Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Archive for Mei, 2011

Re : Shalat Minimalis

Posted by qarrobin pada Mei 13, 2011

Kang Samaranji mencoba untuk memberikan penjelasan tentang shalat 5 waktu, namun Kang Samaranji tidak memberikan ayat yang menjelaskan shalat 5 waktu. Shalat 3 waktu telah saya tuliskan pada beberapa artikel di blog ini, sebelum me reply artikel dari Kang Samaranji, saya akan memberikan ayat yang menjelaskan shalat 3 waktu yang pernah dipinta Kang Ifa

011,114 : wa –aqimi shshalawaata tharafayi nnahhaari wa zulafan mmina llayli –inna lhasanaati yudzhhibna ssayyi-aati dzaalika dzikraa li dzdzaakiriyna

dan dirikan shalat – shalat (pada) dua taraf siang dan (pada) bahagian permulaan dari malam, bahwa kebagusan akan menghapus keburukan, demikian ingatan bagi orang-orang yang ingat

di ayat ini menggunakan –aqimi, perintah untuk mendirikan shalat dalam 1 hari yakni dua taraf siang dan satu taraf malam

nahhar artinya sungai, maksudnya siang merupakan aliran sungai dari cahaya matahari yang berhamburan di atmosfer bumi

siang dibagi menjadi dua taraf, pembagian ini dapat kita buktikan dengan melihat panjang bayangan pada suatu tiang

taraf pertama siang yakni dari shubuh ketika bayangan memiliki ukuran terpanjang hingga pertengahan siang ketika bayangan memiliki ukuran terpendek, jatuh tepat dibawah tiang

taraf ke-dua siang yakni dari pertengahan siang sampai matahari terbenam

taraf ke-tiga yakni malam ketika benang putih dan benang hitam tidak dapat dibedakan dimulai dari matahari terbenam sampai fajar

017,078 : -aqimi shshalawaata li duluwki sysyamsi –ilaa ghasaqi llayli wa qur-aana lfajri inna qur-aana lfajri kaana masyhhuwdan

dirikan shalat – shalat bagi tergelincir matahari, kepada senja malam dan (kepada) bacaan fajar, bahwa bacaan fajar adalah yang disaksikan

jika yang kang ifa maksud tergelincir matahari dimulai dari pertengahan siang, ini merupakan taraf ke-dua dari tharafayi nnahhaari

ghasaqi (evening) adalah senja ketika matahari terbenam (twilight), ini adalah bahagian permulaan (zulaf) dari malam

malam merupakan satu taraf diakhiri dengan terbit matahari, cahaya awal matahari kita sebut fajar, dari fajar sampai pertengahan siang merupakan taraf pertama dari tharafayi nnahhaari

shubuh berarti hamburan, mishbah (024,035) berarti yang memancarkan hamburan sehingga matahari juga dapat disebut sebagai pelita, mashaabiyha (067,005) berarti tempat-tempat hamburan yakni bintang – bintang, dan matahari adalah bintang terdekat dengan bumi

di ayat ini juga menggunakan –aqimi, jika ayat 011,114 menjelaskan tentang rentang dari matahari terbit sampai pertengahan siang sebagai satu taraf, dari pertengahan siang sampai matahari terbenam sebagai satu taraf, dari matahari terbenam sampai matahari terbit sebagai satu taraf

maka ayat 017,078 menjelaskan tentang titik yang memisahkan taraf, titik pertengahan siang ketika matahari tergelincir, titik senja ketika matahari terbenam, titik fajar ketika matahari terbit

002,238 : haafizhuw ‘alaa shshalawaati wa shshalawaati lwusthaa wa quwmuw li llahhi qaanitiyna

Peliharalah atas (waktu) shalat – shalat dan (perhatikan) shalat – shalat (yang dipisahkan) pertengahan dan berdirilah bagi allah qaanitiyna

Di ayat ini tidak menggunakan –aqimi, tapi menggunakan hafizh yakni memperhatikan titik yang memisahkan taraf shalat

dua taraf siang dipisahkan oleh pertengahan siang ketika bayangan jatuh dibawah tiang dengan ukuran bayangan terpendek, terbenam matahari sebagai pertengahan yang memisahkan taraf ke-dua siang dan taraf malam, terbit matahari memisahkan taraf malam dan taraf pertama siang

jadi shalat adalah 3 waktu

fajar, ketika cahaya matahari terbit mulai terhambur

zhuhur, ketika matahari nampak berbaur dengan sungai hamburan cahaya di atmosfer

‘isya-, ketika hamburan dari cahaya matahari telah terbenam

Kemudian kita akan me reply artikel dari Kang Samaranji

Clue 1 :

Kang Samaranji memberikan ayat 024,058

024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli shalaati lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di shalaati l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun

hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum mencapai remaja dari kamu tiga kali : dari sebelum shalat fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah (kamu tidur pada) shalat ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah mereka (waktu meletakkan pakaian) mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana

berikut adalah penjelasan yang saya ambil dari tulisan Hans von Aiberg pada akhir chat 39, 30 Desember 2001.

Sayangnya ada sebuah ayat yang tidak cocok dengan sistem.

Ya, ketika Yazid menjadi khalifah, ia mengubah ayat ini. (Dia telah menyiapkan perangkap sebelumnya, ketika kekhalifahan dipindahkan ke dia, ayat ini dibuat hukum.) Terdapat di dalam ayat:

1.shalat fajar,

2.dan zhuhhur,

3.dan shalat ‘isyaa-.

Pindahkan kembali kata – kata ini dari 024,058. Sisa nya adalah 024,058 yang sebenarnya. Ok, dari mana ayat – ayat ini dibawa? Untuk ini, lihat pada 004,103. Kelanjutan nya adalah kata – kata ini.

004,103 : fa –idzaa qadhay tumu shshalaata fa dzkuruw llahha qiyaaman wa qu’uwdan wa ‘alaa junuwbi kum fa –idzaa thma-na ntum fa –aqiymuw shshalaata -inna shshalaata kaanat ‘alaa lmu-miniyna kitaaban mmawquwtan

maka bila selesai kalian shalat, maka ingatlah allah (sambil) berdiri, dan duduk, dan atas berbaring kamu, maka bila telah merasa aman kalian, maka dirikan shalat (dalam cara yang benar 2 rakaat) bahwa shalat adalah atas orang-orang yang beriman tulisan yang diwaqtukan

mari kita tambahkan kata – kata tersebut ke sini

1.shalat fajar.

2.dan zhuhhur

3.dan shalat ‘isyaa-

Ia persis demikian. Duduk dan renungkan. Yazid tidak memiliki tempat untuk berbohong. Selain pembunuhan, ia juga mengubah urutan (nuzul) dari ayat – ayat dalam Al Quran. Ayah dari Yazid adalah Muawiyah, ayah dari Muawiyah adalah Abu Shufyan. Pernahkah kalian memperhatikan? Biarkan aku menuliskan kembali:

024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun

hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum mencapai remaja dari kamu tiga kali : dari sebelum fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah mereka (waktu meletakkan pakaian) mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana

perangkap tersebut adalah ini: di dalam ayat tersebut ada ungkapan dari ‘tsalaatsa marraatin’. Ini adalah tiga ‘awrat kalian dari meletakkan pakaian lalu tidur. Tiga ‘hiyn’ (waktu tertentu) dalam kalimat ini akan diekstraksi. Dan mereka akan ditambahkan ke akhir dari ayat 004,103 yang saya tulis. ‘bagi akan meminta izin (kepada) kamu, … tiga kali’ = ini adalah dalam ayat tersebut, ia milik ayat tersebut.. Tapi ekspresi tiga waktu ‘…hiyn’ bukan milik ayat ini. Karena ia merupakan pernyataan yang terang dari shalat 3 waktu. Tetapi ketidaklogisan nya adalah bahwa izin tidak dapat ditanyakan tiga kali.

1.Ia mengatakan ‘sebelum shalat fajar’ = maksud ku, ketika kalian sedang tidur.. Siapa yang akan mendekati kalian?

2.dari zhuhhur, ketika ‘meletakkan pakaian kamu’, beristirahat di tidur siang.

3.setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa-.

Ini mengatakan tiga kali.. Namun terdapat dua waktu di sana.

1.sepanjang malam, maksud saya periode tidur kita dari ‘isyaa- ke fajar.

2.beristirahat di tengah siang.

Dimana yang ke-tiga??? Maksud ku, sebelum fajar (ketika kamu sedang tidur) dan setelah (kamu tidur pada) ‘isyaa-, apakah ini dua waktu? Ini adalah periode tidur dan ia satu waktu. Ketika kalian menambahkan tengah siang, mereka adalah dua izin. Oh Haniif, dimana yang ke-tiga? Karena tiga adalah waktu dari shalat… Dalam kata – kata dari tiga, menghapus tiga waktu shalat hanya khusus untuk para pendiri Shufyanisme… Orang yang menentukan tiga waktu adalah pendiri shalat, Ibrahim. Karena ia pernah menyembah ke Bulan, ke Bintang, dan ke Matahari dalam pencarian nya, sebagai tiga waktu, ia ingin 3 waktu shalat setiap hari. Allah menerima ambisi nya.

Dimanakah penjelasan 5 waktu shalat? Dimanakah shalat pertengahan sore diadakan? Bukankah permulaan malam dan 2 jam setelah matahari terbenam merupakan satu taraf malam? Bukankah Muhammad sering diperintahkan untuk mengikuti millah Ibrahim? Al Quran menjelaskan shalat 3 waktu milik Ibrahim.

berikut adalah penjelasan yang saya ambil dari tulisan Hans von Aiberg pada awal chat 40, 02 Januari 2002.

Ketika kita menerima 024,058 dalam bentuk saat ini, satu lagi komedi muncul. ‘… dan ketika meletakkan pakaian kamu dari tengah siang …’, maksud ku, membuka baju menjadi perintah Allah. Siapapun kalian, apapun pekerjaan kalian, kalian harus pulang pada tengah siang dan kalian akan memakai baju tidur dan berbaring. Ya, kalian tidak salah mendengarnya. Jika kalian menerima ayat dalam bentuk yang telah dikorup ini, semua orang (guru, tentara, polisi dll.) harus pulang ke rumah pada tengah siang dan menanggalkan pakaian dan tidur. Hal ini menjadi kewajiban yang mengikat dari Allah. Ia sama wajib nya seperti perihal shalat!!! Apakah kalian tahu bagaimana hal ini terjadi? Jika kalian mengeluarkan ‘waktu shalat zhuhhur’ dan sebagai gantinya jika kalian menambahkan ‘ketika meletakkan pakaian kamu dari tengah siang’, hal ini terjadi demikian. Mengenakan piyama menjadi kewajiban yang mengikat…Tidur di tengah siang menjadi kewajiban yang mengikat seperti orang Meksiko dan Arab. Apakah kalian percaya bahwa Allah menceritakan hal – hal seperti itu? Terlebih lagi, waktu yang dihitung dalam ayat itu tidak lah 3, tetapi 2.

Clue 2 :

Saya telah menjelaskan tiga waktu shalat pada permulaan paragraph artikel ini, jika Kang Samaranji dan teman – teman tidak dapat menerimanya, saran saya tetaplah mendirikan shalat 5 waktu, mudah – mudahan Allah memasukkan kalian ke dalam golongan kanan, jika hhajjad (ingin) surga mahmuda maka dirikanlah shalat naafilahh (tambahan) pada akhir malam.

Allah adalah Ilaahhinnaas (sembahan manusia), salah satu dari 114 nama Allah, meskipun Allah memiliki banyak nama, Allah tetap Ahad.

Ar Rahmaan adalah salah satu nama Allah

Begitupun dengan Ilahh, merupakan salah satu nama Allah

Ar Rahmaan, tidak dapat dalam bentuk jamak (para Rahman) meski ia adalah salah satu nama Allah

Bagitupun dengan Ilahh, tidak dapat dalam bentuk jamak Ilahha (Allah+s)

Namun bentuk jamak dari berhala adalah alihha, jika kalian berkata tidak ada tuhan – tuhan kecuali Allah, kalian tulis demikian : La alihha illa Allahh

Ketika berkata Ilahha (Elohhim), kita menjadikan Allah dalam bentuk jamak dan perempuan. Untuk alas an ini, Ibrahim yang merupakan pendiri dan penjaga dari bahasa ini berkata : La ilahha illa Allahh, there are no Allah+s, There is Allah.

Clue 3 :

Jika pada clue 4 Kang Samaranji konsisten menggunakan interlock 19, mengapa 360 tidak menggunakan interlock 19? dan 360 tidak habis dibagi 19. Dimanakah ayat yang menjelaskan tentang dua sujud pada satu raka’at? metode 19 dapat digunakan oleh siapa saja

Di surah Quraysy ayat 2 disebutkan tentang musim dingin dan musim panas. Pertanyaannya adalah adakah musim dingin di gurun pasir? Apakah Allah membuat kesalahan? Keturunan Ismael adalah Summer skin, keturunan Israel adalah winter skin. Cucu dari kedua nya adalah penjaga Ka’bah

Lelaki Arab + wanita Yahudi = Suku Quraysy

Lelaki Yahudi + wanita Arab = Suku Qurayza

Suku Qurayza banyak tinggal di Madinah yang kaya dan mereka meninggalkan Makkah yang merupakan gurun pasir bagi Quraysy hibrida mereka.

180 al Laata + 180 al ‘Uzzaa = 360 berhala Quraysy

1 Manaat al kharij = 1 Yang Dipuji yang dikeluarkan (tidak dianggap) oleh Quraysy

360 + 1 = 361 = 19 * 19

Disini, ada topik tentang Sirius = Ğaraniy = tiga angsa putih. (Signus) Saya bertanya – tanya apakah al Laata dan al ‘Uzza hanya berhala? Apakah mereka the swan team-stars? Mereka mengatakan ‘setan memasuki berhala, berhala itu berbicara.’ Ini adalah sebuah hadits. (Muslim and Bukhari) Karena hadits bohong ini, Salman Rushdi menulis buku ‘The Satanic Verses’. Muslim and Bukhari adalah orang – orang yang mengatakan bahwa setan membawa ayat – ayat tersebut. Maksudku hubungan arus pendek terjadi antara Allah dan rasul Nya dan setan turut campur. Setan memberikan nama dari tiga berhala ini seolah – olah itu adalah wahyu. Muhammad meminta maaf. ‘Bukan aku, tetapi setan membawa turun ayat ini kepada kalian’. Jadi:

1.Mengapa ayat – ayat ini berada di dalam Al Quran?

2.Setelah setan dibuang ke dunyaa, ia tidak pernah terlihat seperti jinn dan ia tidak pernah berbicara kepada siapa saja.

3.Muhammad tidak dirasuki.

4.Allah bukan lah yang tak berdaya.

Oh haniif, apa yang terjadi?????

Bahwa Al Quran menghina setan. ‘Oh setan yang terkutuk! Pergi ke asfala safiliyn, engkau menjadi musuh yang terbukti’. Apakah kegunaan dari hadits yang terkutuk Bukhari dan Muslim di dalam Al Quran dari Allah? Karena Bukhari dan Muslim menggusarkan Salman Rushdi. Orang itu benar, dia mengatakan: ‘jika setan, bukan lah Allah, yang membawa ayat – ayat ini turun sesuai dengan hadits kalian, berapa banyak seperti ayat – ayat versi setan yang kalian miliki? Bagaimana kalian membedakan mereka? Ini adalah trik dari Bukhari and Muslim. Buang hadits mereka ke kotak sampah. Hapus kebohongan itu dari pikiran kalian.

Namun semuanya saya kembalikan kepada pemikiran masing – masing. Jika teman – teman memilih penjelasan Kang Samaranji yang lebih rasional dengan 360^, silahkan.

Surah Al Kafirun, orang – orang yang tertutup, surah ini diturunkan ketika penduduk Mekkah telah menerima Islam, dan Muhammad saw mengatakan : Bagi kamu agama kamu, bagi ku agama (ku), mengapa ayat tidak mengatakan bagi kami agama kami?

Clue 4 :

015,087 : wa laqad –aatay naa ka sab’an mmina lmatsaaniy wa lqur-aana l’azhiyma

Dan sungguh kami berikan (kepada) engkau (Muhammad), tujuh dari yang diulang dan Al Quran yang ‘azhiym

Siapa yang mengatakan kalau tujuh dari yang diulang adalah tujuh ayat surah Al Fatihah? Apakah Al Fatihah bukan bagian dari Al Quran? Bukankah ayat yang pertama turun adalah iqra- bi smi rabbi ka lladziy khalaqa, bacalah dengan nama rabb engkau yang menciptakan. Bagaimana memulai membaca dengan nama rabb? Yakni dengan bi smi llahhi rrahmaani rrahiym. Dimana kita menemukan basmalah pertama kali? Pada 027,030. Jadi basmalah pada awal 133 surah bukanlah ayat pertama, namun kita membacanya pada setiap memulai membaca surah. Jadi surah Al Fatihah terdiri dari 6 ayat.

5 waktu = 17 raka’at X 360^ = 6120

5 waktu = (6120 derajat total + 17 fatihah) : interlock 19 = 323 (genap, lolos verifikasi)

Darimana dalil kalo 17 raka’at harus dikali 360 dan di tambah 17 fatihah? Kenapa 6120 tidak langsung dibagi 19? Dimana ayat yang menjelaskan tentang zhuhhur 4 raka’at, ‘ashar 4 raka’at, maghrib 3 raka’at dan ‘isyaa- 4 raka’at? Apakah benar shalat 5 waktu berasal dari Al Quran, dimana ayat nya?

Hati – hati dengan kata mudah – mudahan, pada 017,078 terdapat kata mudah – mudahan.

Tentang perbandingan 3:2+3, 3+2:3, menurut saya ini adalah dugaan (gatologi), ia bukan pengkodean (ciphre), siapa pun yang merasa benar dapat menggunakannya

Clue 5 :

Kang Samaranji memberikan ayat 005,003

005,003: hurrimat ‘alay kumu lmaytatu wa ddamu wa lahmu lkhinziyri wa maa –uhhilla li ghayri allahhi bi hhi wa lmunkhaniqatu wa lmawquwdzatu wa lmutaraddiyatu wa nnathiyhatu wa maa –akala ssabu’u –illa maa dzakkay tum wa maa dzubiha ‘alaa nnushubi wa –an tastaqsimuw bi l-azlaami dzaalikum fisqun lyawma ya-isa lladziyna kafaruw min diyni kum fa laa takhsyaw hum wa khsyaw ni lyawma –akmaltu la kum diyna kum wa –atmamtu ‘alay kum ni’matiy wa radhiytu la kumu l-islaama diynan fa mani dhthurra fiy makhmashatin ghayra mutajaanifin lli –itsmin fa inna llahha ghafuwrun rrahiymun

Terlarang atas kamu bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa yang dimohon bagi selain Allah dengan nya, dan yang tercekik, dan yang dipukul, dan yang terjatuh, dan yang ditanduk, apa yang telah dimakan sebagian oleh binatang buas, kecuali apa yang (sempat) disembelih (oleh) kalian, dan apa yang dikorbankan atas batu altar, dan supaya akan menjanjikan (undian) dengan panah. Itu bagi kamu kefasiqan. Hari yang akan buruk (bagi) orang-orang yang tertutup dari peraturan kamu, maka jangan mengkhusyu (terhadap) mereka, dan khusyu lah (kepada) ku, hari kusempurnakan bagi kamu peraturan kamu dan kucukupkan atas kamu pemeliharaan ku dan diridhai bagi kamu al islam suatu peraturan. Maka sesiapa yang terpaksa di dalam kelaparan selain yang disengaja bagi pelanggaran, maka bahwa Allah Pengampun Penyayang.

Tahukah kalian surah apa yang terakhir turun? Surah an Nashr. Tahukah kalian ayat mana yang terakhir turun?

An Nashr ayat 4 : alyawma ya-isa lladziyna kafaruw min diyni kum fa laa takhsyaw hum wa khsyaw ni lyawma –akmaltu la kum diyna kum wa –atmamtu ‘alay kum ni’matiy wa radhiytu la kumu l-islaama diynan

Hari yang akan buruk (bagi) orang-orang yang tertutup dari peraturan kamu, maka jangan mengkhusyu (terhadap) mereka, dan khusyu lah (kepada) ku, hari kusempurnakan bagi kamu peraturan kamu dan kucukupkan atas kamu pemeliharaan ku dan diridhai bagi kamu al islam suatu peraturan

Kenapa ayat terakhir ini disisipkan di antara surah al maaidah ayat 5? Siapa yang mensisipkan nya? Mereka menempatkan ayat terakhir dari surah terakhir ke surah al maaidah, maka mereka adakan hadits bahwa ‘Jibriyl datang dan mengatur Al Quran begitu’. Kemudian saya menduga dari Jibriyl bahwa ia tidak boleh mengatur Al Quran. Jangan percaya pada hadits tersebut.

Allah tidak mengatakan buku, tapi Dia berkata ‘bahwa kami, kami yang menurunkan al dzikra dan bahwa bagi nya bagi (kami) yang memelihara 015,009’. Salah satu yang dilindungi adalah Al Dzikra dengan urutan nazal nya.

Iklan

Posted in al quran, haniif, Science, Sejarah Islam | 44 Comments »

What I’ve Done

Posted by qarrobin pada Mei 1, 2011

1. –aqimi shshalaata = Dirikan shalat di waktu yang tepat (dua taraf siang and satu taraf malam)

2. Dirikan shalat dengan cara yang benar.

Setelah mengucapkan ‘allahhu akbar’, a’uwdzu bi llahhi mina sysyaythaani rrajiym – bi smi llahhi rrahmaani rrahiym, sebuah surah pendek misalnya Fatiha dibaca. Setelah itu ruku’. Setelah itu sujud. (Tidak ada sami’a llahhu li man hamidah, rabba naa la ka lhamdu) Allahhu akbar yang pertama adalah wajib, yang lain tidak. Saya mengucapkan subhaana llahh ketika ruku’, juga subhaana llahh ketika sujud. Setelah raka’at kedua, aku duduk, saya membaca surah misalnya surah al ‘ashr. Saya salaam ke kanan dan ke kiri. Setelah shalat, saya membaca attahıyyatu, allahhumma shalli wa barik, dan ‘Qunut’. Jika kalian membaca ini dalam shalat, maka shalat kalian rusak. Karena do’a – do’a ini bukan ayat.

Kondisi pertama untuk mendirikan shalat dalam cara yang benar adalah bahwa shalat tentunya 2 raka’at. Setelah akhir 2 raka’at kalian salam ke kanan dan ke kiri. Qira-at adalah kewajiban yang mengikat dalam shalat, ini berarti kalian harus membaca sebuah surah dari Al Quran. Jangan pernah membaca attahıyyatu dll. Ini adalah puisi – puisi. Puisi tidak benar – benar sebuah shalat. Ini adalah upacara. Terlebih lagi karena mazhab Maliki juga tidak membaca attahıyyatu, hal yang saya katakan juga ide dari Ahlisunnah. Jawaban jelas di surah An Nisaa- ayat 101-102. Setelah 1420 tahun kita akan dapat melihat akhirnya bahwa shalat adalah 2 raka’at. Maliki membaca allahhumma shalli wa barik. Maliki tidak membaca subhaana ka, attahıyyatu, dan Qunut dalam shalat.

004,101 : wa –idzaa dharab tum fiy l-ardhi fa laysa ‘alay kum junaahun –an taqshuruw mina shshalaati –in khif tum –an yaftina kumu lladziyna kafaruw –inna lkaafiriyna kaanuw la kum ‘aduwwan mmubiynan

dan bila tampil kalian di dalam bumi, maka tidak ada atas kamu kesalahan, supaya mempersingkat dari shalat, jika takut kalian, bahwa akan memfitnah kamu orang-orang kafir, bahwa orang – orang kafir adalah bagi kamu musuh yang terbukti

004,102 : wa –idzaa kunta fiy hhim fa –aqamta la hhumu shshalaata fa l taqum thaa-ifatun min hhum mma’a ka wa l ya-khudzuw –aslihata hhum fa –idzaa sajaduw fa l yakuwnuw min waraa-i kum wa l ta-ti thaa-ifatun –ukhraa lam yushalluw fa l yushalluw ma’a ka wa l ya-khudzuw hidzra hhum wa –aslihata hhum wa dda lladziyna kafaruw law taghfuluwna ‘an –aslihati kum wa -amti’ati kum fa yamiyluwna ‘alay kum mmaylatan waahidatan wa laa junaaha ‘alay kum –in kaana bi kum –adzan mmin mmatharin –aw kun tum mmardhaa –an tadha’uw –aslihata kum wa khudzuw hidzra kum –inna llahha -a’adda li lkaafiriyna ‘adzaaban mmuhiynan

dan bila adalah (engkau) di dalam mereka, maka dirikan bagi mereka shalat, maka bagi mendirikan salah satu pihak dari mereka beserta engkau, dan bagi akan mengambil (mempersiapkan) senjata mereka, maka bila sujud (1 raka’at), maka bagi akan adalah dari belakang kamu, dan bagi memberikan pihak akhir yang masih belum shalat maka bagi supaya shalat beserta engkau (1 raka’at) dan bagi akan mengambil penjagaan mereka, dan senjata mereka, dan ingin orang-orang yang kafir, sekiranya kamu melengahkan dari senjata kamu dan perlengkapan kamu, maka mereka akan menyerang atas kamu satu serangan, dan tidak salah atas kamu jika adalah dengan kamu idzin dari ketidaknyamanan hujan atau adalah kalian sakit supaya meletakkan senjata kamu, dan mengambil penjagaan kamu, bahwa allah membilang bagi orang-orang yang kafir siksaan yang hiyna

‘dan bila adalah (engkau) di dalam mereka, maka dirikan bagi mereka shalat..’ Di sini salah satu yakni engkau, adalah pemimpin shalat. ‘maka bagi mendirikan salah satu pihak dari mereka beserta engkau, dan bagi akan mengambil (mempersiapkan) senjata mereka, maka bila sujud (1 raka’at), maka bagi akan adalah dari belakang kamu.’ Satu sujud adalah satu raka’at. Maksudku, kelompok dibagi menjadi dua. Pihak pertama mendirikan satu raka’at. ‘dan bagi memberikan pihak akhir yang masih belum shalat maka bagi supaya shalat beserta engkau (1 raka’at)’. Pihak ke-dua juga mendirikan satu raka’at. Mereka mempersingkat shalat menjadi 1 raka’at. Tapi karena pemimpin shalat tidak dapat mempersingkat nya, dia mendirikan nya seperti sehari-hari. Kelompok mendirikan nya satu raka’at, pemimpin shalat mendirikan nya satu raka’at tanpa mempersingkat nya. Arti dari ini adalah ini : Apa bentuk penuh dari shalat yang setengah nya adalah satu? Kalian dapat melakukan ini di waktu-perang. Perang = Perjalanan disertakan. Mari kita menangani perang : Kalian dapat melakukan ini :

1.Kalian dapat mendirikan shalat satu raka’at.

2.Kalian diizinkan tidak ikut berperang di kondisi alam.

Badai, demam, flu adalah alasan tidak ikut berperang. Apakah kita akan mengomentari ini? Dalam waktu yang lama, kita dibunuh seperti sekelompok semut. Sekarang, bahkan satu nyawa adalah berharga. Maksudku, Amerika Serikat untuk membunuh Thaliban, menggunakan ber-ton bom dan biaya dari ini adalah … … .. Bagi Amerika Serikat, untuk membunuh Vietnam menelan biaya 50.000 $. Sekarang biaya ini meningkat. Karena mulai sekarang, tak ada prajurit yang boleh terbunuh.

Dalam surah An Nisaa- ayat 102, Allah mengatakan ini. Kalian tidak boleh mengatakan seperti Kadir İnanır ‘tembak saya, saya akan pergi ke surga!’ Itu dalam waktu yang lama. Mulai sekarang, Allah tidak ingin hidup kita menjadi rusak bahkan dari hujan, flu.

Sekarang biarkan aku bicara tentang situasi perjalanan. Dalam perjalanan, shalat akan didirikan satu raka’at. Mi’raj kita menjadi sangat singkat dan asli. Dengan 5 waktu ditambah raka’at sunnah kalian tidak pernah dapat mendirikan shalat dengan cara yang benar, dan kalian tidak pernah bisa mendapatkan kerendahan hati. Itu adalah penganiayaan. Dan orang – orang muda tidak ingin memulai mendirikan shalat 5 waktu ditambah raka’at sunnah.

Jika makhluk yang memberitahu mereka bahwa itu adalah 3 waktu * 2 raka’at, satu miliar orang yang memiliki iman di dalam hati mereka akan mulai mendirikan shalat sehari-hari. Orang yang menulis dan mengatakan ini bukan aku, tetapi Allah dan ayat – ayat Nya. Ayat – ayat mengatakan bahwa pada dua taraf siang = tharafayi nnahhaar. Dua taraf ini dipisahkan oleh shalawaati lwusthaa = pertengahan siang ketika bayangan yang terpendek dan jatuh ke bagian bawah tiang.

Shalat dalam sehari adalah ini : Pada dua taraf siang. Sampai tengah siang dua raka’at. Setelah tengah siang dua raka’at. Satu taraf malam dua raka’at. Ini adalah kewajiban yang mengikat dan itu adalah perintah. Hal ini tidak bisa ditunda. Antara panggilan (adzan) ini adalah satu taraf.

Shalat shubuh adalah sampai tengah siang. Shubuh ini sangat disambut baik, karena disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat shubuh. Mereka bertukar tugas. Maksudku bayangan sangat panjang ketika shubuh. Sampai tengah siang itu adalah satu taraf. Kemudian kembali bayangan menjadi lebih panjang dan sampai akhir siang itu merupakan taraf kedua. Kedua shalat ini disebut ‘tharafayi’. Dua taraf.

Taraf pertama adalah Shubuh (hamburan cahaya matahari di atmosfer), taraf ke-dua adalah Nahhar (sungai cahaya matahari di atmosfer). Tidak ada İkindi (pertengahan sore) dan Yatsı (2 jam setelah matahari terbenam) dalam Al Quran. Para penerjemah mencoba untuk menempatkan mereka di komentar. Evening (ghasaqi) dan Yatsı adalah satu shalat dan dapat didirikan pada titik waktu manapun di taraf malam tersebut. Taraf malam dari pemisahan benang putih dan benang hitam yang tak dapat dibedakan, sampai pemisahan benang putih dan benang hitam yang dapat dibedakan adalah satu taraf dan itu adalah dua raka’at.

Tapi selain dari kewajiban yang mengikat ini, Allah memerintahkan : ‘bahwa bagi engkau di dalam siang pergerakan (urusan) yang panjang 073,007’, ‘… maka bacalah apa yang memudahkan dari Al Quran … 073,020’. Tapi terdapat juga ayat ‘dan dari malam maka menginginlah dengan nya … 017,079’, ‘dirikan (shalat) malam kecuali sedikit (dari akhir malam) 072,002’, ‘bahwa mengembangkan (shalat) malam ia sangat terhubung dan berdiri bacaan (untuk khusyuk) 073,006’, ‘… yang berdiri, akan dibacakan ayat – ayat allah pada beberapa saat di malam hari dan mereka bersujud 003,113.’

Allah menginginkan kita mendirikan shalat dengan bangun di malam hari. Ini bukanlah kewajiban yang mengikat. Ini adalah permintaan yang menawarkan kinerja ekstra. Terserah keinginan kalian. Jika kalian ingin, kalian melakukan nya sebanyak yang kalian inginkan. Kewajiban yang mengikat adalah 6 raka’at. Tetapi malam. Malam – malam musim dingin yang sangat panjang. Saya dapat mendirikan shalat 2-22-222 raka’at pada setiap dua raka’at aku harus melakukan salam. Ini disebut Witir.

Witir didirikan dengan bangun di larut malam. Ini adalah shalat ke-empat yang terserah keinginan. Sunnah menyebabkan kalian kehilangan waktu. Semua sunnah ditemukan oleh Muawiyah dan Yazid. Mengapa saya mendirikan shalat dalam jumlah terbatas? ia tidak sia – sia. Bukankah Allah mengatakan ‘bahwa mengembangkan (shalat) malam …’, ‘dirikan (shalat) malam kecuali sedikit (dari akhir malam)’, ‘… pada beberapa saat di malam hari …’, ‘dan dari malam maka menginginlah dengan nya …’. Bangunlah di tengah malam dan lakukan sebanyak yang kalian inginkan.

Ya, semua Syi’ah dan haniif dan agama Ibrahim mendirikan nya 3 waktu sehari. Ketika kita pergi Hajji, kita disebut tambahkan shalat harian (Cem) Para peziarah mendirikan nya 3 waktu dalam Hajji. Semua Syi’ah mendirikan nya 3 waktu sehari. Karena pemisahan itu tidak terjadi tiba – tiba. Seorang pejabat menipu Ali. Para pengikut Ali sejak hari itu menyebut diri mereka Syi’ah = diperlakukan dengan tidak adil.

Hari itu shalat harian tidak dikurangi menjadi 3 dari 5. Sebaliknya, itu meningkat dari 3 menjadi 5 untuk meningkatkan jurang antara kedua sekte. Hanya Sunni di Iran mendirikan nya 5 waktu sehari. Shalat rutin sehari-hari yang merupakan 3 waktu * 2 raka’at sejak Ibrahim, dibuat 5 oleh tiga generasi Abu Shufyan-Muawiyah-Yazid. Selalu ini politik Islam.

Abu Shufyan adalah kepala dari Mekkah. Dia adalah musuh utama Muhammad. Muhammad berbalik kembali dari Madinah dan mengambil Mekkah dari dia tanpa darah. Abu Shufyan, anaknya Muawiyah dan Yazid anaknya membuat trik untuk meneruskan agama dari ayah ke anak. Mereka menghancurkan Republik dan mereka menempatkan kesultanan sebagai gantinya.

Ketika saya menulis itu, apa yang mereka katakan padaku? Apakah kalian tahu? ‘Kau mendukung Ali, Hasan, Hüseyin terlalu banyak’, engkau adalah ‘kepala merah’. Mereka mengatakan ‘engkau tidak menyukai Muawiyah dan Yazid, engkau adalah Alawi.’

Lalu apa pun yang kalian katakan adalah sia-sia. Para shufyst dari Abu Shufyan. Musuh tingkat pertama bagi haniif. Adalah baik bahwa mereka tidak melakukannya 15 waktu. Sementara itu jawabannya datang. Sekitar 45 juta dari Syi’ah mendirikan shalat 3 waktu di Iran. Sekitar 60 juta Syi’ah di Pakistan mendirikan 3 waktu sehari. Kelompok – kelompok yang disebut Hazeri dan Dari di Afghanistan juga Syi’ah. 60% Iraq adalah Syi’ah, sisanya adalah Sunni. Di Iraq shalat lebih banyak didirikan 3 waktu sehari. Di setiap rumah di satu atau dua orang ada shufyanisme. Semoga Allah membantu kita. Semoga Allah melindungi kita, yang haniif, dari muslim lainnya. Semoga Allah melindungi ‘Gonca Kuriş’ kita dari pembunuh dari Hizbullah.

Posted in al quran, haniif, Science, Sejarah Islam | 32 Comments »

Winter Night

Posted by qarrobin pada Mei 1, 2011

Saya tidak ingin mengatakan, tapi aku merasa begitu nyaman dengan shalat 2-raka’at ini. Saya menyarankan itu untuk kalian semua. Ini adalah meditasi menakjubkan. Mi’raj nya orang yang beriman. Sayangnya ia rutin 2 raka’at. Al hamdu li llahh, malam musim dingin yang panjang telah dekat. Pagi hari akan menjadi 8 jam, malam akan menjadi 16 jam. Jika kita tidur 8 jam, jika kita memiliki 4 jam waktu untuk hobi, 4 jam masih tersisa. Jika mereka terbangun di malam hari dan mendirikan shalat malam, akan sangat menguntungkan bagi mereka. Dalam surah Müzammil, Allah membagi malam menjadi 3 dan memerintahkan shalat pada akhir malam khusus untuk Muhammad.

073,001-005 : yaa –ayyu hhaa lmuzzammilu, qumi llayla –illaa qaliylan, nnishfa hhu –awi nqush min hhu qaliylan, -aw zid ‘alay hhi wa rattili lqur-aana tartiylan, -innaa sanulqiy ‘alay ka qawlan tsaqiylan

Hai yang mana ia yang berselimut (Muhammad), dirikan (shalat) malam kecuali sedikit (dari akhir malam), seperdua nya (malam pada musim semi dan malam pada musim gugur) atau kurangilah dari nya sedikit (malam pada musim panas), atau lebih atas nya (malam pada musim dingin) dan rattil al quran dengan irama teratur, bahwa akan kami bagi mengatakan atas engkau perkataan yang berat

ayat ini juga menegaskan bahwa yang dibaca pada bacaan shalat adalah Al Quran.

073,020 : -inna rabba ka ya’lamu –anna ka taquwmu –adnaa min tsulutsayi llayli wa nishfa hhu wa tsulutsa hhu wa thaa-ifatun mmina lladziyna ma’a ka wa llahhu yuqaddiru llayla wa nnahhaara ‘alima –an llan tuhshuw hhu fa taaba ‘alay kum fa qra-uw maa tayassara mina lqur-aani ‘alima –an sayakuwnu min kum mmardhaa wa –aakharuwna yadhribuwna fiy l-ardhi yabtaghuwna min fadhli llahhi wa –aakharuwna yuqaatiluwna fiy sabiyli llahhi fa qra-uw maa tayassara min hhu wa –aqiymuw shshalaata wa –aatuw zzakaata wa –aqridhuw llahha qardhan hasanan wa maa tuqaddimuw li –anfusi kum mmin khayrin tajiduw hhu ‘inda llahhi hhuwa khayran wa -a’zhama ajran wa staghfiruw llahha –inna llahha ghafuwrun rrahiymun

bahwa rabb engkau akan mengetahui bahwa engkau (Muhammad) mendirikan (shalat) rendah dari dua pertiga malam (16 jam pada musim dingin), dan seperdua nya (12 jam pada musim semi dan musim gugur) dan sepertiga nya (8 jam pada musim panas) dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang beserta engkau, dan allah akan mengkuasakan (ukuran) malam dan siang, mengetahui bahwa (kamu) tidak akan (dapat) membatasi nya, maka keringanan atas kamu, maka bacalah apa yang memudahkan dari Al Quran, mengetahui bahwa akan ada dari kamu yang sakit dan yang akhir (dari kamu) akan tampil di dalam bumi yang akan mencari dari kelebihan (yang dipersiapkan) allah, dan yang akhir (dari kamu) akan berperang di dalam jalan allah, maka bacalah apa yang memudahkan dari nya dan dirikan shalat dan berikan pengembangan dan pinjaman (kepada) allah pinjaman yang bagus, dan apa yang telah ada bagi diri kamu dari kebaikan mendapati nya di lantai allah, dia lebih baik dan –a’zham (sebagai) upah, dan mengampunlah (kepada) allah, bahwa allah pengampun yang teliti

Shalat yang pada awalnya khusus untuk Muhammad ini, kemudian diperbolehkan bagi orang – orang yang beserta beliau, dan yang akhir, dan yang akhir.

Pada tanggal 21 Maret dan 23 September, malam dan siang adalah setara. 12 = 12. Di musim panas, siang adalah 16 jam dan malam adalah 8 jam. Ayat ini bukan untuk musim panas. Pada pukul 21 hampir gelap, pukul 05:00 ia mulai terang. Pada akhir malam yang mana kalian mendirikan shalat?, tidak mungkin. ‘… mengetahui bahwa (kamu) tidak akan (dapat) membatasi nya, maka keringanan atas kamu …’. Tapi… Di musim dingin, pada tanggal 21 Desember yang merupakan kebalikan dari tanggal 23 Juni, ada 8 jam siang. Tapi malam adalah 16 jam. Aku tidur selama 8 jam. Atau 10 jam. Saya menonton film 2 jam di TV. Ini menjadi 12 jam. masih 4 jam? Selama dua jam saya berselancar di internet. Chat dll. Uff masih dua jam. Biarkan saya membaca koran atau buku. EEEH. Masih satu jam. Lalu aku akan mendirikan shalat malam sebanyak yang aku inginkan. Apakah ada orang yang keberatan? Hal ini dapat 222 raka’at, masing-masing terdiri dari 2 raka’at.

073,006 : -inna naasyi-ata llayli hhiya –asyaddu wath-an wa –aqwamu qiylan

bahwa mengembangkan (shalat) malam ia sangat terhubung dan berdiri bacaan (untuk khusyuk)

073,007 : -inna la ka fiy nnahhaari sabhan thawiylan

bahwa bagi engkau (Muhammad) di dalam siang pergerakan (urusan) yang panjang

003,113 : laysuw sawaa-an mmin –ahli lkitaabi –ummatun qaa-imatun yatluwna –aayaati llahhi -aanaa-a llayli wa hhum yasjuduwna

Tidak semua mereka sama dari ahli kitab ada ummat yang berdiri, akan dibacakan ayat – ayat allah pada beberapa saat di malam hari dan mereka bersujud

017,079 : wa mina llayli fa tahhajjad bi hhi naafilatan lla ka ‘asaa –an yab’atsa ka rabbu ka maqaaman mmahmuwdan

dan dari malam maka menginginlah dengan nya suatu keperluan bagi engkau (Muhammad) berharap supaya dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda

Dengan mendirikan beberapa saat di malam hari, ini bukan perintah, bukan kewajiban yang mengikat. ‘Oh Rabb, saya tidak puas dengan 3 waktu * 2 raka’at. Saya mencintai shalat. Engkau mengatur shalat 3 waktu * 2 raka’at tidak untuk membuat saya lelah.’ Tapi kalau aku mendirikannya di malam musim dingin yang panjang. Aku tidak mendirikannya kemarin atau hari sebelumnya. Hari lainnya 2 raka’at. Selama seminggu aku tidak mendirikannya. Tapi malam ini aku tak bisa tidur, dengan kondisi untuk memberikan salam pada setiap 2 raka’at, saya ingin mendirikan 20 raka’at shalat. Ya, aku menceritakan shalat yang didirikan beberapa saat di malam hari yang bukan kewajiban yang mengikat yang didirikan sesuai dengan keinginan kalian.

Allah berharap mereka bangun di malam hari dan mendirikan shalat. Bagaimana kita mendirikan ‘Witir’? Mereka telah menambahkannya ke Yatsı (2 jam setelah matahari terbenam). Pulang dan tidur. Apa perintah nya? Bangun beberapa saat di malam hari. Apa kegunaan witir setelah yatsi? Sekali lagi karakter haniif ku menunjukkan dirinya sendiri. Musim panas adalah aib yang lengkap bagi mereka. Orang-orang makan setelah puasa di senja hari, setelah 8 jam mereka bangun untuk mempersiapkan makan sahur. Pada malam musim panas siapa yang pergi tidur sebelum pukul 03:00 atau pukul 04:00? Aku menunggu untuk makan sahur di malam hari kemudian saya tidur. Aku tidur di pagi hari. Itulah mengapa ini aib bagi mereka. Tapiiiii… Di musim dingin, pada bulan Desember, saya kuat dan aktif. Karena aku tidur selama 8 jam. Aku mengambil waktu saya selama 7 jam lebih. Biarkan aku beribadah pada 1 jam ekstra itu. Ini adalah memalukan jika saya tidak melakukannya. Hari telah gelap pada pukul 17:00. Dalam Ramadhan untuk barat Turki, puasa berakhir pada 16:45. Aku makan berbuka. Antara 17-22 saya menonton TV, saya membuat proyek di depan komputer. Aku pergi tidur. Ini mengambil 8 jam. Kemudian pukul 06:00. Uff ada 3 jam untuk udara yang akan diterangi. Untuk bangun pada beberapa saat di malam hari adalah ini.

1.Menurut Al Quran, shalat adalah 3 waktu per hari.

2.Menurut Al Hadits, itu adalah 5 waktu per hari ditambah shalat sunnah.

Ada shalat ‘duha’ antara pagi dan siang hari. Ada ‘tarawih’, ada ‘witir’ di malam hari. Ada shalat sunnah setelah mengambil wudhu, ada shalat sunnah ketika masuk masjid. Mereka mengubah shalat 3 waktu menjadi 5 waktu, kemudian 6 sebagai witir, 7 sebagai duha. Mereka berlebihan. Karena Al Hadits sangat penting. Itu adalah 55, Allah mengurangi hingga 5. Menurut beberapa rumor Muhammad bertemu dengan Musa saat mi’raj. Hal ini tidak dapat dikurangi dari 3 menjadi 5. Mereka seharusnya berkata ‘meningkat’.

Posted in al quran, haniif, Science, Sejarah Islam | 3 Comments »