Arch Carrying Angels

Ngobrol seputar science, quran dan hanification

Musa-Joshua-Hidzir

Posted by qarrobin pada Mei 27, 2010

I. Musa membunuh Joshua Tirani

018,071 : fa –an thalaqaa hattaa –idzaa rakibaa fiy ssafiynati kharaqa hhaa qaala –a kharaqta hhaa li tu ghriqa –ahhla hhaa laqad ji- ta syay-an –imran

maka supaya berthalaq (di dalam waktu) hingga bila bertunggangan di dalam kapal, (khidhir) melubagi nya, berkata (musa) : “mengapa dilubangi ia bagi menenggelamkan ahhli nya, sungguh mendatangkan suatu perkara, (dalam) suatu urusan”

018,079 : –ammaa ssafiynatu fa kaanat li masaakiyna ya ‘malu wna fiy lbahri fa –a rad ttu –an –a’iyba hhaa wa kaana waraa-a hhum mmalikun ya –khudzu kulla safiynatin ghashban

“bahwa apa kapal, maka adalah bagi orang – orang miskin yang bekerja di dalam laut, maka aku hendak supaya ‘ayb ia, dan adalah di belakang mereka, seorang raja yang mengambil tiap – tiap kapal suatu rampasan”

Note : raja yang merampas kapal ini adalah Joshua tirani yang dibunuh oleh musa, untuk lebih jelasnya akan dipaparkan di bawah

028,014 : wa la mmaa balagha –a syudda hhuw wa stawaa –aatay naa hhu hukman wa ‘ilman wa ka dzaalika na jziy lmu hsini yna

dan bagi apa sampai sangat ia (musa) dan menyamakan, kami berikan ia hikmah dan pengetahuan, dan demikian lah kami jaza orang-orang yang bagus.

028,015 : wa dakhala lmadiynata ‘alaa hiyni ghaflatin mmin –ahhli hhaa fa wajada fiy hhaa rajula yni ya qtatil aani hhaadzaa min syiy’ati hhi wa hhaadzaa min ‘aduwwi hhi fa s ta ghaatsa hhu lladziy min syiy’ati hi ‘alaa lladziy min ‘aduwwi hhi fa wakaza hhuw muwsaa fa qadhaa ‘alay hhi qaala hhaadzaa min ‘amali sysyaythaani –inna hhuw ‘aduwwun mmudhillun mmubiynun

dan mendakhului kota (memphis) atas ketika lengah dari ahhli nya maka mendapati di dalam nya dua lelaki, dua berkelahi, ini dari syiy’ah nya, dan ini dari lawan nya, maka meminta tolong (kepada) nya yang dari syiy’ah nya atas yang dari lawan nya, maka memukul nya, musa, maka jatuh atas nya, berkata (musa) ini dari pekerjaan syaythaan, bahwa ia lawan yang menyesatkan yang di antara.

II. Hidzir membunuh Joshua Tirani kecil

018,074 : fa –an thalaqaa hattaa –idzaa laqiyaa ghulaaman fa qatala hhuw qaala –a qatal ta nafsan zakiyyatan bi ghayri nafsin llaqad ji- ta syay-an nnukran

maka supaya berthalaq (di dalam waktu) hingga bila bertemu seorang anak, maka (khidhir) membunuh nya, berkata (musa) : “mengapa dibunuh suatu nafas yang berkembang, dengan selain bernafas, sungguh mendatangkan suatu perkara, (dalam) suatu keinkaran”

Adam (kromosom Xy), Hawa (kromosom Xx), Huur (kromosom Yy). Ghilman (kromosom Xy) adalah seorang anak lelaki dari Adam dan Huur. Wildan (kromosom Yy) adalah seorang anak perempuan dari Adam dan Huur. Keluarga ‘imran adalah salah satu contoh keturunan Adam dan Huur.

Hidzir menutup nafas ghilman dengan tangannya. Hidzir membunuh ghilman, agar Musa terbebas dari dosa karena telah membunuh Joshua. Sebab akibat dapat berjalan mundur, masa depan dapat mengubah masa lalu, di dalam kisah Dzulqarnayn, ketika ia berjalan mundur dalam waktu, masa depan tetap disebut sebagai suatu sebab. Manusia dari masa depan, ketika ia pergi ke masa lalu dimana ia belum dilahirkan, manusia dari masa lalu tidak dapat membunuhnya, seperti antara manusia (massa positive) dan malaikat (massa negative) akan saling menembus jika bertabrakan. Dengan terbunuhnya Joshua kecil, tidak mengubah taqdir kematiannya, karena Joshua telah meninggal di tangan Musa di masa depan. Namun buronan dari masa depan, dapat mendorong seseorang untuk membunuh. Sekarang Hidzir yang berdosa. Yang terjadi adalah pengubahan situasi, seperti pemblokiran antara benteng dan raja dalam permainan catur.

018,080 : wa –ammaa lghulaamu fa kaana –abawaa hhu mu –mina yni fa khasyiy naa –an yu rhhiqa hhumaa thughyaanan wa kufran

“dan bahwa apa anak, maka adalah aba – ibu nya, dua yang beriman, maka kami takut bahwa akan menindih mereka suatu perlampauan dan suatu kekafuran”

III. Joshua yang tersembunyi (Hidden Variable)

018,081 : fa –a rad naa –an yu bdila hhuma rabbu hhumaa khayran mmin hhu zakaatan wa –a qraba ruhman

“maka kami menghendaki supaya diubah (bagi) mereka (oleh) rabb mereka yang lebih baik dari nya yang berkembang dan lebih dekat suatu rahim”

Kemudian Allah mengganti Joshua Tirani dengan Joshua yang baik. Joshua terlahir dua kali, karena Joshua tetap tidak mati, maka Musa dan Hidzir terbebas dari dosa.

005,021 : yaa qawmi dkhuluw l-ardha lmu qaddasata llatiy kataba llahhu la kum wa laa ta rtadduw ‘alaa –adbaari kum fa ta n qalibuw khaasiriyna

hai kaumku dakhuluilah bumi muqaddas yang dituliskan allahh bagi kamu dan jangan kamu berpaling atas runtunan kamu, maka supaya berbalik (menjadi) orang – orang yang rugi.

055,022 : qaaluw yaa muwsaa –inna fiy hhaa qawman jabbaari yna wa –innaa lan na dkhula hhaa hattaa ya khrujuw min hhaa fa –in ya khrujuw min hhaa fa –innaa daakhilu wna

berkata (kaumnya) : “hai musa bahwa di dalam nya suatu kaum, orang – orang yang menjabarkan, dan bahwa tidak akan kami mendakhului nya, hingga keluar dari nya, maka jika keluar dari nya, maka bahwa (kami) dakhului”

005,023 : qaala rajul aani mina lladzi yna ya khaafu wuna an’ama llahhu ‘alay hhimaa dkhuluw ‘alay hhimu lbaaba fa –idzaa dakhal tumuw hhu fa –inna kum ghaalibu wna wa ‘alaa llahhi fa ta wakkaluw –in kun tum mmu –mini yna

berkata dua lelaki (satu dari nya adalah joshua nya musa) dari orang – orang yang takut (kepada allahh), pemeliharaan allah atas mereka (keduanya) : “dakhului atas mereka (melalui) pintu, maka bila mendakhulu kalian (melalui) nya, maka bahwa kamu mengalahkan, dan atas allah maka berwakil, jika adalah kalian orang-orang yang beriman”

IV. Orang tua dari Joshua

018,077 : fa –an thalaqaa hattaa –idzaa –atayaa –ahhla qaryatin s ta th’amaa –ahhla hhaa fa –abaw –an yu dhayyifuw hhumaa fa wajadaa fiy hhaa jidaaran yu riydu –an ya nqadhdha fa –aqaama hhuw qaala law syi- ta la ttakhadzta ‘alay hhi -ajran

maka supaya berthalaq (di dalam waktu) hingga bila diberikan ahhli suatu negeri, meminta makan (kepada) ahhli nya, maka mengabaykan bertamukan mereka, maka mendapati di dalam nya suatu tembok yang hendak terurai, maka (khidhir) mendirikan nya, berkata (musa) : “sekiranya diperkarakan, bagi mengambil atas nya suatu upah”

Orang tua dari Joshua adalah orang yang berkecukupan, bapak mereka memendam harta nya dengan tembok yang hendak roboh hingga mereka layak, karena mereka akan menjadi anak kecil yang yatim.

018,082 : wa –ammaa ljidaaru fa kaana li ghulaama yni yatiyma yni fiy lmadiynati wa kaana tahta hhuw kanzun lla hhumaa wa kaana –abuw hhumaa shaalihan fa –a raada rabbu ka –an ya blughaa –a syudda hhumaa wa ya s ta khrijaa kanza hhumaa rahmatan mmin rrabbi ka wa maa fa’al tu hhuw ‘an –amri y dzaalika ta –wiylu maa lam ta s thi’ ‘’alay hhi shabran

“dan bahwa apa tembok maka adalah bagi dua anak, dua yatim di dalam kota dan adalah di bawah nya suatu simpanan bagi mereka dan adalah bapak mereka seorang yang memperbaiki, maka menghendaki rabb engkau supaya sampai lebih sangat mereka dan mengeluarkan simpanan mereka suatu rahmat dari rabb engkau dan apa dilakukan ia dari urusan ku, demikian awalan apa yang belum ditha’ati atas nya, suatu keshabaran”

V. Makna Joshua

Joshua berasal dari bahasa Ibrani

Ye = Sab’a = Seven = Tujuh

Esu = ‘Ashr = Ten = Sepuluh

Joshua = Fataya = Teen = Tujuh belas

VI. Perjalanan Musa dan Joshua nya mencari Hayydahr

A. Koordinat ruang Riemann dan Koordinat waktu Dahr CPT-4

018,060 : wa –idz qaala muwsaa li fataa hhu laa –abrahu hattaa –ablugha ma jma’a lbahra yni –aw –amdhiya huquban

dan bila berkata musa bagi joshua nya : “tidak berhenti hingga sampai di tempat berkumpul dua lautan atau berpindah  80 tahun”.

Musa diberitahu untuk menemukan suatu koordinat dimana laut akan terbelah untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir menuju GraceLand di Palestina. Musa dan Joshua berasal dari suku Lewi yang memiliki lisensi untuk menyentuh Tabut Perjanjian. Pada masa setelah eksodus, ketika bani Israel dipengaruhi Samiri, maka Musa marah dan melemparkan Tabut Perjanjian. Beberapa orang dari suku lain mencoba untuk memegangnya dan mereka menjadi kristalisasi seperti tiang garam.

Targetnya jelas: Dari Suez di mana Mediterania dan Laut Merah bersatu, mereka akan melalui ke Semenanjung Sina. Dua lautan yang berkumpul itu berada di Segitiga Sina dengan Teluk Akabe dan Suez, mereka mencari koordinatnya. Musa juga diberitahu bahwa ia akan melakukan perpindahan waktu bertahun-tahun bersama hidzir. Hidzir diberikan pengaturan waktu, tipe waktu ini disebut dahr. Perumpamaan dahr itu seperti pada orbit electron, yang mana electron dapat naik dan turun pada setiap titik orbit dan dahr adalah waktu yang bersinggungan dengan ruang yang terkungkung. Hidzir dapat memasuki ruang pada setiap titik waktu, sebagaimana Hidzir memindahkan singgasana ratu Balqis. Israa Muhammad saw juga memakai dahr, Muhammad saw tidak pergi ke Masjidil Aqsha. Masjidil Aqsha yang berjalan ke dia.

Untuk menemukan koordinat yang sama pada dimensi ruang, maka Musa menyertakan dimensi waktu, berpindah mengelilingi dimensi ruang bertahun-tahun. Dimensi Ruang adalah berbentuk pelana (packsaddlic) tapi di sini secara pengecualian tipe Riemann, tabung ruang menggelembung (protuberant) yang diberikan. Jadi waktu yang menyertai ruang semacam ini seharusnya juga sangat sangat sangat istimewa. Inilah koordinat waktu Dahr.

B. Direct Current mundur CPT-1

018,061 : fa la mmaa balaghaa ma jma’a bayni hhimaa nasiyaa huwta hhumaa fa tt akhadza sabiyla hhuw fiy lbahri saraban

maka bagi apa sampai di tempat berkumpul antara mereka (dua lautan), lupa (terhadap) ikan mereka, maka mengambil sabiyl ia, di dalam laut yang bercabang

Pada pertengahan pagi, Musa dan Joshua menangkap ikan di laut. Pada siang hari nya, Musa kelelahan dan berlindung di karang, kemudian waktu mulai berjalan mundur. Seharusnya diceritakan dahulu darimana ikan tersebut berasal, karena secara tiba-tiba ikan masuk dalam cerita, padahal penangkapan ikan tidak diceritakan.

Allah telah membalik sebab-akibat yang selama ini kita anggap berjalan dari masa lalu ke masa depan. Sebab-akibat adalah suatu prinsip, ia bukan suatu hukum. Kita menerima nya di awal sebagai bergeser dari masa lalu ke masa depan. Hukum lah yang harus dilindungi, bukan prinsip. Hal ini seperti kita merekam kejadian penangkapan ikan, dan memutar film secara mundur. Kita melihat ikan hidup kembali di film itu, tapi bukankah tadinya ia mati? Allah menceritakan akibat terlebih dahulu dan kemudian menceritakan sebab. Ketika Dzulqarnayn mundur ke masa lalu, disebutkan bahwa ia mengikuti suatu sebab yang bergeser dari masa depan ke masa lalu.

Karang itu adalah tempat pertemuan dua lautan dan karang itu membelah pertemuan dua laut, sehingga dua laut itu menjadi bercabang. Karang itu berada di antara pertemuan dua laut. Daerah yang berada di pertemuan dua lautan disebut Osmosis. Di karang ini waktu berjalan bolak-balik.

020,077 : fa dhrib la hum thariyqan fiy lbahri

maka tampilkan bagi mereka suatu pantulan di dalam laut

026,063 : –ani dhrib bbi ‘ashaa ka lbahra fa n falaqa

supaya menampilkan dengan tongkat engkau (musa), (terhadap) laut, maka supaya merekah

Dimasa depan ketika Musa memukulkan tongkat nya pada pertemuan dua laut, waktu pada kedua laut berjalan mundur, air yang tadinya mengalir ke pertemuan, berbalik mundur, maka kedua laut merekah.

006,095 : –inna llahha faaliqu lhabbi wa nnawaya yu khriju lhayya mina lmayyiti wa mu khriju lmayyiti mina lhayyi

bahwa allahh merekahkan butir dan yang biji, mengeluarkan hidup dari mati dan yang mengeluarkan mati dari hidup

Ketika waktu bergeser mundur, ikan Musa kembali hidup setelah mati. Allah berjanji akan mengawetkan jasad Fir’aun sebagai bukti bahwa ketika ia mati dan tenggelam di pertemuan dua laut, maka ketika jasad nya mengeluarkan mar’a (radiocarbon) dan membusuk, waktu memantul mundur. Waktu yang berbalik maju mengembalikan mar’a yang keluar dari jasad nya. Ketika manusia menemukan jasad nya, dan mengeluarkan nya dari pertemuan dua laut, jasad Fir’aun secara tiba-tiba cepat membusuk, karena ia kembali kepada ‘udzur nya.

113,001 : qul –a ‘uwdzu bi rabbi lfalaq

katakanlah : “aku berlindung dengan rabb rekahan”

006,096 : faaliqu l-ishbaahi wa ja’ala llayla sakanan wa sysyamsa wa lqamara husbaanan dzaalika taqdiyru l’aziyzi l’aliym

merekahkan hamburan dan menjadikan malam suatu ketenangan dan matahari dan bulan suatu perhitungan, demikian kekuasaan penakluk yang mengetahui.

Siang hari adalah karena hamburan cahaya matahari yang memantul di atmosfir bumi. Kemana pun hamburan ini bergeser, malam tetap tidak dapat mendahului siang. Kemana pun matahari dan bulan bergeser, matahari tetap tidak mendapatkan bulan.

100,001 : wa l’aadiyaati dhabhan

dan yang berlawanan suatu pesat

Allah menciptakan ‘aadiyaat, partikel yang berlawanan. Kita ambil contoh partikel neutrino dan anti neutrino. Partikel neutrino berjalan mundur dalam waktu. Partikel anti neutrino berjalan maju dalam waktu.

Ketika mereka berlindung di karang, mereka berada pada arah waktu yang berjalan mundur, seperti spin waktu pada partikel neutrino yang tak bermuatan. Karena waktu berjalan mundur, ikan kembali hidup dan melompat ke lubang di antara laut yang bercabang. Karena waktu berjalan mundur, mereka lupa terhadap ikan yang kembali hidup.

C. Direct Current maju CPT-1

018,062: fa la mmaa jaawazaa qaala li fataa hhu –aati naa ghadaa-a naa laqad laqiy naa min safari naa hhaadzaa nashaban

maka bagi apa menua, berkata bagi joshua nya : “Berikan kita (makanan) pertengahan-pagi kita, sungguh bertemu kita dari perjalanan kita ini suatu keletihan”.

Kemudian waktu kembali berjalan maju, seperti spin waktu pada partikel anti-neutrino. Karena waktu berjalan maju, ikan yang tadi siang hidup kembali, yang mereka lupa telah melihatnya, ingin mereka makan. Mereka tadinya melihat ikan melompat ke lubang di pertemuan dua laut, karena sebelumnya waktu berjalan mundur, maka mereka lupa. Mereka ingin makan ikan yang disediakan untuk makan siang, namun berada pada pertengahan pagi.

D. Alternative Current berosilasi CPT-2

018,063: qaala –a ra-ayta –idz –away naa ilaa shshakhrati fa –inni y nasiytu lhuwta wa maa –ansaa niy hhu –illaa sysyaythaanu –an –adzkura hhuw wa tt akhadza sabiyla hhu fiy lbahri ‘ajaban

berkata (joshua) : “dilihat kah bila menjauh kita kepada karang, maka bahwa aku lupa (tentang) ikan dan apa yang melupakan aku (tentang) nya kecuali syaythaan (dari) supaya mengingat nya, dan mengambil sabiyl ia di dalam laut (secara) ‘ajayb”

Disini Joshua menjelaskan bahwa, apa yang khabar ini mereka belum meliputi nya, sama sebagaimana cara kerja syaythaan membuat lupa suatu ingatan.

036,068 : wa man nnu ‘ammir hhu nu nakkis hhu fiy lkhalqi –a fa laa ya ‘qilu wna

dan sesiapa yang kami ‘umur kan ia, kami tankis ia di dalam penciptaan, maka tidak kah mereka meng’aqal

Syaythaan ketika ia menjadi tua, ia kembali mundur dalam waktu seperti neutrino, partikel tak bermuatan yang berjalan mundur dalam waktu, maka ia kembali muda dan berbalik berjalan maju dalam waktu seperti anti-neutrino.

018,064 : qaala dzaalika maa kun naa na bghi fa rtaddaa ‘alaa –aatsaari hhimaa qashashan

berkata (musa) : “demikian, apa adalah kita, yang kita cari”, maka berpaling atas jejak – jejak mereka suatu penceritaan

Ketika Musa dan Joshua menuju tempat dimana ikan melompat ke lubang di antara laut yang bercabang, maka waktu berbalik mundur 17 tahun, Joshua dikembalikan ia di dalam penciptaan. Karena waktu berjalan mundur, musa lupa akan Joshua. Maka Joshua menjadi cerita yang bahkan Musa lupa tentang nya. Waktu berbalik mundur ke masa dimana Musa belum mengenal Joshua.

018,065 : fa wajadaa ‘abdan mmin ‘ibaadi naa –aatay naa hhu rahmatan mmin ‘indi naa wa ‘allam naa hhu min lladun naa ‘ilman

maka (musa dan joshua) mendapati seorang hamba (khidhir) dari hamba – hamba kami yang kami berikan ia rahmat dari lantai kami dan kami beritahu ia dari yang ada pada kami sebuah pengetahuan

018,066 : qaala la hhuw muwsaa hhal –a ttabi’u ka ‘alaa –an tu ’allima ni mimmaa ‘ullimta rusydan

berkata bagi nya (khidhir), musa : “hhal aku mengikuti engkau (khidhir) atas supaya memberitahu (kepada) ku dari apa yang diberitahu (kepada mu), suatu yang lurus”

018,067 : qaala –inna ka lan ta s ta thiy’a ma’i ya shabran

berkata (khidhir) : “bahwa engkau (musa) tidak akan tha’at beserta ku, suatu keshabaran”

018,068 : wa kayfa ta shbiru ‘alaa maa lam tu hith bi hhi khubran

“dan bagaimana bershabar atas apa yang belum meliputi dengan nya suatu khabar”

Musa berada pada dimensi dimana ia berjalan di dalam ruang kosmos (kunnas), awal dan akhir terasa memiliki waktu yang panjang, inilah makna shabar. Sedangkan Hidzir berada pada dimensi HyperSpace (khunnas) dimana ruang yang berjalan menuju nya, dimana awal dan akhir waktu menjadi satu, semuanya adalah awal. Al awwala = Al Aw Wa La = 1 Atau Dan 0 = 1 or/and 0.

018,069 : qaala sa ta jidu niy –in syaa-a llahhu shaabiran wa laa –a ‘shiy la ka –amran

berkata (musa) : “nanti mendapati ku, jika diperkarakan (oleh) allahh, suatu keshabaran, dan tidak aku mendurhaka bagi engkau suatu urusan”

In syaa- Allah, Musa menyerahkan masa depan untuk dibangun oleh Allah. Bagi Musa, masa depan seperti Schrodinger’s cat. Ia adalah orang yang tidak sabaran, namun ia berjanji akan sabar. Karena Musa mengatakan In syaa- Allah, maka Hidzir menerima Musa.

018,070 : qaala fa –ini ttaba’ta niy fa laa ta s-al niy ‘an syay-in hattaa –u hditsa la ka min hhu dzikran

berkata (khidhir) : “maka jika mengikuti ku, maka jangan menanyakan ku dari suatu perkara hingga ku rangkaikan bagi engkau (musa) dari nya suatu ingatan”

Musa dan Hidzir berada pada dimensi yang berbeda. Musa belum meliputi pengetahuan ini sebagai suatu khabar, maka hidzir melarang Musa untuk bertanya hingga ia rangkaikan perjalanan mundur dan maju di dalam waktu. Karena ketika bergeser mundur dalam waktu Musa akan menjadi lupa, maka rangkaian ini akan menjadi suatu ingatan bagi Musa.

E. Berthalaq dalam waktu, bolak-balik CPT-3

017,051 : … lladziy fathara kum –awwala marratin

…“yang menyusun kamu awwal yang merata”…

002,229 : ththalaaqu marrat aani

menthalaq, dua yang merata

Marrata adalah sesuatu yang rata, yang sama atau suatu bentuk yang simetris. Jadi Thalaq adalah artada (berpaling mundur) dan kembali maju. Bolak-balik.

018,071 : fa –an thalaqaa hattaa –idzaa rakibaa fiy ssafiynati kharaqa hhaa qaala –a kharaqta hhaa li tu ghriqa –ahhla hhaa laqad ji- ta syay-an –imran

maka supaya berthalaq (di dalam waktu) hingga bila bertunggangan di dalam kapal, (khidhir) melubagi nya, berkata (musa) : “mengapa dilubangi ia bagi menenggelamkan ahhli nya, sungguh mendatangkan suatu perkara, (dalam) suatu urusan”

Maka Hidzir mengajak Musa kembali ke masa depan, Hidzir ingin menunjukkan bahwa Joshua adalah Raja Tirani, maka Hidzir mencegah perkelahian antara syi’ah Musa dan Joshua sehingga Musa terhindar dari membunuh Joshua.

018,072 : qaala –a lam –a qul –inna ka lan ta s ta thiy’a ma’i ya shabran

berkata (khidhir) : “bukan kah aku katakan bahwa engkau (musa) tidak akan tha’at beserta ku, suatu keshabaran”

018,073 : qaala laa tu –aakhidz niy bi maa nasiy tu wa laa tu rhhiq niy min –amri y ‘usran

berkata (musa) : “jangan mengambil ku dengan apa yang terlupa dan jangan kamu menindih aku dari urusan ku suatu kesulitan”

Musa masih melupakan bahwa ia akan membunuh Joshua Tirani. Hidzir sebenarnya mengajarkan Musa bagaimana cara Allah membangun masa depan dimana Musa akan terhindar dari membunuh Joshua. Namun perubahan taqdir, dapat membangun taqdir nya sendiri. Ada kemungkinan Joshua akan membunuh Musa, dan kemungkinan Joshua akan mendorong kedua orang tua nya suatu yang melewati batas dan suatu ketertutupan.

018,074 : fa –an thalaqaa hattaa –idzaa laqiyaa ghulaaman fa qatala hhuw qaala –a qatal ta nafsan zakiyyatan bi ghayri nafsin llaqad ji- ta syay-an nnukran

maka supaya berthalaq (di dalam waktu) hingga bila bertemu seorang anak, maka (khidhir) membunuh nya, berkata (musa) : “mengapa dibunuh suatu nafas yang berkembang, dengan selain bernafas, sungguh mendatangkan suatu perkara, (dalam) suatu keinkaran”

Hidzir mengajak Musa berbalik ke masa lalu, lalu Hidzir membunuh Joshua Tirani kecil, agar Musa benar-benar terhindar dari membunuh Joshua dan/atau terbunuh oleh Joshua. Hidzir menunjukkan bagaimana cara Allah menghapus dosa nabi Nya karena membunuh seseorang dan/atau menyelamatkan nabi Nya dari terbunuh. Pengubahan taqdir ini akan menjadikan Joshua sebagai Hidden Variable.

018,075 : qaala –a lam –a qul lla ka –inna ka lan ta s ta thiy’a ma’i ya shabran

berkata (khidhir) : “bukan kah aku katakan bagi engkau (musa) bahwa engkau tidak akan tha’at beserta ku, suatu keshabaran”

Hidzir kembali mengingatkan Musa, karena ia baru saja berbalik mundur ke masa lalu.

018,076 : qaala –in sa-al tu ka ‘an syay-in ba’da hhaa fa laa tu shaahib niy qad balagh ta min lladun niy ‘udzran

berkata (musa) : “jika menanyai engkau (khidhir) dari suatu perkara setelah nya, maka jangan shahabati aku, sungguh menyampaikan dari yang ada pada ku suatu alasan”

Musa berjanji akan bersabar setelah perjalanan kembali ke masa depan dimana ia akan berada pada masa nya, akhir dari dua yang bolak-balik. Namun Hidzir telah menjadi pembunuh Joshua menurut Musa, padahal Allah lah yang memerintahkan hal ini demikian, sebagaimana Azraeel membunuh bayi, maka Hidzir dan Azraeel tidak berdosa. Kemudian kedua orang tua Joshua berdo’a agar diberikan pengganti Joshua. Allah mengqabulkan permintaan kedua orang tua Joshua, Allah melahirkan Joshua kembali, namun dengan sifat yang berbeda. Karena Joshua terlahir kembali, ia tidak mati dan tidak terbunuh baik oleh Musa maupun oleh Hidzir, ia juga tidak akan membunuh Musa. Ini adalah cara Allah menghapus dosa Musa.

018,077 : fa –an thalaqaa hattaa –idzaa –atayaa –ahhla qaryatin s ta th’amaa –ahhla hhaa fa –abaw –an yu dhayyifuw hhumaa fa wajadaa fiy hhaa jidaaran yu riydu –an ya nqadhdha fa –aqaama hhuw qaala law syi- ta la ttakhadzta ‘alay hhi -ajran

maka supaya berthalaq (di dalam waktu) hingga bila diberikan ahhli suatu negeri, meminta makan (kepada) ahhli nya, maka mengabaykan bertamukan mereka, maka mendapati di dalam nya suatu tembok yang hendak terurai, maka (khidhir) mendirikan nya, berkata (musa) : “sekiranya diperkarakan, bagi mengambil atas nya suatu upah”

Hidzir mengembalikan Musa pada masa nya, dan membawa nya ke rumah Joshua. Joshua telah menjadi yatim, namun bapak nya telah memendam tahta nya bagi Joshua dengan tembok yang hendak roboh hingga Joshua asyudda. Hidzir bermaksud mempertemukan Musa dengan Joshua nya pada masa nya, agar Musa kembali ingat dengan masa depan nya.

018,078 : qaala hhaadzaa firaaqu bayni y wa bayni ka sa –u nabbi-u ka bi ta –wiyli maa lam ta s ta thi’ ‘’alay hhi shabran

berkata (khidhir) : “ini pembeda antara aku dan antara engkau (musa), nanti aku beritakan (kepada) engkau dengan awalan, apa yang belum ditha’ati atas nya, suatu keshabaran”

Hidzir memberikan Joshua sebagai sahabat Musa, pengganti persahabatan antara Musa dan Hidzir. Musa dan Joshua kembali pada ruang-waktu mereka yang berbeda dengan ruang-waktu dimana Hidzir ditempatkan. Setelah itu Hidzir akan menceritakan ta-wil dari pengetahuan yang Musa belum meliputi nya sebagai suatu khabar.

018,079 : –ammaa ssafiynatu fa kaanat li masaakiyna ya ‘malu wna fiy lbahri fa –a rad ttu –an –a’iyba hhaa wa kaana waraa-a hhum mmalikun ya –khudzu kulla safiynatin ghashban

“bahwa apa kapal, maka adalah bagi orang – orang miskin yang bekerja di dalam laut, maka aku hendak supaya ‘ayb ia, dan adalah di belakang mereka, seorang raja yang mengambil tiap – tiap kapal suatu rampasan”

018,080 : wa –ammaa lghulaamu fa kaana –abawaa hhu mu –mina yni fa khasyiy naa –an yu rhhiqa hhumaa thughyaanan wa kufran

“dan bahwa apa anak, maka adalah aba – ibu nya, dua yang beriman, maka kami takut bahwa akan menindih mereka suatu perlampauan dan suatu kekafuran”

018,081 : fa –a rad naa –an yu bdila hhuma rabbu hhumaa khayran mmin hhu zakaatan wa –a qraba ruhman

“maka kami menghendaki supaya ditukar (bagi) mereka (oleh) rabb mereka yang lebih baik dari nya yang berkembang dan lebih dekat suatu rahim”

018,082 : wa –ammaa ljidaaru fa kaana li ghulaama yni yatiyma yni fiy lmadiynati wa kaana tahta hhuw kanzun lla hhumaa wa kaana –abuw hhumaa shaalihan fa –a raada rabbu ka –an ya blughaa –a syudda hhumaa wa ya s ta khrijaa kanza hhumaa rahmatan mmin rrabbi ka wa maa fa’al tu hhuw ‘an –amri y dzaalika ta –wiylu maa lam ta s thi’ ‘’alay hhi shabran

“dan bahwa apa tembok maka adalah bagi dua anak, dua yatim di dalam kota dan adalah di bawah nya suatu simpanan bagi mereka dan adalah bapak mereka seorang yang memperbaiki, maka menghendaki rabb engkau supaya sampai lebih sangat mereka dan mengeluarkan simpanan mereka suatu rahmat dari rabb engkau dan apa dilakukan ia dari urusan ku, demikian awalan apa yang belum ditha’ati atas nya, suatu keshabaran”

Pada perjalanan ini, Hidzir memperkenalkan sebuah chord (sadda = bendungan) yang memotong lingkaran “dua-waktu”. Maksudku dua waktu dalam rangkaian = QARNAYN. Dalam CPT-3. Bukan dari setiap titik seperti Hıdzır. Bukan bersinggungan pada ruang Riemann. Hanya DUA POINTS = Dia masuk dari CHORD. Zulkarneyn barrier (sadda 018,094). Dua corong waktu.

Iklan

16 Tanggapan to “Musa-Joshua-Hidzir”

  1. subhanallah….cukup menjelaskan dan membuka hijab kegelapan…

    syukran…

  2. Much Tohar said

    ulasan yang sangat menarik.

  3. […] Pada kisah Musa terjadi penggandaan Joshua, yang satu Tirani dan yang kedua menjadi sahabat Musa. […]

  4. kaisnet said

    Assalamu’alaikum..

    Okeeee….

    Mohon ijin kopy dulu, untuk saya dalami.

    SALAM

  5. neli said

    gila nih yang nulis.. mohon terjemahan al quran jgn diganti ganti, dan siapa pula huur itu? kok dibilang nikah sama Nabi Adam?

  6. doni said

    “Hidzir mengembalikan Musa pada masa nya, dan membawa nya ke rumah Joshua. Joshua telah menjadi yatim, namun bapak nya telah memendam tahta nya bagi Joshua dengan tembok yang hendak roboh hingga Joshua asyudda.” yang di maksud rumah yang hampir roboh itu apakah rumah yg diperbaiki dlm 018,082..
    sedangkan disitu kn disebutkan ghulamaini yatimaini..arti’y dua anak yg yatim.apaakah joshua mempunyai saudara?
    dtunggu jwabannya..thanks

    • qarrobin said

      joshua (teman perjalanan musa) memiliki hidden variable yakni joshua (raja yang jahat) yang dibunuh oleh Musa

      Ketika kembali ke masa lalu, joshua yang baik menjadi belum terlahirkan, sedangkan joshua yang jahat menjadi bayi yang dibunuh khidhir dengan menutup nafas (mulut dan hidung) nya untuk menghapus dosa musa yang membunuh nya di masa depan

      kemudian Allahh mengganti joshua yang jahat dengan melahirkan hidden variable yang baik (teman perjalanan musa di masa depan)

      • doni said

        namun dalam alquran disebutkan dua anak yatim piatu, jika begitu adanya maka 2 anak tersebut tidak dilahirkan dalam keadaan yang berbeda? bagaimana anda menjelaskan hal tersebut??

      • qarrobin said

        sebelum Musa mencari khidhir, Joshua yang baik dan Joshua yang jahat hidup bersama sebagai dua bersaudara

        karena Allahh ingin menghapus dosa Musa, Allahh mengutus khidhir, dan menyuruh Musa untuk mencari khidhir

  7. peneriak keadilan said

    maaf, klo boleh tahu bapak ambil dasar dan sumbernya dr mana saja, krn ini sangat istimewa izinkan sy belajar lbh lanjut.

  8. Hi there would you mind letting me know which web host you’re utilizing? I’ve loaded your blog in 3 completely different internet browsers and I must say this blog loads
    a lot quicker then most. Can you recommend a good hosting provider
    at a honest price? Kudos, I appreciate it!

  9. Menangis mungkin bukan solusi tapi terkadang dapat menjadi obat penenang

  10. Bukan kemiskinan yang merendahkan tapi hati yang menistai kebaikannya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: