the methane and ammoniac, the uric acids which are in our primitive atmosphere, to the toilets. The toilet is as if the restaurant of the genies. Yes, this is not a joke. Anyway… The genies, when there were no human beings, took the methane, ammoniac, water vapor and carbon compounds and they digested them. We know that this digestion occured in the form of fire. Meanwhile the world gradually cools. When the water vapor clouds increased and when it rained, the small lakes were formed. Thousands of thunders occur in a second. Our methane, ammoniac, water, and carbondioxide convert into Adenin, Guanin, Sitosin and Timin, the 4 nucleic acids. They are the basic matter substance of the protein. It is the life itself. But there is a disaster for the genies. Their dirt becomes our protein. They eat our dirt, we eat their dirt. They eat our dirt, then they give us back the A,G,C,T (the benefaction, bread, meal) as dirt to us. As you see, a brief explanation of the two words ‘dirt of satan’. Never eat bread in the toilet. Why? I never try it. Now for example in the restaurant, if someone ate the feces of a baby what would we do? We would beat him. As the toilets are the restaurants of the genies, if you eat bread there they will beat you.

      • Roy Rey said

        Wow…. baru tau sayah….

        Hihihihihi…
        Besok gw mo bikin toilet umum paling keren…
        Buang air kecil: Rp. 1000
        Buang air besar: Rp. 2000
        truzzz..
        Buat jin
        “HERE ALL YOU CAN EAT ONLY 100.000 AJAH”…

      • qarrobin said

        ini kalo dipandang dari science, kebenarannya Roy Rey tanya langsung aja ama jinn hihihi….

    • Roy Rey said

      Hihihihi…
      Sompret…
      Tadi ada jin yg mo kerjasama…
      Masa pembagianyah dia minta 90%, gw cuma 10%….
      Tau duit banget tuh jin..

      Ga jadi ah bisnis WC Umumnyah…

      Nb.pantes Al Quran bilang kaga bagus kerjasama ama bangsa jin.. Ini toh salah satunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: