Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Archive for November, 2010

Massa Kelajuan sama dengan massa gravitasi

Posted by qarrobin pada November 29, 2010

Pengamat A berdiri di depan jendela mobil bis yang melaju lurus pada vector v dengan kelajuan tetap 3m/s. Misal intensitas gravitasi pada vector g adalah 4m/s^2. Kemudian pengamat A melepaskan sebutir batu dengan massa misal 6 gr ke  tepi jalan raya, tanpa melemparkannya. Maka dengan mengabaikan pengaruh hambatan udara, A melihat batu itu jatuh secara lurus pada vector g. Jika tidak ada intensitas gravitasi, maka batu tidak akan jatuh ke tanah, namun akan melaju lurus pada vector v dengan kelajuan tetap 3m/s. Kita akan menyebut “gerak batu relatif terhadap vector v” dengan line-like.

Pengamat B yang berdiri di tepi jalan raya melihat batu itu jatuh ke tanah dalam garis diagonal pada vector r. Kita akan menyebut “gerak batu relatif terhadap intensitas gravitasi” dengan space-like.

Pengamat B melihat, relatif terhadap intensitas gravitasi, batu menempuh jarak 5 m pada vector r dalam 1 detik dengan kelajuan tetap 3m/s.

Sekarang kita andaikan mobil bis diam, dan kita andaikan bahwa tidak ada intensitas gravitasi, kemudian pengamat A melemparkan batu pada vector r dengan kelajuan 3m/s, maka batu akan menempuh jarak 5m pada vector r dalam 1+2/3 detik, atau batu menempuh jarak 3m pada vector r dalam 1 detik.

Sekarang kita andaikan mobil bis melaju lurus pada vector v dengan kelajuan tetap 3m/s, dan kita andaikan bahwa tidak ada intensitas gravitasi, kemudian pengamat A melepaskan batu tanpa melemparkannya, maka batu akan menempuh jarak 3 m pada vector v dalam 1 detik.

Sekarang kita andaikan mobil bis melaju lurus pada vector v dengan kelajuan tetap 3m/s, dan kita andaikan bahwa ada intensitas gravitasi 4m/s^2 pada vector g, kemudian pengamat A melepaskan batu tanpa melemparkannya, maka batu akan menempuh jarak 5 m pada vector r dalam 1 detik dengan kelajuan 3m/s.

Relatif terhadap intensitas gravitasi, pengamat B juga melihat kelajuan batu 3m/s tidak berubah pada vector r, dan batu menempuh jarak 5 m dalam 1 detik.

Jadi kelajuan batu tidak berubah ketika berada di dalam intensitas gravitasi, dan kita sebut vector g sebagai space-like. Intensitas gravitasi membuat penyusutan waktu dari 1+2/3 detik menjadi 1 detik. Intensitas gravitasi juga membuat penyusutan jarak dari 5m menjadi 3m. Karena kelajuan batu tidak berubah, maka massa batu 6 gr juga tidak berubah.

Massa gravitasi sama dengan massa diam.

Relatif terhadap batu, dalam system koordinat batu, vector g yang diciptakan oleh intensitas gravitasi dapat kita anggap tidak ada (hollow), karena kelajuan batu tetap tidak berubah baik terhadap vector v maupun terhadap vector r. Begitupun vector g pada ruang semesta kita merupakan kedalaman hollow relatif pada bidang datar Superspace.

Karena kita berada pada kedalaman hollow ruang vector g, kita melihat probabilitas posisi dari partikel kuantum. Jika kita mendapatkan gambaran partikel, gambaran itu merupakan superposisi dari amplitude fase.

Sekarang kita ubah batu pada vector v tadi menjadi foton pada vector c, dan agar tampak sederhana, kita pangkas 300.000.000 m/s menjadi 3 m/s. Kita ubah juga intensitas gravitasi pada vector g menjadi kelajuan pesawat 2,4m/s pada vector s 4m. Jika vector s diteruskan, maka akan menjadi vector r yang orthogonal (searah) dengan vector s 5m yang ditempuh foton dalam 1 detik dengan kelajuan 3m/s.

Sebuah pesawat dengan massa misal 600 kg meninggalkan bumi dengan kelajuan 2,4m/s dan menempuh 4m pada vector s dalam 1 detik.

Sekarang kita andaikan pengamat A di dalam pesawat melepaskan sinyal foton pada arah vector c. Pengamat A akan melihat foton yang dilepaskannya merambat secara lurus pada vector c dengan kelajuan 3m/s. Kita akan menyebut “gerak foton relatif terhadap vector c” dengan line-like.

Pengamat B di bumi, relatif terhadap intensitas kelajuan pesawat, melihat foton merambat dalam garis diagonal pada vector r dengan kelajuan yang tetap 3m/s dan menempuh 5m vector r dalam 1 detik. Sebagaimana kelajuan foton tidak berubah pada vector r, maka kelajuan pesawat juga tidak berubah pada vector s. Karena kelajuan pesawat tidak berubah, maka massa pesawat 600 kg juga tidak berubah.

Massa kelajuan invariant terhadap pengamat. Massa kelajuan sama dengan massa gravitasi.

Massa gravitasi sama dengan massa diam.

Jadi kelajuan pesawat tidak berubah ketika berada di dalam intensitas kelajuan, dan kita sebut vector s sebagai space-like. Intensitas kelajuan membuat penyusutan waktu dari 1+2/3 detik menjadi 1 detik. Intensitas kelajuan juga membuat penyusutan jarak dari 5m menjadi 3m. Intensitas kelajuan juga membuat penyusutan jarak dari 4m menjadi 2,4m.

Sekarang kita andaikan pesawat masih di bumi, kemudian pengamat A melepaskan sinyal foton pada vector r dengan kelajuan 3m/s, maka foton akan menempuh jarak 5m pada vector r dalam 1+2/3 detik dengan posisi awal foton dimulai dari bumi, atau foton menempuh jarak 3m pada vector r dalam 1 detik.

Sekarang kita andaikan pesawat masih di bumi, kemudian pengamat A melepaskan sinyal foton pada vector r yang orthogonal (searah) dengan vector s dengan kelajuan 3m/s, maka foton akan menempuh jarak 5m pada vector r orthogonal (searah) dengan vector s dalam 1+2/3 detik dengan posisi awal foton dimulai dari bumi, atau foton menempuh jarak 3m pada vector r yang orthogonal (searah) dengan vector s dalam 1 detik dengan posisi awal foton dimulai dari bumi.

Sekarang kita andaikan pesawat beranjak dari bumi pada vector s dengan kelajuan 2,4 m/s, kemudian pengamat A melepaskan foton pada vector r yang orthogonal (searah) dengan vector s, maka foton akan menempuh jarak 5m pada vector r orthogonal (searah) dengan vector s dalam 1 detik dengan kelajuan 3m/s dengan posisi awal foton dimulai dari bumi.

Setelah pesawat menempuh vector s dalam satu detik, pengamat A melihat foton pada vector c merambat pada garis lurus dengan kelajuan 3m/s, ini berarti posisi awal foton mengikuti kelajuan pesawat.

Begitupun setelah pesawat menempuh vector s dalam satu detik, pengamat A melihat posisi awal foton pada vector r orthogonal (searah) dengan vector s mengikuti kelajuan pesawat. Sehingga pengamat A melihat foton pada vector r orthogonal (searah) dengan vector s menempuh jarak 1m dalam 1 detik dengan posisi awal foton dimulai dari posisi akhir vector s.

Relatif terhadap posisi akhir vector s, dalam system koordinat pesawat, vector s yang diciptakan oleh intensitas kelajuan pesawat dapat kita anggap tidak ada (hollow), karena intensitas kelajuan pesawat dapat kita setarakan dengan intensitas gravitasi. Kita akan menyebut “gerak foton relatif terhadap intensitas kelajuan pesawat” dengan space-like.

Relatif terhadap intensitas gravitasi, jika pengamat A menganggap pesawatnya diam relatif terhadap intensitas gravitasi maka pengamat A melihat foton pada vector r orthogonal (searah) dengan vector s merambat dengan kelajuan 1 m/s. Semakin kelajuan pesawat meningkat, semakin intensitas gravitasi meningkat dan semakin kelajuan cahaya menurun. Ketika v pesawat setara dengan c, maka tak ada foton pada vector r orthogonal (searah) dengan vector s terpancar dari pesawat ke ruang semesta kita, atau pesawat memasuki bidang datar Superspace dan terpantulkan mundur ke masa lalu. Elektron dengan kelajuan tinggi jika bertumbukan dengan foton, dapat menjadi pasangan foton dan positron yang spin nya mundur.

Ketika v pesawat setara dengan c, vector s akan menyusut menjadi dimensi titik. Ketika v pesawat setara dengan c, foton masih dapat terpancar pada vector c.

Ketika v pesawat setara dengan c, posisi awal foton pada awal vector s bersuperposisi dengan posisi awal foton pada akhir vector s.

Pada vector c, superposisi keadaan (state) foton diteruskan pada polarisasi fraksi sin^2a dan foton terpancar pada vector c. Pada vector v yang kelajuannya setara dengan vector c, superposisi keadaan (state) foton diserap pada polarisasi fraksi cos^2a, dan tidak ada foton terpancar pada vector s.

Menurut prediksi elektrodinamika klasik, polarisasi akan memecah amplitude panjang gelombang menjadi 2 fase, sebagian fase (energi) ke fraksi sin^2a, dan sebagian fase (energi) ke fraksi cos^2a. Namun observasi keadaan (state) foton tetap memberikan keseluruhan fase (energi) amplitude panjang gelombang pada polarisasi fraksi sin^2a, sedangkan pada polarisasi fraksi cos^2a tidak ada foton terpancar.

Andaikan kita memiliki sebuah sorot cahaya melewati sebuah kristal tourmaline, foton yang diserap oleh electron kristal akan mengalami polarisasi. Jika polarisasi foton berpotongan (tegak lurus) terhadap optic axis (vector s), foton akan diteruskan pada vector c, namun kita tetap mendapatkan keseluruhan fase (energi) foton pada polarisasi perpendicular (fraksi sin^2a). Jika polarisasi foton parallel (orthogonal) terhadap optic axis (vector s), tak ada foton terpancar.

Relatif terhadap superposisi keadaan (state) vector c, dalam system koordinat foton, vector g yang diciptakan oleh intensitas medan gravitasi dapat kita anggap tidak ada (hollow), karena observasi keadaan (state) foton tetap memberikan keseluruhan fase (energi) meski mengalami polarisasi. Kita akan menyebut “gerak foton relatif terhadap intensitas medan gravitasi” dengan space-like.

Karena kita hidup di dalam space-like, superposisi fase berinterferensi pada intensitas medan semesta. Jadi foton itu sendiri yang berinterferensi dengan dirinya sendiri.

Misal observasi mendapatkan posisi foton pada vector ket, maka fungsi gelombang dari foton akan runtuh dan mengalami lompatan kuantum pada keadaan (state) vector ket. Polarisasi fase pada vector bra akan diserap dan bersuperposisi pada keadaan (state) vector ket. Kelajuan foton tidak akan berubah meski jarak ke keadaan (state) vector ket lebih panjang dari jarak ke keadaan (state) vector bra. Energi foton juga tidak berubah.

Energi kelajuan sama dengan energi diam. Superposisi dan interferensi foton juga terjadi pada electron.

Massa kelajuan sama dengan massa diam.

Posted in qory dahara | 10 Comments »

Waktu melaju pada kondisi-kondisi semesta yang berbeda secara relatif

Posted by qarrobin pada November 24, 2010

Dengan massa yang invariant, manusia akan dapat melaju dengan kecepatan cahaya. Kita sering memandang massa milik kerangka yang bergerak dalam kondisi waktu kerangka kita yang diam, padahal kondisi waktu pada A melaju dengan aliran yang berbeda dengan kondisi waktu yang melaju pada B.

Jika menurut A bahwa 1 detik telah terjadi, maka menurut B yang mengalami pemuaian waktu, 1 detik A belum tiba, waktu pada B melaju dalam 1+2/3 detik.

Jika menurut A bahwa 1 tahun telah terjadi, maka menurut B yang mengalami pemuaian waktu, 1 tahun A belum tiba, waktu pada B melaju dalam 1 tahun 8 bulan.

Jika menurut shahib al kahfi bahwa 8 jam telah terjadi, maka menurut pasukan tentara yang mengalami pemuaian waktu, 8 jam shahib al kahfi belum tiba, waktu pada pasukan tentara melaju dalam 300 tahun.

Jika menurut ‘isa ibn maryam bahwa 2 hari telah terjadi, maka menurut manusia yang mengalami pemuaian waktu, 2 hari ‘isa ibn maryam belum tiba, waktu pada manusia melaju dalam 2000 tahun.

Khusus kasus ‘isa ibn maryam, terjadi pembuian waktu dari Fuhrer Adler selama 300 tahun, sehingga kedatangan ‘isa ibn maryam terbuai 300 tahun.

Jika menurut shahib al qubur bahwa 1 hari telah terjadi, maka menurut manusia yang mengalami pemuaian waktu, 1 hari shahib al qubur belum tiba, waktu pada manusia melaju dalam 50.000 tahun.

Penyusutan waktu berasal dari sari’u lhisab yang artinya segera perhitungan. Sedangkan pemuaian waktu berasal dari shabar. Inilah mengapa manusia disebut miskiyn artinya orang-orang yang sakinah yakni tenang atau lamban dalam perhitungan waktu.

Di sisi Allah, masa depan kita telah terjadi, contohnya Allah menginformasikan tentang ya-juj dan ma-juj, kemudia karena sari’ul hisab maka pada ayat itu juga langsung diceritakan tentang padang mahsyar (018,099).

Di sisi kita, masa depan belum terjadi. Dalam kisah shahib al kahfi, kondisi para pemuda ini berada pada arah masa depan dari waktu, sedangkan kondisi pasukan tentara berada pada arah masa lalu dari waktu. Kondisi masa lalu pasukan tentara yang jauh sedang bergerak menuju kondisi masa depan pada sisi shahib al kahfi.

Posted in qory dahara | 5 Comments »

Massa adalah invariant terhadap pengamat

Posted by qarrobin pada November 24, 2010

Dari cerita paradox kembar, kita akan membuat jelas kesalahmemahami dari teori relativitas. Pengamat A dengan kerangka ruang dan kondisi waktu pada pesawatnya melaju dengan 0,8 c. Dan kelajuan ini adalah invariant terhadap pengamat.

Kerangka ruang dan kondisi waktu yang melaju pada pesawat A berbeda secara relatif dengan kerangka ruang dan kondisi waktu yang melaju pada saudara kembarnya B di bumi.

Misal A dan B terpisah jarak 1 tahun + 8 bulan cahaya. Sambil mengirimkan sinyal, A melaju mendekati B. Dalam 1 tahun perjalanan A, sinyal yang dikirimkan oleh A telah tiba di B.

Agar lebih mudah dipahami, kita akan menghitung dalam satuan detik. Misal A dan B terpisah jarak 1 + 2/3 detik cahaya yakni 300.000 km + 200.000 km = 500.000 km.

Sambil mengirimkan sinyal, A melaju mendekati B. Dalam 1 detik perjalanan A, sinyal yang dikirimkan oleh A telah tiba di B.

A

waktu : 1 detik

kelajuan : 0,8 c

jarak tempuh : 240.000 km

massa : 600 kg

Dengan factor Lorentz, B menghitung

waktu : 1 + 2/3 detik

jarak tempuh : 240.000 km + 160.000 km = 400.000 km

massa : 600 kg + 400 kg = 1.000 kg = 1 ton

Ini berarti dalam 1 detik B, ia tidak melihat perubahan kelajuan A, yakni 240.000 km dalam 1 detik. Dan ini juga berarti dalam 1 detik B, ia tidak melihat pertambahan massa pesawat A, yakni 600 kg dalam 1 detik.

Memang kita dapat mengkonversi kelajuan misal dari meter per detik menjadi kilometer per jam. Kita pun dapat membuat konversi dari 240.000 km per detik menjadi 400.000 km per 1+2/3 detik.

Dalam kerangka ruang A, jarak 400.000 km menyusut menjadi 240.000 km. Ini berarti massa 1.000 kg menyusut menjadi 600 kg.

Kita dapat membuat konversi dari 1 ton per 1+2/3 detik menjadi 600 kg per detik. Ini berarti massa adalah invariant terhadap kerangka bergerak A maupun terhadap kerangka diam B, sehingga pesawat dapat dibuat melaju secepat cahaya.

Posted in qory dahara | 3 Comments »

Hubble dan Einstein

Posted by qarrobin pada November 24, 2010

Sebagaimana nama Hubble adalah cipher dari anak Adam a.s yakni Habil artinya keterhubungan. Seperti habli lwarid dan hablin mina naas. Lawan kata dari Habil adalah Qabil artinya keterputusan. Seperti min qabli yang sering di artikan ‘dari sebelumnya’.

Nama Einstein adalah cipher dari ‘ayn Syaythaan yang artinya mata setan. Einstein menyatakan dengan factor Lorentz bahwa tidak ada yang dapat melaju secepat cahaya.

Rona yang memerah dari sayap Azrael dapat kita sebut pergeseran merah Hubble. Mengembangnya semesta seperti kelopak mawar yang mengembang.

Kebanyakan fisikawan memahami bahwa dengan factor Lorentz, semakin mendekati kelajuan cahaya, maka pertambahan massa akan menuju ke ketakterhinggaan, sehingga akan butuh energi yang banyak dan tidak akan cukup untuk membuat sesuatu melaju secepat cahaya.

Saya akan menunjukkan bahwa mereka salah memahami. Pertambahan massa adalah pertambahan secara relatif terhadap kerangka ruang dan kondisi waktu pengamat yang diam.

Posted in qory dahara | Leave a Comment »

Gravitasi dan Elektromagnetik

Posted by qarrobin pada November 24, 2010

Dulu saya suka menuliskan teori fisika yang saya baca dengan aforisma yang ditulis Nietzsche dipadu dengan gaya penulisan futuhat al makkiyah ibn ‘Arabi. Saya tertarik dengan astrologi ibn ‘Arabi yang menggambarkan naar, jannah dengan Kursy Allah. Tulisan itu saya berikan kepada Wulan Gontina, ukhti yang mahasiswi fisika di Universitas Sriwijaya.

Saya banyak meminjam buku-buku fisika teori darinya. Jika membaca teori kuantum atom, saya suka memvisualisasikan dengan gambar. Salah satunya saya pernah membuat langit-langit yang ditempati oleh banyak elektron yang mengelilingi inti atom, dan pada setiap langit saya tuliskan unsur kimiawi nya sesuai elektron yang dimiliki setiap element pada satu lembar kertas karton.

Teori Gravitasi lubang hitam juga membuat saya kagum, seandainya kita dapat melihat malaikat Azrael membawa Idris a.s. memasuki wormhole. Maka kita akan melihat mereka seakan membeku seperti patung dengan gerak perlahan karena kerangka ruang dan kondisi waktu yang kita alami secara relative berbeda dengan mereka.

Pada kisah shahib al kahfi, saya pernah bertanya. Bagaimana mungkin pasukan tentara kalah dengan seekor anjing? Jika pemuda kahfi tertidur seperti kita tidur. Tidak mungkin pasukan tentara tidak bisa membunuh mereka yang tertidur?

Pada 1915, ketika resimen Inggris akan menyerang Attaturk melalui Selat Çanakkale. Dzulqarnayn dengan pesawat 1N (baca : wanen) membuat badai elektromagnetik. Ini merupakan biorhythm dari khidhir yang melubangi perahu.

Badai Elektromagnetik tidak membunuh, ini merupakan takwil dari api yang tidak membakar Ibrahim a.s. Kelakuan (behavior) gelombang dari elektromagnetik dapat membawa keadaan (state) partikel berpindah posisi ke kerangka ruang dan kondisi waktu yang berbeda secara relatif.

Sebagaimana shahib al kahfi, resimen Inggris ini dibawa ke 300 tahun di masa depan. Sebagaimana medan gravitasi dapat memperlambat waktu secara relatif. Badai elektromagnetik dapat mendelay waktu.

Ketika Azrael memasuki wormhole, kita tidak akan melihat Azrael melamban dengan rona sayap yang memerah selama 50 ribu tahun. Karena jarak yang jauh itu terlengkungkan menjadi satu hari. Kita tidak akan melihat Azrael mematung karena Azrael mengalami percepatan dari v hampir mendekati c ke v setara dengan c.

Einstein telah membatasi kecepatan bahwa kita tidak dapat membuat sesuatu melaju secepat cahaya, dan ini berarti Einstein membatasi bahwa hanya ada dunyaa tanpa ada barzakh dan akhirat.

Posted in qory dahara | 21 Comments »

Hujan Meteor

Posted by qarrobin pada November 24, 2010

Dengan beralaskan langit kelam, bintang gemintang dapat membuat gerak ilusi. Setelah agak lama menatap satu bintang, perlahan saya gerakkan mata saya misal ke kanan, maka bintang tadi seolah bergerak ke kiri.

Ilusi yang lain adalah membesarnya matahari di pagi hari. Padahal jika kita bandingkan dengan matahari di siang hari, ukurannya tidak berbeda. Sering di malam hari, saya melihat bintang yang berjalan, kemudian berhenti, cahayanya mulai benderang, redup, muncul kembali dan berjalan pelan kemudian menghilang di kejauhan.

Suatu malam, langit dihujani cahaya seperti perang bintang. Saat itu saya menduga para ahli santet sedang berperang. Meteor itu seakan dekat sekali melewati atap-atap rumah warga.

024,043 : …dan diturunkan dari langit dari suatu jibaal (yakni meteor) di dalam nya dari suatu (barad) es maka di shiybu dengan nya orang yang di kehendaki dan di sharifu nya dari orang yang dikehendaki, hampir sanaa kilat nya di dzahab dengan al abshaari.

002,164 : …dan apa yang diturunkan allah dari langit dari air…

Posted in qory dahara | 11 Comments »

Senjakala Bintang

Posted by qarrobin pada November 24, 2010

Pada masa SMU saya suka memandang bintang gemintang pada permulaan malam maupun pada akhir malam. Pada tahun 1999 menjelang semester akhir, musik Underground banyak digemari anak-anak remaja. Biasanya kami nongkrong di pinggiran Plaza Pulau Mas yang berada di lantai bawah Hotel King sembari menunggu senja.

Di samping Pulau Mas ada toko buku Gramedia. Selain nongkrong membicarakan festival musik, saya mengisi waktu dengan membaca buku. Di antara Sriwijaya Underground Community, seorang pemain keyboard yang bernama Bey ar-Rayyan yang juga pandai membuat puisi, memperkenalkanku dengan karya-karya Wilhelm Friedrich Nietzsche.

Karya Nietzsche merupakan bacaan yang berat. Yang membuat saya tertarik yakni salah satu judul, Senjakala Berhala. Selain Bey, saya memiliki banyak teman yang pandai membuat puisi diantaranya Hafez Zein Syahril Gumay, Mulya Victorian Sianipar, Agus, Dhekuza dan Rudi. Meski saya tidak memahami sastra, saya suka berteman dengan mereka.

Namun saya cenderung tertarik dengan fisika teori. Pada suatu senja saya nongkrong bersama anak-anak Underground di depan balai camat ¾ Ulu darat. Saya menatap langit di atas saya dan ada satu bintang yang muncul, cahayanya menjadi lebih cemerlang kemudian menghilang. Padahal bintang yang lain belum muncul dan saya perhatikan tidak ada pesawat terbang yang melintas.

Posted in qory dahara | 4 Comments »

Taqwa dan Waqtu

Posted by qarrobin pada November 16, 2010

Taqwa = yakhaafuuna an’ama llahu (005,023), orang-orang yang disembunyikan dalam pemeliharaan allah. Khafi sering diartikan taquwt. Berlindung dengan allah = Taqwa>> Its root is Qawi or Quwwat

Qawi = pakaian atau baju besi dari perbuatan baik. Ini adalah sebuah perisai protective antimagnetic. Ini seperti the pellucidity of the heart, the softness of the walnut in the hard shell etc.

Quwwat = interaksi fundamental yang meneguhkan materi semesta.

Kebalikan dari Taqwa adalah Waqtu. Time is Waqtu which means to occur, muncul. Taqwa Time dapat berarti Waqtu yang berlindung.

Ambil sebuah kertas, buatlah dua lubang yang berdekatan. Sebuah partikel seperti elektron dapat melalui dua lubang pada sa’at yang sama. Selain massa, muatan elektrik nya dan magnetic moment nya, untuk mendefinisikan partikel kita tambahkan spin yang terdiri dari dua fase seperti lekukan lempengan tanah yakni gunung dan lembah. Elektron-elektron yang melapisi inti atom dapat membentuk lempengan logam yang jumud (diam, tetap pada tempatnya, mantap, solid, kokoh). Elektron adalah jibaal dalam ukuran kecil.

027,088 : wa taraa ljibaala tahsabu haa jaamidatan wa hiya tamurru marra ssahaabi

dan kamu lihat jibaal, kamu hitung ia suatu yang solid, dan dia merentang (seperti) rentangan awan.

marra = sesuatu yang simetris, yang tercermin, yang sama, yang rata, yang merentang

efek pergeseran merah dari foton yang dipancarkan elektron yang menjauhi pengamat, dikarenakan posisi awal foton yang dipengaruhi oleh gerak posisi elektron yang memancarkannya sehingga terjadi efek pengembangan ruang. Begitupun efek pergeseran biru dari foton yang dipancarkan elektron yang mendekati pengamat, dikarenakan posisi awal foton yang dipengaruhi oleh gerak posisi elektron yang memancarkannya sehingga terjadi efek penyusutan ruang.

Terhadap elektron itu sendiri, elektron tidak melihat perentangan posisi awal foton. Namun terhadap pengamat secara relative terjadi perentangan posisi awal foton. Perbedaan relative ini dikarenakan pengamat benar-benar berada pada kerangka yang memiliki rentangan ruang yang dilalui elektron. Ini berarti gerak di dalam ruang adalah perentangan posisi, yakni gelombang probabilitas dari posisi.

Jangka ruang-waktu elektron berbeda secara relative dengan jangka ruang-waktu pengamat. Contoh yang lain : Ketika syihab (cosmic rays) mencapai permukaan bumi, mereka ditemukan mengandung partikel, the μ mesons (muon) yang hidup di bumi hanya selama a millionth of a second (waktu yang singkat ini kita sebut hiyn di dalam al quran), meretaskan diri dengan radio-activity. Partikel-partikel muon ini tercipta (occur) 30 km di udara ketika inti atom di atmosfer planet kita ditumbuk oleh syihab (sebagian besar proton).

Misal muon muncul di ketinggian 9,5 km dengan umur hiyn 2 μs (2 * 10^-6 s) dan meluruh menjadi elektron atau positron. Terhadap jangka ruang-waktu muon, dengan kelajuan 2,994 * 10^8 m/s (0,998 c), jarak 9500 m menyusut menjadi 600 m.

Terhadap kerangka pengamat secara relative usia hiyn muon 2 μs mengalami peremajaan waktu menjadi 31,6 μs dengan jangka ruang 9,5 km. Massa muon juga akan bertambah dengan factor Lorentz, namun pertambahan ini relative terhadap kerangka pengamat. Terhadap kerangka muon itu sendiri, tidak terjadi pertambahan massa.

Misal muon meluruh menjadi elektron dengan arah momentum orthogonal, perpendicular atau tegak lurus dan melalui dua lubang pada kertas kita tadi pada sa’at yang sama

Terhadap elektron itu sendiri, elektron tidak melihat perentangan spin nya menjadi fase-fase yang berinterferensi dengan spin nya sendiri, karena rentang 9500 m menyusut menjadi 600 m. Namun terhadap pengamat secara relative terjadi perentangan posisi akhir elektron. Perbedaan relative ini dikarenakan pengamat benar-benar berada pada kerangka yang memiliki rentangan ruang yang dilalui muon sejangka 9,5 km. Ini berarti pengamat mendapatkan gelombang probabilitas dari posisi elektron yang bersuperposisi di antara rentang dua lubang yang dilalui elektron pada sa’at yang sama.

Ruas ruang yang dilalui oleh muon sebanding dengan ruas waktu yang dialami muon. Karena pengamat berada pada jangka ruang-waktu yang berbeda secara relative dengan muon, maka muon dalam syihab mencapai permukaan laut dalam jumlah besar, muon menembus tiap satu sentimeter persegi permukaan bumi, rata-rata lebih dari satu kali tiap menit.

Jadi, dengan waqtu ‘ashr, muon-muon dapat menjangkau rentang yang jauh, mereka telah melampaui masa hidup mereka dengan perhitungan kita secara relatif. Tetapi hiyn mereka bukan ‘ashr kita. Penjelajahan mereka dibuat di keabadian dahr, dan mereka hanya memasuki taqwa time (dahr) ketika mereka kehilangan energy mereka bila tiba di permukaan laut.

Dimana, kemudian, posisi kita kini? ketika partikel diperhitungkan, waqtu menjelajah dalam dua arah secara serentak – kala dahulu dan kala kemudian pada dua lubang kertas pada sa’at yang sama. Pada kecepatan yang sangat tinggi, pada kelajuan cahaya, misalnya, dari mana waqtu datang?

Perangkat pengamatan seperti CERN dibangun untuk menghasilkan kondisi-kondisi ini. Dalam cara ini drawers of time, sebagaimana ia semestinya, dapat diciptakan dimana object-object memperoleh hanya rentang hidup yang singkat akan ditempatkan dan dicagar dalam dimensi keempat. Wadah ini akan menjadi sebuah hollow glass ring (zujaaja 024,035) di tempatkan di dalam sebuah medan dari intense (syadiid) energy dimana partikel-partikel akan berotasi begitu deras bahwa bagi mereka waqtu akan hampir dihentikan untuk muncul. Sebuah rentang hidup dari hiyn karenanya boleh jadi diberlangsungkan dan diamati selama bermenit, atau bahkan berjam. …

ini tidak harus dikira bahwa kala dahulu berlindung ke dalam kekosongan; waqtu adalah al awwala, satu dan abadi, dimana kala dahulu, kala kini dan kala kemudian hanyalah roman-roman yang berbeda – “tekanan” yang berbeda, jika kalian suka – dari sebuah keberlangsungan, rekaman ketakdapatberubahan dari keberadaan yang terus-menerus.

beberapa quote saya ambil dari buku The Morning of the Magicians by Louis Pauwels and Jacques Bergier halaman 18-19. Judul ini berasal dari bahasa Sanskrit (Sansekerta) yakni Dhurakh+apalam. Bahasa al quran dari Dhurakh adalah Thaariq, yang artinya memantul. Penggunaan pseudonym morning karena cahaya yang terbenam di sore hari muncul kembali di pagi hari. Magic atau sihir adalah rapalan yang dapat memberikan efek, saudara lelaki dari sihir adalah dzikir, dan orangnya disebut ‘alimiyn. Jadi Magicians adalah para ilmuwan yang menggunakan mesin thaariq untuk memantul kembali ke masa lalu. Bergier sendiri adalah cucu dari Khidhir dan Balqis.

Posted in Science | 2 Comments »

Shalat as Haniif

Posted by qarrobin pada November 11, 2010

004,101 : wa idzaa dharabtum fiil ardhi fa laysa ‘alaykum junaahun antaqshuruu mina shshalaati in khiftum an yaftinakumu lladziina kafaruu inna lkaafiriina kaanuu lakum ‘aduwwan mmubiinan

dan bila tampil kalian di dalam bumi, maka tiada atas kamu pelanggaran supaya mempersingkat dari shalat, jika takut akan diserang kamu (oleh) orang-orang kafir, bahwa orang-orang kafir adalah bagi kamu musuh yang terbukti

004,102 : wa idzaa kunta fiihim fa aqamta lahumu shshalaata fa ltaqum thaa-ifatun minhum mma’aka wal ya-khudzuu aslihatahum fa idzaa sajaduu fal yakuunuu min waraa-ikum wa lta-ti thaa-ifatun ukhraa lam yushalluu fal yushalluu ma’aka wal ya-khudzuu hidzrahum wa aslihatahum wa dda lladziina kafaruu lau taghfuluuna ‘an aslihatikum wa amti’atikum fa yamiiluuna ‘alaykum mmaylatan waahidatan wa laa junaaha ‘alaykum in kaana bi kum adzan mmin mmatharin aw kuntum mardhaa antadha’uu aslihatakum wa khudzuu hidzrakum inna llaha a’adda li lkaafiriina ‘adzaaban mmuhiinan

dan bila adalah di dalam mereka, maka dirikan bagi mereka (untuk memimpin mereka dalam) shalat, maka bagi mendirikan (shalat) thaa-ifatun dari mereka beserta engkau, dan bagi diambil senjata mereka, maka bila sujud (1 raka’at), maka bagi adalah dari belakang kamu (membalikkan badan dan mengambil senjata), dan bagi memberikan thaa-ifatun akhir yang belum shalat, maka bagi shalat beserta engkau (1 raka’at), dan bagi diambil penjagaan mereka dan senjata mereka, suka orang-orang yang kafir sekiranya lengah dari senjata kamu dan perlengkapan kamu, maka diserbu atas kamu serbuan sekaligus, dan tiada pelanggaran atas kamu jika adalah dengan kamu adzan dari mathari atau adalah sakit supaya tadha’uu senjata kamu, dan ambil penjagaan kamu, bahwa allah membilang bagi orang-orang yang kafir suatu siksa suatu yang tertentu

004,103 : fa idzaa qadhaytumu shshalaata fa dzkuruu llaha qiyaaman wa qu’uudan wa ‘alaa junuubi kum fa idzaa thma-nantum fa aqiimu shshalaata inna shshalaata kaanat ‘alaa lmu-miniina kitaaban mmawquutan

maka bila selesai shalat, maka ingatlah allah (sambil) berdiri, dan duduk, dan atas sisi (punggung) kamu, maka bila athma-nantum, maka dirikan shalat (dalam cara yang benar 2 raka’at), bahwa shalat adalah atas orang-orang yang beriman suatu tulisan yang diwaqtukan

raka’at pertama :

1. qiyam yakni berdiri dengan kedua tangan di sisi

takbiratul ikram mengucap “ allahu akbar ” dengan mengangkat kedua tangan, kemudian kedua tangan kembali ke sisi

mengucap “ a’udzu billahi mina sysyaythaani rrajiim, bismillahi rrahmaani rrahiim ”

sebuah surah pendek dibaca misal fatiha

“ alhamdu lillahi rabbi l’aalamiin

arrahmaani rrahiim

maaliki yawmi ddiin

iyyaa ka na ‘budu wa iyya ka na sta’iin

ihdi naa shshiraatha lmustaqiim

shiraatha lladziina an’amta ‘alayhim ghayri lmaghdhuubi ‘alayhim wa laa dhdhaalliin ”

2. mengangkat kedua tangan kemudian ruku’ dengan membaca “ subhanallahh ”

3. qiyam dengan mengangkat kedua tangan kemudian sujud dengan membaca “ subhanallahh ”

raka’at kedua :

1. qiyam dengan mengangkat kedua tangan, kemudian kedua tangan kembali ke sisi

mengucap “a’udzu billahi mina sysyaythaani rrajiim, bismillahi rrahmaani rrahiim ”

membaca surah fatiha

2. mengangkat kedua tangan kemudian ruku’ dengan membaca “ subhanallahh ”

3. qiyam dengan mengangkat kedua tangan kemudian sujud dengan membaca “ subhanallahh ”

4. kemudian ku’uda dengan membaca surah pendek

salam ke kanan dan salam ke kiri

073,020 : maka bacalah apa yang memudahkan dari al quran

017,078 : dan quran fajar, bahwa quran fajar adalah yang disaksikan (para malaikat)

002,187 : hattaa yatabayyana la kumu lkhaythu l-abyadhu mina lkhaythi l-aswadi mina lfajri

hingga terbukti bagi kamu benang putih dari benang hitam dari fajar

untuk 3 waktu shalat lihat disini

https://qarrobin.wordpress.com/2009/12/24/ayat-shalat-di-dalam-quran/

002,135 : dan berkata (mereka) ‘menjadi yahudi atau nashrani (niscaya kamu) terbimbing’ katakan ‘bahkan ajaran ibrahim, haniif, dan apa adalah dari musyrikiin’

006,079 : ‘bahwa aku menghadapkan wajahku bagi yang menyusun langit-langit dan bumi, sebagai haniif dan apa aku dari musyrikiin’

010,105 : dan supaya dirikan wajah engkau bagi agama haniif, dan janganlah termasuk dari orang-orang musyrik’

022,031 : sebagai haniif bagi allah, selain orang-orang musyrik dengan nya, dan sesiapa disyarikatkan dengan allah, maka seakan ia jatuh dari langit maka menyambar nya burung, atau menerbangkan dengan nya angin di dalam tempat yang jauh

030,030 : maka dirikan wajah engkau bagi agama haniif, susunan allah, yang menyusun manusia atas nya, tidak ada peubahan bagi ciptaan allah, itu agama yang berdiri, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

098,005 : dan apa perintah kecuali bagi di’abdi allah, orang-orang yang ikhlash bagi nya, agama haniif, dan didirikan shalat, dan diberikan zakat, dan itu agama yang berdiri.

sebelum nabi Muhammad saw, nabi Ibrahim telah diperintahkan shalat. bukankah sebelum mi’raj di tangga ya’qub, nabi Muhammad saw memimpin shalat beserta para nabi sebelumnya? Nabi Muhammad saw diperintahkan mengikuti shalat seperti leluhurnya Ibrahim. Nabi Muhammad saw mi’raj bukan untuk menerima perintah shalat, namun untuk memberikan perjanjian (miitsaaq) sebagaimana para nabi sebelumnya yang menerima kitab dan hikmah, mereka juga mi’raj untuk memberikan perjanjian.

003,081 : dan bila diambil allah perjanjian para nabi bagi apa diberikan kamu dari kitab dan hikmah kemudian didatangkan kamu seorang utusan (khidhir) yang mengoreksi bagi apa yang beserta kamu bagi beriman dengan nya dan bagi menolong nya, berkata (allah) apakah beriqrar kalian dan mengambil kalian atas yang demikian itu ishrii? berkata (mereka) beriqrar kami, berkata (allah) maka saksikanlah dan aku beserta kamu dari yang menyaksikan.

jika ada yang salah dari artikel ini, mohon jangan diikuti ok

qarrobin djuti.

Posted in al quran, haniif | 16 Comments »