Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Line-like and Space-like

Posted by qarrobin pada November 17, 2009

Berikut ini adalah catatan pribadi q, yang isinya tentu saja bukan sebuah hipotesa. Saya sangat suka tentang science, apalagi teori2 nyeleneh Paul A.M. Dirac dan DR. Nickolay Alexandrovich Kozyrev. Dulu cita2 pengen jadi Prof, tapi ga kesampeian. Beberapa catatan q hilang, ada yang ga sempat ke save, jadi sebagian ada yang terlupakan.

Line-like and space-like

Catatan ini mencoba menyatukan teori ruang dari Einstein dengan teori dualitas kuantum. Kadang kita mendapatkan gambaran seperti garis dan kadang kita mendapatkan gambaran seperti ruang. Kita umpamakan dua buah pesawat supersonic melaju, dan ada seorang pengamat di bumi yang melihat dua pesawat tersebut. Pesawat tadi melaju sejajar, dan kedua pilotnya dapat saling melihat. Kita misalkan salah satu pilot memancarkan berkas cahaya (foton) ke pesawat di sebelahnya. Tentu saja masing-masing pilot akan melihat cahaya melalui garis lurus, dan kita sebut line-like.

Pengamat yang berada di bumi tadi, akan melihat kalo berkas cahaya tadi juga ikut berjalan mengikuti arah pesawat. Jika kita hubungkan titik2 yang dilalui berkas cahaya, maka akan didapatkan gambaran garis yang melengkung, yang kita sebut space-like. Jadi terdapat dualitas garis dan ruang dalam teori Einstein bergantung kepada posisi pengamat. Karena kelajuan cahaya adalah tetapan, maka ruang adalah sesuatu yang relative.

Paradox partikel-gelombang

Sekarang kita akan menerapkan perumpamaan tadi dengan teori dualitas partikel-gelombang. Misal sebuah bunga api (muwriyaat) terpancar, yakni berupa electron yang memancarkan cahaya berupa foton. Pesawat supersonic yang melintas tadi kita umpamakan electron yang melintas, dan lintasannya kita sebut lintasan ruang-waktu electron. Sedangkan berkas cahaya yang dipancarkan pilot tadi kita umpamakan foton yang dipancarkan oleh electron, sehingga kita melihat bunga api yang berwarna merah. Menurut teori kuantum, foton yang teremisikan oleh electron dapat dipandang sebagai fluktuasi alami.

Dari kerangka acuan (frame of reference) pesawat atau electron, kita dapatkan line-like. Karena kelajuan cahaya tidak dipengaruhi oleh kelajuan sumber, maka jarak (lintasan ruang-waktu) yang dilalui oleh pesawat seakan mengalami penyusutan (kontraksi) karena pilot melihat cahaya melalui garis lurus. Jarak yang mengalami kontraksi ini kita sebut lintasan ruang-waktu pesawat atau electron dari titik C ke titik D. Sekarang kita misalkan bahwa cahaya yang terpancar dari electron, berjalan melewati sebuah kertas yang memiliki dua buah lubang. Dua lubang ini kita sebut celah A dan celah B. Di belakang celah ganda ini kita tempatkan sebuah plat fotografis.

Jika kita menutup salah satu celah, maka plat fotografis akan mendapatkan gambaran seperti partikel. Namun bila kedua celah A dan B dibuka, maka plat fotografis akan mendapatkan gambaran seperti interferensi gelombang foton. Mengapa foton dapat memilih antara gambaran partikel dan gelombang, adalah karena foton tidak dipengaruhi oleh lintasan ruang-waktu electron dari titik C ke titik D. Juga kenapa kita tidak dapat melihat gambaran partikel dan gambaran gelombang secara bersamaan, adalah karena dari kerangka acuan kita terdapat garis dunyaa dari titik C ke titik D.

Fluktuasi cangkang electron

Kendati kita melihat interferensi gelombang, foton adalah suatu kuanta. Sekarang kita akan menerapkan perumpamaan ini dengan fluktuasi atau terpancarnya foton dari electron yang terikat pada proton. Atom memiliki 7 cangkang, misalkan electron pada cangkang ke dua melepaskan sebuah kuanta foton di titik C, electron ini akan turun ke cangkang pertama di titik D, dan frekuensi foton dapat dihitung dari selisih energy electron pada cangkang ke dua dan energy electron pada cangkang pertama. Antara cangkang ke dua dan cangkang pertama, kita melihat lintasan ruang-waktu electron dari titik C ke titik D. Karena foton tidak dipengaruhi oleh lintasan ruang-waktu electron ketika terjadi fluktuasi, maka kita mendapatkan gambaran seperti partikel, yakni suatu kuanta foton.

Medan elektromagnetik Maxwell

Medan elektromagnetik yang meneguhkan atom sehingga terjadi interaksi antara electron dan proton digambarkan seperti gelombang yang menyebar pada permukaan air ketika kita menjatuhkan batu pada tengah kolam. Kita melihat gambaran gelombang ini karena dari kerangka acuan kita terdapat lintasan ruang-waktu antara electron dan proton. Dari perumpamaan fluktuasi cangkang electron tadi, kita dapat menghitung frekuensi suatu kuanta foton, dari selisih energy electron antar cangkang dari titik C ke titik D dan kita mendapatkan gambaran line-like. Massa electron adalah vortex ruang-waktu, satu panjang gelombang electron pada cangkang pertama sebanding dengan keliling cangkang pertama. Kelajuan medan elektromagnetik setara dengan kelajuan foton. Frekuensi foton yang dipancarkan oleh electron ketika fluktuasi setara dengan frekuensi medan elektromagnetik antar cangkang, sehingga gambaran partikel dari kuanta foton dapat dipandang sebagai gambaran gelombang pada medan elektromagnetik. Meski hanya satu kuanta, foton dapat menyebar seperti gelombang pada permukaan air. Karena foton tidak dipengaruhi oleh lintasan ruang-waktu dari titik C ke titik D, kita mendapatkan gambaran space-like pada medan elektromagnetik Maxwell.

Namun perumpamaan line-like dan space-like saya ini pernah ditolak oleh yahoogroup fisika Indonesia. Disitu saya mengumpamakan pesawat supersonic dengan kereta api yang mengelilingi bumi. Saya di banned dan belum selesai catatan ini saya sampaikan, saya didepak karena membuat artikel ini menjadi synopsis. Menurut mereka, pesawat atau kereta api bukanlah kerangka acuan (frame of reference) jika disandingkan dengan pengamat yang berada di bumi menurut teori relativitas khusus.

Bersambung…

Berikutnya saya akan menuliskan artikel kereta api saya yang di banned.

Iklan

35 Tanggapan to “Line-like and Space-like”

  1. m4stono said

    Dulu cita2 pengen jadi Prof, tapi ga kesampeian

    ===========================

    sabar bro ntar tercapai kok tenang aja yg penting doa dan meditasi visualisasi menjadi profesor :mrgreen: ..haalaah

    sebenarnya saya itu agak binun juga definisi cahaya itu partikel yg disebut foton atau gelombang sih…..keknya blom ada yah ilmuwan yg bisa memastikan cahaya itu partikel atau gelombang…..

    mungkin yg dimaksud kelajuan cahaya adalah tetap itu di ruang hampa ya mas….kalo di air sudah bukan ketetapan lagi keknya karena kec nya menjadi 0,9xxx c …….

    mungkin juga yg bergerak itu adalah ruang dan waktu dan cahayanya tetap dari dulu….kan ada sebuah teori kalo usia foton itu dari dulu adalah tetap tidak terpengaruh ruang dan waktu….CMIIW

    • qarrobin said

      ruang-waktu kita memberikan dua gambaran cahaya, kadang seperti partikel kadang seperti gelombang sebagaimana catatan saya diatas…Dimensi ruang-waktu kita yang relatif-lah yang memberikan kita dualisme gambaran partikel-gelombang (raajifah=sesuatu yang bergetar)

      kelajuan cahaya adalah tetap, karena kita mendefinisikan kelajuannya dengan jarak/waktu yang notabene adalah ruang-waktu yang relatif, maka kadang kita melihat ia sedikit melamban misal di dekat lubang-hitam. Jika kita berada di dekat lubang hitam dan kita melihat cahaya diluar akan menjalar lebih cepat. Sedangkan kalo kita mendefinisikan kelajuannya dengan 12000 L’/t’ maka dimanapun nilainya akan selalu tetap.

      ruang-waktu memang bergerak, memisahnya galaksi2 adalah karena ruang-waktu yang mengembang. Kelajuan cahaya selalu tetap meski ruang-waktu mengembang, efeknya adalah pergeseran ke arah warna merah atau efek doppler.

      Sebenernya ada teori yang lebih nyeleneh lagi, kelajuan cahaya adalah kelajuan waktu. Waktu dapat dipandang sebagai energi yang menjadi sumber energi benda2 langit dan waktu memiliki 3 dimensi yakni Xi, Yi dan Zi. Dimensi imajiner ini disebut Aether. Teorinya lagi ditranslate…

    • qarrobin said

      cahaya itu berdimensi satu (x’i), namun bersifat globularity. Seperti qalam yang dituliskan, ketika melihat ke sisi ia menjadi lawh, ketika melihat ke atas ia menjadi istiwa. Cahaya adalah hologram(gray nullity). Gambaran partikel-gelombang sepertinya sifat intrinsic impulsmoment dari Aether(x’i,y’i,z’i).

    • m4stono said

      dimensi satu itu garis kan mas…..kalo menurut pemahaman saya yg bocor alus ini…cahaya itu malah berdimensi diatas kita sebab hampir tidak terikat ruang dan waktu…sedangkan dimensi satu itu menurut saya garis…sedangkan garis diliputi bidang…bidang diliputi ruang dan waktu…ruang dan waktu diliputi dimensi 4…sedangkan dimensi 4 itu sudah terbebas dari ruang dan waktu…tapi kalo dibuktikan dgn itung2an fisika nyleneh nyerah saya…maklum di SMA dan kuliah gak dapet yg kek gini :mrgreen:

    • qarrobin said

      Mendekati kelajuan-cahaya, ada ruang yang terdiri dari tiga koordinat seperti x, y, z. Tetapi di lightspeed, tiga hal yang aneh terjadi:
      1.Ruang menghilang. Ruang menjadi satu dimensi dan ini disebut sebagai singularity.
      2.Lightspeed = Ini merupakan kecepatan dari aliran-waktu. Akibatnya waktu juga menghilang.
      3.Ketika ruang dan waktu menghilang, seluruh kosmos nampak ‘secara nyata’. Makna dari nampak secara keseluruhan dan nyata ini adalah: Kosmos adalah sebuah hologram.
      Satu quanta menunjukkan seluruh kosmos, ia menganimasinya lagi.

  2. Fitri said

    Saya enggak ngerti fisika. Cuma bisa kunjungan silaturahmi buat qarrobin.

  3. qarrobin said

    @Kank Tono

    Jika kita bergerak di lightspeed, urusan berubah dan kita menjadi photon satu dimensi. Ruang dari satu dimensi photon adalah aneh, tidak ada lebar, luas dan tinggi. Jadi apa yang ada? Gray nullity. Mengapa? Kita dapat memahami ini dari ayat. Ayat yang mengatakan ‘wassamaa-’=ke satu langit dan Thaariq. Apakah Anda tahu apa Thaariq itu? Ia adalah bintang yang menembus kegelapan. Ia mengatakan ‘bintang’. Sekarang mari kita membuat ini jelas. Kita semua adalah foton dan kita berpindah dengan kelajuan-cahaya. Akibatnya, semua orang adalah diam-relatif satu sama lain. Tetapi ada masalah besar. Kita bergerak dengan lightspeed. Maksudku, bagi saya untuk memahami bahwa ada orang di dekat saya, sinyal lampu harus datang menghampiri saya. Atau bagi saya untuk berjabat tangan, saya harus mengulurkan tangan saya. Tetapi memberikan tanganku berarti melebihi lightspeed. Ini adalah dilarang. Kemudian kita semua tidak menyadari satu sama lainnya. Maksudku, kita sendiri di langit yang sangat besar. Dan kita adalah photon. Setiap orang dari kita bersinar untuk diri sendiri. Kita lihat bahwa hanya diri kita sendiri bersinar untuk diri kita. Semuanya yang masih tersisa adalah gelap dan abu-abu … Terdapat ketidaksahan abu-abu, hanya ada saya dan saya hanya bersinar untuk diri sendiri. Hanya untuk diri saya sendiri … An nejmu’l tsaaqıb = salah satu yang bersinar untuk dirinya sendiri.

    • m4stono said

      yayayay agak paham dikit2 :mrgreen:

      kalo yg singularitas itu diteruskan kan kita menjadi nol….keknya inilah diri sejati kita….tapi yg dimensi satu itu saya kurang sepaham….menurut hemat saya kalo kita bisa berkecepatan cahaya maka kita berubah menjadi energi sepenuhnya dan terbebas dari ruang dan waktu…maka spt yg sampeyan katakan

      1.Ruang menghilang. Ruang menjadi satu dimensi dan ini disebut sebagai singularity.
      2.Lightspeed = Ini merupakan kecepatan dari aliran-waktu. Akibatnya waktu juga menghilang.
      3.Ketika ruang dan waktu menghilang, seluruh kosmos nampak ‘secara nyata’. Makna dari nampak secara keseluruhan dan nyata ini adalah: Kosmos adalah sebuah hologram.

      yg point 1 betul tapi menurut saya malah ruang ke dimensi 4 /alif lam mim

      yg point 2 setuju waktu juga menghilang dan berganti dengan “waktu” dari alif lam mim yg meliputi waktu dari alam dimensi 3

      yg point 3 setuju dan inilah puncak meditasi…tidak ada apa2, tidak ada gelap maupun terang, tidak ada warna maupun wujud apapun juga…karena menyadari semua ini hanya ilusi spt kata kang lambang…halaah…maka tinggal yg berkata/bersaksi….apabila yg bersaksi/berkata tidak ada maka batal lah logika “ada”

      sebagai bukti bahwa itu berdimensi 4….orang2 yg sudah mencapai kesaksian diatas maka sudah bisa mengatasi ruang dan waktu…bisa teleport, bisa muncul dibeberapa tempat secara bersamaan…dala arti lain sudah bisa mengatasi ruang dan waktu….logika saya kalo sudah mengatasi ruang dan waktu maka dia sudah berada diatas ruang dan waktu….kalo cuman berdimensi 1 boro2 bisa itu wong dimensi 1 tidak mengenal warna…sedangkan warna itu ada didimensi 2…………..sori ya mas kalo ada yg kurang berkenan…wong cuman pendapat pribadi…… :mrgreen:

    • qarrobin said

      hihihi, sepertinya bahasa saya yang salah…kalo gitu saya akan menggunakan bahasa kanktono

      yg point 1 betul tapi menurut saya malah ruang ke dimensi 4 /alif lam mim

      1. Pada dimensi Jabarut :
      Dimensi4(alif,lam,mim)
      Ruwh(x’i,y’i,z’i)
      Nuwr(x’i,y’i,z’i)

      dimensi Nuwr(tachyon/lebih cepat dari cahaya) berada diatas ruang dan waktu sebagaimana kata kanktono

      yg point 2 setuju waktu juga menghilang dan berganti dengan “waktu” dari alif lam mim yg meliputi waktu dari alam dimensi 3 (x, y, z)

      2. Pada dimensi Malakut :
      1dimensi(alif)
      Narr(x’i)
      cahaya(x’i)
      inilah yang saya maksud satu dimensi x’i yang kanktono sebut “waktu” dari alif lam mim

      x’i = ct
      alif = ct
      dimensi ini bersifat globularity

      kelajuan cahaya merupakan kecepatan dari aliran-waktu. Waktu dapat dipandang sebagai energi.

      3. Pada dimensi Nasut :
      t = x’i
      t = alif

      salah satu dimensi waktu (alif) memasuki dimensi Nasut (x,y,z) yang persamaannya diketemukan oleh Minkowsky

      r = akar (xkuadrat+ykuadrat+zkuadrat) = ct

      x2+y2+z2-c2t2 = 0
      x2+y2+z2-c2alif2 = 0
      x2+y2+z2-c2x’(akar-1)2 = 0
      x2+y2+z2+r2 = 0
      sehingga menjadi ruang-waktu

      Terdapat formula ruang-waktu. Hal ini kira-kira ini: x, y, z adalah ruang kita. Pencitraannya di cermin adalah imajiner x’i, y’i, z’i = alif lam mim. Hal ini menjadikan 6 dimensi. Karena sebuah dimensi imajiner yang kita ambil dari sisi lain adalah misalnya x’i = square root (-1) = alif, menembus ke kita sebagai waktu (t).

      Minkowsky menemukannya dan membuktikan ini. Satu square root (-1) atau “alif” dari sisi lain akan mempengaruhi kita sebagai waktu (t). Maksudku, Anda tidak dapat mengukurnya, anda tidak dapat berkata m2, Anda hanya melihat jam Anda. Jika sebuah meter(alif) yang kita tahu (biarkan menjadi penggaris) bergerak di lightspeed, panjangnya akan memendek dan akan menjadi titik(nun/nol). Jika bergerak lebih cepat dari cahaya, panjangnya akan menjadi negatif. Maksudku, meterannya di sini(Jabarut) akan menjadi jam disana(Nasut).

      Jam (t) yang disana, menjadi meter (alif) disini yang kita tahu. Karena bahkan Einstein memberi petunjuk. Sumber cahaya dapat bergerak lebih cepat dari cahaya, meskipun bergerak, cahaya itu sendiri bergerak dengan kecepatan tetap. Maksudku, photon adalah mati di lightspeed, tetapi tachyon(nuwr) atau radiasi ilahi dari mana photon muncul, akan lebih cepat dari cahaya.

      formula diatas disimpulkan menjadi :
      nun wal qalami wa maa yasthurun (qalam:1)

    • m4stono said

      iya sebenarnya kita itu sependapat mas cuman bahasanya yg beda dikit :mrgreen:

      sampeyan lebih suka menggunakan bahasa yg fisika nyleneh sedangkan saya lebih suka bahasa yg sedikit berfilsafat nyleneh juga :mrgreen:

      kalo menurut saya pribadi itungan2 fisika itu ya memang bisa mendekati itungan alif lam mim….tapi ya mungkin agak dikit beda, menurut saya kalo di alif lam mim itu konsep dan hukum nya beda jauh diluar itungan kita karena kita semua belum pernah masuk kesana :mrgreen: ….maka dari itu orientasi saya ya mengalami langsung dengan alat ya diri kita sendiri, karena secanggih canggihnya ciptaan manusia jauh lebih canggih ciptaan Allah ya diri kita ini….tapi saya suka itung2an fisika nyleneh ini….lanjutkan mas walopun utk pembuktiannya susahnya minta ampun hihihihihi :mrgreen:

  4. dedekusn said

    Wowwww…. nice
    cap jempol

  5. Lambang said

    Menyimak penjelasan KangTono dan MasQarr yang mencoba memadukan matematika, kalam dan kejawen. Saya lagi bingung mengamati mana yang realitas, mana yang imajiner, mana yang persepsi.

    Ada function(alif) dan ada Dimensi4(alif,lam,mim).
    Kalau dimensi 3 ada 3 variabel: x,y dan z.
    Kalau dimensi 4 harusnya ada 4 variabel: x,y,z, dan t.

    Ada lagi ‘cahaya adalah hologram’.
    Bukannya dibalik, ‘hologram adalah himpunan cahaya yang bersilangan dan setiap titik persilangan membentuk gambaran tiga dimensi’.

    *minum Cerebrovit dulu biar makin mudeng*

    • qarrobin said

      dimensi dunyaa : r(x,y,z) bergerak karena ada t, dimensi t berasal dari dimensi imajiner, t = x’ = akar(-1)
      r2 = x2+y2+z2-c2t2
      r2 = x2+y2+z2 = c2t2
      r = sqrt(x,y,z) = x’

      Tingkatan Dimensi
      Dimensi = Shifr(nol) = 1(alif),2(lam),3(mim)
      Dimensi = dunyaa = amr,iradah,’ilmu
      Dimensi = nun = qalam,lawh,istiwa
      r = sqrt(x,y,z) = ct,y’,z’

      Dimensi nol, menurut Einstein dunyaa(x,y,z) pada dirinya sendiri adalah tidak ada(la syai-), keberadaannya bergantung dengan field(medan).
      Dari kerangka acuan kita seperti kata mas lambang : ‘hologram adalah himpunan cahaya yang bersilangan dan setiap titik persilangan membentuk gambaran tiga dimensi’.
      Dari kerangka acuan cahaya itu sendiri, ia tidak melihat siapa2 selain dirinya, jika ia ingin berkenalan dengan sesama foton dan mengulurkan tangannya, maka tangannya akan bergerak lebih cepat dari kelajuan cahaya, dan ini adalah pelanggaran, jadi satu kuanta foton menganimasi keseluruhan. Maka cahaya adalah hologram itu sendiri.
      Kelajuan cahaya adalah kelajuan waktu, x’ = ct

      Dimensi satu, ruwh(x’) min amr rabbiy, ruwh(x’) adalah dimensi Aether yang jadi penggerak dunyaa(x,y,z). Menurut teori waktu dari Paul AM Dirac dan NA Kozyrev, waktu adalah sumber energi benda2 langit. Nun wa al qalami wa maa yasthurun(qalam:1), Dunyaa(Nun) dan amr(qalam) dan apa yang dituliskan.

      Dimensi dua, Lawh(iradah) adalah lembar tempat catatan setiap sesuatu (kulli syai-in)

      Dimensi tiga, istiwa(‘ilmu). Kita umpamakan Lawh adalah layar monitor, maka setiap sesuatu yang berada pada dimensi lawh tidak dapat keluar dari layar monitor. Pada tingkatan dimensi istiwa ini, tidak ada yang mengetahui Allah selain Allah sendiri

  6. m4stono said

    sama ikutan mas lambang makan cerebrovit ditambah sprit ama telur bebek biar kuat :mrgreen:

    jujur aja mas saya lebih suka artikel2 kek gini ketimbang artikel2 yg memancing debat yg gak jelas :mrgreen:

    kalo dimensi 3 itu harusnya kita tidak bisa lepaskan dari waktu(t) jadinya dimensi 3 itu variabel nya x, y, z dan t….sedangkan pada itung2an matematika di SD *halaah* itu dimensi 3 imajiner bukan yg sebenarnya……

    kalo didimensi 4 jadi variabelnya x, y, z, t kuadrat dan ??? ….mengapa saya pake tanda tanya 3 kali…apakah itu? ya itu adalah faktor x yg tidak kebayang sama sekali di dimensi kita, tapi yg jelas berhub dgn takdir, ruh dan gaib ….secara teori apabila kita mempunyai tubuh berdimensi 4 maka kita bisa menjelajahi dimensi 3 ini kapan saja, dimana saja dan bisa mengclone tubuh kita sebanyak apapun jadi bisa muncul dibeberapa tempat sekaligus….opo ora edan tenan??? hihihi

    belum lagi didimensi 5, 6, 7 dst sungguh diluar imajinasi kita, sedangkan itung2an ahli fisika yg mencapai didimensi 10 CMIIW hanya sebatas itung2an ruangnya thok tapi sama sekali belum menyentuh faktor x nya….harus ngalamin sendiri agar bisa merumuskan rumus tentang dimensi secara akurat………………..waduh bocor aluse jadi kumat nih… :mrgreen:

    • qarrobin said

      sama ikutan mas lambang dan kanktono, makan cerebrovit ditambah sprit ama telur bebek biar kuat :mrgreen:

      artikel debat itu just curiosity…karna kurang paham…saya ingin tahu aja gimana menurut pangerannya…selebihnya saya serahkan kepada pembaca…kan punya ‘aqal dan kitab al karim. :mrgreen:

      teori bocor alusnya keren…sebenernya malah ide2 saya dapetnya ngalir bersama diskusi kita…biasalah teori aphorisma…jadi apa yang saya tuliskan bukanlah hal yang telah mapan di pikiran saya…mari sama2 mumet merumuskan teori bbocor alus kita bersama…halah

      mo tanya nih kank, CMIIW itu apa ya…maaf oon suroon, secra kenal internet ajah baru beberapa bulan…hehehe

      enak ya kalo bisa ngalamin teleport langsung…gimana kang caranya…ajarin dong…

    • batjoe said

      Kalau ngikutin kaidah matematika, satu dimensi adalah fungsi dengan satu variabel: Y=f(x).
      Kalau dua dimensi, dua variabel: Y=f(x,y). Seterusnya untuk tiga dan empat, Y=f(x,y,z) dan Y=f(x,y,z,t).
      Menurut Einstein dimensi nol adalah dunyaa(x,y,z).
      Menurut ngga tahu siapa, Dimensi = Shifr(nol) = 1(alif),2(lam),3(mim)

      Yang jadi pertanyaan sekarang:
      – Apakah (nol) itu variabel?
      – Apakah (alif), (lam) dan (mim) itu variabel?
      – Apakah penulisan 1(alif) dst itu tidak menyalahi kaidah matematika?

      Nenggak cerebovit lagi ah….

      Note:
      Mas Qarr, CMIIW itu internet slang. Slang yang sering digunakan bisa dilihat di [sini].

  7. Lambang said

    Duh, maaf salah nickname. Tadi pas lagi betulin blognya mas Batjoe, lupa logout. Tolong di hapus komen diatas mas Qarr.

    Kalau ngikutin kaidah matematika, satu dimensi adalah fungsi dengan satu variabel: Y=f(x).
    Kalau dua dimensi, dua variabel: Y=f(x,y). Seterusnya untuk tiga dan empat, Y=f(x,y,z) dan Y=f(x,y,z,t).
    Menurut Einstein dimensi nol adalah dunyaa(x,y,z).
    Menurut ngga tahu siapa, Dimensi = Shifr(nol) = 1(alif),2(lam),3(mim)

    Yang jadi pertanyaan sekarang:
    – Apakah (nol) itu variabel?
    – Apakah (alif), (lam) dan (mim) itu variabel?
    – Apakah penulisan 1(alif) dst itu tidak menyalahi kaidah matematika?

    Nenggak cerebovit lagi ah….

    Note:
    Mas Qarr, CMIIW itu internet slang. Slang yang sering digunakan bisa dilihat di [sini].

    • qarrobin said

      Namanya juga teori bocor alus, kira2 gini penjelasannya
      Shifr(nol) = x,y,z
      menurut Einstein, ruang(x,y,z) itu hanyalah ilusi dari persepsi kita, pernyatan ini saya dapat dari buku Teori Relativitas Umum nya Einstein, keberadaan ruang bergantung kepada medan.

      Maaf, memang penulisan saya campuran antara matematika dan bahasa…., harusnya memang dipisah antara kaidah matematika dan kaidah bahasa

      Dimensi = Shifr(nol) = x’,y’,z’
      r = sqrt(x,y,z) = x’,y’,z’
      kamsudnya gini,

      r2 = x2+y2+z2 = x’2
      dimesi jarak x’ menembus ke kita menjadi dimensi waktu t
      x’ = t
      maka
      r2 = x2+y2+z2 = x’2
      r2 = x2+y2+z2-c2*x’2
      r2 = x2+y2+z2-c2*sqrt(-1)
      r2 = x2+y2+z2+c2*t2
      jadilah ruang-waktu Minkowsky

      duuuuhhh…ternyata sulit mengubah kaidah bahasa menjadi kaidah matematika

  8. m4stono said

    konon katanya huruf arab itu huruf tertua didunia, dan alif itu adalah simbol dari berdiri/ada/jumeneng….alif ba ta itu se mirip2 dengan alfa beta…..kalo di huruf jawa permulaan penulisan itu namanya adeg2…..

    kalo boleh saya berpendapat ala ngawur saya :mrgreen: alif lam mim itu maknanya…alif = ada/berdiri lam = ruang waktu beserta isinya yg tergelar dan mim = muhammad/sujud/nur muhammad….coba diperhatikan dimesjid2 mengapa kaligrafi muhammad selalu ada dikiri sedangkan Allah di kanan? ternyata setelah saya perhatiin, muhammad dikiri itu sujud kepada allah di sebelah kanan…kok yo org2 dulu pinter2 nya meletakkan muhammad dikiri yah….jelasnya tulisan muhammad itu mirip2 orang sujud :mrgreen:

    jadi apabila mau transformasi ke alif lam mim maka pahamilah alif sebagai diri kita yg ada yaitu kesadaran kita lalu membaca ruang waktu beserta isinya dengan kacamata baca yg furqaani dengan al quran setelah itu sujud/ikhlas lah karena Allah….apabila kita bisa melaksanakan ketiganya ya insya Allah jika Allah berkenan maka kita akan bersaksi di dimensi ke empat……kalo mo pake alat susaaaaaaah, mahal dan tidak menjamin tubuh kita masih utuh, bisa2 hancur lebur ketika menyeberang ke dimensi lain, sedangkan teleport satu partikel aja susahnya minta ampun dan mahal lagi…………………..

    ada lagi cara termudah teleport yaitu dengan angan2 kita, angan2 itu lebih cepat dari kec cahaya lho…..saya bisa berangan angan ke tepi jagat raya hanya dengan kurang dari 1 detik sedangkan kec cahaya mungkin butuh waktu 15 milyar tahun :mrgreen: silahkan dicoba :mrgreen: kabur dulu sebelum dilempar klompen…………………

  9. Lambang said

    Saya dulu pernah survey mengenai ornamen di puncak kubah. Kenapa ornamen di Indonesia pakai tulisan Allah, tetapi ornamen di luar negeri kebanyakan gambar bulan bintang atau lingkaran saja.

    Kalau kenapa Allah ada di kanan dan tulisan Muhammad seperti orang sujud, keknya berhubungan dengan gothak gathuk. Karena tulisan Arab mulainya dari kanan. Kalau tulisan latin, Allah ada di kiri. Kalau tulisan Jepang, Allah ada di atas (belum pernah lihat sih tulisan Allah dalam huruf Jepang). Jumlah muslim di Arab hanya 25 juta, sedangkan jumlah muslim di Indonesia 203 juta, tapi semua muslim harus menggunakan tulisan Arab supaya gathuk.

    Ah, tapi itu kan hanya persepsi saya, bisa salah dan ngawur. Terserah persepsi masing-masing saja… :mrgreen:

  10. mampir mas…sekadar nyimak..tapi masih belum ngerti juga..

  11. moslem said

    Assalamualaikum

    salam kenal, mas qarrobin, komentarnya mas tono kok tidak dilanjutkan.mengenai angan angan bukannya bisa dihubungkan dengan teori hologram http://en.wikipedia.org/wiki/Holonomic_brain_theory,
    yang membahas consiusnes dan brain.
    Spiritual secara umum dihubungkan dengan teori hologram ini http://www.experiencefestival.com/a/Holographic_Universe/id/5864.

    Kalau fisika pasti dengan alat alat.
    Yang bebas alat di dunia ilmu psikologi adalah berupa fenomen.Seperti Psikokinetik http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/11/psikokinesis.html

    lanjutkan

  12. […] ini mungkin adalah hipotesa nyeleneh dari catatan q, artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel line-like and space-like. Artikel ini ditolak oleh para guru akademis di yahoogroup fisika Indonesia. Menurut mereka, sebuah […]

  13. mantap, penjelasan yg pnjang lbr, ampe pusing sy mencernanya. tp salut, mantap bgt.. anda memang seorang profesor. dari tulisan2 Anda sudah terlihat sgt jls.
    sekali lg mantap!

    • qarrobin said

      Duh…jangan berlebihan sobatku, saya malah kuliah di fakultas ilmu komputer, catatan q di atas adalah unek-unek. Karna ga ada yang memverifikasi dan memvalidasi, ya saya posting aja, dan saya menginginkan umpan balik, jika ada yang lebih mengerti dari saya, dan jika ada yang mau sama2 merumuskan teori nyeleneh diatas

  14. oya, ngomong2 ngefans jg y ama Einstein? kalo gitu sama.

    • qarrobin said

      ya, saya ngefans ama Einstein
      duh…. senengnya punya sobat yang sama2 senang Einstein, kalo catatan q di atas ada yang salah mohon dikoreksi

      Selain Einstein, saya ngefans ama Paul A.M Dirac, N.A Kozyrev, dan Hans von Aiberg

  15. […] Dimensi garis dan dimensi ruang bergantung pada kerangka acuan pengamat […]

  16. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: