Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Twilight Zone

Posted by qarrobin pada Oktober 31, 2010

Dukhaan (041,011) memiliki beberapa makna, polusi udara, atomic mushroom, soundless explosions seperti Chernobile, dll. Akan ada peristiwa seperti Chernobile yang mana merupakan contoh dari silent dirtyness dan silent burst dalam waktu dekat. ini akan terjadi di era high technology. akan menjadi kebutuhan untuk memulai kolonisasi dalam waktu dekat. akan menjadi kebutuhan untuk penempatan di Mars dan twilight zone di Merkurius. hal yang sama bagi bulan. karena Dukhaan berarti dunyaa akan di karantina. Dukhaan berarti to incinerate, to destroy by burning.

Satu sisi Merkurius seperti gurun terbakar matahari. Sisi Merkurius tak dapat berputar mengitari matahari dan sisi yang menghadap matahari sekitar 400 C, sisi yang lain membeku. Jika sisi nya dapat berputar mengitari matahari maka akan panas merata, dan sisi yang membeku akan mencair menjadi pasang seperti zaman nabi Nuh a.s. Namun seperti terdapat wilayah (Twilight Zone) yang hangat dan menyenangkan. Merkurius begitu dekat yang mana matahari skim over it. wilayah ini berada pada musim dingin dan musim panas, selalu sekitar 30 C. Tetapi jika kita berjalan 2 kilometer ia menjadi 120 C. Mudah untuk merusak sisi bumi karena manusia membuat bumi seperti laboratorium, kita merusak air pada satu sisi, kita membeli air botol plastic dari sisi yang lain dan meminumnya. Namun bagi penempatan di Merkurius, urusannya akan menjadi lain. maksudku tak ada siklus ke tempat yang lain, manusia berada di dalam keadaan di Yasin 036,041-043. manusia berada disekitar koloni.

036,040 : Tidaklah matahari mungkin baginya mengejar bulan dan tidakpun malam mendahului siang. dan masing-masing dalam suatu apungan berenang.

Setiap planet di dalam gravitasi matahari laksana bulan bagi matahari, dan perumpamaan merkurius sebagai bulan bagi matahari adalah laksana bulan bagi bumi, sisi bulan di dekat bumi selalu menghadap pada sisi yang sama seperti sisi merkurius di dekat matahari sehingga sisi malam nya tidak dapat mendahului sisi siangnya, jadi matahari tidak mendapatkan seluruh sisi merkurius.

036,041 : dan suatu ayat bagi mereka bahwa kami kandung keturunan mereka di dalam benda apung yang penuh muatan

036,042 : dan kami ciptakan bagi mereka (keturunan di masa depan) dari semisal nya (benda apung) apa yang mereka kendarai

036,043 : dan jika kami kehendaki kami tenggelamkan mereka maka tiada suara (shuriikha) bagi mereka dan tiada mereka diselamatkan (yunqadzuun)

036,044 : kecuali suatu pengaturan dari kami dan suatu perlengkapan hingga waktu tertentu

Iklan

13 Tanggapan to “Twilight Zone”

  1. Filar Biru said

    Yang perlu di pertanyakan adalah mengapa sisi bulan selalu menghadap bumi, ada apa di balik bulan yang tidak perna dilihat dari bumi? dan apa yang terjadi bila sisi bulan selalu berganti sesuai dengan perjalan waktu?

    Memang benar setiap planet ataupun benda angkasa garis edarnya sudah ditetapkan oleh Allah, akan tetapi garis edar manakah yang telah ditetapkan oleh Allah itu?

    Lalu kalau setiap planet umpama seperti bulanya bumi, apakah benar setiap planet wajahnya selalu menghadap ke matahari seperti bulan menghadap bumi? apa tidak akan meledak tu planet?

    apa kaitan arguemen anda dengan ayat:
    “036,042 : dan kami ciptakan bagi mereka (keturunan di masa depan) dari semisal nya (benda apung) apa yang mereka kendarai”

    tolong di jawab satu persatu Mas Juti!!!

  2. qarrobin said

    Kalo yang di pertanyakan adalah mengapa sisi bulan selalu menghadap bumi, ada apa di balik bulan yang tidak pernah dilihat dari bumi? dan apa yang terjadi bila sisi bulan selalu berganti sesuai dengan perjalan waktu? jawabnya saya gak tau

    Untuk pertanyaan Memang benar setiap planet ataupun benda angkasa garis edarnya sudah ditetapkan oleh Allah, akan tetapi garis edar manakah yang telah ditetapkan oleh Allah itu? saya melihat persamaan dari Merkurius dan bulan

    Lalu kalau setiap planet umpama seperti bulanya bumi, apakah benar setiap planet wajahnya selalu menghadap ke matahari seperti bulan menghadap bumi? apa tidak akan meledak tu planet?

    Sepertinya saudara @Blue salah memahami,
    1. setiap planet-planet yang mengitari matahari laksana satelit-satelit (bulan-bulan) bagi matahari
    2. planet-planet bisa memiliki lebih dari satu satelit (bulan)
    3. saya tidak menyatakan bahwa setiap planet wajahnya selalu menghadap ke matahari seperti bulan menghadap bumi,
    maksud saya planet terdekat ke matahari yakni planet merkurius berkelakuan layaknya bulan menghadap bumi

    apa kaitan arguemen anda dengan ayat:
    “036,042 : dan kami ciptakan bagi mereka (keturunan di masa depan) dari semisal nya (benda apung) apa yang mereka kendarai”

    pada ayat sebelumnya disebutkan keturunan mereka di dalam benda apung

  3. Filar Biru said

    Thanks atas penjelasmu Juti

    Aku kira kamu becanda “dikit”. hehehe maklum aku termasuk orang yang selalu memperhatikan langit di malam hari. aku begitu takjub dengan bintang-gemintang ciptaan Tuhan. Melihat cakrawala di malam hari yang cerah, langit di bayang-bayangi dengan awan galaxi membuatku terpana. Untuk yang satu ini aku tiada henti terkagum2 dengan Kekusaan Allah.

    Aku suka dengan materi yang engkau bahas, satu lagi pertanyaanku mungkin sedikit melenceng dengan pokok materi.

    apakah engkau mengetahui keadaan bulan sekarang ini,bahwa dia dulu perna terbelah dan sekarang sudah menyatu lagi. ilmuwan barat banyak menyembuyikan fakta ini dan menganggapnya sebagai fenomena biasa di bulan. Faktanya banyak sesuatu yang di sembuyikan oleh nasa.

    salam

    • qarrobin said

      Aku juga sama, suka melihat langit malam dan memikirkan penciptaan alam semesta sehingga membuatku mencari jawaban, dan blog ini adalah hasil pencarian

      Aku juga suka dengan ketertarikan kamu dengan dimensi waktu dan isra mi’raj

      tentang bulan terbelah, apakah kamu pernah melihat ayatnya di al quran? jika memang benar, sepertinya buktinya disembunyikan, ini akan menjadi tugas umat islam untuk membuktikannya

      salam salam

      • Filar Biru said

        @ Juti

        Ayatnya ada:
        54:1. “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan”.

        Allah telah membelah bulan sebagai bentuk mujizat hebat dari Rasulullah SAW. Kisah itu sangat menarik untuk di simak sebab ada pelajaran yang berharga dari kisah ini.

        Kamum Musyrikin Mekkah mendatangi Rasulullah SAW untuk menantang beliau dan meminta beliau untuk menunjukan sebuah mukjizat. Allahpun mengabulkan permintaan kaum musyrikin mekkah dengan membelah bulan sebanyak dua kali. Terbelahnya bulan adalah salah satu mukjizat Rasulullah SAW.

      • qarrobin said

        ya saya percaya karena memang ada ayatnya, tapi tidak disebutkan 2 kali

      • Filar Biru said

        peristiwa terbelahnya bulan terjadi dua kali ayatnya hanya satu

  4. Roy Rey said

    Hehehehe…
    Ngemengi bulan yah..
    Begitu banyak teori asal usul bulan, namun ga da nyang “nyangkut”..
    Hanya 1 teori yang tersisa itupun rada aneh menurut mereka..
    Yaitu “bulan” sebuah kendaraan… (nabi adam a.s kalee yee)

    • qarrobin said

      saya juga pernah baca, kalo bulan adalah stasiun angkasa yang sengaja dibuat, sepertinya kita harus membuktikannya sendiri dengan datang ke bulan bila teknologi umat islam udah canggih

      • Roy Rey said

        Hmmm… sepertinya bukti2 mengenai kebenaran Al Qur’an, justru sekarang ini bukan dari kalangan muslim. Biasanya kita cuma teriak “BETUL”…

        Walau kadang2 sayah suka berpikir, justru itulah yang baik… 🙂

      • Roy Rey said

        Mengenai bulan, saya juga rada heran koq bisa pas banget yah posisinya dalam artian sebangding dengan matahari, klo pas gerhana gitu “PAS BANGET…

        Kheknya emang bulan ada yg naro diposisi tersebut, dan setau sayah umur bulan -/+ 1 milyar lebih tua dari bumi, jadi klo bulan dulunya semacam planet ato asteroid kheknya juga ga mungkin, soale bumi pasti somplak.

        Jadi pertanyaanya adalah “sapa nyang naro bulan disituh?”…

        Daripada gw puyeng, gw bikin teori ala Roy Rey..
        Bulan adalah rumahnya nabi Adam dan bininye, truz pas terusir dari sorga dan dah mo nyampe ke bumi.. ternyata rem bulan rada “ngadat”. Nabi adam nyruh bininya loncat duluan soale Adam takut bininya hancur bersama bulan, dan emang benar bulan bukannya makin pelan malah menjauh dari bumi akhirnya adam loncat lalu nyari bininye…
        Bulan semakin menjauh, dan menjauh sedikit demi sedikit….Hihihihihi…

      • Filar Biru said

        @Roy

        heheheheh

        maaf Mas Juti neh…si anak (RoY) kebanyakan slot jadi ngomongannya sekitar bini aja heheheh….malahan slot gue dimintanya. dasar tukang tidur heheh

        SALAM SEMUA

      • qarrobin said

        @Blue, daku juga kenal RoyRey kok
        sapa tau RoyRey benar, dulu pake pesawat apa ya nabi adam dan hawa turun ke bumi? mungkin naik pesawat seperti yang pernah dilihat nabi hezekiel (dzulkifli)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: