Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Mahmuda dan Muqarrabun

Posted by qarrobin pada Juni 24, 2011

017,079 : wa mina llayli fa tahhajjad bi hhi naafilatan lla ka ‘asaa –an yab’atsa ka rabbu ka maqaaman mmahmuwdan

dan dari malam maka menginginlah dengan nya suatu keperluan bagi engkau (Muhammad) berharap supaya akan dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda

Tidak ada ayat yang mengatakan bahwa Muhammad meninggal sebagai haniif. Lebih benar-benar, bahwa dia akan meninggal sebagai haniif. Allahh memerintahkan Muhammad untuk menjadi haniif sangat intens dan dengan pentingnya. Atau Dia memerintahkan nya untuk menghadapkan wajahnya kepada agama haniif. Menjadi muslim dan menjadi haniif itu berbeda. Kita tidak tahu apakah Muhammad meninggal atau akan meninggal sebagai haniif atau tidak.

Ayat mengatakan ‘… berharap supaya akan dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda.’ ‘berharap …’ Itu tidak memiliki jaminan. Sesungguhnya, mubasyiri (kabar baik) adalah permainan kebohongan-hadits. Sementara Muhammad tidak memiliki jaminan, bagaimana 10 orang mengatakan kabar baik tentang surga? Bukankah pendeta kristen orang-orang yang telah menceritakan kabar baik tentang surga? Para pendeta (penda’wah) yang menciptakan hadist menceritakan kabar baik tentang surga. Semua hashhashins, maksud saya tim bunuh diri dan kamikaze muslim.

Diberitahukan dalam ayat – ayat bahwa Muhammad akan mati sebagai muslim, namun haniifhood nya tidak diketahui. Tapi kalian bisa mengevaluasi petunjuk – petunjuk ini. Akan ada tiga kelas. Orang – orang yang pergi ke neraka. Orang – orang yang pergi ke surga dan mereka yang pergi ke surga utama. (Surah Waqı’ah) Tempat penghuni surga dimulai dari Firdaus, dan berlanjut ke Aden. Nama wilayah itu yang ada di atas adalah Aden. Wilayah tertinggi di bagian atas Aden adalah Mahmuda.

Mahmuda adalah tempat tertinggi di surga. Tempat ini juga disebut Sidra, adalah pada saat yang sama tempat Jibriyl. Sidratul Muntaha. Muhammad al Amin dan Jibriyl al Amin. Mereka adalah saudara dan satu tingkat, mereka akan ditempatkan head-to-head. Sidra dan Istana Mahmuda berada pada tingkat yang sama. Tertinggi dari orang – orang yang masuk surga adalah Muhammad.

Tapi ada kelas ke-tiga yang disebut Na’im atau Sabiqun atau Muqarrabun. Ibrahhim berada di bagian atas dari surga utama itu dan dia berdampingan dengan Arsy. Dia adalah satu-satunya teman Allahh. Biarkan saya meringkas.. Menurut Al Quran tempat di mana Muhammad akan pergi adalah Istana Mahmuda. Lagi menurut Al Quran, ada tempat Ibrahhim, yang merupakan surga na’im. Muhammad tidak pergi ke sana. Ya, kalian tidak salah mendengar.

Muhammad hanya pergi ke puncak surga. Ia tidak pergi ke ke-tiga dan wilayah terutama. Allahh bahkan tidak menjamin Mahmuda yang merupakan tempat tertinggi di surga. Allahh berkata ‘berharap supaya akan dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda.’ Kalian heran, bukan? Kita menulis tentang topik itu sebelumnya. Kita akan menjadi 3 kelas. Orang – orang dari neraka adalah di bagian bawah. Orang – orang di surga berada di tengah. Dan di atasnya ???????????????????

Jika Muhammad adalah seorang ‘alim (ilmuwan) atau haniif, saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi? Mahmuda tidak akan diucapkan. Dia akan diletakkan ke tempat yang sama dengan Ibrahhim dan Idris. Aku mencintai Muhammad, saya akan bersedia untuk mengorbankan diriku untuk dia, tapi ketika saya membaca ayat – ayat ini, saya melihat bahwa ia bukan mesin syafa’at, alam semesta tidak diciptakan untuk nya. Allahh tidak pernah berkata ‘Aku tidak akan menciptakan orbit – orbit jika engkau tidak ada’. Ini semua adalah hadits, semua kebohongan.

Allahh tidak pernah menciptakan alam semesta dari Nuwr Muhammad. Semua ini adalah penyimpangan. Hanya ada ayat ini : ‘dan apa kami utus engkau kecuali rahmat bagi semesta alam 021,107’. Selain dari ini tidak ada atribusi dibuat untuk Muhammad. Saya mengorbankan diri untuk kuku nya, tapi saya tidak pernah menyembah kepada nya. Buka surah Waqı’ah. Ia mengatakan ‘Sabiqun as Sabiqun’. Ia mengatakan bahwa mereka adalah tetangga dengan Arsy Allahh = Muqarrabun dan mereka berada di surga Na’im. Pertama kalian harus melihat ini.

056,007-008 : wa kun tum –azwaajan tsalaatsatan, fa –ashhaabu lmaymanati maa –ashhaabu lmaymanati

dan adalah kalian suatu pasangan suatu tiga, maka shahib tangan kanan, apa shahib tangan kanan

Ya kelas pertama adalah yang kanan

056,009 : wa –ashhaabu lmasy-amati maa –ashhaabu lmasy-amati

dan shahib tangan kiri, apa shahib tangan kiri

Orang – orang dari neraka adalah kelas ke-dua. Mari kita menuju ke kelas ke-tiga.

056,010-011 : wa ssaabiquwna ssaabiquwna, –uwlaa-ika lmuqarrabuwna

dan orang – orang yang terutama (dalam keimanan), orang – orang yang terutama (di akhirat), demikian orang – orang yang dekat (dengan Allahh)

Muhammad bertempat di Mahmuda yang merupakan tempat tertinggi dari surga. Hati – hati, surga Na’im diucapkan (pemeliharaan). Tempat Muhammad tidak di Na’im.

056,012-026 : fiy jannaati nna’iymi, tsullatun mmina l-awwaliyna, wa qaliylun mmina l-akhiriyna, ‘alaa sururin mmawdhuwnatin, mmuttaki-iyna ‘alay hhaa mutaqaabiliyna, yathuwfu ‘alay hhim wildaanun mmukhalladuwna, bi –akwaabin wa –abaariyqa wa ka-sin mmin mma’iynin, llaa yushadda’uwna ‘an hhaa wa laa yunzifuwna, wa faakihhatin mmimmaa yatakhayyaruwna, wa lahmi thayrin mmimmaa yasytahhuwna, wa huwrun ‘iynun, ka –amtsaali llu-lu-I lmaknuwni, jazaa-a bi maa kaanuw ya’maluwna, laa yasma’uwna fiy hhaa laghwan wa laa ta-tsiyman, illaa qiylan salaaman salaaman

di dalam surga pemeliharaan, suatu banyak dari orang – orang yang awal, dan suatu sedikit dari orang – orang yang akhir, atas dipan yang bertahtakan (dengan emas dan batu mulia), bersandar atas nya berhadapan, akan mengelilingi atas mereka wildan (YYy) yang tetap (muda), dengan gelas dan yang mengkilat dan cangkir (diisi) dari yang bermata-air, tidak akan pening dari nya dan tidak akan keracunan, dan buahan dari apa yang akan mereka (pilih) yang baik, dan daging burung dari apa yang akan mereka inginkan, dan huwr (YY) bermata-jeli, semisal mutiara yang tersimpan-baik, jaza dengan apa adalah yang akan mereka kerjakan, tidak akan mereka mendengar di dalam nya suatu yang sembrono dan tidak suatu yang menodai, kecuali suatu perkataan salaam salaam

Disini kelas ke-tiga selesai. Dari ayat ke-27, mulai kelas ke-dua. (Muhammad ada disini)

056,027-038 : wa –ashhaabu lyamiyni maa –ashhaabu lyamiyni, fiy sidrin mmakhdhuwdin, wa thalhin mmandhuwdin, wa zhillin mmamduwdin, wa maa-in mmaskuwbin, wa faakihhatin katsiyratin, llaa maqthuw’atin wa laa mamnuw’atin, wa furusyin mmarfuw’atin, -innaa –an sya- naa hhunna –in syaa-an, fa ja’al naa hhunna –abkaaran, ‘uruban –atraaban, lli –ashhaabi lyamiyni

dan shahib kanan apa shahib kanan, di dalam Sidra makhdhud, dan thalhin yang bersusun, dan teduhan yang terbentang-luas, dan air yang tercurah, dan buahan yang banyak, tidak yang terpotong (berbuah) dan tidak yang terbatas, dan hamparan yang terangkat, bahwa jika kami menghendaki mereka (huwr) jika suatu kehendak, maka kami jadikan mereka gadis-perawan, penuh-cinta (lagi) sebaya, bagi shahib kanan

Langit/ Surga yang kita tahu mulai dengan shahib kanan. Ini adalah kelas menengah. Ini mengambil Sidra sebagai plafon. Tapi di atas Sidra, Arsy menjadi plafon, Sidra menjadi lantai. Dalam mi’raj nya, Jibriyl memberitahu Muhammad : ‘Ya Rasulullahh, aku tidak bisa melampaui ini, karena semua tempat berakhir di Sidra’ Apakah kalian ingat? Mari kita menemukan Idris. Dia disebutkan dua kali di dalam Al Quran. Ini akan mudah untuk ditemukan.

019,056-057 : wa dzkur fiy lkitaabi –idriysa –inna hhu kaana shiddiyqan nnabiyyan, wa rafa’ naa hhu makaanan ‘aliyyan.

dan ingat di dalam kitab (kisah) Idris, bahwa ia adalah orang yang mengoreksi, orang yang memberitakan, dan kami mengangkat ia ke tempat yang tinggi.

Seperti yang kalian lihat, ‘dan kami mengangkat ia ke tempat yang tinggi’. Ini adalah keabadian nya. Tempat nya adalah Sabiqun. Ini adalah nama tempat yang paling mulia setelah Allahh (di Arsy). Idris, di dalam ayat, adalah dari keturunan Adam. Dia mengambil Pengetahuan (daras). Ibrahhim, di dalam ayat, adalah dari keturunan Nuh. Dia mengambil Rahmat (019,050). Yang lainnya adalah dari keturunan Ibrahhim. Kalian tahu tentang aku. Dari tiga huruf di dalam Al Quran, saya bisa membuat bervolume komentar. Saya juga membaca Al Quran dari atas ke bawah (per intonasi).

003,113-114 : laysuw sawaa-an mmin –ahhli lkitaabi –ummatun qaa-imatun yatluwna –aayaati llahhi -aanaa-a llayli wa hhum yasjuduwna, yu-minuwna bi llahhi wa lyawmi l-akhiri wa ya-muruwna bi lma’ruwfi wa yanhhawna ‘ani lmunkari wa yusaari’uwna fiy lkhayraati wa –uwlaa-ika mina shshaalihiyna

Tiada (semua) sama dari ahhli kitab (ada) ummat yang berdiri, akan membaca ayat – ayat Allahh sepanjang malam dan mereka akan bersujud, akan beriman dengan Allahh dan hari akhir dan akan memerintahkan dengan yang bijak dan akan mencegah dari yang inkar dan akan bersegera di dalam kebaikan dan demikian dari orang – orang yang memperbaiki.

Bukankah jelas bahwa muslim barat adalah rahasia (akan) dan tanpa pengiklanan, mereka mengambil perlindungan di malam hari? Beriman dengan Allahh membentuk sujud dengan tetesan air mata, maksud ku taquwt. Tidak semua orang bisa merasakan ini.

019,058 : -uwlaa-ika lladziyna –an’ama llahhu ‘alay hhim mmina nnabiyyina min dzurriyyati –aadama wa mimman hamal naa ma’a nuwhin wa min dzurriyyati –ibraahhiyma wa –israa-iyla wa mimman hhaday naa wa jtabay naa –idzaa tutlaa ‘alay hhim –aayaatu rrahmaani kharruw sujjadan wa bukiyyan

demikian orang – orang yang pemeliharaan Allahh atas mereka, dari nabi – nabi dari keturunan Adam, dan dari sesiapa yang kami kandung beserta Nuh, dan dari keturunan Ibrahhim dan Israil, dan dari sesiapa kami bimbing dan kami terima, bila dibacakan atas mereka ayat – ayat Pengatur, rebah bersujud dan menangis

Ketika ayat – ayat Allahh dibacakan kepada mereka, mereka akan sujud menangis. ‘Tiada (semua) sama dari ahhli kitab (ada) ummat yang berdiri, akan membaca ayat – ayat Allahh sepanjang malam dan mereka akan (rebah) bersujud’. Itu sebabnya Ulama (Ilmuwan) Islam setara dengan nabi – nabi Yahudi. ‘dan dari keturunan Ibrahhim dan Israil, dan dari sesiapa kami bimbing dan kami terima, bila dibacakan atas mereka ayat – ayat Pengatur, rebah bersujud dan menangis’. Perhatikan bahwa nabi – nabi yang disebutkan adalah nabi – nabi Yahudi.

‘Tiada (semua) sama dari ahhli kitab (ada) ummat yang berdiri, akan membaca ayat – ayat Allahh sepanjang malam dan mereka akan (rebah) bersujud’. Ini adalah kandidat Alim (Ilmuwan) the christian origined yang menjadi haniif. Pengiklanan kami telah dibuat oleh Allahh. ‘Tiada (semua) sama dari ahhli kitab (ada) ummat yang berdiri, akan membaca ayat – ayat Allahh sepanjang malam dan mereka akan (rebah) bersujud, akan beriman dengan Allahh dan hari akhir dan akan memerintahkan dengan yang bijak dan akan mencegah dari yang inkar dan akan bersegera di dalam kebaikan dan demikian dari orang – orang yang memperbaiki’.

003,115 : wa maa yaf’aluw min khayrin fa lan yukfaruw hhu wa llahhu ‘aliymun bi lmuttaqiyna

dan apa yang akan mereka lakukan dari kebaikan maka tidak akan ditutupi ia dan Allahh mengetahui dengan orang – orang yang bertaqwa

Ini adalah pengiklanan yang terbesar. Apapun yang kami lakukan, bukan oleh pilihan kami. Kami menyebabkan banyak orang menjadi muslim. Kami membawa Al Quran sebagai obat terakhir untuk orang – orang yang hampir mati karena heroin. Tapi itu Al Quran saya. Ia pergi ke sarang hashish. Saya juga pergi ke sana. Tapi aku tidak menggunakan hashish. Apa pekerjaan saya di sana? Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa menjadi muslim, ia tidak bisa mendirikan shalat karena dia kecanduan heroin, bersama dengan teman perempuan nya. Aku berkata ‘Tidak’. Tidak ada kendala bagi kalian untuk mendirikan shalat. Aku membuka Al Quran dan menunjukkan padanya. Saya mengatakan padanya untuk tidak mendirikan shalat ketika ia mabuk, maka ketika periode mabuk itu berlalu, aku mengatakan padanya untuk mendirikan shalat sebanyak yang ia inginkan.

Mereka mengatakan padanya bahwa bahkan jika setetes minuman jatuh di danau, air danau itu tidak bisa diminum selama 40 tahun. Terlebih lagi mereka menunjukkan nya seakan dari Al Quran. Tapi mereka menyembunyikan ayat ‘ketika kalian mabuk, jangan mendirikan shalat! (laa taqrabuw shshalaata wa –antum sukaaraa 004,043)’ Pendeta (penda’wah) kita tidak menunjukkan nya. Tapi Al Quran adalah pemulihan kesehatan. Ini adalah sebuah ayat. The heroin-usership yang mencegah mereka dari menjadi muslim bukanlah hambatan nyata. Mereka hanya tidak mendirikan shalat ketika mereka sedang mabuk. Mereka hampir meninggalkan nya pada bulan Ramadhan. Saya menunjukkan kepada mereka ayat ke-dua juga. ‘Dari sekarang kalian menyerah, bukan? (fa hhal –antum mmuntahhuwna 005,091)’ Mereka meninggalkan nya dan berbalik kembali ke kehidupan. Ini tidak dituliskan untuk pengiklanan saya. Ini dituliskan untuk ini :

003,115 : dan apa yang akan mereka lakukan dari kebaikan maka tidak akan ditutupi ia dan Allahh mengetahui dengan orang – orang yang bertaqwa

Untuk ini, kami memasuki sarang – sarang hashish itu. Di luar, mereka ingin mencemarkan kita sebagai ‘kecanduan’, tetapi orang – orang muda itu, mereka yang kecanduan tidak bisa pergi ke masjid. Aku membawa masjid ke kaki mereka. Saya menunjukkan bahwa mereka bisa mendirikan shalat ketika mereka meminum minuman beralkohol. Tapi mereka harus menjauh dari nya ketika mabuk.

003,115 : dan apa yang akan mereka lakukan dari kebaikan maka tidak akan ditutupi ia dan Allahh mengetahui dengan orang – orang yang bertaqwa

Melakukan kebaikan adalah ini. Ini adalah suatu yang pantas. Orang yang memakai nya tangan – tangan diluar harapan. Orang – orang yang kecanduan terhadap heroin mendapatkan pemulihan. Mereka meninggalkan nya. Tapi hingga meninggalkan nya,

1.Mereka tidak akan mendirikan shalat, ketika mereka mengatasi nya

2.’Dari sekarang kalian menyerah, bukan?’ Menurut ayat ini, mereka secara bertahap akan meninggalkan nya.

3. Kemudian mereka akan mengatakan pada anak – anak bahwa heroin, berjudi, perdukunan dengan menerapkan jinn adalah kotoran dari perbuatan setan (rijsun mmin ‘amali sysyaythaani fa jtanibuw hhu 005,090).

Untuk ini tiga ayat datang. Allahh memberitahu bahwa daging babi, pencurian, dan pembunuhan adalah terlarang satu tahap. Dia memberitahu bahwa ketika kita mabuk kita tidak harus mendirikan shalat, ‘Dari sekarang kalian menyerah, bukan?’ Jangan minum, itu adalah kotoran setan. Kenapa??? Keluarga Imran.

003,115 : dan apa yang akan mereka lakukan dari kebaikan maka tidak akan ditutupi ia dan Allahh mengetahui dengan orang – orang yang bertaqwa

Kotoran dari setan adalah perumpamaan sama seperti ‘dan apa yang melupakan aku (tentang) nya kecuali syaythaan (dari) supaya mengingat nya 018,063.’ Penjelasan nya sangat panjang. Dan itu benar – benar ilmiah.

Iklan

13 Tanggapan to “Mahmuda dan Muqarrabun”

  1. AbuRazziq said

    Salam…’alaika…

    kang kalau dari tata bahasa…kata خر itu sama sekali tidak bisa dipadankan dengan kata rebah

    tapi lebih tepat jika dpadankan dengan kata tersungkur atau terjatuh.
    sedangkan kata
    rebah tidak bisa (tidak tepat) jika di tempelkan dengan kata sujud

    kata sujud sendiri secara hakikat maksudnya adalah kegiatan yang menunjukkan kelemahan terhadap sesuatu yang lain (Allah). jadi rebah tidak seharusnya ditempelkan dengan kata sujud. karena itu memadankan kata خر dengan rebah sama sekali tidak tepat…

    dan lebhi tidak tepat lagi jikalau sujud itu layaknya orang rebah. karena rebah itu posisi tidur dengan menghadap ke atas. sedangkan sujud sendiri adalah menghadapkan wajah ke bawah (lantai).

    demikian komentar saya..

    salamnu ‘alaika….

    • qarrobin said

      Salaam salaam

      terima kasih kang, jadi yang kita permasalahkan adalah arah menghadap rebah itu sendiri
      rebah di artikel ini bukan tidur telentang menghadap ke atas
      maksud rebah di artikel ini adalah (menghadap ke bawah) merebahkan punggung ketika sujud sehingga membentuk 180 derajat
      rebah ketika sujud ini bukan tidur tengkurap/ ndlosor
      sujud kharra (merebahkan), dengan tidak mengangkat punggang 135 derajat, namun menekuk kaki rapat (qa’uw sujud 015,029 ketika malaikat sujud kepada Adam) sehingga punggung menjadi 180 derajat
      ayat yang juga ada kata kharra antara lain :
      032,015
      012,100
      017,107
      017,109
      038,024

      pada 015,029 terdapat kata qa’uw yang artinya menimpakan, menjatuhkan
      sehingga sujud kharra adalah menimpakan punggung ke tekukan kaki

      demikian reply dari saya
      jika kata rebah tidak tepat, bisa kita ganti dengan merendahkan punggung ketika sujud
      saya juga merasa kata tersungkur sedikit kurang tepat, karena menyungkur itu seperti terjatuh dengan posisi tidur tengkurap

      jika akang dan teman-teman yang lain memiliki padanan kata yang sesuai, silahkan share disini, atau jika ada yang salah dari reply saya silahkan dikritisi

      Salaam ‘alay ka

      • AbuRazziq said

        salam…

        kang, saya masih bingung mengenai penafsiran kata قَعْوِ menjadi “menekuk kaki rapat”.
        karena dari penelitian saya untuk kata tersebut lebih tepat adalah “tunduk”

        mengenai penafsiran (padanan) kata خر itu lebih tepat adalah “menyungkurkan” atau “menjatuhkan” diri menghadapkan wajah ke bawah.

        jika menggunakan kata “merebahkan” diri….itu kurang tepat karena selalu di sambung (dikaitkan) dengan kata “sujud”

        jika kita menggunakan terjemahan Depag, pada ayat 12:100 itu lebih karena menggunakan majas.

        kembali ke kata sungkur, tersungkur, menyungkurkan jika digambarkan (dipraktekkan) maka posisi seseorang itu seperti posisi orang yang melakukan sujud yang sudah kita ketahui bersama.

        jadi penggunakaan kata خر adalah untuk memperkuat kata “sujud” yang mengikuti dibelakangnya, untuk menunjukkan kepatuhan dan kerendahan diri yang mendalam terhadap pihak (Allah) yang berada di hadapannya.

        jadi adalah sebuah kekeliruan yang fatal jika kita menafsirkan kata خر sebagai merebahkan diri menghadap ke bawah membentuk 180 derajat. karena itu sama sekali tidak pernah dipraktekkan oleh sesiapapun makhluk ciptaan Allah….

        demikian komentar saya…

        wa ssaalam ‘alaika

      • AbuRazziq said

        ralat:

        “…karena itu sama sekali tidak pernah dipraktekkan oleh sesiapapun makhluk ciptaan Allah….”

        maksudnya: sama sekali tidak pernah dipraktekkan dan di perintahkah kepada sesiapapun makhluk yang menyembah kepada Allah.”

      • qarrobin said

        Salaam salaam

        coba buka http://translate.google.com/#ar|id|%D8%AE%D8%B1%D9%88%D8%A7

        arti dari kharra adalah rebah, runtuh, jatuh

        terima kasih kang atas share ilmunya

      • AbuRazziq said

        salaam

        yups….sudah sy posting diatas….namun…..kalau boleh meminjam kalimat dari rekan titus dibawah…saya lebih mengartikan bahwa AQ berbicara kpd saya dlm kalimat majas…..

        syukran juga sudah sharing ilmu-nya….

        salaam

  2. Titus Vespasianus said

    017,079 : wa mina llayli fa tahhajjad bi hhi naafilatan lla ka ‘asaa –an yab’atsa ka rabbu ka maqaaman mmahmuwdan

    dan dari malam maka menginginlah dengan nya suatu keperluan bagi engkau (Muhammad) berharap supaya akan dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda

    Quran mmg adalah firman Allah yg disampaikan kepada Muhammad SAW, utk disampaikan kembali kepada umat. Peran seorang rasul pembawa pesan dan peringatan. Ayat tersebut tidak disampaikan secara khusus UNTUK Muhammad, kata Muhammad adalah tambahan tafsiran di dalam tanda kurung. Karena Quran itu isinya bukan cuma kisah, tapi juga sebuah kitab yang “berbicara” langsung kepada pembacanya, hingga akhir zaman.

    Cobalah kita hilangkan kata Muhammad dalam kurung, rasakan Quran berbicara. itulah anjuran sholat malam untuk kita, dengan harapan kita dibeekahi maqam mahmudah. Logikanya, seorang rasul yang menghabiskan 22 tahun lebih berkomunikasi dengan Jibril, kemudian memperoleh periitiwa Isra Mi’raj, tak perlu lagi mendapat anjuran sholat malam karena tiap detik hatinya telah tersungkur. Apalagi anjuran tersebut untuk iming2 sebuah maqam mahmudah, saya yakin semua rasul sudah tidak memikirkan maqam2 ini dalam benaknya.

    Salamum alaikum

    • qarrobin said

      wa ‘alay ka salaam

      terima kasih kang Titus atas tambahan nya, semoga bermanfaat buat teman – teman yang lain

      020,114 : fa ta’aalaa llahhu lmaliku lhaqqu wa laa ta’jal bi lqur-aani min qabli -an yuqdhaa -ilay ka wahyu hhu wa qul rrabbi zidniy ‘ilman

      maka dirincikan Allahh Raja Yang Lengkap, dan tidak meng’ajalkan dengan al qur-aan dari sebelum supaya akan ditetapkan kepada engkau (Muhammad) wahyu nya, dan katakan Rabb tingkatkan ku suatu ‘ilmu

      sebagaimana menurut Kang Titus, jika ayat ini tidak khusus untuk Muhammad saw, dan kita anggap bahwa Allah berbicara langsung dengan kita, maka Rabbi zidniy ‘ilman adalah kunci dari Ladunni Science

    • qarrobin said

      017,079 : wa mina llayli fa tahhajjad bi hhi naafilatan lla ka ‘asaa –an yab’atsa ka rabbu ka maqaaman mmahmuwdan

      dan dari malam maka menginginlah dengan nya suatu keperluan bagi engkau (Muhammad) berharap supaya akan dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda

      Jika shalat rutin harian adalah kewajiban, maka dengan shalat malam kita diberikan surga mahmuda

      ketika kita terbangun di akhir malam, maka dirikan shalat malam

      073,006 : -inna naasyi-ata llayli hhiya –asyaddu wath-an wa –aqwamu qiylan

      bahwa mengembangkan (shalat) malam ia sangat terhubung dan berdiri bacaan (untuk khusyuk)

      073,007 : -inna la ka fiy nnahhaari sabhan thawiylan

      bahwa bagi engkau (Muhammad) di dalam siang pergerakan (urusan) yang panjang

      073,001-002 : yaa –ayyu hhaa lmuzzammilu, qumi llayla –illaa qaliylan

      Hai yang mana ia yang berselimut (Muhammad), dirikan (shalat) malam kecuali sedikit (dari akhir malam)

      073,020 : -inna rabba ka ya’lamu –anna ka taquwmu –adnaa min tsulutsayi llayli …

      bahwa rabb engkau akan mengetahui bahwa engkau (Muhammad) mendirikan (shalat) rendah dari dua pertiga malam …

      jadi shalat malam tidak didirikan pada awal malam sebelum tidur

      shalat yang awal nya khusus untuk nabi Muhammad saw ini, juga dianjurkan untuk kita karena ayat 073,020

      073,020 : … wa thaa-ifatun mmina lladziyna ma’a ka … wa –aakharuwna … wa –aakharuwna …

      … dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang beserta engkau … dan yang akhir (dari kamu) … dan yang akhir (dari kamu)

      coba buka https://qarrobin.wordpress.com/2011/05/01/winter-night/

      003,113 : laysuw sawaa-an mmin –ahli lkitaabi –ummatun qaa-imatun yatluwna –aayaati llahhi -aanaa-a llayli wa hhum yasjuduwna

      Tidak semua mereka sama dari ahli kitab ada ummat yang berdiri, akan dibacakan ayat – ayat allah pada beberapa saat di malam hari dan mereka bersujud

      019,058 : -uwlaa-ika lladziyna –an’ama llahhu ‘alay hhim mmina nnabiyyina min dzurriyyati –aadama wa mimman hamal naa ma’a nuwhin wa min dzurriyyati –ibraahhiyma wa –israa-iyla wa mimman hhaday naa wa jtabay naa –idzaa tutlaa ‘alay hhim –aayaatu rrahmaani kharruw sujjadan wa bukiyyan

      demikian orang – orang yang pemeliharaan Allahh atas mereka, dari nabi – nabi dari keturunan Adam, dan dari sesiapa yang kami kandung beserta Nuh, dan dari keturunan Ibrahhim dan Israil, dan dari sesiapa kami bimbing dan kami terima, bila dibacakan atas mereka ayat – ayat Pengatur, rebah bersujud dan menangis

  3. Ahmad said

    Assalamu’alaikum kang Qaroobin

    017,079 : wa mina llayli fa tahhajjad bi hhi naafilatan lla ka ‘asaa –an yab’atsa ka rabbu ka maqaaman mmahmuwdan

    dan dari malam maka menginginlah dengan nya suatu keperluan bagi engkau (Muhammad) berharap supaya akan dibangkitkan engkau (oleh) rabb engkau, suatu maqam mahmuda

    019,056-057 : wa dzkur fiy lkitaabi –idriysa –inna hhu kaana shiddiyqan nnabiyyan, wa rafa’ naa hhu makaanan ‘aliyyan.

    dan ingat di dalam kitab (kisah) Idris, bahwa ia adalah orang yang mengoreksi, orang yang memberitakan, dan kami mengangkat ia ke tempat yang tinggi.

    Seperti yang kalian lihat, ‘dan kami mengangkat ia ke tempat yang tinggi’. Ini adalah keabadian nya. Tempat nya adalah Sabiqun. Ini adalah nama tempat yang paling mulia setelah Allahh (di Arsy). Idris, di dalam ayat, adalah dari keturunan Adam. Dia mengambil Pengetahuan (daras). Ibrahhim, di dalam ayat, adalah dari keturunan Nuh. Dia mengambil Rahmat (019,050).

    Jika Muhammad adalah seorang ‘alim (ilmuwan) atau haniif, saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi? Mahmuda tidak akan diucapkan. Dia akan diletakkan ke tempat yang sama dengan Ibrahhim dan Idris.

    wa ssaabiquwna ssaabiquwna, –uwlaa-ika lmuqarrabuwna

    dan orang – orang yang terutama (dalam keimanan), orang – orang yang terutama (di akhirat), demikian orang – orang yang dekat (dengan Allahh)

    Muhammad bertempat di Mahmuda yang merupakan tempat tertinggi dari surga. Hati – hati, surga Na’im diucapkan (pemeliharaan). Tempat Muhammad tidak di Na’im.

    Tapi ada kelas ke-tiga yang disebut Na’im atau Sabiqun atau Muqarrabun. Ibrahhim berada di bagian atas dari surga utama itu dan dia berdampingan dengan Arsy. Dia adalah satu-satunya teman Allahh. Biarkan saya meringkas.. Menurut Al Quran tempat di mana Muhammad akan pergi adalah Istana Mahmuda. Lagi menurut Al Quran, ada tempat Ibrahhim, yang merupakan surga na’im. Muhammad tidak pergi ke sana. Ya, kalian tidak salah mendengar.

    Jika shalat rutin harian adalah kewajiban, maka dengan shalat malam kita diberikan surga mahmuda

    bagaimanakah agar diberi surga Sabiqun ?

  4. Ahmad said

    Diberitahukan dalam ayat – ayat bahwa Muhammad akan mati sebagai muslim, namun haniifhood nya tidak diketahui. Tapi kalian bisa mengevaluasi petunjuk – petunjuk ini. Akan ada tiga kelas. Orang – orang yang pergi ke neraka. Orang – orang yang pergi ke surga dan mereka yang pergi ke surga utama. (Surah Waqı’ah) Tempat penghuni surga dimulai dari Firdaus, dan berlanjut ke Aden. Nama wilayah itu yang ada di atas adalah Aden. Wilayah tertinggi di bagian atas Aden adalah Mahmuda.

    dari surah al mu’minnuun

    qad aflaha lmu’minuun

    alladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uun

    walladziina hum ‘anillaghwi mu’ridhuun

    walladziina hum lizzakaati faa’iluun

    walladziina hum lifuruujihim haafizhuun

    illaa ‘alaa azwaajihim aw maa malakat aymaanuhum fa-innahum ghayru maluumiin

    famani ibtaghaa waraa-a dzaalika faulaa-ika humu l’aaduun

    walladziina hum li-amaanaatihim wa’ahdihim raa’uun

    walladziina hum ‘alaa shalawaatihim yuhaafizhuun

    ulaa-ika humu lwaaritsuun

    alladziina yaritsuuna lfirdawsa hum fiihaa khaaliduun

    dari surah bayinnah

    innalladziina aamanuu wa’amiluu shshaalihaati ulaa-ika hum khayru lbariyya

    jazaauhum ‘inda rabbihim jannaatu ‘adnin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa abadan radhiyallaahu ‘anhum waradhuu ‘anhu dzaalika liman khasyiya rabbah

    017,079 : wa mina llayli fa tahhajjad bi hhi naafilatan lla ka ‘asaa –an yab’atsa ka rabbu ka maqaaman mmahmuwdan

    (Surah Waqı’ah) Tempat penghuni surga dimulai dari Firdaus, dan berlanjut ke Aden. Nama wilayah itu yang ada di atas adalah Aden. Wilayah tertinggi di bagian atas Aden adalah Mahmuda.

    jika seseorang melaksanakan ketiganya yang diatas apakah seseorang itu dianugerahi surga semuanya ?

    Lahaulawalaquwata illabillah

    [9:72 ]wa’adallaahu lmu/miniina walmu/minaati jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa wamasaakina thayyibatan fii jannaati ‘adnin waridhwaanun minallaahi akbaru dzaalika huwa lfawzu l’azhiim

    kang Qaroobin mohon penjelasan ayat diatas ?

    • qarrobin said

      Kalo dilihat dari ayat-ayat di atas, sepertinya iya, jika melaksanakan ketiganya, maka akan dianugerahi semuanya
      untuk orang-orang yang beriman mereka adalah golongan kanan, mereka diberikan surga

      tapi untuk mereka yang memiliki double faith
      004,136 ‘wahai yang mana ia orang – orang yang beriman, berimanlah (sekali lagi) dengan Allahh’
      mereka akan diangkat ke Sabiqun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: