Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Massa adalah invariant terhadap pengamat

Posted by qarrobin pada November 24, 2010

Dari cerita paradox kembar, kita akan membuat jelas kesalahmemahami dari teori relativitas. Pengamat A dengan kerangka ruang dan kondisi waktu pada pesawatnya melaju dengan 0,8 c. Dan kelajuan ini adalah invariant terhadap pengamat.

Kerangka ruang dan kondisi waktu yang melaju pada pesawat A berbeda secara relatif dengan kerangka ruang dan kondisi waktu yang melaju pada saudara kembarnya B di bumi.

Misal A dan B terpisah jarak 1 tahun + 8 bulan cahaya. Sambil mengirimkan sinyal, A melaju mendekati B. Dalam 1 tahun perjalanan A, sinyal yang dikirimkan oleh A telah tiba di B.

Agar lebih mudah dipahami, kita akan menghitung dalam satuan detik. Misal A dan B terpisah jarak 1 + 2/3 detik cahaya yakni 300.000 km + 200.000 km = 500.000 km.

Sambil mengirimkan sinyal, A melaju mendekati B. Dalam 1 detik perjalanan A, sinyal yang dikirimkan oleh A telah tiba di B.

A

waktu : 1 detik

kelajuan : 0,8 c

jarak tempuh : 240.000 km

massa : 600 kg

Dengan factor Lorentz, B menghitung

waktu : 1 + 2/3 detik

jarak tempuh : 240.000 km + 160.000 km = 400.000 km

massa : 600 kg + 400 kg = 1.000 kg = 1 ton

Ini berarti dalam 1 detik B, ia tidak melihat perubahan kelajuan A, yakni 240.000 km dalam 1 detik. Dan ini juga berarti dalam 1 detik B, ia tidak melihat pertambahan massa pesawat A, yakni 600 kg dalam 1 detik.

Memang kita dapat mengkonversi kelajuan misal dari meter per detik menjadi kilometer per jam. Kita pun dapat membuat konversi dari 240.000 km per detik menjadi 400.000 km per 1+2/3 detik.

Dalam kerangka ruang A, jarak 400.000 km menyusut menjadi 240.000 km. Ini berarti massa 1.000 kg menyusut menjadi 600 kg.

Kita dapat membuat konversi dari 1 ton per 1+2/3 detik menjadi 600 kg per detik. Ini berarti massa adalah invariant terhadap kerangka bergerak A maupun terhadap kerangka diam B, sehingga pesawat dapat dibuat melaju secepat cahaya.

3 Tanggapan to “Massa adalah invariant terhadap pengamat”

  1. […] bingung juga.  Memang waktu invarian terhadap pengamat.  Tapi, kalau alam semesta ini sudah selesai dan surga dan neraka juga sudah selesai, […]

  2. eko said

    gmn caranya supaya bisa ke masa depan ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: